By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
HeryArts NewsHeryArts NewsHeryArts News
  • Home
  • Tech News
    Tech NewsShow More
    Gebrakan Steam Summer Sale: Kingdom Come: Deliverance 2 Sabet Gelar GOTY 2025 dan Dibanderol Harga Miring!
    14 Min Read
    Strategi Pintar Beli Apple: MacBook Air M5 dan Studio Display 2 Resmi Masuk Toko Refurbished di Tengah Kenaikan Harga Global
    11 Min Read
    Apple Resmi Naikkan Harga MacBook: Amazon Prime Day Jadi Kesempatan Terakhir Amankan Harga Lama Sebelum Melambung
    10 Min Read
    Napas Lega bagi Jutaan Pengguna: Microsoft Resmi Perpanjang Update Keamanan Windows 10 Gratis Hingga 2027!
    10 Min Read
    Kunci Jawaban NYT Connections Hari Ini 27 Juni: Bocoran Hint dan Strategi Menang Teka-Teki Edisi #1112
    10 Min Read
  • AI News
    AI NewsShow More
    Menguak Tabir Debat AI Safety: Mengapa Diskusi Sebenarnya Tentang Keamanan Kecerdasan Buatan Justru Tenggelam dalam Hiruk-Pikuk Industri?
    13 Min Read
    AS Perketat Kendali AI: Setelah Anthropic, Kini Giliran GPT-5.6 OpenAI yang Terkena Pembatasan Pemerintahan Trump
    9 Min Read
    Rahasia Skalabilitas Model AI Raksasa: Mengenal Micro-DDP, Teknik Distribusi Beban Kerja yang Mengubah Aturan Main
    11 Min Read
    ElevenLabs Adopsi Google SynthID: Solusi Mutakhir Deteksi Deepfake Audio yang Semakin Sulit Dibedakan dari Suara Manusia Asli
    9 Min Read
    Terobosan MRAgent: Framework Memori AI Baru yang Mampu Memangkas Konsumsi Token Hingga 96 Persen
    12 Min Read
  • Mobile
    MobileShow More
    Revolusi Digital Detox: Aplikasi UltraPod Ubah iPhone Canggih Menjadi ‘Dumbphone’ Musik Bergaya iPod Retro
    10 Min Read
    Lupakan iPhone 13 Mini! Enough Phone Hadir Sebagai Smartphone Super Kompak 5.2 Inci dengan Baterai Monster dan Desain Modular
    10 Min Read
    Commodore Callback 8020: Ponsel Flip Retro yang Picu Kontroversi Harga, Akhirnya Menyerah pada Tekanan Pasar?
    10 Min Read
    Vivo X Fold6 Resmi Meluncur: Baterai Monster 7.000 mAh dan Layar 5.000 Nits Siap Tumbangkan Dominasi Samsung Galaxy Z Fold7 di Pasar Global
    11 Min Read
    Rahasia di Balik Konkurensi Dart: Mengapa Banyak Developer Flutter Salah Paham Soal Event Loop, Streams, dan Isolates?
    8 Min Read
  • Gadget
    GadgetShow More
    Review Mendalam Anker SOLIX S2000: Mengapa Raksasa Elektronik Ini Kini Mendominasi Pasar Portable Power Station?
    11 Min Read
    Kolaborasi Kemanusiaan Global: Jackery Gandeng Red Cross Hadirkan Solusi Energi Terbarukan di Wilayah Krisis
    12 Min Read
    Diskon Gila-Gilaan Prime Day Hari Ke-3: Robot Pemotong Rumput LiDAR ECOVACS dan Power Station Jackery Capai Harga Terendah Sepanjang Masa!
    10 Min Read
    Pesta Diskon Raksasa! Amazon Prime Day 2026 Hadirkan Green Deals Terbesar: Dari Mobil Listrik Hingga Power Station, Ini Daftar Lengkapnya!
    12 Min Read
    Akrites: Koalisi Raksasa Teknologi Dunia Bersatu Lindungi Open-Source dari Ancaman Eksploitasi Berbasis AI
    10 Min Read
  • Software
    SoftwareShow More
    Akrites: Koalisi Raksasa Teknologi Dunia Bersatu Lindungi Open-Source dari Ancaman Eksploitasi Berbasis AI
    10 Min Read
    Intel ISPC 1.31 Resmi Meluncur: Siapkan Karpet Merah untuk Nova Lake dan Kejutan Dukungan PowerPC 64-bit
    10 Min Read
    Revolusi Performa Grafis Linux: Intel Resmi Aktifkan Descriptor Heaps Secara Default pada Driver Vulkan ANV
    11 Min Read
    Bongkar Rahasia MLX: Revolusi Fine-Tuning Language Models Secara Lokal di Apple Silicon Tanpa Biaya Cloud GPU
    12 Min Read
    Rahasia Berhenti Menjelaskan Diri Secara Berulang ke Claude AI: Panduan Lengkap Membangun ‘Identity Layer’ yang Super Cerdas
    11 Min Read
  • Gaming
    GamingShow More
    Revolusi Gaming di Linux: DXVK 3.0 Resmi Rilis dengan Pembaruan Shader DXBC-SPIRV dan Performa Lebih Stabil!
    16 Min Read
    Panduan Lengkap Membuka Easter Egg Song ‘Evencry’ di Map Kowakujo Black Ops 7 Zombies: Lokasi Rahasia Headset Mister Peeks Terungkap!
    11 Min Read
    Panduan Lengkap Mega Skarmory Pokémon GO: Strategi Raid, Counter Terbaik, dan Bocoran Moveset Mematikan
    10 Min Read
    Rahasia Besar Assassin’s Creed Shadows Terungkap: Bagaimana DLC Black Tides Menyelamatkan Narasi dan Menghubungkan ke Black Flag Resynced
    11 Min Read
    Revolusi Fumito Ueda: Menguak Rahasia Gen Atlas, Senjata Api, dan Evolusi Hubungan Emosional dalam Mahakarya Sci-Fi Terbaru
    12 Min Read
  • Education
    EducationShow More
    PaperTok: Inovasi AI Peneliti University of Washington yang Ubah Jurnal Ilmiah Menjadi Video ala TikTok
    11 Min Read
    Mosyle@Home Hadir Sebagai Solusi Revolusioner Manajemen Screen Time iPad dan Mac Sekolah untuk Orang Tua
    9 Min Read
    Avmira Raih Skor Proof of Usefulness 21.71: Revolusi Platform Edukasi Digital Berbasis AI untuk Developer Masa Depan
    14 Min Read
    Revolusi Pendidikan Prabowo: Dari Sekolah Rakyat ke Era Digital, Strategi Besar Cetak SDM Unggul Indonesia
    11 Min Read
    Siasat Licik Siswa Kelabui Detektor AI: Mengenal Aplikasi ‘Humanizer’ dan ‘Autotyper’ yang Mengancam Integritas Akademik
    12 Min Read
Search
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 HeryArts News Network. Company. All Rights Reserved.
Reading: Tesla Akhirnya Berdamai! Kasus Kematian Pejalan Kaki Akibat ‘Full Self-Driving’ Berakhir di Meja Hijau – Apa Dampaknya Bagi 3,2 Juta Pemilik Tesla?
Share
Sign In
Notification Show More
Font ResizerAa
HeryArts NewsHeryArts News
Font ResizerAa
  • Home
  • Tech News
  • AI News
  • Mobile
  • Gadget
  • Software
  • Gaming
  • Education
Search
  • Home
  • Tech News
  • AI News
  • Mobile
  • Gadget
  • Software
  • Gaming
  • Education
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 HeryArts News Network. Company. All Rights Reserved.
HeryArts News > Blog > Bisnis Internasional > Tesla Akhirnya Berdamai! Kasus Kematian Pejalan Kaki Akibat ‘Full Self-Driving’ Berakhir di Meja Hijau – Apa Dampaknya Bagi 3,2 Juta Pemilik Tesla?
Bisnis InternasionalIndustri OtomotifInovasiKecerdasan BuatanTeknologi

Tesla Akhirnya Berdamai! Kasus Kematian Pejalan Kaki Akibat ‘Full Self-Driving’ Berakhir di Meja Hijau – Apa Dampaknya Bagi 3,2 Juta Pemilik Tesla?

Last updated: June 27, 2026 7:01 am
heryarts
Share
SHARE

Tesla, raksasa otomotif yang dipimpin oleh Elon Musk, baru saja mengambil langkah hukum yang sangat signifikan dengan secara diam-diam menyelesaikan gugatan hukum terkait insiden kecelakaan fatal yang melibatkan sistem Full Self-Driving (FSD). Kasus ini menjadi sorotan tajam dunia internasional karena mencatatkan sejarah kelam sebagai kematian pejalan kaki pertama yang secara resmi dikaitkan dengan penggunaan teknologi kemudi otomatis Tesla pada model kendaraan mereka. Berdasarkan laporan yang dirilis oleh Bloomberg, penyelesaian ini dilakukan secara tertutup, yang berarti rincian mengenai nominal ganti rugi maupun persyaratan khusus dalam kesepakatan tersebut tidak akan pernah dipublikasikan secara resmi kepada khalayak umum. Langkah ini diambil Tesla di tengah tekanan yang semakin meningkat dari berbagai pihak, terutama keluarga korban yang menuntut keadilan atas hilangnya nyawa anggota keluarga mereka akibat kegagalan teknologi yang diklaim revolusioner tersebut.

Contents
Misteri Penyelesaian Gugatan Tertutup Tesla dan Keluarga KorbanRekam Jejak Kecelakaan Fatal: Pejalan Kaki Pertama yang Menjadi Korban FSDMengapa Model Y Menjadi Sorotan Utama?Investigasi Federal Masif: 3,2 Juta Kendaraan Tesla di Bawah Mikroskop NHTSADilema Teknologi ‘Vision-Only’ vs Keamanan PublikDampak Terhadap Industri Kendaraan Otonom dan Kebijakan PublikPandangan ke Depan: Antara Inovasi Tanpa Batas dan Tanggung Jawab Hukum

Kecelakaan maut ini melibatkan sebuah Tesla Model Y yang saat itu sedang mengoperasikan fitur FSD, sebuah sistem asisten pengemudi tingkat lanjut yang selama ini dipasarkan Tesla sebagai masa depan transportasi otonom. Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi mengenai rincian kronologi detik-detik sebelum tabrakan terjadi, namun fakta bahwa Tesla memilih untuk berdamai sebelum kasus ini mencapai persidangan terbuka memberikan sinyal kuat mengenai posisi hukum mereka. Bagi banyak pakar hukum, penyelesaian di luar pengadilan seperti ini sering kali digunakan oleh perusahaan besar untuk menghindari publisitas negatif yang lebih luas serta mencegah munculnya fakta-fakta persidangan yang bisa memperburuk reputasi merek. Namun, bagi masyarakat luas, misteri di balik penyelesaian ini justru memicu pertanyaan besar mengenai sejauh mana tingkat keamanan sistem FSD yang saat ini sudah digunakan oleh jutaan orang di seluruh dunia.

Misteri Penyelesaian Gugatan Tertutup Tesla dan Keluarga Korban

Keputusan Tesla untuk menempuh jalur damai dalam kasus kematian pejalan kaki ini menimbulkan berbagai spekulasi di kalangan analis industri dan pakar hukum otomotif. Dengan menjaga agar persyaratan penyelesaian tetap rahasia, Tesla secara efektif menghentikan proses penemuan fakta (discovery) yang biasanya terjadi dalam persidangan, di mana data internal perusahaan mengenai kinerja perangkat lunak Full Self-Driving bisa saja dipaksa untuk dibuka. Strategi ini dianggap sebagai upaya mitigasi risiko agar tidak tercipta preseden hukum yang dapat memberatkan Tesla dalam ratusan kasus kecelakaan lain yang saat ini juga sedang dalam proses hukum. Belum ada konfirmasi resmi mengenai hal ini dari pihak pengacara keluarga korban, namun kesepakatan tertutup seperti ini biasanya melibatkan kompensasi finansial yang sangat besar dengan syarat kerahasiaan yang sangat ketat.

Meskipun rincian finansialnya tetap terkunci rapat, dampak dari kasus ini sudah melampaui sekadar masalah uang antara dua pihak yang bersengketa. Publik kini semakin skeptis terhadap janji-janji manis mengenai otonomi penuh yang sering didengungkan oleh perusahaan. Setiap kali Tesla memilih untuk menyelesaikan kasus secara diam-diam, ada persepsi yang berkembang bahwa perusahaan mungkin mencoba menyembunyikan kelemahan fundamental dalam algoritma kecerdasan buatan mereka. Hal ini sangat krusial mengingat kepercayaan konsumen adalah fondasi utama bagi adopsi massal kendaraan otonom di masa depan, dan setiap insiden fatal yang berakhir dengan penyelesaian rahasia hanya akan menambah keraguan tersebut.

Rekam Jejak Kecelakaan Fatal: Pejalan Kaki Pertama yang Menjadi Korban FSD

Insiden ini menandai titik balik yang sangat krusial dalam sejarah pengembangan kendaraan otonom karena merupakan kematian pejalan kaki pertama yang diketahui secara publik melibatkan sistem FSD Tesla. Sebelumnya, sebagian besar kecelakaan fatal yang melibatkan fitur Autopilot atau FSD Tesla melibatkan tabrakan antar kendaraan atau kendaraan yang menabrak objek statis di jalan raya. Kehadiran korban pejalan kaki menunjukkan adanya celah keamanan yang lebih serius dalam kemampuan sensor dan perangkat lunak Tesla untuk mendeteksi objek yang lebih dinamis dan rentan di lingkungan perkotaan. Tesla Model Y, yang merupakan salah satu kendaraan paling populer di dunia, kini berada di bawah sorotan tajam karena kegagalannya dalam melindungi pengguna jalan yang paling tidak terlindungi.

Mengapa Model Y Menjadi Sorotan Utama?

  • Sistem Visi Kamera: Model Y yang terlibat dalam kecelakaan ini mengandalkan sistem ‘Tesla Vision’ yang sepenuhnya berbasis kamera tanpa bantuan sensor LiDAR atau radar.
  • Popularitas Global: Sebagai mobil terlaris, setiap kegagalan teknis pada Model Y berdampak pada jutaan unit yang beroperasi di jalan raya.
  • Integrasi FSD Beta: Penggunaan versi beta dari perangkat lunak kemudi otomatis pada kendaraan produksi massal dianggap oleh sebagian ahli sebagai eksperimen yang berisiko tinggi.
  • Kemampuan Deteksi Objek: Kegagalan sistem dalam mengenali pejalan kaki sebagai objek yang harus dihindari menjadi fokus utama dalam perdebatan keamanan AI.

Investigasi Federal Masif: 3,2 Juta Kendaraan Tesla di Bawah Mikroskop NHTSA

Penyelesaian gugatan ini terjadi pada saat yang sangat kritis, di mana Tesla sedang menghadapi investigasi federal berskala besar yang dilakukan oleh National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA). Kecelakaan fatal yang melibatkan pejalan kaki ini ternyata merupakan pemicu utama yang mendorong regulator Amerika Serikat untuk meluncurkan penyelidikan mendalam terhadap sekitar 3,2 juta kendaraan Tesla. Fokus utama dari investigasi ini adalah untuk menentukan apakah sistem Full Self-Driving dan Autopilot memiliki cacat desain yang secara inheren membahayakan keselamatan publik. Jika NHTSA menemukan bukti adanya kegagalan sistemik, Tesla bisa saja dipaksa untuk melakukan penarikan kembali (recall) secara masif yang akan sangat merugikan secara finansial dan reputasi.

Para penyidik federal kini sedang meneliti ribuan baris kode dan data telemetri dari berbagai insiden kecelakaan untuk memahami mengapa sistem tersebut gagal mengambil tindakan pencegahan dalam situasi darurat. Angka 3,2 juta kendaraan bukanlah jumlah yang sedikit; ini mencakup hampir seluruh lini produk Tesla yang diproduksi dalam beberapa tahun terakhir. Investigasi ini juga mengevaluasi apakah pemasaran Tesla mengenai sistem ‘Full Self-Driving’ telah memberikan rasa aman palsu kepada pengemudi, sehingga mereka cenderung kurang waspada saat sistem diaktifkan. Belum ada konfirmasi resmi mengenai hasil akhir dari investigasi ini, namun tekanan dari Washington dipastikan akan semakin kuat setelah adanya penyelesaian hukum terbaru ini.

Dilema Teknologi ‘Vision-Only’ vs Keamanan Publik

Salah satu poin perdebatan teknis yang paling sengit dalam industri kendaraan otonom adalah keputusan Tesla untuk meninggalkan sensor radar dan LiDAR demi pendekatan yang sepenuhnya berbasis kamera (vision-only). Elon Musk berpendapat bahwa manusia mengemudi menggunakan mata, sehingga mobil pun seharusnya bisa mengemudi hanya dengan kamera. Namun, insiden fatal pejalan kaki ini menjadi bukti nyata bagi para kritikus bahwa kamera saja mungkin tidak cukup untuk menangani kompleksitas lingkungan jalan raya yang tidak terduga. Tanpa sensor tambahan yang bisa mengukur jarak secara akurat dalam berbagai kondisi cuaca atau pencahayaan, sistem AI Tesla dianggap memiliki ‘titik buta’ kognitif yang mematikan.

Dibandingkan dengan kompetitornya seperti Waymo atau Cruise yang menggunakan kombinasi sensor LiDAR, radar, dan kamera untuk menciptakan peta 3D lingkungan sekitar secara real-time, Tesla tetap teguh pada pendiriannya untuk menekan biaya produksi dengan hanya menggunakan kamera. Keputusan ini memang membuat kendaraan Tesla lebih terjangkau, namun biaya yang harus dibayar dalam bentuk nyawa manusia kini menjadi beban moral yang berat bagi perusahaan. Para ahli teknologi berpendapat bahwa kasus pejalan kaki ini membuktikan bahwa algoritma visi komputer Tesla masih kesulitan membedakan antara bayangan, objek diam, dan manusia yang sedang menyeberang jalan dalam skenario dunia nyata yang kompleks.

Dampak Terhadap Industri Kendaraan Otonom dan Kebijakan Publik

Penyelesaian hukum yang dilakukan Tesla ini diperkirakan akan memicu gelombang regulasi baru yang lebih ketat bagi seluruh industri kendaraan otonom. Pemerintah di berbagai negara kini mulai mempertanyakan apakah perusahaan teknologi boleh merilis perangkat lunak kemudi otomatis versi ‘beta’ kepada pengemudi biasa di jalan umum tanpa pengawasan yang lebih ketat. Kasus ini menunjukkan bahwa risiko dari kegagalan teknologi AI bukan hanya ditanggung oleh pengemudi di dalam mobil, tetapi juga oleh masyarakat luas yang berada di sekitar kendaraan tersebut. Implikasi jangka panjangnya adalah kemungkinan adanya standarisasi keamanan yang lebih kaku bagi sistem Artificial Intelligence yang digunakan dalam transportasi publik.

“Keamanan di jalan raya tidak boleh dikorbankan demi kecepatan inovasi. Setiap nyawa yang hilang akibat kegagalan teknologi otonom adalah pengingat bahwa kita masih jauh dari visi masa depan yang sepenuhnya aman tanpa pengemudi manusia.”

Selain itu, industri asuransi juga kemungkinan besar akan merespons insiden ini dengan menaikkan premi bagi kendaraan yang dilengkapi dengan fitur kemudi otomatis yang belum terbukti sepenuhnya aman. Perusahaan asuransi kini memiliki basis data baru untuk mengevaluasi risiko yang terkait dengan sistem FSD Tesla. Jika data menunjukkan bahwa sistem ini memiliki tingkat kecelakaan yang lebih tinggi terhadap pejalan kaki dibandingkan dengan pengemudi manusia, maka beban finansial bagi pemilik Tesla bisa meningkat secara signifikan melalui biaya asuransi yang lebih mahal.

Pandangan ke Depan: Antara Inovasi Tanpa Batas dan Tanggung Jawab Hukum

Meskipun Tesla telah menyelesaikan gugatan ini, perjalanan mereka menuju otonomi penuh masih sangat panjang dan penuh dengan rintangan hukum serta teknis. Penyelesaian ini mungkin memberikan napas lega jangka pendek bagi neraca keuangan perusahaan, namun tantangan dari NHTSA tetap menjadi ancaman eksistensial yang nyata. Tesla harus membuktikan bahwa mereka tidak hanya mampu menciptakan teknologi yang canggih, tetapi juga teknologi yang bertanggung jawab dan aman bagi semua orang. Masa depan visi Elon Musk tentang armada ‘Robotaxi’ yang beroperasi secara mandiri sangat bergantung pada bagaimana perusahaan menangani masalah keamanan yang terungkap melalui kasus-kasus seperti ini.

Secara keseluruhan, kasus penyelesaian damai atas kematian pejalan kaki ini menjadi pengingat keras bagi seluruh industri teknologi bahwa inovasi tidak boleh berjalan tanpa akuntabilitas. Di masa depan, kita mungkin akan melihat perubahan besar dalam cara Tesla memvalidasi perangkat lunaknya sebelum dirilis ke publik. Transparansi data dan kolaborasi yang lebih erat dengan regulator akan menjadi kunci jika Tesla ingin memulihkan kepercayaan publik yang sempat terguncang. Sementara itu, bagi 3,2 juta pemilik Tesla yang kendaraannya sedang diawasi oleh pemerintah federal, kewaspadaan ekstra tetap menjadi kewajiban utama saat menggunakan fitur asisten pengemudi apa pun di jalan raya.

You Might Also Like

Melampaui Bayang-Bayang Waymo dan Tesla: Zoox Resmi Perkenalkan Robotaxi Generasi Terbaru yang Siap Merevolusi Jalanan

Langkah Terlambat Gubernur Landry: Mengapa Aturan Baru Pusat Data di Louisiana Dianggap ‘Hampa’ dan Mengancam Warga?

Kolaborasi Kemanusiaan Global: Jackery Gandeng Red Cross Hadirkan Solusi Energi Terbarukan di Wilayah Krisis

Revolusi Hijau Pakistan: Panel Surya Terdistribusi Melonjakkan Permintaan Listrik Nasional Hingga 20 Persen dalam Dua Tahun

Menguak Tabir Debat AI Safety: Mengapa Diskusi Sebenarnya Tentang Keamanan Kecerdasan Buatan Justru Tenggelam dalam Hiruk-Pikuk Industri?

TAGGED:#AutonomousVehicles#ElonMusk#GugatanHukum#InovasiTeknologi#KecerdasanBuatan#ModelY#NHTSA#TeknologiOtomotifFSDFullSelfDrivingIndustriOtomotifInvestigasiKeamananBerkendaraMobilListrikTesla

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Pesta Diskon Raksasa! Amazon Prime Day 2026 Hadirkan Green Deals Terbesar: Dari Mobil Listrik Hingga Power Station, Ini Daftar Lengkapnya!
Next Article Revolusi Mobilitas Kia: Inilah Tampilan Tiga Varian Baru Van Listrik PV5 Termasuk Versi 7-Seater yang Mengguncang Busan!
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Stay Connected

248.1kLike
54.3kFollow
10.3kSubscribe
39.5kFollow
banner banner
Create an Amazing Newspaper
Discover thousands of options, easy to customize layouts, one-click to import demo and much more.
Learn More

Latest News

Review Mendalam Anker SOLIX S2000: Mengapa Raksasa Elektronik Ini Kini Mendominasi Pasar Portable Power Station?
Elektronik Energi Terbarukan Gadget Inovasi Teknologi Smart Living
Skandal Limbah Florida: Langkah Berani Fort Pierce Utilities Authority Relokasi Infrastruktur Demi Selamatkan Indian River Lagoon
Energi Terbarukan Inovasi Teknologi Internasional Kebijakan Publik Lingkungan
Revolusi Keamanan Tanpa Henti: Mengapa Baterai LiFePO4 LiTime Menjadi Kunci Utama Sistem Monitoring Off-Grid Masa Depan?
Bisnis Internasional Energi Terbarukan Inovasi Teknologi Teknologi Update Teknologi
Ambisi Donald Trump Membuka Lahan Publik untuk E-Bike: Mengapa Kebijakan Transportasi Bersih Ini Justru Berujung Kegagalan?
Gaya Hidup Digital Industri Otomotif Kebijakan Publik Lingkungan Teknologi
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Quick Link

  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise

Support

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

HeryArts NewsHeryArts News
Follow US
© 2022 HeryArts News Network. Company. All Rights Reserved.
Join Us!

Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..

[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?