By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
HeryArts NewsHeryArts NewsHeryArts News
  • Home
  • Tech News
    Tech NewsShow More
    Solusi Penyimpanan Raksasa: Seagate Expansion Desktop 20TB Diskon 32%, Jawaban untuk Masalah Kapasitas Data!
    13 Min Read
    Kapan Rick and Morty Season 9 Episode 6 Rilis? Bocoran Parodi David Lynch yang Siap Mengguncang Adult Swim dan HBO Max!
    9 Min Read
    Bocoran NYT Mini Crossword Rabu 24 Juni: Strategi Jitu dan Analisis Mendalam di Balik Fenomena Teka-Teki Silang Terpopuler
    12 Min Read
    Solusi Lengkap Wordle Hari Ini 24 Juni #1831: Bocoran Petunjuk, Jawaban, dan Trik Jitu Mengamankan Streak Anda!
    12 Min Read
    Rahasia NYT Strands Hari Ini 24 Juni: Panduan Strategi, Petunjuk Jitu, dan Solusi Lengkap Puzzle #843
    10 Min Read
  • AI News
    AI NewsShow More
    Tesla Bantah Tuduhan FSD Mematikan: Data Log Ungkap Kesalahan Fatal Pengemudi Salah Injak Pedal Gas
    11 Min Read
    Membongkar Rahasia Batasan 5 Jam Claude AI: Mengapa Pengguna Gratis Sering Terhenti dan Bagaimana Cara Mengatasinya?
    10 Min Read
    SpaceX Caplok Cursor Senilai $60 Miliar: Inilah Perbandingan Jujur Claude Code vs Cursor di Era Coding 2026
    10 Min Read
    Bukan Sekadar Benchmark: 12 Alasan Kuat Mengapa Claude Kini Mengungguli ChatGPT dalam Workflow Profesional Harian
    9 Min Read
    Claude Fable 5 Resmi Rilis: Inilah Model AI Tercanggih Anthropic dari Lini Mythos yang Siap Mengubah Peta Persaingan Global
    10 Min Read
  • Mobile
    MobileShow More
    AIB Guncang Sektor Perbankan: Rombak Total Aplikasi Mobile Setelah Satu Dekade Demi Pengalaman Finansial Paripurna
    12 Min Read
    Rahasia Layar Android Auto Lebih Berguna: 3 Aplikasi Sideload Terbaik untuk Nonton YouTube dan Browsing di Mobil
    11 Min Read
    Revolusi Gadget Lansia: Consumer Cellular Rilis SpeakEasy, Ponsel Khusus Usia 75+ yang Anti-Ribet!
    10 Min Read
    CatchCat: Eksperimen Game AR Bertema Kucing yang Berpotensi Viral Namun Disebut Sebagai Peluang yang Terbuang Sia-sia
    9 Min Read
    Bocoran Eksklusif Android 17 ‘Cinnamon Bun’: Revolusi Antarmuka dan Keamanan Super Ketat yang Siap Meluncur Juni 2026
    12 Min Read
  • Gadget
    GadgetShow More
    Kesempatan Langka! Pokémon TCG Chaos Rising Booster Bundle Turun Harga di Bawah $50 Saat Prime Day, Segera Amankan Koleksi Anda!
    9 Min Read
    Bocoran Harga Termurah! Pokémon Legends: Z-A untuk Switch 2 Diskon Gila-Gilaan di Amazon Prime Day, Hemat Hingga $25!
    10 Min Read
    Bye-Bye Biaya Langganan! Dapatkan Microsoft Office Pro 2021 Lisensi Seumur Hidup Hanya Dengan $30, Hemat Hingga 70 Persen
    10 Min Read
    Daftar Gadget Terbaik 2026 Sejauh Ini: Dominasi Apple dan Samsung Hingga Kejutan Inovasi dari Insta360, Shark, dan DJI
    14 Min Read
    Rahasia Hemat Tagihan Telepon: Mengupas 5 Penawaran SIM-Only Terbaik di Musim EOFY Australia untuk Kuota Melimpah Harga Murah
    12 Min Read
  • Software
    SoftwareShow More
    Bye-Bye Biaya Langganan! Dapatkan Microsoft Office Pro 2021 Lisensi Seumur Hidup Hanya Dengan $30, Hemat Hingga 70 Persen
    10 Min Read
    Transformasi Windows 11 Setelah 5 Tahun: Dari Awal yang Sulit Menjadi Sistem Operasi Terbaik Microsoft Dekade Ini
    14 Min Read
    Revolusi Privasi Mengetik: FUTO Swipe Hadir Sebagai Penantang Gboard dengan Model Gesture Typing yang 100% Lokal
    9 Min Read
    Mengenang Sosok Jenius di Balik Garis Gelombang Merah Microsoft Word: Inovasi Sederhana yang Mengubah Dunia Penulisan Digital Selamanya
    12 Min Read
    Ironi Inovasi di Silicon Valley: Kisah Developer yang Dipecat Google Gara-gara Ciptakan Google Workspace CLI
    10 Min Read
  • Gaming
    GamingShow More
    Kesempatan Langka! Pokémon TCG Chaos Rising Booster Bundle Turun Harga di Bawah $50 Saat Prime Day, Segera Amankan Koleksi Anda!
    9 Min Read
    Bocoran Harga Termurah! Pokémon Legends: Z-A untuk Switch 2 Diskon Gila-Gilaan di Amazon Prime Day, Hemat Hingga $25!
    10 Min Read
    Solusi Lengkap Wordle Hari Ini 24 Juni #1831: Bocoran Petunjuk, Jawaban, dan Trik Jitu Mengamankan Streak Anda!
    12 Min Read
    Rahasia NYT Strands Hari Ini 24 Juni: Panduan Strategi, Petunjuk Jitu, dan Solusi Lengkap Puzzle #843
    10 Min Read
    Bocoran NYT Strands 24 Juni 2026: Strategi Jitu, Petunjuk Tersembunyi, dan Jawaban Lengkap untuk Menguasai Teka-Teki Hari Ini
    10 Min Read
  • Education
    EducationShow More
    Revolusi Pendidikan Prabowo: Dari Sekolah Rakyat ke Era Digital, Strategi Besar Cetak SDM Unggul Indonesia
    11 Min Read
    Siasat Licik Siswa Kelabui Detektor AI: Mengenal Aplikasi ‘Humanizer’ dan ‘Autotyper’ yang Mengancam Integritas Akademik
    12 Min Read
    Gen Z Skeptis Terhadap AI: Mengapa Universitas Harus Berhenti Memaksakan Teknologi dan Mulai Mendengarkan Mahasiswa
    10 Min Read
    Misteri Adaptasi Gelap: Mengapa Mata Manusia Membutuhkan Waktu Lama untuk Melihat dalam Kegelapan?
    10 Min Read
    Kisah Luar Biasa Rohit Goeptar: Dari Kemiskinan di Suriname Menuju Puncak Karier di NASA
    11 Min Read
Search
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 HeryArts News Network. Company. All Rights Reserved.
Reading: Guncangan Hebat di Oracle: 21.000 Karyawan Terdepak Akibat Dominasi Kecerdasan Buatan
Share
Sign In
Notification Show More
Font ResizerAa
HeryArts NewsHeryArts News
Font ResizerAa
  • Home
  • Tech News
  • AI News
  • Mobile
  • Gadget
  • Software
  • Gaming
  • Education
Search
  • Home
  • Tech News
  • AI News
  • Mobile
  • Gadget
  • Software
  • Gaming
  • Education
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 HeryArts News Network. Company. All Rights Reserved.
HeryArts News > Blog > Cloud Computing > Guncangan Hebat di Oracle: 21.000 Karyawan Terdepak Akibat Dominasi Kecerdasan Buatan
Cloud ComputingIndustri TeknologiKecerdasan BuatanTech NewsTechnology

Guncangan Hebat di Oracle: 21.000 Karyawan Terdepak Akibat Dominasi Kecerdasan Buatan

Last updated: June 23, 2026 5:36 pm
heryarts
Share
SHARE

Dunia teknologi global kembali dikejutkan dengan kabar pahit yang datang dari salah satu raksasa perangkat lunak dan layanan awan terbesar di dunia, Oracle. Perusahaan yang selama puluhan tahun menjadi tulang punggung infrastruktur data banyak korporasi besar ini baru saja mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai pengurangan jumlah tenaga kerja mereka secara drastis dalam setahun terakhir. Fenomena ini bukan sekadar fluktuasi pasar biasa, melainkan sebuah sinyal kuat tentang bagaimana peta kekuatan industri sedang bergeser ke arah yang lebih otomatis dan efisien. Di tengah euforia kemajuan teknologi, ribuan individu harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan pekerjaan mereka dalam waktu yang relatif singkat. Pengumuman ini menciptakan gelombang kekhawatiran baru bagi para profesional di Silicon Valley dan seluruh ekosistem teknologi global yang bergantung pada stabilitas perusahaan besar seperti Oracle.

Contents
Bedah Angka: Penurunan Signifikan Jumlah Tenaga Kerja OracleDampak Terhadap Operasional GlobalKecerdasan Buatan: Sang Katalisator Perubahan di Balik PHKOtomatisasi di Sektor Cloud dan DatabaseTren Industri: Apakah Oracle Hanya Mengikuti Jejak Raksasa Lain?Implikasi Luas bagi Profesional IT di Seluruh DuniaMasa Depan Oracle: Menuju Perusahaan yang Lebih Ramping dan Cerdas

Laporan terbaru yang dirilis oleh perusahaan menunjukkan adanya penyusutan jumlah staf yang sangat signifikan, sebuah langkah yang disebut-sebut sebagai bagian dari restrukturisasi besar-besaran. Oracle mencatat bahwa jumlah total karyawan mereka kini berada di angka 141.000 orang, sebuah penurunan yang sangat kontras jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pada tahun lalu, perusahaan ini masih bangga dengan kekuatan 162.000 karyawan yang tersebar di berbagai belahan dunia untuk mendukung operasional bisnis mereka. Selisih 21.000 posisi yang hilang ini menggambarkan betapa masifnya perampingan yang dilakukan oleh manajemen demi menjaga daya saing di pasar yang semakin kompetitif. Angka ini mencerminkan hilangnya hampir 13 persen dari total tenaga kerja perusahaan hanya dalam kurun waktu dua belas bulan saja.

Bedah Angka: Penurunan Signifikan Jumlah Tenaga Kerja Oracle

Penurunan jumlah karyawan dari 162.000 menjadi 141.000 bukanlah sebuah keputusan yang diambil dalam semalam, melainkan hasil dari serangkaian kebijakan strategis yang agresif. Berdasarkan dokumen resmi yang diajukan ke otoritas bursa, Oracle secara konsisten melakukan pengurangan di berbagai departemen untuk menyelaraskan kembali sumber daya mereka. Meskipun perusahaan tetap menjadi pemimpin dalam pasar database dan Cloud Computing, beban biaya operasional dari jumlah karyawan yang besar tampaknya menjadi perhatian utama bagi para pemegang saham. Strategi efisiensi ini dilakukan untuk memastikan bahwa margin keuntungan tetap terjaga di tengah tekanan ekonomi makro yang tidak menentu. Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi mengenai rincian departemen mana saja yang paling terdampak oleh pemangkasan besar-besaran ini.

Dampak Terhadap Operasional Global

Dengan hilangnya 21.000 posisi, banyak pihak mempertanyakan bagaimana Oracle akan mempertahankan kualitas layanan pelanggan dan pengembangan produk mereka. Pengurangan tenaga kerja dalam skala ini biasanya berdampak pada kecepatan inovasi dan dukungan teknis di lapangan, terutama untuk proyek-proyek warisan yang masih membutuhkan sentuhan manusia. Namun, manajemen tampaknya sangat percaya diri bahwa proses bisnis mereka dapat tetap berjalan dengan bantuan alat-alat baru yang lebih canggih. Para analis pasar melihat langkah ini sebagai upaya untuk mengubah profil perusahaan menjadi entitas yang lebih ramping dan gesit. Meskipun demikian, beban kerja bagi karyawan yang tersisa diprediksi akan meningkat secara signifikan seiring dengan hilangnya rekan kerja mereka dalam jumlah besar.

Kecerdasan Buatan: Sang Katalisator Perubahan di Balik PHK

Salah satu poin paling krusial yang diungkapkan dalam laporan tersebut adalah pengakuan perusahaan mengenai peran Artificial Intelligence (AI) sebagai salah satu alasan utama di balik pengurangan staf. Oracle secara eksplisit menyebutkan bahwa integrasi Kecerdasan Buatan ke dalam proses internal mereka telah memungkinkan otomatisasi banyak tugas yang sebelumnya dilakukan secara manual oleh manusia. Fenomena ini membuktikan bahwa janji efisiensi yang ditawarkan oleh AI bukan sekadar gimik pemasaran, melainkan realitas yang memiliki konsekuensi nyata bagi tenaga kerja manusia. Perusahaan kini lebih memilih untuk menginvestasikan modal mereka pada pengembangan algoritma dan infrastruktur pintar daripada mempertahankan jumlah staf yang besar. Langkah ini menandai era baru di mana keahlian manusia mulai digantikan oleh kecepatan dan ketepatan mesin dalam mengelola data skala besar.

Otomatisasi di Sektor Cloud dan Database

Dalam konteks teknis, penggunaan Generative AI dan model pembelajaran mesin telah merevolusi cara Oracle mengelola pusat data dan layanan awan mereka. Tugas-tugas rutin seperti pemantauan sistem, deteksi kesalahan, hingga pengoptimalan kueri database kini dapat ditangani secara otonom oleh sistem cerdas. Hal ini mengurangi kebutuhan akan administrator sistem dan teknisi pendukung dalam jumlah banyak, yang selama ini menjadi bagian besar dari struktur biaya perusahaan. Dengan mengadopsi teknologi otonom, perusahaan mengklaim dapat memberikan layanan yang lebih stabil dengan risiko kesalahan manusia yang lebih minim. Namun, bagi para pekerja IT tradisional, ini adalah pengingat keras bahwa kemampuan untuk beradaptasi dengan teknologi baru adalah syarat mutlak untuk bertahan di industri ini.

Tren Industri: Apakah Oracle Hanya Mengikuti Jejak Raksasa Lain?

Langkah yang diambil oleh Oracle sebenarnya merupakan bagian dari tren yang lebih luas yang sedang melanda industri teknologi global saat ini. Sejak akhir tahun lalu, banyak perusahaan Big Tech lainnya juga telah mengumumkan PHK Massal dengan alasan yang hampir serupa, yaitu efisiensi dan pergeseran fokus ke AI. Nama-nama besar seperti Microsoft, Google, dan Amazon telah lebih dulu melakukan langkah pengurangan staf untuk menyelaraskan kembali prioritas bisnis mereka di era pasca-pandemi. Oracle tampaknya tidak ingin ketinggalan dalam perlombaan menuju efisiensi maksimal demi memuaskan ekspektasi para investor di Wall Street. Strategi ini menunjukkan bahwa ukuran kesuksesan perusahaan teknologi kini tidak lagi diukur dari seberapa banyak karyawan yang dimiliki, melainkan seberapa cerdas perusahaan tersebut memanfaatkan teknologi otomatisasi.

Perbandingan dengan kompetitor menunjukkan bahwa Oracle mengambil langkah yang cukup drastis dibandingkan dengan persentase pengurangan staf di perusahaan sejenis. Jika perusahaan lain mungkin hanya memangkas 5 hingga 10 persen tenaga kerja, pengurangan 21.000 orang di Oracle mencapai angka yang cukup mencolok dalam skala industri. Hal ini mencerminkan betapa mendalamnya transformasi yang sedang diupayakan oleh Larry Ellison dan tim manajemennya untuk mengubah wajah perusahaan. Fokus utama kini dialihkan pada pengembangan layanan Cloud Computing yang lebih terintegrasi dengan AI untuk menantang dominasi AWS dan Azure. Persaingan di pasar awan yang semakin sengit memaksa setiap pemain untuk membuang beban yang dianggap tidak lagi memberikan nilai tambah yang signifikan secara finansial.

Implikasi Luas bagi Profesional IT di Seluruh Dunia

Kabar mengenai PHK di Oracle ini memberikan dampak psikologis yang cukup besar bagi para profesional IT, baik yang berada di dalam maupun di luar perusahaan tersebut. Banyak pekerja kini merasa bahwa keamanan kerja di sektor teknologi tidak lagi sekuat dulu, bahkan di perusahaan yang sudah mapan sekalipun. Hal ini memicu gelombang baru dalam dunia pendidikan dan pelatihan kerja, di mana fokus beralih pada penguasaan teknologi Kecerdasan Buatan dan manajemen data tingkat lanjut. Para ahli menyarankan agar tenaga kerja mulai melatih diri dengan keterampilan yang sulit digantikan oleh AI, seperti pemecahan masalah kompleks dan kreativitas strategis. Tanpa adanya peningkatan kapasitas diri, risiko tergeser oleh sistem otomatisasi akan terus menghantui setiap lini pekerjaan di masa depan.

“Pengurangan tenaga kerja ini adalah refleksi dari perubahan mendasar dalam cara kita bekerja. Di era di mana AI bisa melakukan tugas teknis dalam hitungan detik, peran manusia harus bergeser ke arah yang lebih strategis dan bernilai tinggi.”

Selain dampak pada individu, kebijakan ini juga memengaruhi dinamika pasar tenaga kerja secara keseluruhan, di mana persaingan untuk mendapatkan posisi yang tersisa menjadi jauh lebih ketat. Banyak talenta berbakat yang kini membanjiri pasar kerja, yang di satu sisi memberikan keuntungan bagi startup yang sedang mencari tenaga ahli, namun di sisi lain menurunkan daya tawar pekerja secara umum. Perusahaan-perusahaan kini memiliki standar yang jauh lebih tinggi dalam merekrut anggota tim baru, dengan penekanan pada efisiensi dan multifungsi. Kondisi ini menuntut adanya ekosistem pendukung, seperti kebijakan pemerintah dan program pelatihan ulang, untuk membantu para pekerja yang terdampak transisi teknologi ini agar tetap bisa berkontribusi dalam ekonomi digital.

Masa Depan Oracle: Menuju Perusahaan yang Lebih Ramping dan Cerdas

Melihat ke depan, Oracle diprediksi akan terus memperkuat posisinya sebagai perusahaan yang digerakkan oleh teknologi otomatisasi penuh. Pengurangan 21.000 karyawan ini kemungkinan besar hanyalah awal dari fase baru di mana perusahaan akan lebih banyak mengandalkan kemitraan strategis dan infrastruktur berbasis AI. Fokus pada Inovasi Teknologi akan menjadi kunci utama bagi perusahaan untuk mempertahankan pangsa pasar mereka di tengah gempuran kompetitor baru yang lebih lincah. Meskipun secara finansial langkah ini mungkin terlihat positif bagi laporan laba rugi perusahaan, tantangan sesungguhnya adalah mempertahankan budaya inovasi tanpa kehadiran ribuan talenta yang telah pergi. Manajemen harus mampu membuktikan bahwa dengan staf yang lebih sedikit, mereka tetap bisa memberikan nilai yang lebih besar bagi para pelanggan mereka.

Secara keseluruhan, fenomena PHK di Oracle adalah pengingat bahwa transformasi digital memiliki dua sisi mata uang yang berbeda. Di satu sisi, ia menjanjikan kemajuan dan efisiensi yang luar biasa bagi bisnis dan ekonomi secara global melalui Kecerdasan Buatan. Namun di sisi lain, ia menuntut pengorbanan yang besar dari sisi kemanusiaan dan stabilitas sosial bagi mereka yang tidak siap menghadapi perubahan. Masa depan industri teknologi akan sangat bergantung pada bagaimana perusahaan-perusahaan raksasa ini menyeimbangkan antara ambisi teknologi dan tanggung jawab terhadap tenaga kerja mereka. Bagi masyarakat luas, ini adalah momen penting untuk memahami bahwa literasi digital dan kemampuan beradaptasi bukan lagi pilihan, melainkan sebuah kebutuhan dasar untuk bertahan di abad ke-21 yang penuh dengan ketidakpastian.

You Might Also Like

Blackstone Siapkan Rp480 Triliun Bangun Data Center AI di Jepang: Gebrakan Raksasa di Tengah Isu Bubble Teknologi

Agility Robotics Siap Guncang Bursa Saham! Startup Robot Bipedal ‘Digit’ Bidik Valuasi Fantastis $2,5 Miliar Lewat Jalur SPAC

Ambisi Besar Korea Selatan: Percepat Pembangunan Cluster Chip Kedua 10 Tahun Lebih Awal Demi Dominasi AI Global!

Krisis AI Global: Legion LegalTech Gugat Pemerintah AS Akibat Pemblokiran Anthropic Fable 5 dan Mythos 5 yang Melumpuhkan Industri

Guncang Keamanan Nasional! Model AI Mythos Milik Anthropic Berhasil Temukan Celah Rahasia di Sistem Terklasifikasi Pemerintah AS

TAGGED:#ArtificialIntelligence#Automasi#BigTech#IndustriTeknologi#KaryawanIT#KecerdasanBuatan#LayananCloud#Oracle#TechNews#TransformasiDigitalCloudComputingEfisiensiKerjaEkonomiDigitalMasaDepanKerjaPHKMassal

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Bukan Pake GPU! Rahasia China Rebut Posisi Puncak Superkomputer Tercepat di Dunia Terungkap
Next Article Dewan Pengawas Meta Bongkar Celah Keamanan: Pengguna Biasa Jadi Target Empuk Deepfake AI Seksual
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Stay Connected

248.1kLike
54.3kFollow
10.3kSubscribe
39.5kFollow
banner banner
Create an Amazing Newspaper
Discover thousands of options, easy to customize layouts, one-click to import demo and much more.
Learn More

Latest News

Strategi Agresif AS Depak Huawei: Lelang Spektrum FCC Raup $3,5 Miliar Demi Amankan Jaringan Nasional
China Tech Internasional Keamanan Siber Kebijakan Publik Teknologi
YouTube Akhiri Drama Hukum: Google Pilih Damai dalam Kasus Kecanduan Media Sosial Remaja, Bagaimana Nasib Meta dan TikTok?
Bisnis Gaya Hidup Digital Keamanan Siber Media Sosial Teknologi
Masayoshi Son Pasang Badan: Sebut Tudingan ‘Bubble’ AI Sebagai Penghinaan Bagi Revolusi Masa Depan
Artificial Intelligence Bisnis Ekonomi Digital Inovasi Teknologi Kecerdasan Buatan
Manuver Raksasa Samsung: Buyback Saham Fantastis 90 Triliun Won Demi Bonus Karyawan Chip dan Stabilitas Pasar!
Bisnis Ekonomi Digital Industri Teknologi Investasi Samsung
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Quick Link

  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise

Support

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

HeryArts NewsHeryArts News
Follow US
© 2022 HeryArts News Network. Company. All Rights Reserved.
Join Us!

Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..

[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?