By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
HeryArts NewsHeryArts NewsHeryArts News
  • Home
  • Tech News
    Tech NewsShow More
    Jangan Sampai Menyesal! Samsung Galaxy S26 Plus Turun Harga Drastis di Prime Day 2026, Penawaran Terendah Sepanjang Masa
    12 Min Read
    Akhirnya Diperbaiki! Google Luncurkan Patch Resmi untuk Atasi Gangguan SiriusXM di Berbagai Smart Speaker Nest
    9 Min Read
    Jam-Jam Terakhir Amazon Prime Day 2026: Apple Naikkan Harga Resmi, Tapi Amazon Masih Obral AirPods dan MacBook di Harga Terendah!
    12 Min Read
    Netflix Makin Merepotkan! Kebijakan Baru Wajibkan Setiap Profil Punya Email Unik: Akhir dari Era Berbagi Akun yang Nyaman?
    12 Min Read
    3 Serial HBO Max Paling Underrated dengan Skor Rotten Tomatoes 100% yang Wajib Anda Tonton Akhir Pekan Ini
    10 Min Read
  • AI News
    AI NewsShow More
    Menguak Tabir Debat AI Safety: Mengapa Diskusi Sebenarnya Tentang Keamanan Kecerdasan Buatan Justru Tenggelam dalam Hiruk-Pikuk Industri?
    13 Min Read
    AS Perketat Kendali AI: Setelah Anthropic, Kini Giliran GPT-5.6 OpenAI yang Terkena Pembatasan Pemerintahan Trump
    9 Min Read
    Rahasia Skalabilitas Model AI Raksasa: Mengenal Micro-DDP, Teknik Distribusi Beban Kerja yang Mengubah Aturan Main
    11 Min Read
    ElevenLabs Adopsi Google SynthID: Solusi Mutakhir Deteksi Deepfake Audio yang Semakin Sulit Dibedakan dari Suara Manusia Asli
    9 Min Read
    Terobosan MRAgent: Framework Memori AI Baru yang Mampu Memangkas Konsumsi Token Hingga 96 Persen
    12 Min Read
  • Mobile
    MobileShow More
    Revolusi Digital Detox: Aplikasi UltraPod Ubah iPhone Canggih Menjadi ‘Dumbphone’ Musik Bergaya iPod Retro
    10 Min Read
    Lupakan iPhone 13 Mini! Enough Phone Hadir Sebagai Smartphone Super Kompak 5.2 Inci dengan Baterai Monster dan Desain Modular
    10 Min Read
    Commodore Callback 8020: Ponsel Flip Retro yang Picu Kontroversi Harga, Akhirnya Menyerah pada Tekanan Pasar?
    10 Min Read
    Vivo X Fold6 Resmi Meluncur: Baterai Monster 7.000 mAh dan Layar 5.000 Nits Siap Tumbangkan Dominasi Samsung Galaxy Z Fold7 di Pasar Global
    11 Min Read
    Rahasia di Balik Konkurensi Dart: Mengapa Banyak Developer Flutter Salah Paham Soal Event Loop, Streams, dan Isolates?
    8 Min Read
  • Gadget
    GadgetShow More
    Diskon Gila 46%! Samsung Galaxy Tab A11 Plus Jadi Primadona Prime Day: Teman Perjalanan Digital Paling Sempurna?
    10 Min Read
    Lupakan Google Home! Amazon Echo Studio Banting Harga $45, Tawarkan Kualitas Audio Premium dan Fitur Alexa Tercanggih Saat Ini
    11 Min Read
    Update Perdana Fitbit Air Resmi Meluncur: Google Siapkan Perbaikan Besar untuk Masalah Awal yang Dikeluhkan Pengguna
    9 Min Read
    Apple Naikkan Harga iPad Air Secara Signifikan, Tablet Samsung Ini Muncul Sebagai Solusi Hemat dengan Potongan Harga Gila-gilaan!
    11 Min Read
    Bosan dengan Layar Raksasa? Inilah Deretan Smartphone Kecil Terbaik yang Sedang Diskon Besar Minggu Ini!
    11 Min Read
  • Software
    SoftwareShow More
    Rindu Sensasi Kertas? Aplikasi Paperman Ubah Layar Mac dan Windows Jadi Bertekstur Analog yang Nyaman di Mata
    8 Min Read
    Transformasi Sempurna: Cara Mengubah Tampilan Linux Menjadi Windows 11 Secara Gratis Hanya dengan Zorin OS
    13 Min Read
    Akrites: Koalisi Raksasa Teknologi Dunia Bersatu Lindungi Open-Source dari Ancaman Eksploitasi Berbasis AI
    10 Min Read
    Intel ISPC 1.31 Resmi Meluncur: Siapkan Karpet Merah untuk Nova Lake dan Kejutan Dukungan PowerPC 64-bit
    10 Min Read
    Revolusi Performa Grafis Linux: Intel Resmi Aktifkan Descriptor Heaps Secara Default pada Driver Vulkan ANV
    11 Min Read
  • Gaming
    GamingShow More
    Gebrakan Gigabyte Aero X16: Laptop Gaming Monster dengan RTX 5060 dan Ryzen AI 7 350 Kini Diskon 21%!
    10 Min Read
    PC Gaming 4K Impian Jadi Nyata! iBuyPower Y40 dengan Ryzen 7 9800X3D dan RX 9070 XT Diskon Drastis $750
    13 Min Read
    Halo Campaign Evolved Siap Gebrak Industri: Remake Ambisius yang Mempertahankan Seluruh Konten Orisinal dengan Sentuhan Modern Shooter
    10 Min Read
    Revolusi Gaming di Linux: DXVK 3.0 Resmi Rilis dengan Pembaruan Shader DXBC-SPIRV dan Performa Lebih Stabil!
    16 Min Read
    Panduan Lengkap Membuka Easter Egg Song ‘Evencry’ di Map Kowakujo Black Ops 7 Zombies: Lokasi Rahasia Headset Mister Peeks Terungkap!
    11 Min Read
  • Education
    EducationShow More
    Pelajaran Berharga dari Toy Story 5: Mengapa Anda Harus Memberi Anak Kindle Kids Edition dan Bukan Tablet ‘Brainrot’ di Prime Day Kali Ini
    10 Min Read
    PaperTok: Inovasi AI Peneliti University of Washington yang Ubah Jurnal Ilmiah Menjadi Video ala TikTok
    11 Min Read
    Mosyle@Home Hadir Sebagai Solusi Revolusioner Manajemen Screen Time iPad dan Mac Sekolah untuk Orang Tua
    9 Min Read
    Avmira Raih Skor Proof of Usefulness 21.71: Revolusi Platform Edukasi Digital Berbasis AI untuk Developer Masa Depan
    14 Min Read
    Revolusi Pendidikan Prabowo: Dari Sekolah Rakyat ke Era Digital, Strategi Besar Cetak SDM Unggul Indonesia
    11 Min Read
Search
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 HeryArts News Network. Company. All Rights Reserved.
Reading: Guncang Dunia AI! New York Times Tuding Supercomputer Microsoft Sebagai Mesin Pencuri Hak Cipta Masif untuk OpenAI
Share
Sign In
Notification Show More
Font ResizerAa
HeryArts NewsHeryArts News
Font ResizerAa
  • Home
  • Tech News
  • AI News
  • Mobile
  • Gadget
  • Software
  • Gaming
  • Education
Search
  • Home
  • Tech News
  • AI News
  • Mobile
  • Gadget
  • Software
  • Gaming
  • Education
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 HeryArts News Network. Company. All Rights Reserved.
HeryArts News > Blog > Berita Teknologi > Guncang Dunia AI! New York Times Tuding Supercomputer Microsoft Sebagai Mesin Pencuri Hak Cipta Masif untuk OpenAI
Berita TeknologiBisnis InternasionalIndustri TeknologiInovasi TeknologiKecerdasan Buatan

Guncang Dunia AI! New York Times Tuding Supercomputer Microsoft Sebagai Mesin Pencuri Hak Cipta Masif untuk OpenAI

Last updated: June 27, 2026 3:40 am
heryarts
Share
SHARE

Pertempuran hukum paling krusial di era digital antara raksasa media New York Times (NYT) melawan aliansi Microsoft dan OpenAI kini memasuki babak baru yang jauh lebih agresif dan teknis. NYT secara resmi memperluas klaim hukum mereka dengan menuding bahwa Microsoft bukan sekadar investor pasif, melainkan arsitek utama di balik pembangunan infrastruktur superkomputer yang dirancang khusus untuk melanggar hak cipta secara sistematis. Langkah hukum ini menjadi sorotan dunia karena menargetkan jantung dari pengembangan teknologi Artificial Intelligence, yakni perangkat keras yang memungkinkan model bahasa besar (LLM) seperti ChatGPT untuk memproses data dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sebagai jurnalis investigasi, kita melihat ini bukan sekadar sengketa royalti biasa, melainkan sebuah upaya untuk membuktikan bahwa teknologi canggih tersebut dibangun di atas fondasi eksploitasi karya intelektual tanpa izin.

Contents
Supercomputer Microsoft: Mesin di Balik Pelanggaran Hak CiptaDampak Putusan Mahkamah Agung Terkait Sony terhadap Strategi NYTMengapa Strategi Hukum Ini Berubah Sekarang?Peran Microsoft: Lebih dari Sekadar Investor bagi OpenAIDetail Teknis Pelatihan Model AI dan Pelanggaran Hak CiptaImplikasi Luas bagi Industri Media dan TeknologiPandangan ke Depan: Masa Depan Hubungan Media dan AI

Perubahan strategi hukum yang dilakukan oleh New York Times ini terjadi sebagai respons langsung terhadap dinamika terbaru di Mahkamah Agung Amerika Serikat (SCOTUS). NYT dilaporkan telah menggeser fokus klaim pelanggaran hak cipta mereka terhadap OpenAI dan Microsoft setelah munculnya interpretasi hukum baru yang merujuk pada preseden kasus hukum yang melibatkan Sony. Fokus utama NYT kini adalah membuktikan bahwa Microsoft secara sadar membangun dan mengoperasikan mesin komputasi yang fungsi utamanya adalah memanen data berhak cipta milik NYT untuk melatih model-model AI milik OpenAI. Dengan mengaitkan perangkat keras secara langsung dengan tindakan pelanggaran, NYT mencoba menutup celah pembelaan yang selama ini digunakan oleh perusahaan teknologi mengenai penggunaan yang adil atau Fair Use.

Supercomputer Microsoft: Mesin di Balik Pelanggaran Hak Cipta

Dalam dokumen gugatan yang diperbarui, New York Times memberikan penekanan khusus pada peran infrastruktur fisik yang disediakan oleh Microsoft. Microsoft diketahui telah menginvestasikan miliaran dolar untuk membangun superkomputer khusus di platform cloud Azure mereka yang didedikasikan sepenuhnya untuk kebutuhan pelatihan model-model OpenAI. NYT berargumen bahwa tanpa keberadaan superkomputer ini, OpenAI tidak akan memiliki kemampuan teknis untuk menyalin, menyimpan, dan memproses jutaan artikel berita yang menjadi aset intelektual berharga milik mereka. Strategi ini sangat cerdas karena menyerang rantai pasokan teknologi AI dari sisi hulu, di mana perangkat keras dianggap sebagai instrumen utama yang memfasilitasi terjadinya pelanggaran hak cipta dalam skala industri.

Lebih lanjut, NYT mengeklaim bahwa spesifikasi teknis dari superkomputer tersebut dioptimalkan secara sengaja untuk melakukan penelusuran (scraping) dan pemrosesan data yang mencakup seluruh arsip digital New York Times selama puluhan tahun. Superkomputer ini dianggap sebagai “mesin fotokopi raksasa” di abad ke-21 yang bekerja tanpa henti untuk mereplikasi gaya bahasa, fakta, dan struktur berita yang dihasilkan oleh ribuan jurnalis profesional. Pihak NYT menegaskan bahwa Microsoft memiliki kendali penuh atas infrastruktur ini dan seharusnya memiliki tanggung jawab hukum untuk memastikan bahwa mesin tersebut tidak digunakan untuk kegiatan ilegal. Belum ada konfirmasi resmi mengenai rincian teknis spesifik dari arsitektur superkomputer tersebut di dalam dokumen publik, namun NYT yakin bukti-bukti di persidangan akan mengungkap keterlibatan mendalam Microsoft.

Dampak Putusan Mahkamah Agung Terkait Sony terhadap Strategi NYT

Pergeseran argumen hukum NYT sangat dipengaruhi oleh bagaimana Mahkamah Agung AS menangani kasus-kasus pelanggaran hak cipta sekunder, terutama yang melibatkan teknologi baru. Referensi terhadap putusan SCOTUS yang melibatkan Sony menjadi kunci, di mana pengadilan sebelumnya memberikan perlindungan kepada produsen teknologi jika perangkat mereka memiliki penggunaan non-pelanggaran yang substansial (seperti kasus Betamax). Namun, NYT kini mencoba membalikkan logika tersebut dengan berargumen bahwa dalam konteks kerja sama spesifik ini, superkomputer Microsoft dibangun dengan tujuan utama yang melanggar hukum. Mereka ingin membuktikan bahwa tidak ada fungsi yang benar-benar independen dari mesin tersebut selain untuk memperkuat model AI yang dilatih menggunakan data curian.

Mengapa Strategi Hukum Ini Berubah Sekarang?

Keputusan NYT untuk mengubah arah gugatannya menunjukkan bahwa mereka sedang beradaptasi dengan lanskap hukum yang sangat dinamis di Amerika Serikat. Dengan menargetkan Microsoft sebagai penyedia infrastruktur, NYT berharap dapat menarik tanggung jawab hukum ke entitas yang memiliki aset finansial jauh lebih besar daripada OpenAI. Selain itu, strategi ini bertujuan untuk menciptakan preseden baru di mana perusahaan penyedia layanan cloud dapat dimintai pertanggungjawaban jika mereka menyediakan sarana khusus untuk aktivitas yang melanggar hak cipta. Ini adalah langkah berisiko tinggi yang dapat mengubah cara seluruh industri Cloud Computing beroperasi di masa depan, terutama dalam mendukung startup AI.

Peran Microsoft: Lebih dari Sekadar Investor bagi OpenAI

Hubungan antara Microsoft dan OpenAI sering kali digambarkan sebagai kemitraan strategis, namun NYT melihatnya sebagai kolaborasi yang jauh lebih gelap. Dalam pandangan NYT, Microsoft bukan hanya memberikan pendanaan, tetapi juga secara aktif terlibat dalam proses teknis yang menyebabkan konten NYT disalahgunakan. Microsoft menyediakan tenaga ahli, perangkat lunak sistem, dan kapasitas server yang memungkinkan OpenAI menjalankan algoritma pelatihan pada dataset yang mengandung materi berhak cipta. Keterlibatan aktif ini dianggap sebagai bentuk kontribusi langsung terhadap pelanggaran hak cipta yang melampaui batas-batas investasi bisnis yang sah.

“Microsoft tidak hanya membangun panggung untuk OpenAI, mereka membangun mesin yang secara otomatis mengambil karya orang lain untuk keuntungan komersial mereka sendiri tanpa kompensasi yang adil.”

Argumen ini didukung oleh fakta bahwa Microsoft telah mengintegrasikan teknologi OpenAI secara mendalam ke dalam produk-produk mereka sendiri, seperti Bing Search dan Copilot. Dengan melakukan hal ini, Microsoft dianggap mendapatkan keuntungan finansial langsung dari hasil pelanggaran hak cipta yang difasilitasi oleh superkomputer mereka. NYT berupaya menunjukkan bahwa ada siklus komersial yang tertutup di mana konten berita berkualitas tinggi diambil secara gratis, diproses oleh mesin Microsoft, dan kemudian dijual kembali kepada publik sebagai layanan AI berbayar. Hal ini, menurut NYT, secara langsung merusak model bisnis jurnalisme yang mengandalkan langganan dan pendapatan iklan digital.

Detail Teknis Pelatihan Model AI dan Pelanggaran Hak Cipta

Pelatihan model bahasa besar seperti GPT-4 memerlukan dataset yang sangat masif, dan arsip New York Times dianggap sebagai salah satu sumber data berkualitas tinggi yang paling dicari. NYT mengeklaim bahwa proses pelatihan ini melibatkan pembuatan salinan digital dari artikel-artikel mereka di dalam memori dan penyimpanan superkomputer Microsoft. Setiap kali model AI “belajar” dari sebuah artikel, terjadi tindakan reproduksi karya yang menurut undang-undang hak cipta memerlukan izin dari pemegang hak siar. NYT menekankan bahwa Microsoft mengetahui proses ini terjadi di dalam infrastruktur Azure mereka namun tetap melanjutkan kerja sama tersebut demi mengejar dominasi di pasar Generative AI.

Aspek teknis lainnya yang dipermasalahkan adalah bagaimana model AI dapat menghasilkan kutipan yang hampir identik dengan artikel asli NYT saat diberikan perintah (prompt) tertentu. Fenomena yang dikenal sebagai “regurgitasi” ini dianggap sebagai bukti nyata bahwa data NYT disimpan secara permanen dalam bentuk bobot parameter di dalam model AI. Microsoft dan OpenAI sering berargumen bahwa ini adalah kesalahan teknis yang jarang terjadi, namun NYT bersikeras bahwa ini adalah fitur bawaan dari sistem yang dirancang untuk meniru karya manusia secara ilegal. Masalah teknis ini menjadi inti dari perdebatan apakah AI benar-benar “belajar” atau sekadar melakukan kompresi data yang melanggar hak cipta.

Implikasi Luas bagi Industri Media dan Teknologi

Jika New York Times berhasil memenangkan gugatan ini atau setidaknya memaksa Microsoft untuk melakukan penyelesaian besar, dampaknya akan terasa di seluruh industri teknologi global. Perusahaan AI mungkin harus membayar biaya lisensi yang sangat mahal untuk setiap data yang mereka gunakan, yang bisa menghambat laju inovasi atau meningkatkan biaya layanan AI bagi pengguna akhir. Di sisi lain, kemenangan NYT akan menjadi pelindung bagi industri media yang selama ini merasa terancam oleh kemunculan teknologi yang dapat merangkum dan menggantikan peran berita orisinal. Ini adalah perjuangan untuk menentukan nilai ekonomi dari informasi berkualitas di era automatisasi.

  • Kedaulatan Digital: Kasus ini akan menentukan siapa yang sebenarnya memiliki kendali atas data di internet.
  • Model Bisnis Baru: Perusahaan teknologi mungkin perlu menciptakan sistem pembayaran mikro atau royalti otomatis untuk pemilik konten.
  • Regulasi AI: Pemerintah kemungkinan besar akan mempercepat pembentukan undang-undang yang mengatur dataset pelatihan AI.
  • Etika Digital: Transparansi mengenai sumber data yang digunakan untuk melatih AI akan menjadi standar industri yang wajib.

Pandangan ke Depan: Masa Depan Hubungan Media dan AI

Kasus New York Times melawan Microsoft dan OpenAI ini diprediksi akan berlangsung selama bertahun-tahun dan kemungkinan besar akan berakhir kembali di Mahkamah Agung. Hasil dari persidangan ini akan menjadi kompas bagi hubungan antara raksasa teknologi dan penyedia konten di masa depan. Jika pengadilan berpihak pada NYT, kita mungkin akan melihat akhir dari era data gratis untuk pelatihan AI, di mana setiap byte informasi harus dipertanggungjawabkan secara hukum. Namun, jika Microsoft menang, industri AI akan memiliki jalur hijau untuk terus berkembang dengan memanfaatkan data publik secara luas di bawah payung Fair Use.

Secara keseluruhan, gugatan yang diperbarui ini menunjukkan bahwa New York Times tidak akan mundur dalam melindungi warisan intelektualnya. Dengan menuding superkomputer Microsoft sebagai alat pelanggaran, mereka telah menaikkan taruhan dalam perang hak cipta ini ke level infrastruktur yang lebih fundamental. Dunia kini menunggu bagaimana Microsoft dan OpenAI akan menanggapi klaim teknis yang mendalam ini di hadapan hukum. Satu hal yang pasti, masa depan Kecerdasan Buatan tidak akan pernah sama lagi setelah putusan final kasus ini diketok, karena ia akan menentukan batas-batas legalitas inovasi di atas karya manusia.

You Might Also Like

Revolusi AI 2026: 10 Paper Hugging Face Paling Fenomenal yang Mengubah Robotika, Video 4D, dan Memori Pintar!

Lupakan Google Home! Amazon Echo Studio Banting Harga $45, Tawarkan Kualitas Audio Premium dan Fitur Alexa Tercanggih Saat Ini

Update Perdana Fitbit Air Resmi Meluncur: Google Siapkan Perbaikan Besar untuk Masalah Awal yang Dikeluhkan Pengguna

Apple Naikkan Harga iPad Air Secara Signifikan, Tablet Samsung Ini Muncul Sebagai Solusi Hemat dengan Potongan Harga Gila-gilaan!

Bosan dengan Layar Raksasa? Inilah Deretan Smartphone Kecil Terbaik yang Sedang Diskon Besar Minggu Ini!

TAGGED:#ArtificialIntelligence#BigTech#BisnisInternasional#GenerativeAI#GugatanHukum#InovasiTeknologi#KecerdasanBuatan#NYT#Supercomputer#TeknologiMasaDepan#UpdateTeknologiBeritaTeknologiHakCiptaMicrosoftOpenAI

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Perang Digital Memanas: Rusia Desak Warga Buang iPhone dan Pindah ke Android Setelah Apple Blokir Aplikasi Vital
Next Article Skandal Transparansi FCC: Brendan Carr Diduga Sembunyikan Pesan Rahasia dengan Elon Musk dan DOGE
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Stay Connected

248.1kLike
54.3kFollow
10.3kSubscribe
39.5kFollow
banner banner
Create an Amazing Newspaper
Discover thousands of options, easy to customize layouts, one-click to import demo and much more.
Learn More

Latest News

Diskon Gila 46%! Samsung Galaxy Tab A11 Plus Jadi Primadona Prime Day: Teman Perjalanan Digital Paling Sempurna?
Belanja Online Gadget Lifestyle Samsung Teknologi
Kesempatan Terakhir! Sembilan Produk Android Paling Populer Ini Segera Habis dalam Hitungan Jam dengan Penawaran Harga Fantastis
Android Belanja Online Bisnis Digital Gadget Teknologi
Pelajaran Berharga dari Toy Story 5: Mengapa Anda Harus Memberi Anak Kindle Kids Edition dan Bukan Tablet ‘Brainrot’ di Prime Day Kali Ini
Belanja Online Education Technology Edukasi Masyarakat Gadget Gaya Hidup Digital
Strategi Baru Netflix: Uji Coba Login Email Per Profil Picu Kekhawatiran Kiamat Berbagi Akun Makin Nyata
Bisnis Internasional Gaya Hidup Digital Hiburan Digital Keamanan Siber Teknologi
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Quick Link

  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise

Support

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

HeryArts NewsHeryArts News
Follow US
© 2022 HeryArts News Network. Company. All Rights Reserved.
Join Us!

Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..

[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?