By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
HeryArts NewsHeryArts NewsHeryArts News
  • Home
  • Tech News
    Tech NewsShow More
    Skandal Manipulasi Polymarket Terbongkar: Investigasi WSJ Ungkap Influencer Dibayar untuk Rekayasa Taruhan Palsu Senilai $1,9 Juta
    12 Min Read
    Altura Resmi Tutup Stablecoin Vault Akibat Gelombang Penarikan Massal dan Dampak Depegging msUSD
    10 Min Read
    CME Group Gugat CFTC: Benarkah Perpetual Futures Kalshi Adalah Produk Ilegal yang Menyamar?
    10 Min Read
    Bocoran Harga GTA 6 Terkuak? Retailer Eropa Fnac Tak Sengaja Ungkap Detail Pre-Order dan Berbagai Versi SKU Rockstar Games yang Misterius
    10 Min Read
    Misteri Harga GTA 6: Benarkah Akan Menjadi Game Termahal dalam Sejarah? Simak Investigasi Lengkapnya!
    11 Min Read
  • AI News
    AI NewsShow More
    Bukan Sekadar Benchmark: 12 Alasan Kuat Mengapa Claude Kini Mengungguli ChatGPT dalam Workflow Profesional Harian
    9 Min Read
    Claude Fable 5 Resmi Rilis: Inilah Model AI Tercanggih Anthropic dari Lini Mythos yang Siap Mengubah Peta Persaingan Global
    10 Min Read
    Prediksi Piala Dunia 2026: ChatGPT dan Gemini Sepakat Spanyol Bakal Angkat Trofi, Prancis Jadi Ancaman Terbesar!
    11 Min Read
    Krisis Anthropic: Pemerintah AS Larang Claude Fable 5, 4 Model Open Source Langsung Ambil Alih Takhta
    10 Min Read
    Tragedi Hilangnya Fable: Mengapa Model AI Open-Weight Seperti GLM Kini Menjadi Keharusan Bagi Kedaulatan Digital Anda
    10 Min Read
  • Mobile
    MobileShow More
    Bocoran Eksklusif Android 17 ‘Cinnamon Bun’: Revolusi Antarmuka dan Keamanan Super Ketat yang Siap Meluncur Juni 2026
    12 Min Read
    Meta Gebrak Piala Dunia 2026: Intip Fitur Eksklusif Live Chats Threads, Football Mode Facebook, dan Inovasi Instagram!
    11 Min Read
    Mozilla Firefox Android Kini Adopsi Google Play Integrity: Pengguna Custom ROM Siap-Siap Kehilangan Fitur AI?
    12 Min Read
    Google Resmi Rilis Android 17: Simak 3 Fitur Revolusioner yang Siap Mengubah Cara Anda Menggunakan Smartphone!
    11 Min Read
    WhatsApp Web Akhirnya Dukung Video Call 32 Orang: Terobosan Besar Bagi Pengguna Desktop dan Komunitas Linux
    11 Min Read
  • Gadget
    GadgetShow More
    Lupakan Promo Nintendo Switch! GameSir G7 Pro 8K Hadir Sebagai Kontroler PC Sempurna dengan Diskon 20% yang Menggiurkan
    8 Min Read
    OpenMW 0.51.0 Resmi Meluncur: Revolusi Sistem Sihir dan Perbaikan Stabilitas Masif untuk Penggemar Setia Morrowind
    10 Min Read
    Daftar 100 Film Dolby Atmos Terbaik Terungkap: Panduan Wajib Koleksi 4K Blu-ray untuk Uji Nyali Home Theater Anda
    9 Min Read
    Bocoran Eksklusif: 65 Penawaran Gadget Prime Day Terbaik Pilihan Editor yang Wajib Anda Miliki Sekarang!
    10 Min Read
    Duel Flagship Headphone Premium: Sony WH-1000XM6 vs Sennheiser Momentum 5 – Mana yang Benar-Benar Layak Anda Miliki?
    12 Min Read
  • Software
    SoftwareShow More
    OpenMW 0.51.0 Resmi Meluncur: Revolusi Sistem Sihir dan Perbaikan Stabilitas Masif untuk Penggemar Setia Morrowind
    10 Min Read
    Panduan Lengkap Membangun Visualisasi Data Interaktif dengan JavaScript: Strategi Developer Modern untuk Dashboard yang Memukau
    10 Min Read
    Otomatisasi Konten Instagram dengan Python: Panduan Lengkap Meningkatkan Efisiensi Digital bagi Developer dan Marketer
    10 Min Read
    Panduan Lengkap Membangun Grafik SVG Kustom: Rahasia Visualisasi Data Modern untuk Pengembang Web Profesional
    10 Min Read
    Revolusi Desain Web 2026: Mengenal 7 Kategori Tool dan Sumber Daya Unggulan untuk Pembangunan Website Super Cepat
    11 Min Read
  • Gaming
    GamingShow More
    Bocoran Harga GTA 6 Terkuak? Retailer Eropa Fnac Tak Sengaja Ungkap Detail Pre-Order dan Berbagai Versi SKU Rockstar Games yang Misterius
    10 Min Read
    Panduan Lengkap FC 26 Piscinin Evolution: Mengapa Ini Menjadi Game-Changer di Ultimate Team dan Cara Memilih Pemain Terbaiknya
    12 Min Read
    Siap Kembali Menjadi Witcher? Simak Panduan Lengkap Modifikasi The Witcher 3 untuk Menyambut Songs of the Past!
    10 Min Read
    Strategi I Do Absolutes Evolution di EA Sports FC 26: Siapkan Pemain Terbaik untuk Dominasi Ultimate Team
    13 Min Read
    Bocoran Event Fortnite Gone Wild: Jadwal Rilis, Kehadiran Sprites Baru, dan Kembalinya Budaya Grind yang Intens
    11 Min Read
  • Education
    EducationShow More
    Revolusi Pendidikan Prabowo: Dari Sekolah Rakyat ke Era Digital, Strategi Besar Cetak SDM Unggul Indonesia
    11 Min Read
    Siasat Licik Siswa Kelabui Detektor AI: Mengenal Aplikasi ‘Humanizer’ dan ‘Autotyper’ yang Mengancam Integritas Akademik
    12 Min Read
    Gen Z Skeptis Terhadap AI: Mengapa Universitas Harus Berhenti Memaksakan Teknologi dan Mulai Mendengarkan Mahasiswa
    10 Min Read
    Misteri Adaptasi Gelap: Mengapa Mata Manusia Membutuhkan Waktu Lama untuk Melihat dalam Kegelapan?
    10 Min Read
    Kisah Luar Biasa Rohit Goeptar: Dari Kemiskinan di Suriname Menuju Puncak Karier di NASA
    11 Min Read
Search
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 HeryArts News Network. Company. All Rights Reserved.
Reading: Skandal Manipulasi Polymarket Terbongkar: Investigasi WSJ Ungkap Influencer Dibayar untuk Rekayasa Taruhan Palsu Senilai $1,9 Juta
Share
Sign In
Notification Show More
Font ResizerAa
HeryArts NewsHeryArts News
Font ResizerAa
  • Home
  • Tech News
  • AI News
  • Mobile
  • Gadget
  • Software
  • Gaming
  • Education
Search
  • Home
  • Tech News
  • AI News
  • Mobile
  • Gadget
  • Software
  • Gaming
  • Education
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 HeryArts News Network. Company. All Rights Reserved.
HeryArts News > Blog > Tech News > Marketing > Skandal Manipulasi Polymarket Terbongkar: Investigasi WSJ Ungkap Influencer Dibayar untuk Rekayasa Taruhan Palsu Senilai $1,9 Juta
FinansialInternasionalKejahatan SiberMarketingTeknologi

Skandal Manipulasi Polymarket Terbongkar: Investigasi WSJ Ungkap Influencer Dibayar untuk Rekayasa Taruhan Palsu Senilai $1,9 Juta

Last updated: June 22, 2026 5:38 am
heryarts
Share
SHARE

Dunia pasar prediksi digital baru saja diguncang oleh laporan investigasi yang sangat mendalam dari Wall Street Journal (WSJ) mengenai praktik pemasaran Polymarket. Platform taruhan berbasis blockchain yang sedang naik daun ini kini harus menghadapi kenyataan pahit setelah terungkapnya dugaan manipulasi konten promosi yang melibatkan para influencer ternama. Investigasi ini membongkar bagaimana platform tersebut diduga kuat membayar para konten kreator untuk memamerkan kemenangan taruhan yang sebenarnya tidak pernah terjadi secara nyata di sistem mereka. Fenomena ini memicu perdebatan luas mengenai etika pemasaran di industri kripto yang sering kali mengedepankan popularitas di atas transparansi faktual. Belum ada konfirmasi resmi mengenai pembelaan Polymarket terhadap detail spesifik laporan ini, namun dampaknya sudah mulai terasa di komunitas investor global.

Contents
Investigasi Mendalam Wall Street Journal: Angka di Balik SkandalKetidaksesuaian Data BlockchainModus Operandi: Penggunaan Situs Dummy untuk Ilusi KemenanganDampak Terhadap Kepercayaan Pengguna di Industri KriptoMengapa Pasar Prediksi Menjadi Magnet Bagi Pengguna Baru?Perbandingan dengan Platform Taruhan TradisionalImplikasi Hukum dan Tantangan Regulasi di Masa DepanKesimpulan dan Pandangan ke Depan

Laporan yang dirilis oleh WSJ tersebut bukan sekadar tuduhan tanpa dasar, melainkan hasil dari peninjauan yang sangat melelahkan terhadap lebih dari 1.100 video promosi. Para jurnalis investigasi menemukan bahwa total taruhan senilai kurang lebih $1,9 juta yang dipamerkan dalam video-video tersebut adalah rekayasa belaka. Tidak ada satu pun dari transaksi fantastis yang ditampilkan oleh para influencer tersebut yang tercatat sebagai taruhan asli di platform utama Polymarket yang dapat diverifikasi. Hal ini menunjukkan adanya upaya sistematis untuk menciptakan persepsi kesuksesan palsu demi menarik minat pengguna baru agar mau menyetorkan dana mereka. Strategi ini dianggap sangat berbahaya karena menargetkan pengguna awam yang mungkin tergiur oleh janji keuntungan cepat tanpa memahami risiko yang sebenarnya.

Investigasi Mendalam Wall Street Journal: Angka di Balik Skandal

Wall Street Journal melakukan audit menyeluruh terhadap konten-konten media sosial yang diproduksi oleh para influencer yang berafiliasi dengan Polymarket selama periode waktu tertentu. Dari ribuan video yang diperiksa, pola yang ditemukan sangat konsisten: para kreator menunjukkan saldo akun yang meledak dan kemenangan beruntun yang tampak sangat mudah didapatkan. Namun, ketika data tersebut disandingkan dengan catatan transaksi di blockchain yang bersifat publik, angka-angka tersebut tidak ditemukan sama sekali. Ketidaksesuaian data ini menjadi bukti kunci bahwa konten yang dikonsumsi oleh jutaan pengikut influencer tersebut hanyalah sebuah sandiwara pemasaran yang dirancang dengan sangat rapi. Skala dari manipulasi ini, yang mencapai angka jutaan dolar, menunjukkan betapa besarnya anggaran yang dialokasikan untuk kampanye ‘hype’ ini.

Ketidaksesuaian Data Blockchain

Salah satu keunggulan teknologi blockchain adalah transparansi, namun dalam kasus ini, transparansi tersebut justru menjadi senjata makan tuan bagi strategi pemasaran Polymarket. Setiap taruhan yang sah seharusnya meninggalkan jejak digital yang permanen dan dapat dilacak oleh siapa pun melalui penjelajah blok (block explorer). Namun, tim investigasi tidak menemukan jejak taruhan senilai $1,9 juta tersebut di jaringan mana pun yang digunakan oleh platform. Hal ini mengonfirmasi bahwa aktivitas yang ditampilkan dalam video promosi tidak pernah berinteraksi dengan kontrak pintar (smart contract) Polymarket yang asli. Belum ada konfirmasi resmi mengenai mengapa terdapat perbedaan yang begitu mencolok antara apa yang ditampilkan di media sosial dan apa yang terjadi di balik layar.

Modus Operandi: Penggunaan Situs Dummy untuk Ilusi Kemenangan

Teknik yang digunakan untuk mengelabui penonton ternyata melibatkan penggunaan situs dummy atau lingkungan simulasi yang terlihat identik dengan platform asli. Para influencer diberikan akses ke akun khusus di situs percobaan ini yang sudah diisi dengan saldo virtual dalam jumlah yang sangat besar. Dengan saldo ‘uang mainan’ tersebut, mereka bisa memasang taruhan pada berbagai peristiwa tanpa rasa takut akan kehilangan modal nyata. Hasilnya adalah tampilan antarmuka yang menunjukkan kemenangan besar, yang kemudian direkam dan disebarkan sebagai bukti kesuksesan bertaruh di Polymarket. Praktik menggunakan lingkungan simulasi untuk iklan tanpa memberikan disklaimer yang jelas merupakan pelanggaran serius terhadap standar etika periklanan digital.

Penggunaan situs dummy ini memungkinkan para kreator untuk melakukan pengambilan gambar (shooting) berulang kali hingga mereka mendapatkan hasil ‘kemenangan’ yang paling dramatis untuk konten mereka. Dengan cara ini, narasi yang dibangun selalu positif dan penuh gairah, sangat jauh dari realitas pasar prediksi yang penuh dengan volatilitas dan risiko kerugian. Penonton yang tidak jeli akan menganggap bahwa kemenangan tersebut adalah hal yang lumrah dan mudah dicapai oleh siapa saja yang menggunakan platform tersebut. Strategi ini sangat efektif dalam membangun kepercayaan palsu (false sense of security) di kalangan calon pengguna yang belum berpengalaman dalam dunia aset digital. Dampak psikologis dari melihat orang lain menang besar sering kali melumpuhkan logika kritis para calon investor.

Dampak Terhadap Kepercayaan Pengguna di Industri Kripto

Skandal ini muncul di saat industri kripto sedang berjuang keras untuk mendapatkan legitimasi dari regulator dan masyarakat luas. Tindakan Polymarket yang diduga menggunakan rekayasa taruhan ini tentu saja mencoreng citra pasar prediksi secara keseluruhan sebagai alat yang seharusnya menyediakan data berbasis sentimen publik yang akurat. Kepercayaan adalah komoditas yang paling berharga dalam dunia finansial digital, dan sekali kepercayaan itu rusak, akan sangat sulit untuk membangunnya kembali. Banyak pihak kini mulai mempertanyakan integritas data yang dihasilkan oleh Polymarket, mengingat metode pemasaran mereka ternyata didasarkan pada ketidakjujuran. Industri ini sekarang dihadapkan pada tantangan besar untuk membuktikan bahwa mereka masih layak dipercaya oleh publik.

  • Penurunan tingkat kepercayaan investor terhadap transparansi platform blockchain.
  • Meningkatnya pengawasan dari badan regulasi terhadap iklan influencer di sektor finansial.
  • Potensi eksodus pengguna yang merasa tertipu oleh kampanye pemasaran yang menyesatkan.
  • Munculnya tuntutan untuk audit pihak ketiga terhadap aktivitas pemasaran perusahaan teknologi finansial.

Selain dampak pada platform itu sendiri, kasus ini juga memberikan pelajaran pahit bagi para influencer yang terlibat dalam promosi tersebut. Reputasi mereka sebagai penyedia konten yang jujur kini berada di ujung tanduk, dan mereka mungkin harus menghadapi konsekuensi hukum jika terbukti melanggar aturan perlindungan konsumen. Di banyak negara, mempromosikan produk finansial dengan data palsu adalah tindakan kriminal yang dapat berujung pada denda besar atau hukuman penjara. Para pengikut yang merasa dirugikan mungkin akan mulai melakukan tindakan kolektif untuk menuntut pertanggungjawaban dari para kreator tersebut. Hal ini menciptakan efek domino yang merugikan seluruh ekosistem ekonomi kreator yang selama ini bergantung pada kepercayaan audiens.

Mengapa Pasar Prediksi Menjadi Magnet Bagi Pengguna Baru?

Pasar prediksi seperti Polymarket memang menawarkan daya tarik yang unik dengan menggabungkan elemen taruhan, analisis data, dan peristiwa dunia nyata. Pengguna merasa memiliki kesempatan untuk mendapatkan keuntungan dari pengetahuan mereka tentang politik, olahraga, hingga tren teknologi terbaru. Popularitas platform ini melonjak drastis terutama selama periode peristiwa besar seperti pemilihan umum atau turnamen olahraga internasional. Namun, daya tarik tersebut sering kali dikaburkan oleh janji-janji manis yang disebarkan melalui kampanye pemasaran yang agresif. Tanpa adanya transparansi mengenai risiko, pasar prediksi dapat dengan mudah berubah menjadi jebakan finansial bagi mereka yang tidak memiliki strategi manajemen risiko yang matang.

Perbandingan dengan Platform Taruhan Tradisional

Jika dibandingkan dengan platform taruhan tradisional, pasar prediksi berbasis kripto sering kali mengklaim diri mereka lebih adil dan transparan karena menggunakan teknologi blockchain. Namun, skandal rekayasa taruhan ini menunjukkan bahwa teknologi secanggih apa pun tetap bisa disalahgunakan jika etika bisnis diabaikan. Platform tradisional biasanya tunduk pada regulasi yang sangat ketat mengenai bagaimana mereka boleh mengiklankan produk mereka, termasuk kewajiban mencantumkan peringatan risiko. Polymarket, yang beroperasi di wilayah abu-abu regulasi kripto, tampaknya telah memanfaatkan celah ini untuk melakukan kampanye yang mungkin dilarang di industri taruhan konvensional. Perbedaan standar regulasi inilah yang sering kali menjadi sumber masalah dalam perlindungan konsumen di era digital.

Implikasi Hukum dan Tantangan Regulasi di Masa Depan

Investigasi WSJ ini kemungkinan besar akan memicu tindakan dari otoritas pengawas keuangan di berbagai negara, terutama di Amerika Serikat. Komisi Perdagangan Federal (FTC) dan Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) memiliki aturan yang sangat ketat mengenai testimoni palsu dan iklan yang menyesatkan. Jika Polymarket terbukti secara sengaja menginstruksikan influencer untuk menggunakan situs dummy tanpa pengungkapan yang jelas, mereka bisa menghadapi tuntutan hukum yang sangat berat. Langkah ini akan menjadi sinyal kuat bagi perusahaan teknologi lainnya bahwa ruang digital bukanlah wilayah tanpa hukum di mana mereka bisa melakukan manipulasi informasi sesuka hati. Penegakan hukum yang tegas sangat diperlukan untuk menjaga integritas pasar dan melindungi masyarakat dari praktik penipuan.

Di masa depan, kita mungkin akan melihat regulasi yang lebih spesifik yang mengatur bagaimana platform kripto boleh berkolaborasi dengan influencer. Kewajiban untuk menyertakan bukti transaksi nyata atau label khusus untuk konten simulasi mungkin akan menjadi standar baru dalam industri ini. Perusahaan harus lebih berhati-hati dalam memilih mitra pemasaran mereka dan memastikan bahwa setiap klaim yang dibuat dapat diverifikasi secara independen. Transparansi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan bagi perusahaan yang ingin bertahan dalam jangka panjang di pasar yang semakin kompetitif. Perubahan ini mungkin akan memperlambat pertumbuhan agresif beberapa platform, namun akan menciptakan ekosistem yang jauh lebih sehat dan berkelanjutan bagi semua pihak yang terlibat.

Kesimpulan dan Pandangan ke Depan

Skandal rekayasa taruhan Polymarket yang diungkap oleh Wall Street Journal menjadi pengingat keras bagi kita semua tentang sisi gelap dari ekonomi perhatian (attention economy). Di tengah persaingan ketat untuk mendapatkan pengguna, beberapa perusahaan rela mengabaikan integritas dan kejujuran demi mencapai angka pertumbuhan yang fantastis. Kasus ini membuktikan bahwa angka jutaan dolar di layar media sosial tidak selalu mencerminkan realitas yang ada di lapangan. Para pengguna digital dituntut untuk menjadi lebih kritis dan tidak mudah percaya pada konten yang terlihat terlalu sempurna untuk menjadi kenyataan. Verifikasi mandiri dan pemahaman mendalam tentang cara kerja suatu platform adalah perlindungan terbaik bagi setiap individu di era informasi yang penuh dengan manipulasi ini.

Ke depannya, industri pasar prediksi harus melakukan pembenahan internal yang signifikan jika ingin memulihkan reputasi mereka di mata publik. Langkah pertama yang paling krusial adalah memberikan klarifikasi yang jujur mengenai temuan investigasi ini dan berkomitmen untuk menghentikan segala bentuk praktik pemasaran yang menyesatkan. Selain itu, kolaborasi dengan auditor independen untuk memverifikasi volume taruhan dan aktivitas platform akan menjadi langkah positif untuk membangun kembali kepercayaan. Meskipun skandal ini memberikan dampak negatif dalam jangka pendek, hal ini bisa menjadi titik balik yang diperlukan bagi industri kripto untuk bertransformasi menjadi lebih dewasa, transparan, dan bertanggung jawab. Hanya dengan cara itulah, potensi sejati dari teknologi blockchain dapat dirasakan manfaatnya tanpa harus mengorbankan kepentingan dan keamanan para penggunanya.

You Might Also Like

Revolusi Kreatif Gerard Bisbal: Membangun NUVAGAIA, Semesta Sci-Fi Transmedia Pertama yang Sepenuhnya Ditenagai Kecerdasan Buatan

Investigasi Nikkei: Jaringan Fentanyl China Dalangi Penipuan Kripto ‘Zksync.jp’, Kerugian Investor Tembus $1 Juta

Altura Resmi Tutup Stablecoin Vault Akibat Gelombang Penarikan Massal dan Dampak Depegging msUSD

CME Group Gugat CFTC: Benarkah Perpetual Futures Kalshi Adalah Produk Ilegal yang Menyamar?

Transformasi Besar Industri Teknologi: AtlasGo Ubah Strategi, DOKU Catatkan Langkah Exit, dan Grab Perkuat Ekosistem Kendaraan Hijau

TAGGED:#EraDigital#Finansial#KeamananSiber#RegulasiDigital#TransaksiDigitalBeritaMancanegaraEkonomiDigitalInfluencerInvestigasiKriptoMarketingPlatformDigitalPolymarketTeknologiWSJ

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Altura Resmi Tutup Stablecoin Vault Akibat Gelombang Penarikan Massal dan Dampak Depegging msUSD
Next Article Investigasi Nikkei: Jaringan Fentanyl China Dalangi Penipuan Kripto ‘Zksync.jp’, Kerugian Investor Tembus $1 Juta
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Stay Connected

248.1kLike
54.3kFollow
10.3kSubscribe
39.5kFollow
banner banner
Create an Amazing Newspaper
Discover thousands of options, easy to customize layouts, one-click to import demo and much more.
Learn More

Latest News

Lupakan Promo Nintendo Switch! GameSir G7 Pro 8K Hadir Sebagai Kontroler PC Sempurna dengan Diskon 20% yang Menggiurkan
Computer Gadget Gaming Industry Inovasi Teknologi Video Game
Bocoran Harga GTA 6 Terkuak? Retailer Eropa Fnac Tak Sengaja Ungkap Detail Pre-Order dan Berbagai Versi SKU Rockstar Games yang Misterius
Gaming Industri Game PlayStation 5 Tech News Tren Gaming
Panduan Lengkap FC 26 Piscinin Evolution: Mengapa Ini Menjadi Game-Changer di Ultimate Team dan Cara Memilih Pemain Terbaiknya
Gaming Gaya Hidup Digital Industri Game Tren Gaming Video Game
Misteri Harga GTA 6: Benarkah Akan Menjadi Game Termahal dalam Sejarah? Simak Investigasi Lengkapnya!
Gaming Industry Industri Game Tech News Trending Video Game
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Quick Link

  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise

Support

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

HeryArts NewsHeryArts News
Follow US
© 2022 HeryArts News Network. Company. All Rights Reserved.
Join Us!

Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..

[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?