By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
HeryArts NewsHeryArts NewsHeryArts News
  • Home
  • Tech News
    Tech NewsShow More
    Skandal Manipulasi Polymarket Terbongkar: Investigasi WSJ Ungkap Influencer Dibayar untuk Rekayasa Taruhan Palsu Senilai $1,9 Juta
    12 Min Read
    Altura Resmi Tutup Stablecoin Vault Akibat Gelombang Penarikan Massal dan Dampak Depegging msUSD
    10 Min Read
    CME Group Gugat CFTC: Benarkah Perpetual Futures Kalshi Adalah Produk Ilegal yang Menyamar?
    10 Min Read
    Bocoran Harga GTA 6 Terkuak? Retailer Eropa Fnac Tak Sengaja Ungkap Detail Pre-Order dan Berbagai Versi SKU Rockstar Games yang Misterius
    10 Min Read
    Misteri Harga GTA 6: Benarkah Akan Menjadi Game Termahal dalam Sejarah? Simak Investigasi Lengkapnya!
    11 Min Read
  • AI News
    AI NewsShow More
    Bukan Sekadar Benchmark: 12 Alasan Kuat Mengapa Claude Kini Mengungguli ChatGPT dalam Workflow Profesional Harian
    9 Min Read
    Claude Fable 5 Resmi Rilis: Inilah Model AI Tercanggih Anthropic dari Lini Mythos yang Siap Mengubah Peta Persaingan Global
    10 Min Read
    Prediksi Piala Dunia 2026: ChatGPT dan Gemini Sepakat Spanyol Bakal Angkat Trofi, Prancis Jadi Ancaman Terbesar!
    11 Min Read
    Krisis Anthropic: Pemerintah AS Larang Claude Fable 5, 4 Model Open Source Langsung Ambil Alih Takhta
    10 Min Read
    Tragedi Hilangnya Fable: Mengapa Model AI Open-Weight Seperti GLM Kini Menjadi Keharusan Bagi Kedaulatan Digital Anda
    10 Min Read
  • Mobile
    MobileShow More
    Bocoran Eksklusif Android 17 ‘Cinnamon Bun’: Revolusi Antarmuka dan Keamanan Super Ketat yang Siap Meluncur Juni 2026
    12 Min Read
    Meta Gebrak Piala Dunia 2026: Intip Fitur Eksklusif Live Chats Threads, Football Mode Facebook, dan Inovasi Instagram!
    11 Min Read
    Mozilla Firefox Android Kini Adopsi Google Play Integrity: Pengguna Custom ROM Siap-Siap Kehilangan Fitur AI?
    12 Min Read
    Google Resmi Rilis Android 17: Simak 3 Fitur Revolusioner yang Siap Mengubah Cara Anda Menggunakan Smartphone!
    11 Min Read
    WhatsApp Web Akhirnya Dukung Video Call 32 Orang: Terobosan Besar Bagi Pengguna Desktop dan Komunitas Linux
    11 Min Read
  • Gadget
    GadgetShow More
    Lupakan Promo Nintendo Switch! GameSir G7 Pro 8K Hadir Sebagai Kontroler PC Sempurna dengan Diskon 20% yang Menggiurkan
    8 Min Read
    OpenMW 0.51.0 Resmi Meluncur: Revolusi Sistem Sihir dan Perbaikan Stabilitas Masif untuk Penggemar Setia Morrowind
    10 Min Read
    Daftar 100 Film Dolby Atmos Terbaik Terungkap: Panduan Wajib Koleksi 4K Blu-ray untuk Uji Nyali Home Theater Anda
    9 Min Read
    Bocoran Eksklusif: 65 Penawaran Gadget Prime Day Terbaik Pilihan Editor yang Wajib Anda Miliki Sekarang!
    10 Min Read
    Duel Flagship Headphone Premium: Sony WH-1000XM6 vs Sennheiser Momentum 5 – Mana yang Benar-Benar Layak Anda Miliki?
    12 Min Read
  • Software
    SoftwareShow More
    OpenMW 0.51.0 Resmi Meluncur: Revolusi Sistem Sihir dan Perbaikan Stabilitas Masif untuk Penggemar Setia Morrowind
    10 Min Read
    Panduan Lengkap Membangun Visualisasi Data Interaktif dengan JavaScript: Strategi Developer Modern untuk Dashboard yang Memukau
    10 Min Read
    Otomatisasi Konten Instagram dengan Python: Panduan Lengkap Meningkatkan Efisiensi Digital bagi Developer dan Marketer
    10 Min Read
    Panduan Lengkap Membangun Grafik SVG Kustom: Rahasia Visualisasi Data Modern untuk Pengembang Web Profesional
    10 Min Read
    Revolusi Desain Web 2026: Mengenal 7 Kategori Tool dan Sumber Daya Unggulan untuk Pembangunan Website Super Cepat
    11 Min Read
  • Gaming
    GamingShow More
    Bocoran Harga GTA 6 Terkuak? Retailer Eropa Fnac Tak Sengaja Ungkap Detail Pre-Order dan Berbagai Versi SKU Rockstar Games yang Misterius
    10 Min Read
    Panduan Lengkap FC 26 Piscinin Evolution: Mengapa Ini Menjadi Game-Changer di Ultimate Team dan Cara Memilih Pemain Terbaiknya
    12 Min Read
    Siap Kembali Menjadi Witcher? Simak Panduan Lengkap Modifikasi The Witcher 3 untuk Menyambut Songs of the Past!
    10 Min Read
    Strategi I Do Absolutes Evolution di EA Sports FC 26: Siapkan Pemain Terbaik untuk Dominasi Ultimate Team
    13 Min Read
    Bocoran Event Fortnite Gone Wild: Jadwal Rilis, Kehadiran Sprites Baru, dan Kembalinya Budaya Grind yang Intens
    11 Min Read
  • Education
    EducationShow More
    Revolusi Pendidikan Prabowo: Dari Sekolah Rakyat ke Era Digital, Strategi Besar Cetak SDM Unggul Indonesia
    11 Min Read
    Siasat Licik Siswa Kelabui Detektor AI: Mengenal Aplikasi ‘Humanizer’ dan ‘Autotyper’ yang Mengancam Integritas Akademik
    12 Min Read
    Gen Z Skeptis Terhadap AI: Mengapa Universitas Harus Berhenti Memaksakan Teknologi dan Mulai Mendengarkan Mahasiswa
    10 Min Read
    Misteri Adaptasi Gelap: Mengapa Mata Manusia Membutuhkan Waktu Lama untuk Melihat dalam Kegelapan?
    10 Min Read
    Kisah Luar Biasa Rohit Goeptar: Dari Kemiskinan di Suriname Menuju Puncak Karier di NASA
    11 Min Read
Search
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 HeryArts News Network. Company. All Rights Reserved.
Reading: Rahasia Efisiensi Agen AI Masa Depan: Mengapa Sistem Anda Harus Mengadopsi Strategi Pencarian Ala Analis Kuantitatif Tahun 2010?
Share
Sign In
Notification Show More
Font ResizerAa
HeryArts NewsHeryArts News
Font ResizerAa
  • Home
  • Tech News
  • AI News
  • Mobile
  • Gadget
  • Software
  • Gaming
  • Education
Search
  • Home
  • Tech News
  • AI News
  • Mobile
  • Gadget
  • Software
  • Gaming
  • Education
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 HeryArts News Network. Company. All Rights Reserved.
HeryArts News > Blog > Artificial Intelligence > Rahasia Efisiensi Agen AI Masa Depan: Mengapa Sistem Anda Harus Mengadopsi Strategi Pencarian Ala Analis Kuantitatif Tahun 2010?
Artificial IntelligenceInovasi TeknologiLatest AI NewsMasa DepanTechnology

Rahasia Efisiensi Agen AI Masa Depan: Mengapa Sistem Anda Harus Mengadopsi Strategi Pencarian Ala Analis Kuantitatif Tahun 2010?

Last updated: June 21, 2026 6:06 pm
heryarts
Share
SHARE

Dunia teknologi saat ini tengah berada di ambang revolusi besar dengan kemunculan agen AI yang dirancang untuk bekerja secara otonom dalam menyelesaikan berbagai tugas kompleks. Namun, ada satu masalah fundamental yang sering kali menjadi penghalang utama antara kesuksesan implementasi dan kegagalan total, yaitu bagaimana agen tersebut mencari dan memproses informasi. Banyak pengembang saat ini menyadari bahwa untuk membuat agen AI yang benar-benar cerdas, mereka harus melihat kembali ke masa lalu, tepatnya pada strategi yang digunakan oleh para analis kuantitatif (quants) di industri keuangan sekitar tahun 2010. Para profesional ini dikenal karena kemampuan mereka dalam membedah data dalam jumlah masif dengan presisi yang sangat tinggi, sebuah metode yang kini menjadi sangat relevan bagi perkembangan Artificial Intelligence. Artikel ini akan mengupas secara mendalam mengapa pendekatan ‘quant’ klasik ini menjadi kunci utama dalam mengoptimalkan kinerja agen AI modern di tengah banjir informasi digital yang tidak terstruktur.

Contents
Mengenal Konsep ‘2010 Quant’ dalam Ekosistem Agen AI ModernPentingnya Presisi Dibandingkan Skala dalam Pencarian DataMasalah Utama: Mengapa AI Sering Gagal Menemukan Informasi yang Tepat?Teknis di Balik Layar: Bagaimana Strategi Pencarian Kuantitatif BekerjaImplikasi bagi Industri: Dari Finansial hingga Pengembangan Perangkat LunakMasa Depan Agen AI: Menuju Presisi Data yang Mutlak

Agen AI, pada intinya, hanya akan secerdas data yang mereka konsumsi dan cara mereka mengakses data tersebut dalam waktu nyata. Tanpa strategi pencarian yang tepat, agen-agen ini cenderung menghasilkan output yang dangkal atau bahkan mengalami halusinasi informasi yang menyesatkan bagi pengguna. Di sinilah letak pentingnya mengadopsi pola pikir seorang analis kuantitatif yang tidak hanya sekadar ‘mencari’, tetapi melakukan ekstraksi data dengan kriteria yang sangat ketat dan terukur. Pencarian data bagi agen AI bukan lagi sekadar mencocokkan kata kunci, melainkan sebuah proses strategis untuk menemukan konteks yang paling relevan guna mendukung pengambilan keputusan yang akurat. Dengan memahami bagaimana para ahli data di masa lalu menavigasi kompleksitas pasar finansial, kita dapat membangun fondasi yang lebih kuat bagi ekosistem AI yang lebih andal dan fungsional di masa depan.

Mengenal Konsep ‘2010 Quant’ dalam Ekosistem Agen AI Modern

Pada tahun 2010, industri keuangan global sangat bergantung pada algoritma yang mampu memproses data pasar dengan kecepatan milidetik namun tetap mempertahankan tingkat akurasi yang luar biasa. Para analis kuantitatif saat itu tidak mengandalkan pencarian informasi yang bersifat umum, melainkan menggunakan filter data yang sangat spesifik untuk mendapatkan keunggulan kompetitif. Pendekatan ini melibatkan pemahaman mendalam tentang struktur data, korelasi antar variabel, dan eliminasi noise yang tidak perlu dalam set data yang besar. Saat ini, tantangan yang sama dihadapi oleh para pengembang Generative AI yang mencoba memberikan kemampuan pencarian mandiri kepada agen-agen buatan mereka. Belum ada konfirmasi resmi mengenai standar industri tunggal, namun tren menunjukkan pergeseran kembali ke metode yang lebih terukur dan disiplin seperti yang dilakukan oleh para quants tersebut.

Mengadopsi gaya pencarian analis kuantitatif berarti memberikan agen AI kemampuan untuk melakukan validasi silang terhadap setiap informasi yang ditemukan sebelum menggunakannya sebagai basis argumen. Hal ini sangat berbeda dengan model pencarian konvensional yang sering kali hanya memprioritaskan popularitas atau kecocokan teks yang bersifat superfisial. Dalam konteks Inovasi Teknologi, strategi ini memungkinkan agen untuk bekerja lebih efisien dengan mengurangi beban komputasi yang sia-sia akibat memproses data yang tidak relevan. Keunggulan utama dari metode ini adalah terciptanya alur kerja yang lebih transparan dan dapat diaudit, sebuah kebutuhan krusial dalam industri yang sangat teregulasi seperti hukum dan kesehatan. Dengan demikian, agen AI tidak hanya menjadi asisten yang pintar, tetapi juga menjadi peneliti yang sangat teliti dan metodis.

Pentingnya Presisi Dibandingkan Skala dalam Pencarian Data

Salah satu pelajaran berharga dari era kuantitatif 2010 adalah bahwa skala data yang besar tidak selalu menjamin hasil yang lebih baik jika tidak dibarengi dengan presisi. Agen AI sering kali terjebak dalam upaya untuk ‘mengetahui segalanya’, padahal yang mereka butuhkan hanyalah informasi yang paling tepat pada saat yang tepat. Strategi quant menekankan pada kualitas sumber data dan ketajaman algoritma pencarian dalam menyaring informasi yang bersifat ambigu. Dalam banyak kasus, agen AI yang menggunakan metode ini mampu menyelesaikan tugas dengan akurasi data yang jauh lebih tinggi dibandingkan model yang hanya mengandalkan kapasitas memori besar tanpa strategi filter yang kuat.

Implementasi teknik ini juga berdampak langsung pada pengurangan biaya operasional bagi perusahaan yang mengandalkan infrastruktur cloud untuk menjalankan model AI mereka. Semakin efisien agen dalam mencari informasi, semakin sedikit token yang digunakan dalam proses inferensi, yang pada akhirnya menekan biaya langganan API. Selain itu, presisi dalam pencarian membantu memitigasi risiko hukum yang terkait dengan penggunaan data yang salah atau melanggar hak cipta. Oleh karena itu, bagi para Software Engineer, membangun mekanisme pencarian yang disiplin adalah investasi jangka panjang yang sangat menguntungkan. Fokus pada presisi ini akan menjadi standar baru dalam pengembangan aplikasi AI generasi berikutnya yang lebih berorientasi pada hasil nyata.

Masalah Utama: Mengapa AI Sering Gagal Menemukan Informasi yang Tepat?

Banyak sistem AI saat ini masih mengalami kesulitan dalam memahami perbedaan antara informasi yang populer dan informasi yang benar secara faktual. Hal ini sering kali disebabkan oleh ketergantungan pada indeks pencarian web standar yang tidak dirancang untuk kebutuhan logika mesin yang mendalam. Agen AI yang tidak memiliki strategi pencarian yang kuat cenderung mengambil informasi dari lapisan teratas hasil pencarian, yang sering kali berisi konten SEO-optimized yang mungkin kurang memiliki substansi teknis. Akibatnya, jawaban yang dihasilkan mungkin terdengar meyakinkan namun sebenarnya kosong secara konten atau bahkan salah secara teknis. Masalah ini menjadi semakin serius ketika agen AI digunakan untuk tugas-tugas kritis seperti analisis medis atau perencanaan infrastruktur digital yang memerlukan tingkat kesalahan nol.

Selain itu, masalah ‘context rot’ atau pembusukan konteks juga menjadi tantangan besar di mana informasi yang ditemukan oleh agen tidak lagi relevan dengan perkembangan terbaru. Tanpa kemampuan untuk menilai kesegaran dan otoritas sebuah sumber data—seperti yang dilakukan oleh quants tahun 2010—agen AI akan terus mengulang kesalahan yang sama. Kesenjangan antara kemampuan pemrosesan bahasa alami (NLP) dan strategi pengambilan data (retrieval) adalah titik lemah yang harus segera diperbaiki. Diperlukan integrasi yang lebih erat antara model bahasa besar (LLM) dengan sistem manajemen data yang lebih canggih. Tanpa perbaikan ini, potensi penuh dari Human-AI Collaboration tidak akan pernah tercapai secara maksimal karena kurangnya kepercayaan pengguna terhadap data yang disajikan.

  • Ketergantungan berlebih pada hasil pencarian web yang bersifat umum dan tidak terverifikasi secara mendalam.
  • Kurangnya kemampuan agen untuk melakukan validasi silang (cross-referencing) secara otomatis terhadap berbagai sumber independen.
  • Masalah halusinasi AI yang muncul akibat kegagalan dalam menghubungkan potongan data yang tidak konsisten.
  • Efisiensi pencarian yang rendah yang menyebabkan peningkatan latensi dan biaya operasional yang tidak perlu.

Teknis di Balik Layar: Bagaimana Strategi Pencarian Kuantitatif Bekerja

Secara teknis, menerapkan strategi pencarian ala quant pada agen AI melibatkan penggunaan RAG (Retrieval-Augmented Generation) yang telah ditingkatkan dengan algoritma pemfilteran tingkat lanjut. Sistem ini bekerja dengan cara memecah pertanyaan pengguna menjadi beberapa parameter pencarian yang sangat spesifik, mirip dengan bagaimana analis keuangan membedah indikator pasar. Agen AI kemudian akan memindai database vektor bukan hanya untuk mencari kemiripan semantik, tetapi juga untuk mencari bukti pendukung yang memiliki bobot kredibilitas tinggi. Proses ini sering kali melibatkan penggunaan metadata yang kaya untuk menentukan konteks, waktu, dan keandalan dari setiap fragmen data yang ditemukan. Dengan cara ini, hasil pencarian menjadi jauh lebih terstruktur dan siap untuk diproses oleh model bahasa.

Selain itu, penggunaan Machine Learning untuk mempelajari pola pencarian yang sukses di masa lalu juga menjadi bagian integral dari strategi ini. Agen AI dapat dilatih untuk mengenali sumber informasi mana yang paling sering memberikan jawaban akurat untuk kategori masalah tertentu. Belum ada konfirmasi resmi mengenai algoritma spesifik yang digunakan oleh perusahaan teknologi besar, namun prinsip dasarnya tetap sama: mengutamakan integritas data di atas segalanya. Teknik ini juga memungkinkan agen untuk melakukan pencarian iteratif, di mana hasil dari pencarian pertama digunakan untuk mempertajam kriteria pencarian berikutnya hingga ditemukan jawaban yang paling memuaskan. Pendekatan berlapis ini memastikan bahwa setiap output yang dihasilkan memiliki basis data yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kekuatan sejati dari sebuah agen AI bukan terletak pada seberapa banyak ia tahu, melainkan pada seberapa efektif ia mampu mencari tahu apa yang belum ia ketahui dengan metode yang benar.”

Implikasi bagi Industri: Dari Finansial hingga Pengembangan Perangkat Lunak

Dampak dari adopsi strategi pencarian yang lebih cerdas ini akan dirasakan di berbagai sektor industri secara signifikan. Dalam industri Financial Technology, agen AI yang mampu mencari data seperti analis kuantitatif akan mampu memberikan prediksi pasar yang lebih akurat dan mendeteksi anomali dengan lebih cepat. Hal ini tidak hanya meningkatkan keuntungan bagi perusahaan investasi, tetapi juga memberikan perlindungan lebih bagi investor ritel dari manipulasi pasar. Sementara itu, dalam dunia pengembangan perangkat lunak, agen AI dapat membantu para engineer untuk menemukan bug atau celah keamanan dalam jutaan baris kode dengan merujuk pada dokumentasi teknis dan basis data kerentanan yang sangat spesifik. Efisiensi ini akan mempercepat siklus inovasi dan meningkatkan kualitas produk digital secara keseluruhan.

Di sektor publik, penggunaan agen AI dengan kemampuan pencarian mendalam dapat membantu pemerintah dalam merumuskan kebijakan berbasis data yang lebih tepat sasaran. Misalnya, dalam menangani krisis kesehatan atau bencana alam, agen AI dapat dengan cepat menyaring informasi dari ribuan laporan lapangan untuk memberikan gambaran situasi yang paling akurat bagi para pengambil keputusan. Namun, implikasi ini juga menuntut adanya standar etika dan Keamanan Siber yang lebih ketat guna mencegah penyalahgunaan kemampuan pencarian yang sangat kuat ini. Transparansi mengenai bagaimana agen AI mencari dan memilih data akan menjadi isu sentral dalam perdebatan mengenai regulasi teknologi di masa depan. Perusahaan yang mampu menerapkan teknologi ini secara bertanggung jawab akan memenangkan kepercayaan pasar dalam jangka panjang.

Masa Depan Agen AI: Menuju Presisi Data yang Mutlak

Melihat ke depan, kita dapat mengharapkan evolusi agen AI yang tidak lagi hanya bertindak sebagai chatbot, melainkan sebagai analis data otonom yang memiliki kemampuan riset setara dengan pakar manusia. Integrasi antara strategi pencarian kuantitatif dengan model Artificial Intelligence yang semakin canggih akan menciptakan sistem yang mampu melakukan penemuan mandiri (self-discovery) dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan. Kita mungkin akan melihat agen AI yang mampu mengidentifikasi tren teknologi baru atau menemukan korelasi medis yang selama ini luput dari pengamatan manusia hanya dengan melakukan pencarian data yang sangat disiplin dan terstruktur. Keberhasilan transisi ini akan sangat bergantung pada bagaimana kita melatih agen-agen ini untuk menghargai kualitas informasi di atas kuantitas.

Sebagai kesimpulan, tantangan terbesar dalam pengembangan AI saat ini bukan lagi sekadar meningkatkan parameter model, melainkan memperbaiki cara model tersebut berinteraksi dengan dunia informasi yang ada di luar dirinya. Dengan meneladani etos kerja para analis kuantitatif tahun 2010 yang mengutamakan ketelitian, validasi, dan filter data yang ketat, kita dapat membawa agen AI ke level fungsionalitas yang baru. Perjalanan menuju Masa Depan teknologi yang lebih cerdas ini memerlukan kolaborasi lintas disiplin antara ahli data, engineer, dan pakar domain untuk memastikan bahwa setiap langkah yang diambil didasarkan pada fakta yang akurat. Pada akhirnya, agen AI yang sukses adalah agen yang mampu menavigasi lautan data yang luas dan menemukan mutiara kebenaran di dalamnya dengan kecepatan dan presisi yang tak tertandingi.

You Might Also Like

Lupakan Promo Nintendo Switch! GameSir G7 Pro 8K Hadir Sebagai Kontroler PC Sempurna dengan Diskon 20% yang Menggiurkan

Revolusi Kreatif Gerard Bisbal: Membangun NUVAGAIA, Semesta Sci-Fi Transmedia Pertama yang Sepenuhnya Ditenagai Kecerdasan Buatan

Transformasi Besar Industri Teknologi: AtlasGo Ubah Strategi, DOKU Catatkan Langkah Exit, dan Grab Perkuat Ekosistem Kendaraan Hijau

Siap Kembali Menjadi Witcher? Simak Panduan Lengkap Modifikasi The Witcher 3 untuk Menyambut Songs of the Past!

Panduan Strategi Cepat Menyelesaikan FC 26 La Albiceleste: Taktik Efisien Menuju Kejayaan Bersama Sang Juara Dunia

TAGGED:#AI#AlgoritmaAI#ArtificialIntelligence#BigData#DataScience#DataStrategy#FutureOfAI#GenerativeAI#InformationTheory#InovasiTeknologi#KecerdasanBuatan#MachineLearning#SoftwareDevelopment#TechInnovationAIAgent

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Ancaman Serius Infrastruktur IT: Celah Keamanan Kritis libssh2 Mengintai, Mengapa Patch Belum Merata?
Next Article Teror Siber di Brasil: Ribuan Ponsel Terima Peringatan Bencana Palsu, Pemerintah Selidiki Serangan Peretas Misterius
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Stay Connected

248.1kLike
54.3kFollow
10.3kSubscribe
39.5kFollow
banner banner
Create an Amazing Newspaper
Discover thousands of options, easy to customize layouts, one-click to import demo and much more.
Learn More

Latest News

Investigasi Nikkei: Jaringan Fentanyl China Dalangi Penipuan Kripto ‘Zksync.jp’, Kerugian Investor Tembus $1 Juta
Finansial Internasional Keamanan Siber Kejahatan Siber Teknologi
Skandal Manipulasi Polymarket Terbongkar: Investigasi WSJ Ungkap Influencer Dibayar untuk Rekayasa Taruhan Palsu Senilai $1,9 Juta
Finansial Internasional Kejahatan Siber Marketing Teknologi
Altura Resmi Tutup Stablecoin Vault Akibat Gelombang Penarikan Massal dan Dampak Depegging msUSD
Financial Technology Finansial Industri Teknologi Investment Teknologi
CME Group Gugat CFTC: Benarkah Perpetual Futures Kalshi Adalah Produk Ilegal yang Menyamar?
Financial Technology Finansial Investment Kebijakan Publik
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Quick Link

  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise

Support

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

HeryArts NewsHeryArts News
Follow US
© 2022 HeryArts News Network. Company. All Rights Reserved.
Join Us!

Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..

[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?