By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
HeryArts NewsHeryArts NewsHeryArts News
  • Home
  • Tech News
    Tech NewsShow More
    Petualangan Antargalaksi Ryland dan Rocky Dimulai! ‘Project Hail Mary’ Kini Hadir di MGM+ dengan Promo Spesial $0.99
    10 Min Read
    Strategi Groq Melawan Dominasi Nvidia: Raih Investasi $650 Juta dan Gebrakan Bisnis Neocloud untuk Masa Depan AI
    11 Min Read
    Kesempatan Terakhir! Hemat $190 untuk TechCrunch Founder Summit 2026 Sebelum Early Bird Berakhir 26 Juni
    11 Min Read
    Hacker Bajak Sistem Peringatan Darurat Brasil: Jutaan Ponsel Terima Pesan Misterius ‘Misanthropy’ dan Ancaman Krisis Kepercayaan Publik
    12 Min Read
    Terobosan Besar OpenAI: GPT-5.5-Cyber Resmi Dirilis untuk Memperkuat Pertahanan Siber Global Lewat Inisiatif Daybreak
    10 Min Read
  • AI News
    AI NewsShow More
    SpaceX Caplok Cursor Senilai $60 Miliar: Inilah Perbandingan Jujur Claude Code vs Cursor di Era Coding 2026
    10 Min Read
    Bukan Sekadar Benchmark: 12 Alasan Kuat Mengapa Claude Kini Mengungguli ChatGPT dalam Workflow Profesional Harian
    9 Min Read
    Claude Fable 5 Resmi Rilis: Inilah Model AI Tercanggih Anthropic dari Lini Mythos yang Siap Mengubah Peta Persaingan Global
    10 Min Read
    Prediksi Piala Dunia 2026: ChatGPT dan Gemini Sepakat Spanyol Bakal Angkat Trofi, Prancis Jadi Ancaman Terbesar!
    11 Min Read
    Krisis Anthropic: Pemerintah AS Larang Claude Fable 5, 4 Model Open Source Langsung Ambil Alih Takhta
    10 Min Read
  • Mobile
    MobileShow More
    Rahasia Layar Android Auto Lebih Berguna: 3 Aplikasi Sideload Terbaik untuk Nonton YouTube dan Browsing di Mobil
    11 Min Read
    Revolusi Gadget Lansia: Consumer Cellular Rilis SpeakEasy, Ponsel Khusus Usia 75+ yang Anti-Ribet!
    10 Min Read
    CatchCat: Eksperimen Game AR Bertema Kucing yang Berpotensi Viral Namun Disebut Sebagai Peluang yang Terbuang Sia-sia
    9 Min Read
    Bocoran Eksklusif Android 17 ‘Cinnamon Bun’: Revolusi Antarmuka dan Keamanan Super Ketat yang Siap Meluncur Juni 2026
    12 Min Read
    Meta Gebrak Piala Dunia 2026: Intip Fitur Eksklusif Live Chats Threads, Football Mode Facebook, dan Inovasi Instagram!
    11 Min Read
  • Gadget
    GadgetShow More
    Rahasia Menjadi Pengamat Bintang Profesional: Teleskop Travel Ramah Pemula Ini Turun Harga di Amazon Prime Day
    13 Min Read
    Bawa Keajaiban Antariksa ke Kamar Anak: Proyektor Bintang Astronot Ini Jadi Rebutan di Prime Day Setelah Keberhasilan Misi Artemis 2
    11 Min Read
    Revolusi Astronomi Digital: Unistellar Odyssey Pro Tawarkan Pengalaman Deep Sky yang Memukau, Kini Hadir dengan Diskon 15 Persen
    9 Min Read
    Skandal DifyTap: Empat Celah Keamanan Fatal yang Memungkinkan Peretas Menyadap Riwayat Chat AI Secara Real-Time
    10 Min Read
    Skandal Backdoor WordPress: Bagaimana ShapedPlugin Menjadi Korban Serangan Supply Chain yang Mematikan
    10 Min Read
  • Software
    SoftwareShow More
    Skandal DifyTap: Empat Celah Keamanan Fatal yang Memungkinkan Peretas Menyadap Riwayat Chat AI Secara Real-Time
    10 Min Read
    Skandal Backdoor WordPress: Bagaimana ShapedPlugin Menjadi Korban Serangan Supply Chain yang Mematikan
    10 Min Read
    Apple Resmi Merilis iOS 27 Beta 2 untuk Pengembang: Lompatan Besar dalam Stabilitas dan Inovasi Fitur Terbaru
    12 Min Read
    Revolusi Handheld Gaming: Valve Resmi Gandeng Intel dan Nvidia untuk Hadirkan SteamOS di Berbagai Perangkat
    9 Min Read
    LastPass Kembali Terguncang: Peretas Curi Data Kasus Dukungan Pelanggan Melalui Celah Keamanan Klue
    15 Min Read
  • Gaming
    GamingShow More
    Control Resonant: Mahakarya Action Sci-Fi Baru yang Memadukan DNA Devil May Cry, Evangelion, dan Inception
    11 Min Read
    Harga Terjun Bebas! ASUS TUF F16 Pecahkan Rekor Diskon Terbesar di Prime Day, Hemat Hingga $460
    11 Min Read
    Rahasia Setup Gaming Glorious: Aksesoris Wajib Punya di Prime Day untuk Performa Maksimal Xbox Series X dan Persiapan Nintendo Switch 2
    12 Min Read
    Rahasia Mekanik Ikonik Gears of War: E-Day Terungkap: The Coalition Rombak Active Reload Jadi Lebih Brutal dan Taktis!
    12 Min Read
    Dominasi Baru Handheld Gaming: MSI Claw 8 EX AI Plus Resmi Meluncur dengan Intel Arc G3 Extreme, Libas Semua Kompetitor!
    9 Min Read
  • Education
    EducationShow More
    Revolusi Pendidikan Prabowo: Dari Sekolah Rakyat ke Era Digital, Strategi Besar Cetak SDM Unggul Indonesia
    11 Min Read
    Siasat Licik Siswa Kelabui Detektor AI: Mengenal Aplikasi ‘Humanizer’ dan ‘Autotyper’ yang Mengancam Integritas Akademik
    12 Min Read
    Gen Z Skeptis Terhadap AI: Mengapa Universitas Harus Berhenti Memaksakan Teknologi dan Mulai Mendengarkan Mahasiswa
    10 Min Read
    Misteri Adaptasi Gelap: Mengapa Mata Manusia Membutuhkan Waktu Lama untuk Melihat dalam Kegelapan?
    10 Min Read
    Kisah Luar Biasa Rohit Goeptar: Dari Kemiskinan di Suriname Menuju Puncak Karier di NASA
    11 Min Read
Search
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 HeryArts News Network. Company. All Rights Reserved.
Reading: LastPass Kembali Terguncang: Peretas Curi Data Kasus Dukungan Pelanggan Melalui Celah Keamanan Klue
Share
Sign In
Notification Show More
Font ResizerAa
HeryArts NewsHeryArts News
Font ResizerAa
  • Home
  • Tech News
  • AI News
  • Mobile
  • Gadget
  • Software
  • Gaming
  • Education
Search
  • Home
  • Tech News
  • AI News
  • Mobile
  • Gadget
  • Software
  • Gaming
  • Education
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 HeryArts News Network. Company. All Rights Reserved.
HeryArts News > Blog > Gadget > Software > LastPass Kembali Terguncang: Peretas Curi Data Kasus Dukungan Pelanggan Melalui Celah Keamanan Klue
Industri TeknologiKeamanan SiberPrivasi DigitalSoftwareTech News

LastPass Kembali Terguncang: Peretas Curi Data Kasus Dukungan Pelanggan Melalui Celah Keamanan Klue

Last updated: June 23, 2026 4:58 pm
heryarts
Share
SHARE

LastPass, salah satu raksasa penyedia layanan pengelola kata sandi global, kembali menjadi pusat perhatian publik setelah melaporkan insiden keamanan terbaru yang melibatkan mitra teknologi mereka. Kabar ini tentu mengejutkan jutaan pengguna yang selama ini menggantungkan keamanan digital mereka pada platform tersebut sebagai benteng pertahanan utama. Sebagai jurnalis investigasi, kita melihat pola yang mengkhawatirkan ketika sebuah layanan yang seharusnya menjadi tempat paling aman justru berkali-kali menunjukkan celah yang bisa dieksploitasi oleh aktor jahat. Insiden ini menambah panjang daftar catatan hitam keamanan LastPass dalam beberapa tahun terakhir, memicu diskusi hangat mengenai seberapa aman sebenarnya data sensitif kita di tangan pihak ketiga. Meskipun perusahaan telah berupaya melakukan mitigasi, dampak psikologis dan risiko nyata bagi pengguna tetap menjadi isu utama yang harus dikupas secara mendalam.

Contents
Kronologi Pelanggaran Data LastPass Melalui Platform KlueDetail Teknis Serangan Rantai PasokanJenis Data yang Terancam: Mengapa Tiket Dukungan Sangat Sensitif?Jejak Kelam Keamanan LastPass: Dejavu Pelanggaran Data MassalRisiko Social Engineering dan Phishing Pasca Kebocoran DataLangkah Mitigasi: Apa yang Harus Dilakukan Pengguna LastPass Sekarang?Implikasi Luas Bagi Industri Pengelola Kata Sandi GlobalKesimpulan dan Pandangan ke Depan

Pelanggaran data kali ini tidak terjadi langsung pada infrastruktur utama LastPass, melainkan melalui platform eksternal bernama Klue yang menjadi mitra strategis mereka. Klue merupakan platform intelijen kompetitif yang digunakan oleh tim dukungan pelanggan LastPass untuk mengelola berbagai interaksi dan dokumentasi masalah teknis pengguna. Meskipun LastPass bersikeras bahwa infrastruktur inti dan brankas kata sandi utama mereka tetap aman, pencurian data dukungan pelanggan bukanlah masalah sepele yang bisa diabaikan begitu saja. Informasi yang terkandung dalam tiket dukungan seringkali mencakup detail teknis yang sangat spesifik mengenai akun pengguna. Hal ini membuktikan bahwa dalam ekosistem digital yang saling terhubung, keamanan sebuah perusahaan hanya sekuat mata rantai terlemah dalam jaringan mitra teknologinya.

LastPass secara resmi mengonfirmasi bahwa para peretas berhasil mencuri data yang berkaitan dengan kasus dukungan pelanggan selama insiden keamanan di Klue tersebut berlangsung. Meskipun detail mengenai jumlah pasti pengguna yang terdampak belum diungkapkan sepenuhnya ke publik, pengakuan ini sudah cukup untuk menimbulkan gelombang keresahan baru di komunitas teknologi. Belum ada konfirmasi resmi mengenai jenis file atau lampiran spesifik yang mungkin ikut terbawa oleh para aktor jahat dalam operasi peretasan ini. Namun, sejarah mengajarkan kita bahwa dalam dunia keamanan siber, setiap keping informasi sekecil apa pun adalah amunisi berharga bagi para penjahat digital untuk melancarkan serangan lanjutan. Investigasi mendalam masih terus dilakukan untuk memetakan sejauh mana kerusakan yang telah ditimbulkan oleh serangan ini.

Kronologi Pelanggaran Data LastPass Melalui Platform Klue

Klue, sebagai platform yang menangani manajemen pengetahuan dan intelijen, memiliki akses terhadap berbagai alur kerja internal tim dukungan pelanggan LastPass. Peretas nampaknya menargetkan titik lemah pada integrasi API atau kredensial akses antara LastPass dan platform pihak ketiga ini untuk mendapatkan akses ilegal ke basis data mereka. Strategi ini dikenal luas sebagai serangan rantai pasokan atau supply chain attack, sebuah metode yang kian populer di kalangan peretas karena tingkat keberhasilannya yang tinggi. Dengan menyerang vendor yang mungkin memiliki tingkat keamanan lebih rendah daripada target utama, peretas dapat menyusup tanpa terdeteksi dalam waktu yang cukup lama. Hal ini membuktikan bahwa sekuat apa pun pertahanan internal sebuah perusahaan, mereka tetap rentan melalui koneksi eksternal yang tidak diawasi dengan ketat.

Investigasi awal menunjukkan bahwa akses ilegal ini memungkinkan peretas untuk menarik data dari basis data kasus dukungan pelanggan yang tersimpan di lingkungan Klue. Data ini biasanya berisi riwayat komunikasi antara pengguna dan staf teknis, termasuk keluhan, permintaan fitur, hingga laporan masalah keamanan tertentu yang dihadapi pengguna secara personal. Bagi seorang pakar SEO dan jurnalis, kita memahami bahwa informasi semacam ini sangat berharga untuk memetakan kelemahan sistem dari sudut pandang pengguna aktif. Meskipun kata sandi utama atau master password tidak tersimpan di lingkungan ini, informasi pendukung tetap memiliki risiko tinggi jika jatuh ke tangan yang salah. LastPass saat ini tengah bekerja sama dengan pakar forensik digital untuk menentukan garis waktu pasti kapan peretas pertama kali mendapatkan akses tersebut.

Detail Teknis Serangan Rantai Pasokan

Dalam konteks teknis, serangan terhadap Klue ini menunjukkan betapa kompleksnya mengelola keamanan di lingkungan Cloud Computing yang melibatkan banyak vendor. Peretas sering kali mencari kredensial yang tersimpan secara tidak aman atau memanfaatkan kerentanan pada perangkat lunak pihak ketiga yang belum diperbarui. Begitu mereka masuk ke sistem mitra, mereka dapat bergerak secara lateral untuk mengakses data yang seharusnya terisolasi dari publik. LastPass menyatakan bahwa mereka telah menonaktifkan integrasi dengan Klue segera setelah aktivitas mencurigakan terdeteksi untuk mencegah kebocoran lebih lanjut. Namun, bagi banyak pihak, langkah ini dianggap sebagai tindakan reaktif yang seharusnya bisa dicegah dengan audit keamanan yang lebih proaktif terhadap vendor mereka.

Jenis Data yang Terancam: Mengapa Tiket Dukungan Sangat Sensitif?

Banyak orang mungkin meremehkan hilangnya data “kasus dukungan”, namun dalam konteks privasi digital, ini adalah harta karun bagi pelaku serangan siber. Tiket dukungan sering kali berisi nama lengkap, alamat email, nomor telepon, dan deskripsi mendalam tentang masalah teknis yang dihadapi pengguna saat menggunakan layanan. Dengan informasi ini, peretas dapat menyusun skenario serangan phishing yang sangat personal dan tampak sangat resmi seolah-olah datang langsung dari pihak LastPass. Pengguna yang merasa sedang berkomunikasi dengan staf asli akan lebih mudah terjebak untuk memberikan informasi lebih lanjut yang lebih sensitif. Inilah yang membuat kebocoran data dukungan pelanggan menjadi ancaman yang sangat berbahaya bagi keamanan akun individu.

Selain itu, data kasus dukungan terkadang mencakup log sistem atau tangkapan layar yang dikirimkan pengguna untuk membantu pemecahan masalah teknis yang rumit. Jika data semacam ini berhasil diunduh oleh peretas, mereka dapat memahami konfigurasi spesifik perangkat pengguna atau bahkan menemukan celah keamanan lain yang belum ditambal. LastPass menyatakan bahwa mereka terus memantau situasi ini dengan saksama untuk memitigasi dampak yang mungkin timbul bagi para pelanggan mereka yang terdampak. Namun, transparansi penuh mengenai cakupan data yang hilang masih sangat dinantikan oleh komunitas keamanan global untuk menilai risiko sebenarnya. Tanpa rincian yang jelas, pengguna hanya bisa berspekulasi mengenai seberapa besar ancaman yang sedang mereka hadapi saat ini.

Jejak Kelam Keamanan LastPass: Dejavu Pelanggaran Data Massal

Insiden ini merupakan pukulan telak kedua bagi reputasi LastPass dalam waktu yang relatif singkat, yang semakin memperburuk citra mereka di mata publik. Sebelumnya, LastPass pernah mengalami pelanggaran data besar-besaran yang mengakibatkan pencurian basis data cadangan pengguna, termasuk brankas kata sandi yang terenkripsi. Kejadian berulang ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan pengguna setia mengenai komitmen perusahaan terhadap keamanan jangka panjang dan perlindungan data. Sebagai jurnalis dengan pengalaman dua dekade, saya melihat adanya krisis kepercayaan yang semakin mendalam terhadap model bisnis pengelola kata sandi berbasis awan. Pengguna kini mulai mempertanyakan apakah menaruh semua “kunci digital” mereka di satu tempat adalah keputusan yang bijaksana.

Dibandingkan dengan kompetitornya seperti Bitwarden atau 1Password, LastPass kini berada dalam posisi yang sulit untuk mempertahankan loyalitas pelanggannya. Meskipun semua perusahaan teknologi besar memiliki risiko diretas, frekuensi dan jenis pelanggaran yang dialami LastPass tampak lebih menonjol dan berulang. Hal ini mendorong banyak pengguna untuk mempertimbangkan alternatif pengelola kata sandi yang menawarkan arsitektur keamanan lebih tangguh atau opsi penyimpanan lokal (self-hosted). Kepercayaan adalah mata uang utama dalam industri keamanan, dan LastPass tampaknya sedang mengalami defisit yang cukup parah akibat insiden terbaru ini. Pemulihan nama baik perusahaan akan membutuhkan waktu yang sangat lama dan tindakan nyata yang melampaui sekadar pernyataan maaf secara resmi.

Risiko Social Engineering dan Phishing Pasca Kebocoran Data

Ancaman terbesar yang kini dihadapi oleh pengguna LastPass bukanlah peretasan akun secara langsung, melainkan gelombang serangan social engineering yang canggih. Para peretas yang memegang data dukungan pelanggan dapat berpura-pura menjadi tim teknis LastPass yang ingin membantu menyelesaikan masalah yang pernah dilaporkan pengguna sebelumnya. Mereka mungkin mengirimkan email yang merujuk pada nomor tiket dukungan asli pengguna untuk membangun kredibilitas instan di mata korban. Teknik ini sangat efektif untuk menipu pengguna agar menyerahkan master password atau kode otentikasi dua faktor (2FA) mereka tanpa rasa curiga sedikit pun. Pengguna harus ekstra waspada terhadap setiap komunikasi yang mengatasnamakan LastPass dalam beberapa bulan ke depan.

Masyarakat harus menyadari bahwa identitas digital mereka kini berada dalam radar para penjahat siber yang memiliki kemampuan analisis data yang mumpuni. Serangan yang menggunakan data curian semacam ini sering kali sulit dideteksi oleh filter spam standar karena kontennya yang sangat relevan dengan aktivitas asli pengguna. Oleh karena itu, edukasi mengenai literasi digital menjadi sangat krusial bagi siapa pun yang menggunakan layanan berbasis cloud untuk menyimpan data penting. Kewaspadaan ekstra harus diterapkan setiap kali menerima komunikasi yang meminta tindakan mendesak atau informasi sensitif melalui saluran apa pun. Jangan pernah mengklik tautan dari email yang tidak terverifikasi, meskipun email tersebut mencantumkan detail yang tampak akurat mengenai akun Anda.

Langkah Mitigasi: Apa yang Harus Dilakukan Pengguna LastPass Sekarang?

Jika Anda adalah pengguna LastPass, langkah pertama yang paling bijak adalah tetap tenang namun segera mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan. Sangat disarankan untuk segera mengganti master password Anda dengan kombinasi yang unik, panjang, dan tidak pernah digunakan di platform lain mana pun di internet. Pastikan juga Anda telah mengaktifkan fitur otentikasi dua faktor (2FA) menggunakan aplikasi autentikator seperti Google Authenticator atau Authy, bukan sekadar melalui SMS yang lebih rentan. Langkah sederhana ini dapat memberikan lapisan perlindungan tambahan yang sangat signifikan bagi keamanan brankas kata sandi Anda dari akses yang tidak sah.

Selain itu, periksa kembali riwayat tiket dukungan yang pernah Anda buat di layanan LastPass jika sistem masih memungkinkan untuk melihatnya. Jika Anda merasa pernah mengirimkan informasi sensitif seperti kunci API, token akses, atau detail konfigurasi server dalam tiket tersebut, segera lakukan rotasi pada kunci-kunci tersebut. Jangan pernah berasumsi bahwa data yang Anda kirimkan ke tim dukungan pelanggan akan selamanya aman dari jangkauan pihak luar yang berniat jahat. Selalu bersihkan atau hapus informasi sensitif dari komunikasi dukungan pelanggan setelah masalah teknis Anda berhasil diselesaikan sebagai bagian dari praktik keamanan rutin. Menjadi proaktif adalah satu-satunya cara untuk meminimalkan risiko kerugian di masa depan.

Implikasi Luas Bagi Industri Pengelola Kata Sandi Global

Kasus LastPass dan Klue ini memberikan pelajaran berharga bagi seluruh industri perangkat lunak dan layanan digital di seluruh dunia. Keamanan sebuah platform tidak hanya ditentukan oleh kode internal yang mereka tulis sendiri, tetapi juga oleh seberapa ketat mereka mengaudit keamanan mitra pihak ketiga mereka. Standar keamanan vendor harus menjadi prioritas utama dalam setiap kerja sama bisnis di era transformasi digital yang serba terhubung ini. Tanpa pengawasan yang ketat terhadap ekosistem mitra, perusahaan besar akan selalu memiliki “pintu belakang” yang tidak terduga bagi para peretas yang gigih. Hal ini menuntut adanya perubahan paradigma dalam cara perusahaan teknologi mengelola risiko siber mereka secara keseluruhan.

Dampak jangka panjang dari insiden ini kemungkinan besar adalah pengetatan regulasi mengenai perlindungan data di berbagai wilayah hukum internasional. Otoritas perlindungan data mungkin akan lebih proaktif dalam mengaudit perusahaan yang menyimpan informasi sensitif milik jutaan orang secara terpusat dalam satu layanan. Fenomena ini juga bisa mempercepat adopsi teknologi keamanan baru seperti passkeys yang tidak lagi mengandalkan kata sandi tradisional yang mudah dicuri. Masa depan keamanan digital nampaknya akan bergeser menuju model yang lebih terdesentralisasi untuk mengurangi risiko kebocoran data massal dari satu titik kegagalan tunggal. Industri harus beradaptasi lebih cepat daripada ancaman yang terus berkembang setiap harinya.

Kesimpulan dan Pandangan ke Depan

Sebagai penutup, insiden kebocoran data LastPass melalui celah keamanan Klue ini menjadi pengingat keras bagi kita semua bahwa di dunia siber, keamanan adalah sebuah perjalanan, bukan tujuan akhir. Pengguna harus mulai lebih kritis dalam memilih layanan digital yang mereka percayai untuk menyimpan data paling berharga dan sensitif milik mereka. Meskipun LastPass telah mengambil langkah-langkah darurat untuk menangani situasi ini, tantangan sebenarnya bagi mereka adalah memulihkan reputasi yang telah berkali-kali tercoreng di mata dunia. Kita semua perlu belajar untuk tidak hanya mengandalkan satu lapisan pertahanan dalam menjaga identitas digital kita agar tetap aman di jagat internet yang penuh risiko.

Kedepannya, kita bisa mengharapkan adanya transparansi yang lebih besar dari LastPass mengenai detail teknis peretasan ini setelah investigasi menyeluruh oleh pihak ketiga selesai dilakukan. Belum ada konfirmasi resmi mengenai hal ini dari pihak Klue secara mendalam terkait bagaimana pertahanan mereka bisa ditembus oleh peretas dalam waktu yang singkat. Namun, satu hal yang pasti adalah bahwa mata dunia kini tertuju pada bagaimana perusahaan-perusahaan keamanan merespons kegagalan sistem mereka sendiri. Di tengah ancaman siber yang terus berevolusi dengan bantuan kecerdasan buatan, hanya perusahaan yang benar-benar memprioritaskan keamanan di atas segalanya yang akan mampu bertahan dan memenangkan kembali kepercayaan publik dalam jangka panjang.

You Might Also Like

Petualangan Antargalaksi Ryland dan Rocky Dimulai! ‘Project Hail Mary’ Kini Hadir di MGM+ dengan Promo Spesial $0.99

SpaceX Berhasil Luncurkan Kapsul Starfall Pertama: Era Baru Teknologi Reentry dan Ambisi Dominasi Ruang Angkasa

Rahasia Menjadi Pengamat Bintang Profesional: Teleskop Travel Ramah Pemula Ini Turun Harga di Amazon Prime Day

Botswana Resmi Bergabung dalam Misi ke Bulan! Penandatanganan Artemis Accords di NASA Tandai Revolusi Antariksa Afrika

Revolusi Pengadaan Teknologi Federal: NASA Resmi Memulai Proses Kontrak SEWP VI Bernilai Masif untuk Transformasi Digital

TAGGED:Ancaman SiberCyber AttackCyberSecurityData BreachInfo TeknologiKeamanan DataKeamanan SiberKebocoran DataKlueLastPassPassword ManagerPeretasanPrivasi DigitalSocial EngineeringTech News

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Borong Diskon Apple di Prime Day: Apple Watch Series 11 dan AirPods Pro 3 Cetak Rekor Harga Terendah!
Next Article Revolusi Beauty Tech: HaloBraid Raih Pendanaan $7 Juta untuk Mengakhiri Siksaan Duduk 6 Jam di Kursi Salon
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Stay Connected

248.1kLike
54.3kFollow
10.3kSubscribe
39.5kFollow
banner banner
Create an Amazing Newspaper
Discover thousands of options, easy to customize layouts, one-click to import demo and much more.
Learn More

Latest News

Rahasia Cuan Pengembang Properti: Fitur Rumah Ramah Lingkungan Tingkatkan Laba 18 Persen dan Hemat Biaya Jangka Panjang
Bisnis Energi Terbarukan Gaya Hidup Digital Industri Modern Inovasi Teknologi
Control Resonant: Mahakarya Action Sci-Fi Baru yang Memadukan DNA Devil May Cry, Evangelion, dan Inception
Gaming Industri Game Inovasi Tren Gaming Video Game
Misteri Energi Gelap Terjawab: Astronom Bernapas Lega, Ancaman Krisis Kosmologis Resmi Berakhir!
Inovasi Teknologi Internasional Masa Depan Sains Teknologi
Pewaris Takhta Hubble dan Webb: Teleskop Luar Angkasa Nancy Grace Roman NASA Tiba di Florida untuk Peluncuran Bersejarah Musim Panas Ini
Inovasi Teknologi Internasional Sains Space Exploration Teknologi
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Quick Link

  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise

Support

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

HeryArts NewsHeryArts News
Follow US
© 2022 HeryArts News Network. Company. All Rights Reserved.
Join Us!

Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..

[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?