By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
HeryArts NewsHeryArts NewsHeryArts News
  • Home
  • Tech News
    Tech NewsShow More
    Gimmick Marketing atau Peretasan Nyata? Misteri ‘Hacked’ Instagram Nothing dan Sinyal Peluncuran Nothing Phone 4b
    10 Min Read
    Siap Tantang Apple Watch! Google Pixel Watch 5 Resmi Kantongi Sertifikasi FCC, Sinyal Peluncuran Semakin Dekat Musim Panas Ini
    11 Min Read
    Kesempatan Terakhir! MacBook Pro Diskon Hingga $650 Sebelum Kenaikan Harga Resmi, Cek Juga Promo iPad Air M4 dan AirTag 2
    9 Min Read
    Bocoran iPhone 18 Pro dan iPhone Ultra: Mark Gurman Ungkap Tanggal Rilis 8 September Serta Perubahan Besar Apple di 2026
    11 Min Read
    Bocoran Mac Studio Terbaru: Chip M5 Ultra Siap Meluncur Tahun Ini dengan Upgrade Sistem Pendingin yang Lebih Tangguh
    13 Min Read
  • AI News
    AI NewsShow More
    Menguak Tabir Debat AI Safety: Mengapa Diskusi Sebenarnya Tentang Keamanan Kecerdasan Buatan Justru Tenggelam dalam Hiruk-Pikuk Industri?
    13 Min Read
    AS Perketat Kendali AI: Setelah Anthropic, Kini Giliran GPT-5.6 OpenAI yang Terkena Pembatasan Pemerintahan Trump
    9 Min Read
    Rahasia Skalabilitas Model AI Raksasa: Mengenal Micro-DDP, Teknik Distribusi Beban Kerja yang Mengubah Aturan Main
    11 Min Read
    ElevenLabs Adopsi Google SynthID: Solusi Mutakhir Deteksi Deepfake Audio yang Semakin Sulit Dibedakan dari Suara Manusia Asli
    9 Min Read
    Terobosan MRAgent: Framework Memori AI Baru yang Mampu Memangkas Konsumsi Token Hingga 96 Persen
    12 Min Read
  • Mobile
    MobileShow More
    Revolusi Digital Detox: Aplikasi UltraPod Ubah iPhone Canggih Menjadi ‘Dumbphone’ Musik Bergaya iPod Retro
    10 Min Read
    Lupakan iPhone 13 Mini! Enough Phone Hadir Sebagai Smartphone Super Kompak 5.2 Inci dengan Baterai Monster dan Desain Modular
    10 Min Read
    Commodore Callback 8020: Ponsel Flip Retro yang Picu Kontroversi Harga, Akhirnya Menyerah pada Tekanan Pasar?
    10 Min Read
    Vivo X Fold6 Resmi Meluncur: Baterai Monster 7.000 mAh dan Layar 5.000 Nits Siap Tumbangkan Dominasi Samsung Galaxy Z Fold7 di Pasar Global
    11 Min Read
    Rahasia di Balik Konkurensi Dart: Mengapa Banyak Developer Flutter Salah Paham Soal Event Loop, Streams, dan Isolates?
    8 Min Read
  • Gadget
    GadgetShow More
    Bocoran Upgrade Baterai Xiaomi 18 Mulai Terungkap: Angin Segar Bagi Pengguna Flagship di Pasar Internasional?
    8 Min Read
    Dominasi Mutlak Dark Mode: Mengapa 75% Pengguna Gadget Kini Ogah Kembali ke Mode Terang?
    9 Min Read
    AYANEO Pocket Micro 2 Stok Terbatas? Kabar Baik Untuk Gamer, Batch Tambahan Segera Hadir di Pasar Global!
    11 Min Read
    Kesempatan Terakhir! Samsung Galaxy A37 5G Varian 256GB Masih Dibanderol Harga Rekor Terendah Prime Day Hari Ini
    10 Min Read
    Gimmick Marketing atau Peretasan Nyata? Misteri ‘Hacked’ Instagram Nothing dan Sinyal Peluncuran Nothing Phone 4b
    10 Min Read
  • Software
    SoftwareShow More
    Geger! Aplikasi Soundscape Gratis Oasis Rilis Versi 2.2, Bawa Fitur Premium yang Biasanya Berbayar Mahal
    11 Min Read
    Revolusi Kecepatan Vim! Patch GTK3 Terbaru Bawa Performa Wayland ke Level Tertinggi ‘Major Milestone’
    9 Min Read
    Rindu Sensasi Kertas? Aplikasi Paperman Ubah Layar Mac dan Windows Jadi Bertekstur Analog yang Nyaman di Mata
    8 Min Read
    Transformasi Sempurna: Cara Mengubah Tampilan Linux Menjadi Windows 11 Secara Gratis Hanya dengan Zorin OS
    13 Min Read
    Akrites: Koalisi Raksasa Teknologi Dunia Bersatu Lindungi Open-Source dari Ancaman Eksploitasi Berbasis AI
    10 Min Read
  • Gaming
    GamingShow More
    Redmagic Astra 2: Tablet Gaming Compact Terbaru Siap Meluncur Global, Ancaman Serius bagi Lenovo Legion Tab?
    11 Min Read
    Eksperimen Gila: Mengubah Red Magic 11S Pro Menjadi Konsol Genggam Monster, Hasilnya Nyaris Sempurna!
    11 Min Read
    MetaPCs Steamroller Hadir Seharga $1.299: Menghidupkan Kembali Mimpi Steam Machine Tanpa Menunggu Valve
    10 Min Read
    Pecahkan Rekor Harga Terendah! Samsung Odyssey G5 32 Inci Diskon Besar di Amazon, Pilihan Terbaik untuk Gaming QHD Terjangkau
    13 Min Read
    Monster Gaming Genggam! ONEXPLAYER X2 Resmi Meluncur dengan Intel Arc G3 Extreme dan Layar 11 Inci: Tablet Gaming Termahal Saat Ini?
    9 Min Read
  • Education
    EducationShow More
    Pelajaran Berharga dari Toy Story 5: Mengapa Anda Harus Memberi Anak Kindle Kids Edition dan Bukan Tablet ‘Brainrot’ di Prime Day Kali Ini
    10 Min Read
    PaperTok: Inovasi AI Peneliti University of Washington yang Ubah Jurnal Ilmiah Menjadi Video ala TikTok
    11 Min Read
    Mosyle@Home Hadir Sebagai Solusi Revolusioner Manajemen Screen Time iPad dan Mac Sekolah untuk Orang Tua
    9 Min Read
    Avmira Raih Skor Proof of Usefulness 21.71: Revolusi Platform Edukasi Digital Berbasis AI untuk Developer Masa Depan
    14 Min Read
    Revolusi Pendidikan Prabowo: Dari Sekolah Rakyat ke Era Digital, Strategi Besar Cetak SDM Unggul Indonesia
    11 Min Read
Search
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 HeryArts News Network. Company. All Rights Reserved.
Reading: Masa Depan Penerbangan: NASA X-59 ‘Frankenjet’ Siap Uji Coba Terbang Supersonik Tanpa Suara Ledakan!
Share
Sign In
Notification Show More
Font ResizerAa
HeryArts NewsHeryArts News
Font ResizerAa
  • Home
  • Tech News
  • AI News
  • Mobile
  • Gadget
  • Software
  • Gaming
  • Education
Search
  • Home
  • Tech News
  • AI News
  • Mobile
  • Gadget
  • Software
  • Gaming
  • Education
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 HeryArts News Network. Company. All Rights Reserved.
HeryArts News > Blog > Industri Modern > Masa Depan Penerbangan: NASA X-59 ‘Frankenjet’ Siap Uji Coba Terbang Supersonik Tanpa Suara Ledakan!
Industri ModernInovasi TeknologiMasa DepanSainsTeknologi Antariksa

Masa Depan Penerbangan: NASA X-59 ‘Frankenjet’ Siap Uji Coba Terbang Supersonik Tanpa Suara Ledakan!

Last updated: June 29, 2026 6:10 pm
heryarts
Share
SHARE

Bayangkan sebuah dunia di mana perjalanan udara lintas benua yang memakan waktu belasan jam bisa dipangkas hingga setengahnya tanpa menimbulkan kebisingan yang mengganggu penduduk di bawahnya. Selama berpuluh-puluh tahun, impian akan penerbangan supersonik komersial terhambat oleh satu kendala fisik yang sangat masif, yaitu sonic boom atau ledakan suara yang dihasilkan saat pesawat menembus kecepatan suara. Namun, melalui proyek ambisius bernama X-59 QueSST (Quiet SuperSonic Technology), NASA kini berada di ambang pintu revolusi yang akan mengubah wajah industri penerbangan selamanya. Pesawat eksperimental yang dijuluki sebagai ‘Frankenjet’ ini dirancang khusus untuk memitigasi gelombang kejut yang biasanya menghasilkan dentuman keras menjadi sekadar ‘dentuman lembut’ yang hampir tidak terdengar.

Contents
Mengatasi Masalah Klasik: Dari ‘Sonic Boom’ Menjadi ‘Sonic Thump’Teknologi eXternal Vision System (XVS) sebagai Solusi VisibilitasRencana Tur Nasional: Mengumpulkan Data Persepsi MasyarakatDampak Strategis bagi Industri Penerbangan dan Ekonomi GlobalPandangan ke Depan: Menuju Era Baru Transportasi Udara

Pentingnya proyek ini tidak bisa diremehkan, mengingat sejak tahun 1973, penerbangan supersonik komersial di atas daratan telah dilarang oleh regulator karena polusi suara yang dihasilkan sangat mengganggu kehidupan masyarakat. NASA kini tengah mempersiapkan fase krusial di mana teknologi ini tidak hanya diuji di laboratorium atau terowongan angin, tetapi langsung di langit terbuka melalui serangkaian uji coba terbang yang ekstensif. Kabar terbaru menyebutkan bahwa uji coba penerbangan supersonik senyap ini kemungkinan besar akan dilakukan dalam bentuk tur nasional untuk mengumpulkan data dari berbagai wilayah geografis. Langkah ini diambil guna memastikan bahwa teknologi yang dikembangkan benar-benar dapat diterima oleh masyarakat umum sebelum aturan mengenai penerbangan supersonik di atas daratan mulai dievaluasi kembali.

Julukan ‘Frankenjet’ yang melekat pada X-59 bukanlah tanpa alasan, melainkan sebuah bentuk apresiasi terhadap efisiensi desain dan teknik yang digunakan oleh para insinyur NASA dan Lockheed Martin. Alih-alih membangun seluruh komponen dari nol dengan biaya yang membengkak, pesawat ini merupakan ‘jahitan’ dari berbagai komponen pesawat jet tempur ternama yang sudah terbukti keandalannya. Penggunaan komponen dari berbagai platform pesawat yang sudah ada memungkinkan tim pengembang untuk lebih fokus pada inovasi utama, yaitu geometri aerodinamis yang mampu memecah gelombang suara. Pendekatan ini menunjukkan kecerdasan dalam manajemen proyek teknologi tingkat tinggi, di mana keandalan komponen lama dipadukan dengan desain visioner masa depan.

Secara teknis, X-59 mengintegrasikan berbagai bagian yang mungkin terdengar familiar bagi para antusias penerbangan militer di seluruh dunia. Roda pendaratan pesawat ini diambil dari jet tempur F-16, sementara mesin jet yang digunakan adalah General Electric F414-GE-100 yang juga menggerakkan F/A-18E/F Super Hornet. Selain itu, sistem pendukung lainnya seperti kanopi kokpit dan beberapa bagian interior berasal dari pesawat latih T-38 dan jet tempur F-15. Kombinasi unik ini menjadikan X-59 sebagai salah satu pesawat paling menarik yang pernah dirakit di fasilitas Skunk Works milik Lockheed Martin, sebuah tempat yang dikenal melahirkan pesawat-pesawat legendaris seperti SR-71 Blackbird.

Mengatasi Masalah Klasik: Dari ‘Sonic Boom’ Menjadi ‘Sonic Thump’

Masalah utama dari pesawat supersonik konvensional seperti Concorde adalah cara mereka berinteraksi dengan udara pada kecepatan tinggi yang menciptakan gelombang kejut yang saling bertabrakan. Saat pesawat terbang lebih cepat dari suara, udara tidak sempat menyingkir, sehingga terjadi penumpukan tekanan yang sangat ekstrem di bagian depan dan belakang pesawat. Ketika gelombang tekanan ini mencapai tanah, mereka bergabung menjadi satu ledakan ganda yang sangat keras, yang mampu menggetarkan jendela rumah hingga memicu alarm mobil di seluruh kota. NASA ingin mengubah paradigma ini dengan memanipulasi bentuk fisik pesawat agar gelombang kejut tersebut tidak pernah menyatu menjadi satu ledakan besar.

Inovasi utama pada X-59 terletak pada desain hidungnya yang sangat panjang dan tajam, yang membentang hampir sepertiga dari total panjang pesawat. Desain ini berfungsi untuk memisahkan gelombang kejut yang dihasilkan oleh berbagai bagian pesawat, seperti sayap, mesin, dan ekor, sehingga mereka tetap tersebar dan tidak berkumpul menjadi satu titik ledakan. Hasilnya, alih-alih suara ledakan yang memekakkan telinga, penduduk di darat hanya akan mendengar suara yang disebut sebagai sonic thump. Suara ini digambarkan setara dengan bunyi pintu mobil yang ditutup dari kejauhan atau suara guntur yang sangat jauh, yang jauh lebih bisa diterima secara akustik oleh telinga manusia.

Teknologi eXternal Vision System (XVS) sebagai Solusi Visibilitas

Salah satu konsekuensi dari desain hidung yang sangat panjang dan aerodinamis adalah hilangnya pandangan langsung pilot ke arah depan pesawat. Karena hidung X-59 begitu menonjol, kokpit pesawat harus diletakkan lebih rendah dan lebih jauh ke belakang, sehingga tidak memungkinkan adanya jendela depan konvensional. Untuk mengatasi tantangan keselamatan yang sangat krusial ini, NASA mengembangkan sistem revolusioner yang disebut eXternal Vision System (XVS). Sistem ini menggunakan kamera beresolusi tinggi yang dipasang di bagian depan pesawat untuk mengirimkan data visual secara real-time ke layar 4K yang terletak tepat di depan pilot.

Sistem XVS ini bukan sekadar kamera biasa, melainkan sebuah teknologi canggih yang menggabungkan visual nyata dengan data grafis penerbangan yang kompleks. Melalui layar ini, pilot dapat melihat lintasan penerbangan, posisi bandara, dan mendeteksi pesawat lain di sekitarnya dengan bantuan sensor augmented reality. Teknologi ini memastikan bahwa meskipun tidak ada jendela fisik di bagian depan, kesadaran situasional pilot tetap berada pada level tertinggi, bahkan melebihi apa yang bisa dilihat oleh mata manusia biasa. Implementasi XVS pada X-59 juga menjadi ajang pembuktian bagi teknologi navigasi masa depan yang mungkin akan diadopsi oleh pesawat komersial otonom atau jet bisnis generasi berikutnya.

Rencana Tur Nasional: Mengumpulkan Data Persepsi Masyarakat

Setelah serangkaian uji coba terbang awal di fasilitas terbatas, NASA berencana untuk membawa X-59 dalam sebuah ‘tur nasional’ yang akan melintasi berbagai kota di Amerika Serikat. Tujuan utama dari misi ini bukan sekadar pamer teknologi, melainkan untuk mengumpulkan data empiris mengenai bagaimana manusia di darat merespons suara sonic thump tersebut. NASA akan memasang ribuan sensor mikrofon di darat untuk mengukur tingkat kebisingan secara akurat, sementara ribuan sukarelawan dari masyarakat umum akan diminta untuk memberikan umpan balik mengenai suara yang mereka dengar. Data ini sangat penting karena persepsi manusia terhadap kebisingan seringkali bersifat subjektif dan dipengaruhi oleh lingkungan sekitar.

Data yang dikumpulkan dari tur nasional ini nantinya akan diserahkan kepada regulator penerbangan internasional, termasuk FAA (Federal Aviation Administration) dan ICAO (International Civil Aviation Organization). Harapannya, data ini dapat menjadi dasar ilmiah yang kuat untuk mengubah peraturan global yang saat ini melarang penerbangan supersonik di atas daratan. Jika NASA berhasil membuktikan bahwa X-59 dapat terbang dengan tenang tanpa mengganggu kenyamanan publik, maka jalan bagi kembalinya era transportasi supersonik komersial akan terbuka lebar. Belum ada konfirmasi resmi mengenai daftar kota mana saja yang akan dikunjungi, namun diperkirakan wilayah dengan populasi padat akan menjadi prioritas utama untuk pengujian ini.

Dampak Strategis bagi Industri Penerbangan dan Ekonomi Global

Kembalinya penerbangan supersonik diprediksi akan memberikan dampak ekonomi yang luar biasa signifikan terhadap konektivitas global dan efisiensi bisnis. Bayangkan seorang eksekutif atau tim medis darurat yang bisa melakukan perjalanan dari New York ke Los Angeles hanya dalam waktu kurang dari tiga jam, atau dari London ke New York dalam waktu yang sama. Kecepatan ini akan mengubah dinamika perdagangan internasional, di mana waktu adalah komoditas yang paling berharga. Selain itu, pengembangan teknologi supersonik senyap ini juga memicu persaingan sehat di antara perusahaan dirgantara swasta lainnya yang mulai melirik pasar jet bisnis supersonik.

  • Efisiensi Waktu: Mengurangi waktu perjalanan udara hingga 50%, memungkinkan mobilitas manusia yang lebih cepat antar benua.
  • Inovasi Material: Mendorong pengembangan material komposit baru yang lebih ringan dan tahan panas akibat gesekan udara pada kecepatan tinggi.
  • Pertumbuhan Ekonomi: Membuka segmen pasar baru dalam industri penerbangan kelas atas dan layanan pengiriman logistik super cepat.
  • Standar Lingkungan Baru: Menciptakan standar baru untuk emisi suara yang lebih ramah lingkungan dibandingkan teknologi supersonik masa lalu.

Meskipun X-59 adalah pesawat eksperimental dan bukan prototipe pesawat penumpang, teknologi yang diujinya akan menjadi cetak biru bagi pabrikan pesawat masa depan. Perusahaan seperti Boeing, Airbus, atau startup seperti Boom Supersonic akan sangat bergantung pada hasil riset NASA ini untuk merancang pesawat mereka sendiri. Dengan demikian, X-59 berfungsi sebagai laboratorium terbang yang menanggung risiko teknis paling besar demi kepentingan seluruh industri penerbangan. Keberhasilan proyek ini akan menandai berakhirnya era ‘keheningan supersonik’ yang telah berlangsung selama lebih dari setengah abad sejak pensiunnya Concorde.

Pandangan ke Depan: Menuju Era Baru Transportasi Udara

Meskipun optimisme sangat tinggi, jalan menuju adopsi massal penerbangan supersonik masih dipenuhi dengan berbagai tantangan teknis dan regulasi yang kompleks. Selain masalah kebisingan, efisiensi bahan bakar dan jejak karbon dari pesawat supersonik juga menjadi perhatian para aktivis lingkungan dan pembuat kebijakan. Pesawat yang terbang dengan kecepatan supersonik umumnya membutuhkan energi yang jauh lebih besar dibandingkan pesawat subsonik konvensional. Oleh karena itu, tantangan berikutnya bagi industri ini adalah bagaimana menyelaraskan kecepatan tinggi dengan prinsip keberlanjutan dan penggunaan bahan bakar penerbangan yang ramah lingkungan (Sustainable Aviation Fuel).

Sebagai penutup, X-59 QueSST bukan hanya tentang sebuah pesawat yang terbang cepat, tetapi tentang bagaimana manusia terus berusaha melampaui batasan fisika demi kemajuan peradaban. NASA telah menunjukkan bahwa dengan kreativitas, kolaborasi, dan kemauan untuk memanfaatkan aset yang ada, tantangan yang dianggap mustahil selama puluhan tahun bisa mulai menemukan solusinya. Kita mungkin masih harus menunggu beberapa tahun lagi sebelum bisa membeli tiket pesawat supersonik di bandara terdekat, namun melalui setiap detik penerbangan uji coba X-59, jarak antar kota di dunia ini terasa semakin dekat. Masa depan penerbangan sudah ada di depan mata, dan kali ini, ia datang dengan suara yang jauh lebih tenang dan bersahabat bagi telinga kita semua.

You Might Also Like

YouTube Shorts Makin “Gahar” Lawan TikTok: Hadirkan Fitur 2x Playback, Clear Mode, dan Kontrol Rekomendasi Pintar

Google Signature: Revolusi Baru Android yang Memungkinkan Pengguna Simpan Tanda Tangan Digital Secara Global

Revolusi Mengetik di Android: 3 Fitur Baru Gboard yang Siap Mengubah Segalanya!

T-Mobile Resmi Hapus Paket Telepon Lama, Siapkan Diri Untuk Kenaikan Tagihan Bulanan yang Tak Terelakkan

Dominasi Mutlak Dark Mode: Mengapa 75% Pengguna Gadget Kini Ogah Kembali ke Mode Terang?

TAGGED:#AviationIndustry#EksplorasiRuangAngkasa#FutureTech#IndustriTeknologi#InovasiTeknologi#MasaDepanTeknologi#TechNews#TeknologiAntariksa#TeknologiModern#UpdateTeknologiAeronauticsFlightTestNASASainsSupersonic

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Gempa Besar Industri Media: Comcast Resmi Pisahkan NBCUniversal dan Sky, Strategi Baru Hadapi Era Cord-Cutting
Next Article Flipper Devices Rilis The Busy Bar: Gadget Unik Untuk ‘Meretas’ Perhatian dan Mengusir Gangguan di Kantor
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Stay Connected

248.1kLike
54.3kFollow
10.3kSubscribe
39.5kFollow
banner banner
Create an Amazing Newspaper
Discover thousands of options, easy to customize layouts, one-click to import demo and much more.
Learn More

Latest News

Revolusi Privasi WhatsApp: Segera Pesan Username Anda untuk Melindungi Nomor Telepon dari Orang Asing
Aplikasi Mobile Media Sosial Privasi Digital Teknologi Komunikasi Update Teknologi
Bocoran Upgrade Baterai Xiaomi 18 Mulai Terungkap: Angin Segar Bagi Pengguna Flagship di Pasar Internasional?
Gadget Smartphone Teknologi Update Teknologi Xiaomi
Solusi Storage Penuh! Google Akhirnya Berikan Kendali Backup Aplikasi Android Secara Granular
Android Berita Teknologi Cloud Computing Google Smartphone
AYANEO Pocket Micro 2 Stok Terbatas? Kabar Baik Untuk Gamer, Batch Tambahan Segera Hadir di Pasar Global!
Gadget Gaming News Hardware Industri Game Retro Gaming
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Quick Link

  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise

Support

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

HeryArts NewsHeryArts News
Follow US
© 2022 HeryArts News Network. Company. All Rights Reserved.
Join Us!

Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..

[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?