By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
HeryArts NewsHeryArts NewsHeryArts News
  • Home
  • Tech News
    Tech NewsShow More
    Bitcoin Terjun Bebas ke $58.000: Pola Bear Flag Terkonfirmasi, Apakah Target Selanjutnya di Bawah $50.000?
    11 Min Read
    Review Eksklusif Asus NUC 16 Pro: Monster Mini PC 16-Core dengan Wi-Fi 7 dan Performa AI yang Menggila
    12 Min Read
    Nostalgia Gratis! RollerCoaster Tycoon 3 Complete Edition Kini Bisa Diklaim Cuma-Cuma di Epic Games Store, Buruan Sebelum 2 Juli!
    11 Min Read
    Lenovo ThinkPad E14 Gen 8 Resmi Meluncur: Bawa Kekuatan AMD Zen 5 dan Layar 120Hz untuk Standar Baru Laptop Bisnis
    12 Min Read
    Deltarune Chapter 5 Resmi Meluncur di Switch 1 & 2: Simak Detail Penting Mengenai Bug Crash dan Update Hotfix Terbaru!
    11 Min Read
  • AI News
    AI NewsShow More
    Intervensi Gedung Putih: OpenAI Resmi Tunda Peluncuran GPT-5.6 Atas Permintaan Pemerintahan Trump Demi Keamanan Nasional
    10 Min Read
    Terobosan Gila! Mantan Bos AI Databricks Klaim Teknologi Un-0 Mampu Pangkas Konsumsi Listrik AI Hingga 1.000 Kali Lipat
    11 Min Read
    Dominasi ChatGPT Terancam? Data Ungkap Pengguna Berbayar Mulai Migrasi Massal ke Claude Milik Anthropic
    10 Min Read
    OpenAI Resmi Luncurkan GPT-5.5 Versi Gratis: ChatGPT Kini Miliki Pemahaman Konteks Luar Biasa yang Mengubah Standar AI Dunia
    9 Min Read
    Tesla Bantah Tuduhan FSD Mematikan: Data Log Ungkap Kesalahan Fatal Pengemudi Salah Injak Pedal Gas
    11 Min Read
  • Mobile
    MobileShow More
    Lupakan iPhone 13 Mini! Enough Phone Hadir Sebagai Smartphone Super Kompak 5.2 Inci dengan Baterai Monster dan Desain Modular
    10 Min Read
    Commodore Callback 8020: Ponsel Flip Retro yang Picu Kontroversi Harga, Akhirnya Menyerah pada Tekanan Pasar?
    10 Min Read
    Vivo X Fold6 Resmi Meluncur: Baterai Monster 7.000 mAh dan Layar 5.000 Nits Siap Tumbangkan Dominasi Samsung Galaxy Z Fold7 di Pasar Global
    11 Min Read
    Rahasia di Balik Konkurensi Dart: Mengapa Banyak Developer Flutter Salah Paham Soal Event Loop, Streams, dan Isolates?
    8 Min Read
    Rahasia Setup Mobile Gaming Pro: Mengapa Aksesoris Tambahan Menjadi Kunci Utama dalam Menaklukkan The Division: Resurgence
    8 Min Read
  • Gadget
    GadgetShow More
    Rahasia Berhenti Menjelaskan Diri Secara Berulang ke Claude AI: Panduan Lengkap Membangun ‘Identity Layer’ yang Super Cerdas
    11 Min Read
    Nostalgia Ekstrem! GIMP 0.54 Versi 1996 Kembali Hadir Lewat Flatpak: Siapkah Anda Menghadapi Kerumitan Desain Klasik?
    12 Min Read
    Kendali Penuh Smart Home dalam Genggaman: Cara Cerdas Menggunakan Widget Home Assistant di Android untuk Efisiensi Maksimal
    12 Min Read
    Microsoft Office 2021 Tamat: Jebakan Migrasi Paksa ke Cloud dan Hilangnya Kedaulatan Digital Anda
    8 Min Read
    Misteri Harga iPhone Musim Panas Ini: Akankah Apple Mengikuti Jejak Kenaikan Harga Mac dan Aksesori?
    13 Min Read
  • Software
    SoftwareShow More
    Rahasia Berhenti Menjelaskan Diri Secara Berulang ke Claude AI: Panduan Lengkap Membangun ‘Identity Layer’ yang Super Cerdas
    11 Min Read
    Nostalgia Ekstrem! GIMP 0.54 Versi 1996 Kembali Hadir Lewat Flatpak: Siapkah Anda Menghadapi Kerumitan Desain Klasik?
    12 Min Read
    Microsoft Office 2021 Tamat: Jebakan Migrasi Paksa ke Cloud dan Hilangnya Kedaulatan Digital Anda
    8 Min Read
    Notion Mail Resmi Dihentikan 22 September 2026: Panduan Lengkap Penyelamatan Data dan Strategi Migrasi Bagi Pengguna
    10 Min Read
    Lepas dari Dominasi Microsoft 365: Panduan Strategis Memilih Alternatif Office Suite Berbasis Kedaulatan Digital
    13 Min Read
  • Gaming
    GamingShow More
    Krisis Besar di Bungie: Sony Lakukan PHK Massal, Masa Depan Destiny 2 dan Marathon Berada di Ujung Tanduk
    10 Min Read
    Ancaman Kelangkaan Konsol Menjelang Rilis GTA 6: Retailer dan Petinggi Xbox Beri Peringatan Serius bagi Para Gamer
    10 Min Read
    Nostalgia Gratis! RollerCoaster Tycoon 3 Complete Edition Kini Bisa Diklaim Cuma-Cuma di Epic Games Store, Buruan Sebelum 2 Juli!
    11 Min Read
    30 Tahun Quake: Merayakan Tiga Dekade Revolusi 3D Sejati dan Sejarah Besar Dunia Multiplayer Melalui Tantangan Kuis #TGIQF
    11 Min Read
    Steam Summer Sale 2026 Resmi Dimulai: Ribuan Game PC Original Banting Harga Hingga Titik Terendah!
    10 Min Read
  • Education
    EducationShow More
    Mosyle@Home Hadir Sebagai Solusi Revolusioner Manajemen Screen Time iPad dan Mac Sekolah untuk Orang Tua
    9 Min Read
    Avmira Raih Skor Proof of Usefulness 21.71: Revolusi Platform Edukasi Digital Berbasis AI untuk Developer Masa Depan
    14 Min Read
    Revolusi Pendidikan Prabowo: Dari Sekolah Rakyat ke Era Digital, Strategi Besar Cetak SDM Unggul Indonesia
    11 Min Read
    Siasat Licik Siswa Kelabui Detektor AI: Mengenal Aplikasi ‘Humanizer’ dan ‘Autotyper’ yang Mengancam Integritas Akademik
    12 Min Read
    Gen Z Skeptis Terhadap AI: Mengapa Universitas Harus Berhenti Memaksakan Teknologi dan Mulai Mendengarkan Mahasiswa
    10 Min Read
Search
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 HeryArts News Network. Company. All Rights Reserved.
Reading: China Rebut Kembali Takhta Superkomputer Tercepat di Dunia: LineShine Dethroned AS Tanpa Bergantung pada GPU AI!
Share
Sign In
Notification Show More
Font ResizerAa
HeryArts NewsHeryArts News
Font ResizerAa
  • Home
  • Tech News
  • AI News
  • Mobile
  • Gadget
  • Software
  • Gaming
  • Education
Search
  • Home
  • Tech News
  • AI News
  • Mobile
  • Gadget
  • Software
  • Gaming
  • Education
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 HeryArts News Network. Company. All Rights Reserved.
HeryArts News > Blog > China Tech > China Rebut Kembali Takhta Superkomputer Tercepat di Dunia: LineShine Dethroned AS Tanpa Bergantung pada GPU AI!
China TechIndustri TeknologiInovasi TeknologiKecerdasan BuatanSemikonduktor

China Rebut Kembali Takhta Superkomputer Tercepat di Dunia: LineShine Dethroned AS Tanpa Bergantung pada GPU AI!

Last updated: June 24, 2026 10:03 pm
heryarts
Share
SHARE

Dunia teknologi global baru saja menyaksikan pergeseran kekuasaan yang sangat signifikan dan mungkin akan mengubah peta persaingan geopolitik selama bertahun-tahun ke depan. Setelah hampir satu dekade berada di bawah bayang-bayang supremasi Amerika Serikat, China akhirnya berhasil merebut kembali takhta sebagai pemilik superkomputer tercepat di dunia. Kehadiran sistem baru yang diberi nama LineShine ini bukan sekadar pencapaian teknis biasa, melainkan sebuah pernyataan politik dan kemandirian teknologi yang sangat kuat di tengah ketegangan perdagangan global. Banyak analis yang terkejut dengan kecepatan kemunculan sistem ini, terutama mengingat berbagai hambatan ekspor teknologi yang dihadapi oleh Beijing belakangan ini.

Contents
Kebangkitan LineShine: Mengakhiri Dominasi Satu Dekade Amerika SerikatRahasia Teknis: Mengapa Tanpa GPU AI Justru Menjadi Terobosan BesarImplikasi Geopolitik: Perang Dingin Teknologi Antara Beijing dan WashingtonDampak pada Industri dan Riset Ilmiah Masa DepanPerbandingan dengan Kompetitor: Frontier vs LineShinePandangan ke Depan: Apa yang Bisa Diharapkan Selanjutnya?

Keberhasilan ini menandai berakhirnya dominasi mesin-mesin canggih Amerika Serikat seperti sistem Frontier yang selama beberapa tahun terakhir memegang rekor tak terkalahkan di puncak daftar superkomputer global. Rebutnya posisi puncak oleh LineShine menunjukkan bahwa strategi jangka panjang China dalam membangun infrastruktur komputasi kinerja tinggi atau High Performance Computing (HPC) mulai membuahkan hasil yang nyata. Bagi para pakar industri, ini adalah momen yang telah dinantikan sekaligus dikhawatirkan, karena superkomputer adalah tulang punggung dari riset ilmiah modern yang paling krusial. Tanpa kemampuan komputasi yang mumpuni, sebuah negara akan tertinggal dalam perlombaan inovasi di berbagai sektor strategis mulai dari kedokteran hingga pertahanan.

Pencapaian ini menjadi semakin luar biasa karena China berhasil melakukannya di tengah berbagai sanksi teknologi yang membatasi akses mereka terhadap chip tercanggih dari Barat. Hal ini membuktikan bahwa ekosistem teknologi di Negeri Tirai Bambu tersebut telah mencapai tingkat kematangan di mana mereka tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pasokan komponen dari luar negeri. LineShine kini berdiri sebagai simbol baru kekuatan komputasi Asia yang siap menantang dominasi Barat dalam skala yang belum pernah terlihat sebelumnya dalam sepuluh tahun terakhir. Fenomena ini tentu saja memicu alarm di Washington, yang selama ini menganggap keunggulan komputasi sebagai kunci dari keamanan nasional mereka.

Kebangkitan LineShine: Mengakhiri Dominasi Satu Dekade Amerika Serikat

Selama hampir sepuluh tahun, Amerika Serikat telah menikmati posisi nyaman di puncak hierarki komputasi dunia dengan serangkaian mesin exascale yang mengagumkan. Namun, kehadiran LineShine secara resmi mengakhiri periode tersebut dengan performa yang melampaui mesin terbaik yang dimiliki Amerika saat ini. Belum ada konfirmasi resmi mengenai angka exaflops spesifik secara mendetail, namun laporan awal menunjukkan bahwa sistem ini mampu menangani beban kerja yang jauh lebih kompleks dalam waktu yang jauh lebih singkat. Kecepatan pemrosesan data yang ditawarkan oleh sistem baru ini dilaporkan telah menggeser standar industri yang selama ini dipegang oleh mesin-mesin Amerika.

Transisi kekuasaan ini bukan terjadi secara tiba-tiba, melainkan melalui riset bertahun-tahun yang dilakukan oleh para ilmuwan terbaik China di bawah pengawasan ketat pemerintah. China telah menginvestasikan dana yang sangat besar untuk memastikan bahwa mereka memiliki infrastruktur yang mampu menandingi, atau bahkan melampaui, kemampuan Barat dalam memproses data skala besar. Dengan LineShine, China tidak hanya mengejar ketertinggalan, tetapi juga menetapkan tolok ukur baru bagi apa yang bisa dicapai oleh sebuah sistem superkomputer modern. Ini adalah kemenangan moral sekaligus teknis bagi komunitas sains di China yang selama ini berjuang melawan isolasi teknologi.

Rahasia Teknis: Mengapa Tanpa GPU AI Justru Menjadi Terobosan Besar

Salah satu aspek yang paling mengejutkan dari LineShine adalah arsitekturnya yang unik, di mana sistem ini tidak mengandalkan unit pemrosesan grafis atau AI-focused GPUs yang saat ini sedang menjadi tren global. Di saat hampir semua superkomputer modern di Amerika Serikat dan Eropa berlomba-lomba menggunakan ribuan GPU dari vendor seperti NVIDIA untuk mempercepat kalkulasi, China justru mengambil jalur yang berbeda. Langkah ini dianggap sangat berani sekaligus cerdas, karena menunjukkan bahwa ada alternatif lain untuk mencapai performa ekstrem tanpa harus terjebak dalam kelangkaan chip GPU global yang saat ini terjadi.

  • Kemandirian Arsitektur: Dengan tidak bergantung pada GPU AI konvensional, China terhindar dari dampak langsung sanksi ekspor chip kelas atas.
  • Efisiensi Komputasi: Arsitektur non-GPU ini kemungkinan besar dirancang khusus untuk beban kerja HPC tradisional yang sangat spesifik.
  • Optimasi Perangkat Lunak: Sistem ini menuntut optimasi perangkat lunak yang jauh lebih mendalam untuk memaksimalkan kinerja prosesor internalnya.
  • Diversifikasi Teknologi: Langkah ini membuka jalan bagi inovasi baru dalam desain chip yang tidak melulu mengikuti pakem GPU-sentris.

Keputusan untuk meninggalkan ketergantungan pada GPU AI menunjukkan bahwa para insinyur di balik LineShine telah berhasil mengembangkan interkoneksi dan unit pemrosesan khusus yang sangat efisien. Hal ini memberikan keunggulan kompetitif bagi China karena mereka dapat terus meningkatkan kapasitas komputasi mereka tanpa terpengaruh oleh dinamika pasar chip global yang tidak menentu. Pendekatan ini juga menantang paradigma umum di industri yang menganggap bahwa masa depan superkomputer hanya bisa dicapai melalui akselerasi GPU. Sebaliknya, LineShine membuktikan bahwa inovasi pada level arsitektur dasar masih memegang peranan kunci dalam mencapai rekor dunia.

Implikasi Geopolitik: Perang Dingin Teknologi Antara Beijing dan Washington

Keberhasilan LineShine menduduki posisi pertama tentu saja memiliki implikasi geopolitik yang sangat luas, terutama dalam konteks persaingan antara dua kekuatan ekonomi terbesar dunia. Superkomputer bukan hanya soal angka di atas kertas; mereka adalah alat untuk memecahkan kode enkripsi, mensimulasikan uji coba senjata nuklir, dan merancang teknologi militer generasi berikutnya. Dengan merebut posisi puncak, China secara tidak langsung mengirimkan pesan bahwa mereka memiliki kemampuan teknis untuk mendukung ambisi militer dan strategis mereka tanpa bantuan teknologi Barat. Hal ini diprediksi akan memicu Amerika Serikat untuk mempercepat pengembangan proyek superkomputer mereka sendiri guna merebut kembali posisi pertama.

Di sisi lain, pencapaian ini juga menunjukkan kegagalan parsial dari kebijakan pembatasan teknologi yang diterapkan oleh Amerika Serikat untuk menghambat kemajuan China. Meskipun akses terhadap chip AI tercanggih dibatasi, China terbukti mampu melakukan inovasi internal yang menghasilkan sistem kelas dunia seperti LineShine. Para analis kebijakan luar negeri kini mulai mempertanyakan efektivitas sanksi tersebut dan apakah langkah tersebut justru memicu China untuk menjadi lebih mandiri dan inovatif dalam jangka panjang. Persaingan ini kini telah berubah menjadi perlombaan senjata digital yang akan menentukan siapa yang memimpin dunia dalam dekade mendatang.

“Kembalinya China ke posisi puncak superkomputer dengan sistem LineShine membuktikan bahwa inovasi tidak bisa dibendung oleh sanksi, melainkan justru sering kali dipicu oleh kebutuhan akan kemandirian strategis.”

Dampak dari pergeseran ini juga akan dirasakan oleh komunitas ilmiah global yang sering kali bergantung pada fasilitas superkomputer untuk penelitian internasional. Dengan China memegang sistem tercepat, pusat gravitasi riset ilmiah mungkin akan mulai bergeser ke Timur, menarik lebih banyak talenta dan investasi ke wilayah tersebut. Ini adalah tantangan serius bagi dominasi akademik dan industri Amerika Serikat yang selama ini menjadi kiblat teknologi dunia. Jika tren ini berlanjut, kita mungkin akan melihat perubahan besar dalam cara kolaborasi sains global dilakukan di masa depan.

Dampak pada Industri dan Riset Ilmiah Masa Depan

Bagi industri teknologi dan sains secara umum, kehadiran LineShine menawarkan peluang baru untuk eksplorasi data yang sebelumnya dianggap mustahil. Superkomputer dengan kapasitas sebesar ini sangat krusial untuk pemodelan iklim yang lebih akurat, penemuan obat-obatan baru melalui simulasi molekuler, hingga pengembangan material baru untuk energi terbarukan. Dengan kemampuan pemrosesan yang lebih tinggi, para ilmuwan dapat menjalankan simulasi yang lebih detail dengan variabel yang lebih banyak, sehingga mempercepat waktu yang dibutuhkan untuk mencapai terobosan ilmiah. China kemungkinan besar akan memprioritaskan riset-riset strategis ini untuk memperkuat posisi mereka di panggung global.

Selain itu, pendekatan unik LineShine yang tidak bergantung pada GPU AI dapat memberikan inspirasi bagi perusahaan teknologi global untuk meninjau kembali strategi pengembangan perangkat keras mereka. Jika performa setingkat rekor dunia dapat dicapai tanpa GPU AI tradisional, maka industri mungkin akan mulai melirik desain chip kustom yang lebih efisien untuk tugas-tugas tertentu. Ini bisa memicu gelombang baru kompetisi di pasar semikonduktor, di mana efisiensi dan spesialisasi menjadi lebih penting daripada sekadar menambah jumlah core atau memori. Dampak jangka panjangnya adalah ekosistem teknologi yang lebih beragam dan tidak hanya didominasi oleh satu atau dua jenis arsitektur saja.

Perbandingan dengan Kompetitor: Frontier vs LineShine

Jika kita membandingkan dengan sistem Frontier milik Amerika Serikat, perbedaan filosofi desainnya sangat mencolok. Frontier sangat mengandalkan akselerator GPU untuk mencapai performa exascale-nya, sebuah pendekatan yang telah terbukti sangat sukses namun memiliki ketergantungan tinggi pada rantai pasok chip tertentu. Sementara itu, LineShine menunjukkan bahwa melalui optimasi interkoneksi dan pemrosesan data yang lebih cerdas, performa serupa atau bahkan lebih tinggi dapat dicapai dengan metode yang berbeda. Perbandingan ini menjadi studi kasus yang menarik bagi para arsitek komputer di seluruh dunia mengenai jalur mana yang lebih berkelanjutan untuk masa depan komputasi.

Pandangan ke Depan: Apa yang Bisa Diharapkan Selanjutnya?

Masa depan persaingan superkomputer dipastikan akan semakin memanas setelah kemunculan LineShine. Amerika Serikat diprediksi tidak akan tinggal diam dan kemungkinan besar akan segera mengumumkan pembaruan besar pada sistem mereka atau mempercepat jadwal peluncuran mesin generasi berikutnya. Perlombaan menuju angka zettascale — tingkat performa berikutnya setelah exascale — kini menjadi target baru yang ingin dicapai oleh kedua negara. Namun, tantangan terbesarnya bukan lagi sekadar soal kecepatan, melainkan juga efisiensi energi dan kemampuan sistem untuk menangani beban kerja kecerdasan buatan yang semakin kompleks meskipun tanpa GPU tradisional.

Bagi masyarakat luas, perlombaan ini mungkin terasa jauh di atas awan, namun dampak nyatanya akan merembes ke kehidupan sehari-hari melalui kemajuan teknologi yang dihasilkan. Dari prakiraan cuaca yang lebih akurat hingga kendaraan otonom yang lebih aman, semuanya berawal dari kemampuan superkomputer dalam memproses data. LineShine telah membuktikan bahwa peta kekuatan teknologi dunia bersifat dinamis dan selalu berubah. Kita kini berada di ambang era baru di mana supremasi digital tidak lagi menjadi milik satu negara saja, melainkan medan tempur inovasi yang terbuka bagi siapa saja yang berani mendobrak batas-batas konvensional.

Sebagai penutup, keberhasilan China dengan LineShine adalah pengingat bahwa dalam dunia teknologi, posisi puncak hanyalah tempat persinggahan sementara. Inovasi yang dilakukan hari ini akan menjadi standar hari esok, dan tantangan yang dihadapi oleh satu pihak sering kali menjadi katalisator bagi penemuan besar di pihak lain. Kita harus terus memantau bagaimana perkembangan ini akan mempengaruhi kebijakan teknologi global dan apakah kolaborasi internasional masih mungkin dilakukan di tengah persaingan yang semakin tajam ini. Satu hal yang pasti, perjalanan menuju masa depan komputasi baru saja dimulai dan akan penuh dengan kejutan yang tak terduga.

You Might Also Like

Masa Depan Figma di Ambang Kepunahan Kanvas? Strategi Berisiko Tinggi di Era Agentic AI dan Code-Native

Rahasia Berhenti Menjelaskan Diri Secara Berulang ke Claude AI: Panduan Lengkap Membangun ‘Identity Layer’ yang Super Cerdas

Nostalgia Ekstrem! GIMP 0.54 Versi 1996 Kembali Hadir Lewat Flatpak: Siapkah Anda Menghadapi Kerumitan Desain Klasik?

Kematian Botanix dan Krisis Identitas Bitcoin: Mengapa Hodler Masih Enggan Berpaling dari Ekosistem DeFi Ethereum?

Strategi Agresif BitGo: Pangkas 15% Karyawan demi Fokus Total pada Ekspansi AI dan Dominasi Stablecoin Global

TAGGED:#ASvsChina#ChinaTech#GeopolitikTeknologi#IndustriTeknologi#InfrastrukturDigital#InovasiTeknologi#KecerdasanBuatan#KedaulatanDigital#LineShine#MasaDepanTeknologi#Semikonduktor#Supercomputer#TechNews#TeknologiTerbaruHighPerformanceComputing

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Dilema Microsoft Surface Versi Murah: Harga Memang Turun, Tapi Apakah Layak Mengorbankan Fitur AI Copilot+?
Next Article Batman: Caped Crusader Season 2 Siap Guncang Juli Ini: Riddler dan Joker Muncul dalam Trailer Perdana dengan Format Binge-Drop!
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Stay Connected

248.1kLike
54.3kFollow
10.3kSubscribe
39.5kFollow
banner banner
Create an Amazing Newspaper
Discover thousands of options, easy to customize layouts, one-click to import demo and much more.
Learn More

Latest News

Rahasia Gelap di Balik Layar: Mengapa Desain Aplikasi Sengaja Dibuat Sulit dan Menjebak Pengguna Demi Keuntungan Bisnis
Berita Teknologi Bisnis Digital Desain Produk Etika Digital Kebijakan Publik
Mengapa 21Shares Memangkas Prediksi Harga Kripto 2026? Inilah Realita di Balik Adopsi Institusi yang Kian Masif
Bisnis Digital Ekonomi Digital Finansial Investasi Teknologi
XRP Terancam Jatuh di Bawah $1? Analisis Mendalam Mengenai Akumulasi Whale dan Sinyal Positif Data Onchain
Bisnis Digital Ekonomi Digital Finansial Investasi Teknologi
Bitcoin Terjun Bebas ke $58.000: Pola Bear Flag Terkonfirmasi, Apakah Target Selanjutnya di Bawah $50.000?
Bisnis Ekonomi Digital Finansial Investasi Tech News
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Quick Link

  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise

Support

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

HeryArts NewsHeryArts News
Follow US
© 2022 HeryArts News Network. Company. All Rights Reserved.
Join Us!

Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..

[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?