By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
HeryArts NewsHeryArts NewsHeryArts News
  • Home
  • Tech News
    Tech NewsShow More
    Samsung Siapkan Kejutan Besar di London: Bocoran Eksklusif Galaxy Z Fold8, Fold8 Ultra, dan Flip8 Terungkap ke Publik!
    13 Min Read
    Bocoran Eksklusif Samsung Galaxy Watch9 dan Watch Ultra 2: Terungkap Desain CAD, Varian Warna Mewah, dan Spesifikasi Terbaru
    10 Min Read
    Skandal FortiBleed: 110 Juta Kredensial Dicuri Melalui Peretasan Masif 430.000 Firewall FortiGate
    12 Min Read
    Valve Resmi Rilis Steam Machine Baru Seharga $1049: Akankah PC Gaming Mini Ini Mengulang Kesuksesan Steam Deck?
    13 Min Read
    Zotac ZBOX CI471 nano: Revolusi Komputasi Senyap dengan Kekuatan Intel Wildcat Lake Terbaru
    8 Min Read
  • AI News
    AI NewsShow More
    Membongkar Rahasia Batasan 5 Jam Claude AI: Mengapa Pengguna Gratis Sering Terhenti dan Bagaimana Cara Mengatasinya?
    10 Min Read
    SpaceX Caplok Cursor Senilai $60 Miliar: Inilah Perbandingan Jujur Claude Code vs Cursor di Era Coding 2026
    10 Min Read
    Bukan Sekadar Benchmark: 12 Alasan Kuat Mengapa Claude Kini Mengungguli ChatGPT dalam Workflow Profesional Harian
    9 Min Read
    Claude Fable 5 Resmi Rilis: Inilah Model AI Tercanggih Anthropic dari Lini Mythos yang Siap Mengubah Peta Persaingan Global
    10 Min Read
    Prediksi Piala Dunia 2026: ChatGPT dan Gemini Sepakat Spanyol Bakal Angkat Trofi, Prancis Jadi Ancaman Terbesar!
    11 Min Read
  • Mobile
    MobileShow More
    Rahasia Layar Android Auto Lebih Berguna: 3 Aplikasi Sideload Terbaik untuk Nonton YouTube dan Browsing di Mobil
    11 Min Read
    Revolusi Gadget Lansia: Consumer Cellular Rilis SpeakEasy, Ponsel Khusus Usia 75+ yang Anti-Ribet!
    10 Min Read
    CatchCat: Eksperimen Game AR Bertema Kucing yang Berpotensi Viral Namun Disebut Sebagai Peluang yang Terbuang Sia-sia
    9 Min Read
    Bocoran Eksklusif Android 17 ‘Cinnamon Bun’: Revolusi Antarmuka dan Keamanan Super Ketat yang Siap Meluncur Juni 2026
    12 Min Read
    Meta Gebrak Piala Dunia 2026: Intip Fitur Eksklusif Live Chats Threads, Football Mode Facebook, dan Inovasi Instagram!
    11 Min Read
  • Gadget
    GadgetShow More
    Perang Teknologi Layar Dimulai: Honor dan Xiaomi Siapkan Saingan Privacy Display Samsung Galaxy S26 Ultra
    10 Min Read
    Samsung Siapkan Kejutan Besar di London: Bocoran Eksklusif Galaxy Z Fold8, Fold8 Ultra, dan Flip8 Terungkap ke Publik!
    13 Min Read
    Bocoran Eksklusif Samsung Galaxy Watch9 dan Watch Ultra 2: Terungkap Desain CAD, Varian Warna Mewah, dan Spesifikasi Terbaru
    10 Min Read
    Zotac ZBOX CI471 nano: Revolusi Komputasi Senyap dengan Kekuatan Intel Wildcat Lake Terbaru
    8 Min Read
    Investigasi Amazon Prime Day: Strategi Cerdas Berburu Laptop dan Mini PC di Tengah Lonjakan Harga Komponen Global
    9 Min Read
  • Software
    SoftwareShow More
    Kendalikan Gerakan Video AI Hanya dengan Mouse: Teknologi ‘Time-to-Move’ Technion Hancurkan Dominasi GPU Mahal
    10 Min Read
    Skandal DifyTap: Empat Celah Keamanan Fatal yang Memungkinkan Peretas Menyadap Riwayat Chat AI Secara Real-Time
    10 Min Read
    Skandal Backdoor WordPress: Bagaimana ShapedPlugin Menjadi Korban Serangan Supply Chain yang Mematikan
    10 Min Read
    Apple Resmi Merilis iOS 27 Beta 2 untuk Pengembang: Lompatan Besar dalam Stabilitas dan Inovasi Fitur Terbaru
    12 Min Read
    Revolusi Handheld Gaming: Valve Resmi Gandeng Intel dan Nvidia untuk Hadirkan SteamOS di Berbagai Perangkat
    9 Min Read
  • Gaming
    GamingShow More
    Valve Resmi Rilis Steam Machine Baru Seharga $1049: Akankah PC Gaming Mini Ini Mengulang Kesuksesan Steam Deck?
    13 Min Read
    Control Resonant: Mahakarya Action Sci-Fi Baru yang Memadukan DNA Devil May Cry, Evangelion, dan Inception
    11 Min Read
    Harga Terjun Bebas! ASUS TUF F16 Pecahkan Rekor Diskon Terbesar di Prime Day, Hemat Hingga $460
    11 Min Read
    Rahasia Setup Gaming Glorious: Aksesoris Wajib Punya di Prime Day untuk Performa Maksimal Xbox Series X dan Persiapan Nintendo Switch 2
    12 Min Read
    Rahasia Mekanik Ikonik Gears of War: E-Day Terungkap: The Coalition Rombak Active Reload Jadi Lebih Brutal dan Taktis!
    12 Min Read
  • Education
    EducationShow More
    Revolusi Pendidikan Prabowo: Dari Sekolah Rakyat ke Era Digital, Strategi Besar Cetak SDM Unggul Indonesia
    11 Min Read
    Siasat Licik Siswa Kelabui Detektor AI: Mengenal Aplikasi ‘Humanizer’ dan ‘Autotyper’ yang Mengancam Integritas Akademik
    12 Min Read
    Gen Z Skeptis Terhadap AI: Mengapa Universitas Harus Berhenti Memaksakan Teknologi dan Mulai Mendengarkan Mahasiswa
    10 Min Read
    Misteri Adaptasi Gelap: Mengapa Mata Manusia Membutuhkan Waktu Lama untuk Melihat dalam Kegelapan?
    10 Min Read
    Kisah Luar Biasa Rohit Goeptar: Dari Kemiskinan di Suriname Menuju Puncak Karier di NASA
    11 Min Read
Search
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 HeryArts News Network. Company. All Rights Reserved.
Reading: Mengapa Bank Masih ‘Alergi’ Terhadap Kripto? Jelizaveta Paskovskaja Ungkap Tantangan Terbesar Industri Fintech Saat Ini
Share
Sign In
Notification Show More
Font ResizerAa
HeryArts NewsHeryArts News
Font ResizerAa
  • Home
  • Tech News
  • AI News
  • Mobile
  • Gadget
  • Software
  • Gaming
  • Education
Search
  • Home
  • Tech News
  • AI News
  • Mobile
  • Gadget
  • Software
  • Gaming
  • Education
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 HeryArts News Network. Company. All Rights Reserved.
HeryArts News > Blog > Bisnis > Mengapa Bank Masih ‘Alergi’ Terhadap Kripto? Jelizaveta Paskovskaja Ungkap Tantangan Terbesar Industri Fintech Saat Ini
BisnisFinancial TechnologyFinansialKeamanan SiberTeknologi

Mengapa Bank Masih ‘Alergi’ Terhadap Kripto? Jelizaveta Paskovskaja Ungkap Tantangan Terbesar Industri Fintech Saat Ini

Last updated: June 23, 2026 6:18 pm
heryarts
Share
SHARE

Dunia keuangan global saat ini sedang berada di persimpangan jalan yang sangat krusial, di mana teknologi blockchain dan aset digital mencoba merangsek masuk ke dalam sistem arus utama. Namun, di balik gemerlapnya inovasi tersebut, terdapat sebuah tembok besar yang masih sulit ditembus oleh banyak perusahaan aset digital: akses ke layanan perbankan tradisional. Meskipun regulasi kripto telah berkembang jauh lebih pesat dan ketat dibandingkan beberapa tahun lalu, banyak lembaga perbankan yang tetap menutup pintu rapat-rapat bagi entitas kripto. Fenomena ini menciptakan paradoks di mana teknologi masa depan justru terhambat oleh infrastruktur keuangan masa lalu yang masih ragu untuk beradaptasi secara penuh.

Contents
Tantangan Akses Perbankan: Mengapa Pintu Masih Tertutup?Peran Krusial MLRO dalam Menjaga Integritas EkosistemRegulasi yang Semakin Ketat: Pedang Bermata Dua?Strategi Membangun Jembatan Kepercayaan dengan PerbankanDampak Bagi Pengguna dan Industri Secara LuasPandangan ke Depan: Menuju Integrasi Keuangan yang Sempurna

Salah satu sosok yang paling memahami kompleksitas hubungan yang tegang ini adalah Jelizaveta Paskovskaja, yang menjabat sebagai Money Laundering Reporting Officer (MLRO) di CryptoProcessing by Coinspaid. Sebagai seorang pakar yang berada di garis depan kepatuhan finansial, Paskovskaja memiliki pandangan mendalam mengenai mengapa industri ini masih dianggap berisiko tinggi oleh perbankan. Perannya sebagai MLRO mengharuskannya untuk memastikan bahwa setiap transaksi yang diproses tidak hanya efisien, tetapi juga memenuhi standar anti-pencucian uang (AML) yang paling ketat. Namun, tugas tersebut sering kali terbentur pada persepsi skeptis dari bank-bank koresponden yang masih melihat kripto sebagai ancaman keamanan daripada sebuah peluang inovasi.

Tantangan Akses Perbankan: Mengapa Pintu Masih Tertutup?

Menurut analisis mendalam dari Jelizaveta Paskovskaja, masalah utama yang dihadapi oleh perusahaan kripto bukanlah sekadar kurangnya regulasi, melainkan ketakutan sistemik dari lembaga perbankan terhadap risiko kepatuhan. Banyak bank lebih memilih untuk melakukan strategi ‘de-risking’, yaitu menghentikan layanan bagi seluruh kategori industri yang dianggap berisiko tinggi daripada harus berinvestasi pada sistem pemantauan yang lebih canggih. Hal ini membuat banyak perusahaan kripto yang sebenarnya memiliki tata kelola yang baik tetap kesulitan untuk mendapatkan akun operasional dasar. Tanpa akses ke perbankan, perusahaan-perusahaan ini akan kesulitan untuk membayar gaji karyawan, membayar pajak, atau menjembatani konversi antara mata uang fiat dan aset digital bagi pengguna mereka.

Selain itu, terdapat kesenjangan pemahaman teknis yang signifikan antara regulator perbankan tradisional dan pengembang teknologi blockchain. Bank sering kali kesulitan untuk melakukan audit terhadap aliran dana yang terjadi di atas rantai blok (on-chain) karena sifatnya yang pseudonim dan berbeda dari sistem buku besar tradisional. Paskovskaja menekankan bahwa meskipun transparansi blockchain sebenarnya jauh lebih tinggi dibandingkan sistem manual, ketidakmampuan bank untuk menginterpretasikan data tersebut menjadi penghalang utama. Akibatnya, banyak bank yang mengambil jalan pintas dengan menolak aplikasi pembukaan rekening dari perusahaan yang memiliki keterkaitan dengan aset digital, terlepas dari seberapa kuat prosedur AML yang mereka miliki.

Peran Krusial MLRO dalam Menjaga Integritas Ekosistem

Sebagai MLRO di CryptoProcessing by Coinspaid, tanggung jawab Jelizaveta Paskovskaja melampaui sekadar pelaporan rutin kepada otoritas berwenang. Ia harus membangun kerangka kerja yang mampu mendeteksi pola transaksi mencurigakan di tengah jutaan data yang bergerak setiap detiknya. Dalam konteks industri kripto, peran ini menjadi sangat vital karena satu kesalahan kecil dalam pengawasan dapat berujung pada sanksi berat dan rusaknya reputasi perusahaan di mata mitra perbankan. Paskovskaja harus memastikan bahwa setiap prosedur Know Your Customer (KYC) dilakukan dengan presisi tinggi untuk memitigasi risiko masuknya dana hasil kejahatan ke dalam sistem mereka.

Pekerjaan seorang MLRO di sektor kripto juga menuntut pemahaman yang luas tentang geopolitik dan perubahan regulasi global yang sangat dinamis. Setiap kali ada perubahan kebijakan di satu yurisdiksi, dampaknya akan terasa ke seluruh jaringan operasional perusahaan fintech internasional. Jelizaveta harus terus memantau pedoman dari Financial Action Task Force (FATF) dan memastikan bahwa CryptoProcessing tetap selangkah lebih maju dalam hal kepatuhan. Upaya ini dilakukan semata-mata untuk membuktikan kepada dunia perbankan bahwa industri kripto mampu beroperasi dengan standar yang setara, atau bahkan lebih ketat, daripada institusi keuangan konvensional.

Regulasi yang Semakin Ketat: Pedang Bermata Dua?

Dalam beberapa tahun terakhir, kita telah menyaksikan lahirnya berbagai kerangka regulasi seperti MiCA di Uni Eropa yang bertujuan untuk memberikan kepastian hukum bagi pelaku industri kripto. Namun, Paskovskaja mencatat bahwa regulasi yang lebih banyak tidak secara otomatis berarti akses perbankan menjadi lebih mudah bagi perusahaan. Sebaliknya, peningkatan beban regulasi terkadang justru membuat bank semakin waspada karena mereka takut akan adanya celah kepatuhan yang belum teridentifikasi. Hal ini menciptakan situasi di mana perusahaan kripto sudah mematuhi semua aturan, namun bank tetap merasa bahwa risiko yang ada tidak sebanding dengan keuntungan yang didapatkan dari kemitraan tersebut.

Di sisi lain, regulasi yang jelas sebenarnya memberikan fondasi bagi perusahaan yang serius untuk membedakan diri mereka dari aktor-aktor jahat di industri. Dengan adanya lisensi resmi dan pengawasan dari otoritas keuangan, perusahaan seperti CryptoProcessing by Coinspaid dapat menunjukkan bukti konkret mengenai legitimasi operasional mereka. Paskovskaja percaya bahwa transparansi adalah kunci utama untuk meruntuhkan stigma negatif yang selama ini melekat pada aset digital. Meskipun proses ini memakan waktu yang lama, konsistensi dalam mematuhi aturan adalah satu-satunya jalan untuk mendapatkan kepercayaan jangka panjang dari sistem keuangan global.

  • Ketidakpastian Regulasi: Perbedaan aturan antar negara menciptakan hambatan bagi operasional lintas batas.
  • Biaya Kepatuhan yang Tinggi: Investasi besar diperlukan untuk teknologi pemantauan transaksi dan tim legal yang ahli.
  • Stigma Negatif: Kripto masih sering dikaitkan dengan aktivitas ilegal oleh media dan publik, yang memengaruhi kebijakan bank.
  • Kebutuhan akan Edukasi: Pentingnya memberikan pemahaman teknis kepada staf perbankan mengenai cara kerja blockchain.

Strategi Membangun Jembatan Kepercayaan dengan Perbankan

Untuk mengatasi tantangan akses perbankan ini, perusahaan kripto harus proaktif dalam menjalin komunikasi dengan lembaga keuangan tradisional. Jelizaveta Paskovskaja menyarankan agar perusahaan aset digital tidak hanya fokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga pada pembangunan infrastruktur kepatuhan yang transparan. Salah satu cara efektif adalah dengan menggunakan alat analisis blockchain pihak ketiga yang dapat memberikan laporan risiko secara real-time. Dengan menunjukkan data yang valid dan dapat diverifikasi, perusahaan dapat meyakinkan bank bahwa mereka memiliki kontrol penuh atas aliran dana yang masuk dan keluar dari platform mereka.

Selain teknologi, kolaborasi industri juga memegang peranan penting dalam mengubah persepsi perbankan. Dengan bergabung dalam asosiasi fintech dan berpartisipasi dalam diskusi kebijakan, pelaku industri kripto dapat menyuarakan tantangan yang mereka hadapi secara kolektif. Paskovskaja menekankan bahwa edukasi adalah proses dua arah; sementara perusahaan kripto belajar tentang manajemen risiko perbankan, bank juga perlu belajar tentang efisiensi dan keamanan yang ditawarkan oleh teknologi blockchain. Hanya melalui dialog yang terbuka dan berkelanjutan, hambatan akses perbankan ini dapat mulai dikikis secara perlahan namun pasti.

Dampak Bagi Pengguna dan Industri Secara Luas

Kesulitan akses perbankan bagi perusahaan kripto pada akhirnya berdampak langsung pada pengguna akhir (end-users). Ketika sebuah platform kesulitan mendapatkan saluran fiat yang stabil, pengguna akan mengalami keterlambatan dalam proses penarikan dana atau biaya transaksi yang lebih mahal karena perusahaan harus menggunakan perantara tambahan. Hal ini tentu menghambat adopsi massal teknologi kripto sebagai alat pembayaran yang efisien di masa depan. Jika masalah ini tidak segera diatasi, inovasi keuangan digital mungkin akan terkonsentrasi hanya di wilayah yang memiliki regulasi sangat longgar, yang justru meningkatkan risiko keamanan bagi masyarakat luas.

“Membangun kepercayaan dengan lembaga perbankan tradisional adalah maraton, bukan lari cepat. Ini membutuhkan komitmen total terhadap kepatuhan dan transparansi di setiap level organisasi.”

Secara lebih luas, ketegangan antara kripto dan perbankan juga mencerminkan pergeseran kekuatan dalam industri keuangan dunia. Bank-bank besar kini mulai menyadari bahwa mereka tidak bisa lagi mengabaikan keberadaan aset digital, namun mereka juga tidak ingin kehilangan kendali atas sistem moneter yang ada. Di tengah persaingan ini, perusahaan yang mampu menjembatani kedua dunia tersebut—seperti yang dilakukan oleh CryptoProcessing by Coinspaid—akan menjadi pemenang di masa depan. Keahlian dalam manajemen risiko dan kepatuhan akan menjadi aset yang jauh lebih berharga daripada sekadar teknologi itu sendiri.

Pandangan ke Depan: Menuju Integrasi Keuangan yang Sempurna

Melihat ke masa depan, Jelizaveta Paskovskaja tetap optimis bahwa hubungan antara perbankan dan industri kripto akan membaik seiring dengan semakin matangnya ekosistem aset digital. Kita kemungkinan besar akan melihat munculnya lebih banyak ‘bank ramah kripto’ atau bank digital yang memang dirancang untuk melayani kebutuhan perusahaan teknologi. Selain itu, pengembangan Central Bank Digital Currencies (CBDC) oleh berbagai negara juga diprediksi akan memaksa perbankan tradisional untuk memperbarui infrastruktur mereka agar dapat berinteraksi dengan aset berbasis blockchain secara lebih efisien.

Kesimpulannya, meskipun akses perbankan tetap menjadi tantangan terbesar bagi industri kripto saat ini, langkah-langkah menuju solusi sudah mulai terlihat. Peran profesional seperti MLRO akan semakin krusial dalam menavigasi labirin regulasi yang kompleks dan memastikan bahwa inovasi tetap berjalan di atas koridor hukum yang benar. Bagi CryptoProcessing by Coinspaid dan pelaku industri lainnya, kuncinya adalah tetap teguh pada standar kepatuhan yang tinggi sambil terus mendorong batas-batas inovasi teknologi. Belum ada konfirmasi resmi mengenai kapan integrasi penuh ini akan tercapai, namun arah perkembangannya menunjukkan bahwa masa depan keuangan akan menjadi hibrida antara sistem tradisional yang tepercaya dan teknologi digital yang revolusioner.

You Might Also Like

Superhuman Caplok GPTZero: Revolusi Deteksi AI dan Masa Depan Email yang Lebih Autentik

Mengenal EmberAI: Inovasi Terbaru Dragos yang Memanfaatkan Kecerdasan Buatan untuk Memperkuat Keamanan Siber Industri (OT)

Waspada ‘Cordyceps’: Serangan Pull Request Beracun Mengincar Raksasa Teknologi Google, Microsoft, hingga Cloudflare

Skandal Icarus Meluas: Bagaimana Kebocoran Token OAuth Klue Membuka Pintu Pencurian Data Massal di Salesforce

Skandal FortiBleed: 110 Juta Kredensial Dicuri Melalui Peretasan Masif 430.000 Firewall FortiGate

TAGGED:#FinansialAMLBanking AccessBisnisBlockchainCoinspaidCrypto RegulationCryptoProcessingDigital TransformationEkosistem DigitalFinancial TechnologyKeamanan SiberMoney LaunderingRegulasi DigitalTeknologi Finansial

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Harga Terjun Bebas! ASUS TUF F16 Pecahkan Rekor Diskon Terbesar di Prime Day, Hemat Hingga $460
Next Article Revolusi Salon Kecantikan: HaloBraid Kantongi Pendanaan $7 Juta untuk Kembangkan Asisten Robot Kepang Rambut Pertama di Dunia
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Stay Connected

248.1kLike
54.3kFollow
10.3kSubscribe
39.5kFollow
banner banner
Create an Amazing Newspaper
Discover thousands of options, easy to customize layouts, one-click to import demo and much more.
Learn More

Latest News

Perang Teknologi Layar Dimulai: Honor dan Xiaomi Siapkan Saingan Privacy Display Samsung Galaxy S26 Ultra
Gadget Inovasi Teknologi Samsung Smartphone Technology
Samsung Siapkan Kejutan Besar di London: Bocoran Eksklusif Galaxy Z Fold8, Fold8 Ultra, dan Flip8 Terungkap ke Publik!
Gadget Inovasi Teknologi Samsung Smartphone Tech News
Bocoran Eksklusif Samsung Galaxy Watch9 dan Watch Ultra 2: Terungkap Desain CAD, Varian Warna Mewah, dan Spesifikasi Terbaru
Gadget Inovasi Teknologi Samsung Smartwatch Tech News
Valve Resmi Rilis Steam Machine Baru Seharga $1049: Akankah PC Gaming Mini Ini Mengulang Kesuksesan Steam Deck?
Gaming Gaming Industry Industri Teknologi Tech News Technology
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Quick Link

  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise

Support

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

HeryArts NewsHeryArts News
Follow US
© 2022 HeryArts News Network. Company. All Rights Reserved.
Join Us!

Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..

[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?