By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
HeryArts NewsHeryArts NewsHeryArts News
  • Home
  • Tech News
    Tech NewsShow More
    Badai PHK Teknologi 2026: Analisis Mendalam Daftar Perusahaan yang Mengganti Tenaga Kerja dengan AI
    9 Min Read
    Bocoran Eksklusif Rantai Pasokan: iPhone Ultra Dipastikan Meluncur September Bersama iPhone 18 Pro Tanpa Penundaan!
    11 Min Read
    Thomas Mahler Kritik Keras Xbox Game Pass: Sebut Sebagai ‘Pabrik Sampah’ dan Mirip Komunisme di Tengah Isu Penutupan Studio
    9 Min Read
    Analisis Mendalam Steam Machine Baru Milik Valve: Mengapa Harganya Hampir Dua Kali Lipat PlayStation 5 Meski Performa Setara?
    11 Min Read
    Tom Holland dan Zendaya Mengaku ‘Ketagihan’ Main Game Marvel’s Spider-Man Besutan Insomniac: Sebuah Pengakuan Luar Biasa!
    10 Min Read
  • AI News
    AI NewsShow More
    SpaceX Caplok Cursor Senilai $60 Miliar: Inilah Perbandingan Jujur Claude Code vs Cursor di Era Coding 2026
    10 Min Read
    Bukan Sekadar Benchmark: 12 Alasan Kuat Mengapa Claude Kini Mengungguli ChatGPT dalam Workflow Profesional Harian
    9 Min Read
    Claude Fable 5 Resmi Rilis: Inilah Model AI Tercanggih Anthropic dari Lini Mythos yang Siap Mengubah Peta Persaingan Global
    10 Min Read
    Prediksi Piala Dunia 2026: ChatGPT dan Gemini Sepakat Spanyol Bakal Angkat Trofi, Prancis Jadi Ancaman Terbesar!
    11 Min Read
    Krisis Anthropic: Pemerintah AS Larang Claude Fable 5, 4 Model Open Source Langsung Ambil Alih Takhta
    10 Min Read
  • Mobile
    MobileShow More
    Revolusi Gadget Lansia: Consumer Cellular Rilis SpeakEasy, Ponsel Khusus Usia 75+ yang Anti-Ribet!
    10 Min Read
    CatchCat: Eksperimen Game AR Bertema Kucing yang Berpotensi Viral Namun Disebut Sebagai Peluang yang Terbuang Sia-sia
    9 Min Read
    Bocoran Eksklusif Android 17 ‘Cinnamon Bun’: Revolusi Antarmuka dan Keamanan Super Ketat yang Siap Meluncur Juni 2026
    12 Min Read
    Meta Gebrak Piala Dunia 2026: Intip Fitur Eksklusif Live Chats Threads, Football Mode Facebook, dan Inovasi Instagram!
    11 Min Read
    Mozilla Firefox Android Kini Adopsi Google Play Integrity: Pengguna Custom ROM Siap-Siap Kehilangan Fitur AI?
    12 Min Read
  • Gadget
    GadgetShow More
    Rahasia Audio High-End Terungkap: Google Pixel Resmi Dukung LHDC v5 di Update Android 17!
    10 Min Read
    Bocoran Revolusioner Samsung Galaxy Watch9 dan Galaxy Watch Ultra 2: Desain ‘Boxier’, Bezel Tipis, dan Kehadiran Wear OS 7
    10 Min Read
    Revolusi Gadget Lansia: Consumer Cellular Rilis SpeakEasy, Ponsel Khusus Usia 75+ yang Anti-Ribet!
    10 Min Read
    Bocoran Eksklusif Rantai Pasokan: iPhone Ultra Dipastikan Meluncur September Bersama iPhone 18 Pro Tanpa Penundaan!
    11 Min Read
    Bocoran iPhone 18 Pro: Revolusi Kamera dengan Variable Aperture dan Tonjolan Lensa yang Lebih Tebal Terungkap!
    9 Min Read
  • Software
    SoftwareShow More
    Rahasia Audio High-End Terungkap: Google Pixel Resmi Dukung LHDC v5 di Update Android 17!
    10 Min Read
    Revolusi Video AI: Kendalikan Gerakan Objek Secara Realistik Hanya dengan Mouse Tanpa Beban Komputasi Tambahan!
    12 Min Read
    Dominasi Taskbar Anda: Panduan Build Ranger Terbaik di TBH: Task Bar Hero untuk Menaklukkan Musuh dari Jarak Jauh
    10 Min Read
    Waspada! Celah Keamanan ‘AutoJack’ di Microsoft AutoGen Studio Bisa Biarkan Hacker Jalankan Perintah Berbahaya di PC Anda
    10 Min Read
    Microsoft Konfirmasi Kehadiran Windows 11 26H2: Revolusi Update Kilat Lewat ‘Enablement Package’ yang Siap Manjakan Pengguna PC!
    8 Min Read
  • Gaming
    GamingShow More
    Tom Holland dan Zendaya Mengaku ‘Ketagihan’ Main Game Marvel’s Spider-Man Besutan Insomniac: Sebuah Pengakuan Luar Biasa!
    10 Min Read
    Bocoran Panas: Sonic Frontiers Definitive Edition Muncul di Rating Nintendo Switch 2, Kado Spesial Ulang Tahun ke-35 Si Landak Biru?
    10 Min Read
    Kejutan Manis Nintendo! Demo ‘Rhythm Heaven Groove’ Resmi Meluncur di Switch, Siap Menghentak di Bulan Juli!
    10 Min Read
    Rahasia Besar Black Ops 7 Terungkap: Map Zombies Kowakujō Hadirkan Wonder Weapon Tersembunyi yang Revolusioner
    9 Min Read
    GIGABYTE Guncang Amazon Prime Day: Diskon Monitor OLED Besar-Besaran yang Wajib Dilirik Gamer Pro!
    10 Min Read
  • Education
    EducationShow More
    Revolusi Pendidikan Prabowo: Dari Sekolah Rakyat ke Era Digital, Strategi Besar Cetak SDM Unggul Indonesia
    11 Min Read
    Siasat Licik Siswa Kelabui Detektor AI: Mengenal Aplikasi ‘Humanizer’ dan ‘Autotyper’ yang Mengancam Integritas Akademik
    12 Min Read
    Gen Z Skeptis Terhadap AI: Mengapa Universitas Harus Berhenti Memaksakan Teknologi dan Mulai Mendengarkan Mahasiswa
    10 Min Read
    Misteri Adaptasi Gelap: Mengapa Mata Manusia Membutuhkan Waktu Lama untuk Melihat dalam Kegelapan?
    10 Min Read
    Kisah Luar Biasa Rohit Goeptar: Dari Kemiskinan di Suriname Menuju Puncak Karier di NASA
    11 Min Read
Search
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 HeryArts News Network. Company. All Rights Reserved.
Reading: Waspada PixelSmash: Celah Keamanan FFmpeg yang Mengancam Server Jellyfin dan OBS Studio dengan Eksekusi Kode Jarak Jauh
Share
Sign In
Notification Show More
Font ResizerAa
HeryArts NewsHeryArts News
Font ResizerAa
  • Home
  • Tech News
  • AI News
  • Mobile
  • Gadget
  • Software
  • Gaming
  • Education
Search
  • Home
  • Tech News
  • AI News
  • Mobile
  • Gadget
  • Software
  • Gaming
  • Education
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 HeryArts News Network. Company. All Rights Reserved.
HeryArts News > Blog > Gadget > Software > Waspada PixelSmash: Celah Keamanan FFmpeg yang Mengancam Server Jellyfin dan OBS Studio dengan Eksekusi Kode Jarak Jauh
Industri TeknologiKeamanan SiberKejahatan SiberSoftwareTech News

Waspada PixelSmash: Celah Keamanan FFmpeg yang Mengancam Server Jellyfin dan OBS Studio dengan Eksekusi Kode Jarak Jauh

Last updated: June 23, 2026 3:04 am
heryarts
Share
SHARE

Dunia infrastruktur digital baru saja dikejutkan oleh penemuan celah keamanan kritis yang mengincar salah satu pilar utama pemrosesan video global, yaitu FFmpeg. Sebagai perangkat lunak open-source yang menjadi tulang punggung bagi hampir semua layanan streaming, konversi video, dan pemutar media modern, kerentanan pada FFmpeg bukanlah perkara sepele bagi ekosistem teknologi. Celah yang kini secara resmi dijuluki sebagai PixelSmash ini telah memicu alarm bahaya di kalangan pakar keamanan siber karena potensi dampaknya yang sangat masif dan merusak. Investigasi mendalam mengungkap bahwa kerentanan ini bukan sekadar bug teknis biasa, melainkan ancaman nyata yang dapat memberikan kendali penuh kepada peretas atas server yang terinfeksi. Bayangkan sebuah perpustakaan kode yang digunakan oleh jutaan perangkat tiba-tiba memiliki celah fatal yang bisa dieksploitasi kapan saja tanpa disadari oleh pengguna awam.

Contents
Mengenal Lebih Dalam Apa Itu PixelSmash dan Cara KerjanyaMekanisme Serangan pada Decoder VideoDampak Mengerikan Bagi Pengguna Jellyfin: Ancaman Remote Code ExecutionMengapa Jellyfin Menjadi Target Utama?Efek Domino: Kelumpuhan pada Kodi, OBS Studio, dan Aplikasi LainnyaDampak pada Produktivitas dan Cloud StorageLangkah Penanganan: FFmpeg Merilis Patch Keamanan ResmiPentingnya Pembaruan Rutin bagi AdministratorPerbandingan dengan Celah Keamanan Sebelumnya dalam Decoder VideoPandangan ke Depan: Masa Depan Keamanan Pemrosesan Media

Eksploitasi PixelSmash ini berfokus pada kelemahan di dalam decoder video yang sangat sering digunakan dalam berbagai aplikasi populer. Menurut laporan terbaru, celah ini memungkinkan penyerang untuk melakukan Remote Code Execution (RCE) atau eksekusi kode jarak jauh, khususnya pada platform server media seperti Jellyfin. Ancaman RCE dianggap sebagai kasta tertinggi dalam kerentanan keamanan karena memungkinkan pihak luar untuk menjalankan perintah jahat seolah-olah mereka adalah administrator sistem. Selain ancaman pengambilalihan server, bug ini juga membawa petaka berupa serangan Denial-of-Service (DoS) yang dapat melumpuhkan berbagai aplikasi populer lainnya. Dengan skala penggunaan FFmpeg yang mencakup raksasa teknologi hingga perangkat lunak rumahan, penemuan ini menjadi pengingat keras akan rapuhnya rantai pasokan perangkat lunak global saat ini.

Mengenal Lebih Dalam Apa Itu PixelSmash dan Cara Kerjanya

Secara teknis, PixelSmash merupakan sebuah cacat atau flaw yang ditemukan pada komponen decoder video di dalam library FFmpeg yang berfungsi untuk memproses data visual. Decoder ini bertanggung jawab untuk menerjemahkan bitstream video mentah menjadi gambar yang bisa kita lihat di layar, sebuah proses yang melibatkan perhitungan matematika yang sangat kompleks dan manajemen memori yang ketat. Celah ini muncul ketika decoder gagal menangani input data video tertentu yang telah dimodifikasi secara jahat oleh peretas, menyebabkan malfungsi pada sistem pemrosesan. Kegagalan ini kemudian menciptakan celah di mana kode tambahan dapat disuntikkan ke dalam memori sistem saat proses decoding berlangsung. Belum ada konfirmasi resmi mengenai rincian baris kode spesifik yang terdampak, namun dampaknya sudah terverifikasi secara nyata di lapangan.

Mekanisme Serangan pada Decoder Video

Dalam skenario serangan yang umum, seorang peretas hanya perlu mengirimkan file video yang telah dirancang khusus (malformed video file) ke server atau aplikasi yang menggunakan library FFmpeg yang rentan. Saat aplikasi mencoba memutar atau melakukan pemindaian (scanning) terhadap file tersebut untuk membuat thumbnail, sistem akan mencoba memproses data tersebut menggunakan decoder yang bermasalah. Di sinilah PixelSmash beraksi dengan memanipulasi cara memori dialokasikan, sehingga menyebabkan sistem menjadi tidak stabil atau justru mengeksekusi instruksi tersembunyi milik penyerang. Hal ini membuktikan bahwa ancaman siber tidak selalu datang dari upaya login paksa, melainkan bisa menyelinap melalui konten multimedia yang terlihat tidak berbahaya bagi mata manusia.

Dampak Mengerikan Bagi Pengguna Jellyfin: Ancaman Remote Code Execution

Salah satu platform yang paling terdampak secara signifikan oleh PixelSmash adalah Jellyfin, sebuah sistem server media open-source yang sangat populer di kalangan komunitas penggiat media mandiri. Investigasi menunjukkan bahwa dalam kondisi tertentu, celah ini dapat dieksploitasi untuk melakukan Remote Code Execution langsung pada server Jellyfin. Ini berarti peretas bisa mendapatkan akses ke file pribadi, mencuri data pengguna, atau bahkan menjadikan server tersebut sebagai bagian dari jaringan botnet untuk serangan siber yang lebih besar. Bagi administrator server, ini adalah mimpi buruk karena keamanan data seluruh pengguna yang terhubung ke server tersebut kini berada dalam posisi yang sangat rentan. Meskipun serangan ini memerlukan kondisi spesifik untuk berhasil, potensi kerugian yang ditimbulkan sangatlah tidak terhitung.

Mengapa Jellyfin Menjadi Target Utama?

Jellyfin sangat bergantung pada FFmpeg untuk proses transcoding, yaitu proses mengubah format video secara real-time agar sesuai dengan kemampuan perangkat klien. Karena proses ini berjalan secara otomatis di latar belakang setiap kali pengguna mengakses konten, celah PixelSmash menjadi sangat berbahaya karena sulit dideteksi secara manual. Jika seorang penyerang berhasil mengunggah file video jahat ke dalam pustaka media Jellyfin, server akan secara otomatis memprosesnya dan memicu eksploitasi tersebut tanpa interaksi pengguna lebih lanjut. Hal ini menempatkan tanggung jawab besar pada pengelola server untuk segera melakukan pembaruan guna menutup celah mematikan ini sebelum dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Efek Domino: Kelumpuhan pada Kodi, OBS Studio, dan Aplikasi Lainnya

Dampak dari PixelSmash tidak berhenti di Jellyfin saja, melainkan merembet ke berbagai aplikasi populer lainnya yang kita gunakan sehari-hari. Aplikasi pemutar media ternama seperti Kodi dan Emby juga dilaporkan rentan terhadap kondisi Denial-of-Service (DoS) akibat celah ini. Serangan DoS ini dapat menyebabkan aplikasi tiba-tiba berhenti berfungsi, mengalami crash berulang kali, atau mengonsumsi sumber daya sistem secara berlebihan hingga perangkat menjadi tidak responsif. Bagi pengguna yang mengandalkan aplikasi ini untuk hiburan atau manajemen konten, gangguan ini tentu sangat mengganggu stabilitas ekosistem digital mereka. Belum ada konfirmasi resmi mengenai apakah RCE juga dimungkinkan pada aplikasi ini, namun ancaman kelumpuhan layanan sudah cukup untuk membuat pengguna waspada.

Dampak pada Produktivitas dan Cloud Storage

Selain aplikasi hiburan, perangkat lunak produktivitas dan penyimpanan awan seperti Nextcloud, PhotoPrism, dan OBS Studio juga masuk dalam daftar aplikasi yang terdampak. OBS Studio, yang menjadi standar industri bagi para streamer dan konten kreator, bisa mengalami kegagalan sistem di tengah siaran langsung jika mencoba memproses aset video yang mengandung eksploitasi ini. Sementara itu, pada platform seperti Nextcloud dan PhotoPrism yang sering digunakan untuk menyimpan cadangan foto dan video pribadi, celah ini bisa memicu kegagalan saat sistem mencoba menghasilkan pratinjau gambar. Berikut adalah daftar aplikasi utama yang telah teridentifikasi terdampak oleh fenomena PixelSmash:

  • Jellyfin: Berisiko terkena Remote Code Execution (RCE).
  • Kodi: Mengalami kondisi Denial-of-Service (DoS) atau crash.
  • Emby: Rentan terhadap kegagalan sistem dan DoS.
  • OBS Studio: Berisiko mengalami crash saat pemrosesan video.
  • Nextcloud: Gangguan pada fungsi pratinjau dan stabilitas server.
  • PhotoPrism: Kegagalan saat melakukan indexing media.

Langkah Penanganan: FFmpeg Merilis Patch Keamanan Resmi

Kabar baiknya adalah tim pengembang FFmpeg telah bergerak cepat dengan merilis perbaikan atau patch untuk menutup celah PixelSmash ini. Langkah ini sangat krusial mengingat betapa luasnya penggunaan library ini di berbagai platform sistem operasi mulai dari Linux, Windows, hingga macOS. Dengan dirilisnya perbaikan ini, bola kini berada di tangan para pengembang aplikasi pihak ketiga untuk segera mengintegrasikan versi FFmpeg terbaru ke dalam perangkat lunak mereka. Pengguna akhir sangat disarankan untuk tidak menunda pembaruan aplikasi jika notifikasi update sudah tersedia di perangkat mereka. Kecepatan dalam melakukan patching adalah kunci utama dalam memitigasi risiko keamanan siber di era modern yang serba cepat ini.

Pentingnya Pembaruan Rutin bagi Administrator

Bagi para administrator sistem yang mengelola server media mandiri, sangat penting untuk memeriksa versi FFmpeg yang berjalan di lingkungan mereka. Mengabaikan pembaruan ini sama saja dengan membiarkan pintu rumah terbuka lebar bagi penyusup digital yang kini sudah mengetahui keberadaan celah tersebut. Proses pembaruan mungkin memerlukan waktu dan pengujian untuk memastikan tidak ada kerusakan pada fungsi lainnya, namun risiko membiarkan celah PixelSmash tetap terbuka jauh lebih besar daripada repotnya melakukan maintenance. Komunitas keamanan siber juga terus memantau apakah ada varian baru dari serangan ini yang muncul setelah patch dirilis, guna memastikan perlindungan yang menyeluruh bagi seluruh pengguna.

Perbandingan dengan Celah Keamanan Sebelumnya dalam Decoder Video

Jika kita menengok sejarah keamanan perangkat lunak, celah pada decoder video seperti PixelSmash bukanlah hal yang pertama kali terjadi, namun skalanya kali ini cukup mengkhawatirkan. Sebelumnya, beberapa bug pada library serupa juga pernah ditemukan, namun seringkali hanya berdampak pada satu jenis format video spesifik atau satu platform tertentu saja. Keunikan PixelSmash terletak pada kemampuannya untuk memicu dampak yang berbeda-beda tergantung pada bagaimana aplikasi tersebut mengimplementasikan FFmpeg, mulai dari sekadar crash hingga pengambilalihan server secara penuh. Hal ini menunjukkan bahwa kompleksitas kode video modern semakin hari semakin meningkat, sehingga menciptakan tantangan baru bagi para pengembang untuk memastikan keamanan tanpa mengorbankan performa.

“Keamanan siber dalam rantai pasokan perangkat lunak seperti FFmpeg adalah fondasi dari kepercayaan digital kita; satu retakan kecil di sana bisa meruntuhkan seluruh bangunan aplikasi di atasnya.”

Dibandingkan dengan celah keamanan pada protokol jaringan, bug pada level aplikasi seperti ini seringkali lebih sulit untuk dimitigasi oleh firewall tradisional. Hal ini dikarenakan lalu lintas data video seringkali dianggap sebagai lalu lintas data yang sah dan aman oleh sistem pertahanan standar. Oleh karena itu, pendekatan keamanan yang lebih mendalam (defense-in-depth) sangat diperlukan, di mana setiap lapisan aplikasi harus memiliki mekanisme validasi data yang ketat. Penemuan PixelSmash menjadi studi kasus penting bagi para peneliti keamanan untuk lebih fokus pada pengujian otomatis (fuzzing) terhadap library pemrosesan media yang selama ini mungkin dianggap sudah stabil dan aman.

Pandangan ke Depan: Masa Depan Keamanan Pemrosesan Media

Ke depannya, insiden PixelSmash kemungkinan besar akan mendorong perubahan besar dalam cara komunitas open-source mengelola keamanan library kritis seperti FFmpeg. Kita mungkin akan melihat peningkatan adopsi bahasa pemrograman yang lebih aman secara memori (memory-safe languages) untuk bagian-bagian tertentu dari proses decoding guna mencegah bug serupa di masa depan. Selain itu, kolaborasi antara perusahaan besar yang menggunakan FFmpeg dan komunitas pengembang independen perlu diperkuat guna mendanai audit keamanan yang lebih rutin dan menyeluruh. Kesadaran akan pentingnya keamanan rantai pasok (supply chain security) tidak boleh hanya menjadi tren sesaat, melainkan harus menjadi standar operasional bagi setiap pengembang perangkat lunak.

Sebagai penutup, para pengguna aplikasi seperti Jellyfin, Kodi, dan OBS Studio diingatkan untuk tetap waspada dan proaktif dalam menjaga keamanan perangkat mereka. Meskipun patch telah tersedia, proses distribusi pembaruan ke seluruh ekosistem digital memerlukan waktu, dan selama masa transisi tersebut, risiko tetap ada. Pastikan Anda hanya mengunduh konten dari sumber yang terpercaya dan selalu gunakan versi perangkat lunak terbaru untuk mendapatkan perlindungan maksimal. Di dunia digital yang penuh dengan ancaman yang terus berevolusi, pengetahuan dan kecepatan dalam bertindak adalah senjata terbaik kita untuk melindungi privasi dan integritas data pribadi dari ancaman seperti PixelSmash.

You Might Also Like

Revolusi Keamanan Siber: OpenAI Kerahkan Kecerdasan Buatan untuk Berburu dan Menambal Bug Open Source Secara Otomatis

Badai PHK Teknologi 2026: Analisis Mendalam Daftar Perusahaan yang Mengganti Tenaga Kerja dengan AI

Paradoks Silicon Savannah: Mengapa Adopsi Mobil Listrik di Kenya Justru Tertinggal Jauh di Afrika?

Rahasia Audio High-End Terungkap: Google Pixel Resmi Dukung LHDC v5 di Update Android 17!

Samsung Resmi Adopsi ChatGPT Enterprise Secara Global: Kesepakatan Terbesar OpenAI untuk Revolusi Produktivitas Karyawan

TAGGED:#CelahKeamanan#CyberAttack#InfoTeknologi#InfrastrukturDigital#KeamananSiber#KejahatanSiber#SoftwareDevelopment#VulnerabilityDenialOfServiceFFmpegJellyfinNextcloudOBSStudioPixelSmashRemoteCodeExecution

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Skandal Pencurian Kripto $15 Juta: Bagaimana Bot JaredFromSubway Terjebak ‘Umpan Palsu’ di Jaringan Ethereum?
Next Article FortiBleed Mengguncang Dunia Siber: Hacker Tanam Sniffer Kustom di FortiGate untuk Curi Kredensial Rahasia!
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Stay Connected

248.1kLike
54.3kFollow
10.3kSubscribe
39.5kFollow
banner banner
Create an Amazing Newspaper
Discover thousands of options, easy to customize layouts, one-click to import demo and much more.
Learn More

Latest News

Tragedi Maut Tesla Model Y di Texas: Michael Butler Klaim Fitur Autopilot Aktif Saat Menabrak Rumah Hingga Menewaskan Lansia
Industri Otomotif Inovasi Teknologi Internasional Kebijakan Publik Teknologi
Revolusi Otonom di Jantung Eropa: Zurich Resmi Menjadi Kota Pertama di Swiss yang Meluncurkan Layanan Robotaxi
Industri Otomotif Inovasi Teknologi Internasional Mobil Listrik Smart Cities & IoT
Kontroversi Izin Udara Hyundai Steel di Louisiana: Sierra Club Desak LDEQ Lakukan Analisis Keadilan Lingkungan Secara Total
Energi Terbarukan Industri Otomotif Inovasi Teknologi Internasional Kebijakan Publik
Bocoran Revolusioner Samsung Galaxy Watch9 dan Galaxy Watch Ultra 2: Desain ‘Boxier’, Bezel Tipis, dan Kehadiran Wear OS 7
Gadget Inovasi Teknologi Samsung Smartwatch Technology
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Quick Link

  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise

Support

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

HeryArts NewsHeryArts News
Follow US
© 2022 HeryArts News Network. Company. All Rights Reserved.
Join Us!

Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..

[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?