By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
HeryArts NewsHeryArts NewsHeryArts News
  • Home
  • Tech News
    Tech NewsShow More
    Kebocoran Terbesar Apple dalam Satu Dekade: iPhone 18 Pro Dilaporkan Lolos Uji Jatuh Ekstrem dengan Ketahanan Luar Biasa
    11 Min Read
    Motorola Siap Gebrak Pasar: Flagship Terbaru Bakal Masuk Klub Eksklusif Pengisian Daya Qi2 25W!
    11 Min Read
    Walmart Diam-Diam Naikkan Harga Google TV Streaming Stick Termurahnya Hingga Dua Kali Lipat, Apa Dampaknya Bagi Konsumen?
    10 Min Read
    Valve Blokir Aksesori Paling Ikonik Dbrand: Mengapa Skin Companion Cube Steam Machine Gagal Rilis?
    9 Min Read
    WhatsApp Resmi Luncurkan Fitur Username Akhir Tahun Ini: Selamat Tinggal Bagikan Nomor Telepon, Simak Cara Amankan Nama Anda Sekarang!
    11 Min Read
  • AI News
    AI NewsShow More
    Dilema Kecerdasan Buatan: Mengapa Model AI Kecil Kini Mulai Mengancam Dominasi Frontier Models yang Raksasa?
    12 Min Read
    Menguak Tabir Debat AI Safety: Mengapa Diskusi Sebenarnya Tentang Keamanan Kecerdasan Buatan Justru Tenggelam dalam Hiruk-Pikuk Industri?
    13 Min Read
    AS Perketat Kendali AI: Setelah Anthropic, Kini Giliran GPT-5.6 OpenAI yang Terkena Pembatasan Pemerintahan Trump
    9 Min Read
    Rahasia Skalabilitas Model AI Raksasa: Mengenal Micro-DDP, Teknik Distribusi Beban Kerja yang Mengubah Aturan Main
    11 Min Read
    ElevenLabs Adopsi Google SynthID: Solusi Mutakhir Deteksi Deepfake Audio yang Semakin Sulit Dibedakan dari Suara Manusia Asli
    9 Min Read
  • Mobile
    MobileShow More
    WhatsApp Resmi Luncurkan Fitur Username Akhir Tahun Ini: Selamat Tinggal Bagikan Nomor Telepon, Simak Cara Amankan Nama Anda Sekarang!
    11 Min Read
    Revolusi Agen AI di Saku Anda: OpenClaw Resmi Meluncur di Android dan iOS dengan Desain Antarmuka yang Sangat Unik
    10 Min Read
    Update Besar Android Juni 2026: Google System Updates Bawa Perubahan Signifikan untuk Play Store dan Play Services
    8 Min Read
    Google Resmi Rilis Kendali Cadangan Per Aplikasi di Android: Revolusi Manajemen Penyimpanan Cloud yang Lebih Cerdas dan Granular
    9 Min Read
    Masa Depan Email Ada di Sini: Google Mulai Uji Coba Gmail Live untuk Pengguna Android dan iOS Pasca I/O 2026
    9 Min Read
  • Gadget
    GadgetShow More
    Kebocoran Terbesar Apple dalam Satu Dekade: iPhone 18 Pro Dilaporkan Lolos Uji Jatuh Ekstrem dengan Ketahanan Luar Biasa
    11 Min Read
    Revolusi Wearable Dimulai: Samsung Konfirmasi Kehadiran Galaxy Ring 2 dengan Fitur yang Belum Pernah Ada Sebelumnya!
    11 Min Read
    Motorola Siap Gebrak Pasar: Flagship Terbaru Bakal Masuk Klub Eksklusif Pengisian Daya Qi2 25W!
    11 Min Read
    Walmart Diam-Diam Naikkan Harga Google TV Streaming Stick Termurahnya Hingga Dua Kali Lipat, Apa Dampaknya Bagi Konsumen?
    10 Min Read
    Valve Blokir Aksesori Paling Ikonik Dbrand: Mengapa Skin Companion Cube Steam Machine Gagal Rilis?
    9 Min Read
  • Software
    SoftwareShow More
    Update COSMIC Desktop 1.0.14: Kini Mendukung Kendali Kecerahan Monitor Eksternal untuk Kenyamanan Visual Maksimal
    11 Min Read
    Mengenal Vigolium: Alat Pemindai Kerentanan Open-Source Terbaru untuk Memperkuat Pertahanan Siber Anda secara Maksimal
    10 Min Read
    Terobosan Baru Linux: exFAT Progs 1.4 Resmi Rilis, Kini Mendukung Pembuatan Tabel Partisi Secara Langsung!
    10 Min Read
    Rahasia Stabilitas Server: Panduan Lengkap Konfigurasi IP Statis dan DNS di Ubuntu 26.04 Menggunakan Netplan
    10 Min Read
    LibreOffice Guncang Pasar Produktivitas: Bocoran Strategi Baru Web dan Mobile yang Bakal Ubah Cara Kerja Kita Selamanya
    10 Min Read
  • Gaming
    GamingShow More
    Bocoran dan Kunci Jawaban Hurdle 30 Juni 2026: Strategi Master untuk Menaklukkan Puzzle Kata Terakhir Bulan Ini
    8 Min Read
    Rahasia Menaklukkan NYT Connections Sports Edition 30 Juni 2026: Panduan Strategi, Tips, dan Analisis Teka-Teki Hari Ini
    10 Min Read
    Diskon Laptop Gaming EOFY: Acer Nitro V RTX 5060 vs Lenovo Legion Pro 7i RTX 5090, Mana Pilihan Terbaik Anda?
    12 Min Read
    Bocoran dan Strategi NYT Connections Sports Edition #645 Edisi 30 Juni: Panduan Lengkap Menaklukkan Teka-Teki Olahraga Paling Menantang!
    9 Min Read
    Fenomena ‘AI Slop’: Mengapa Tuduhan Tanpa Bukti Kini Menjadi Senjata Berbahaya yang Mengancam Industri Game Global?
    10 Min Read
  • Education
    EducationShow More
    China Guncang Dunia Pendidikan: 12.000 Jurusan Kuliah Dihapus Massal Demi Dominasi Mutlak Kecerdasan Buatan
    9 Min Read
    Pelajaran Berharga dari Toy Story 5: Mengapa Anda Harus Memberi Anak Kindle Kids Edition dan Bukan Tablet ‘Brainrot’ di Prime Day Kali Ini
    10 Min Read
    PaperTok: Inovasi AI Peneliti University of Washington yang Ubah Jurnal Ilmiah Menjadi Video ala TikTok
    11 Min Read
    Mosyle@Home Hadir Sebagai Solusi Revolusioner Manajemen Screen Time iPad dan Mac Sekolah untuk Orang Tua
    9 Min Read
    Avmira Raih Skor Proof of Usefulness 21.71: Revolusi Platform Edukasi Digital Berbasis AI untuk Developer Masa Depan
    14 Min Read
Search
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 HeryArts News Network. Company. All Rights Reserved.
Reading: Masa Depan Desain di Ambang Revolusi AI: Mengapa Figma Harus Berubah, Bahaya ‘Low Taste’ di Perusahaan, dan Kebohongan Aplikasi Perbankan Anda
Share
Sign In
Notification Show More
Font ResizerAa
HeryArts NewsHeryArts News
Font ResizerAa
  • Home
  • Tech News
  • AI News
  • Mobile
  • Gadget
  • Software
  • Gaming
  • Education
Search
  • Home
  • Tech News
  • AI News
  • Mobile
  • Gadget
  • Software
  • Gaming
  • Education
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 HeryArts News Network. Company. All Rights Reserved.
HeryArts News > Blog > Artificial Intelligence > Masa Depan Desain di Ambang Revolusi AI: Mengapa Figma Harus Berubah, Bahaya ‘Low Taste’ di Perusahaan, dan Kebohongan Aplikasi Perbankan Anda
Artificial IntelligenceBisnis DigitalDesain ProdukFinansialInovasi Teknologi

Masa Depan Desain di Ambang Revolusi AI: Mengapa Figma Harus Berubah, Bahaya ‘Low Taste’ di Perusahaan, dan Kebohongan Aplikasi Perbankan Anda

Last updated: June 30, 2026 6:52 am
heryarts
Share
SHARE

Dunia desain produk digital saat ini sedang berada di persimpangan jalan yang sangat krusial, di mana alat-alat yang selama ini kita agungkan mulai dipertanyakan relevansinya di tengah gempuran teknologi baru. Selama lebih dari satu dekade, Figma telah menjadi standar emas yang mendefinisikan bagaimana tim membangun perangkat lunak, mengubah kolaborasi menjadi bahasa universal bagi desainer di seluruh dunia. Namun, kehadiran kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence yang masif telah memaksa para praktisi untuk melihat kembali apakah konsep “kanvas” tradisional masih akan tetap menjadi pusat gravitasi dalam proses kreatif masa depan. Melalui kacamata gelaran Config 2026, kita mulai melihat pergeseran paradigma yang mendalam, di mana desain tidak lagi hanya tentang estetika visual semata, melainkan mulai merambah ke ranah kode, gerak (motion), shaders, dan alur kerja berbasis agen otomatis yang lebih kompleks.

Contents
Evolusi Figma di Tengah Tekanan AI dan Paradigma Config 2026Pergeseran dari Kanvas ke Alur Kerja Berbasis AgenBeban Berat Organisasi Akibat ‘Low Taste’ dalam Pengambilan KeputusanMembongkar ‘Kebohongan’ di Balik Antarmuka Aplikasi Perbankan AndaManipulasi Psikologis dalam Desain FinansialSistem Desain dan Penilaian Manusia: Apakah AI Akan Mengambil Alih?Navigasi Desainer di Era Generative AI: Kualitas vs KuantitasMengapa Prototipe AI Seringkali Menipu?Kesimpulan dan Pandangan ke Depan bagi Industri Kreatif

Sebagai jurnalis yang telah memantau industri ini selama dua dekade, saya melihat bahwa tantangan yang dihadapi Figma saat ini bukan sekadar persaingan antar perangkat lunak, melainkan perubahan fundamental dalam cara produk direncanakan dan dikirimkan. Darren Yeo dalam analisis terbarunya menekankan bahwa Figma tidak lagi hanya bisa bertahan dengan mempertahankan kanvas kolaboratifnya yang lama, tetapi harus aktif beralih menjadi platform yang mengintegrasikan kecerdasan buatan secara end-to-end. Jika sebelumnya desain dianggap sebagai tahap yang terpisah dari pengembangan, kini batas-batas tersebut semakin kabur karena AI memungkinkan transformasi instan dari sketsa menjadi kode fungsional. Hal ini memicu pertanyaan besar bagi para profesional: apakah peran desainer akan tetap relevan jika mesin dapat melakukan sebagian besar pekerjaan teknis di atas kanvas?

Evolusi Figma di Tengah Tekanan AI dan Paradigma Config 2026

Perhelatan Config 2026 memberikan sinyal yang jauh lebih mendesak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya mengenai arah masa depan alat desain. Figma kini tidak hanya sekadar mempertahankan posisinya sebagai kanvas desain, tetapi secara agresif memperluas jangkauannya ke ranah yang sebelumnya dianggap sebagai domain pengembang, seperti kode produksi dan simulasi gerak yang canggih. Strategi ini diambil karena model lama yang hanya fokus pada visual statis mulai mendapatkan tekanan besar dari alat-alat desain berbasis AI yang mampu menghasilkan UI secara instan. Belum ada konfirmasi resmi mengenai fitur rahasia lainnya, namun langkah ini menunjukkan bahwa Figma sedang berupaya menjadi sistem operasi untuk seluruh proses pembuatan produk digital.

Pergeseran dari Kanvas ke Alur Kerja Berbasis Agen

Dalam ekosistem desain yang baru, peran agen AI akan menjadi rekan kerja yang proaktif bagi desainer, bukan sekadar alat bantu pasif. Agen-agen ini diharapkan mampu melakukan tugas-tugas repetitif seperti penyesuaian tata letak di berbagai ukuran layar atau sinkronisasi komponen sistem desain secara otomatis. Hal ini memungkinkan desainer untuk fokus pada pemikiran strategis dan pemecahan masalah yang lebih kompleks.

“Figma tidak lagi hanya membela kanvas desain kolaboratif; ia secara aktif memperluas kanvas tersebut ke dalam kode, gerak, dan alur kerja yang digerakkan oleh agen,”

ungkap Darren Yeo dalam ulasannya mengenai masa depan desain produk.

Beban Berat Organisasi Akibat ‘Low Taste’ dalam Pengambilan Keputusan

Di balik gemerlap teknologi AI, ada isu fundamental yang sering diabaikan oleh banyak perusahaan besar: biaya organisasi akibat rendahnya selera atau low taste. Aurélie Radom memberikan perspektif yang sangat tajam bahwa sebuah organisasi seringkali tidak gagal karena strategi yang buruk, melainkan karena keputusan-keputusan kecil harian yang mencerminkan kurangnya standar kualitas dan estetika. Dalam dunia yang didorong oleh data, banyak pemimpin perusahaan cenderung mengabaikan intuisi dan selera demi mengejar metrik jangka pendek, yang pada akhirnya merusak nilai jangka panjang dari produk yang mereka hasilkan.

Selera atau taste dalam konteks ini bukan hanya soal keindahan visual, melainkan tentang pemahaman mendalam terhadap kualitas, kegunaan, dan keunggulan pengalaman pengguna. Ketika sebuah organisasi membiarkan standar kualitasnya menurun, mereka sebenarnya sedang menumpuk utang teknis dan desain yang akan sangat mahal untuk diperbaiki di masa depan. AI mungkin bisa membantu memproduksi konten dalam jumlah besar, tetapi tanpa arahan dari manusia yang memiliki selera tinggi, hasil yang diberikan AI cenderung menjadi generik dan kehilangan jiwa. Oleh karena itu, kemampuan untuk membedakan mana yang luar biasa dan mana yang sekadar “cukup baik” menjadi kompetensi yang sangat langka dan berharga di era otomatisasi ini.

Membongkar ‘Kebohongan’ di Balik Antarmuka Aplikasi Perbankan Anda

Isu lain yang tidak kalah menarik untuk dibahas adalah bagaimana aplikasi perbankan modern seringkali dianggap “berbohong” kepada penggunanya melalui desain antarmuka yang menyesatkan. Zeeshan Khalid menyoroti fenomena di mana User Interface aplikasi finansial dirancang untuk menyembunyikan biaya tambahan, mempersulit proses pembatalan layanan, atau memberikan ilusi keamanan yang sebenarnya rapuh. Desain yang seharusnya berfungsi untuk memberdayakan pengguna justru sering disalahgunakan untuk kepentingan profitabilitas bank dengan cara yang tidak transparan.

Manipulasi Psikologis dalam Desain Finansial

  • Penggunaan skema warna yang menenangkan untuk menutupi risiko investasi yang tinggi.
  • Penempatan tombol transaksi yang sangat menonjol dibandingkan tombol pengaturan privasi atau keamanan.
  • Istilah teknis yang sengaja dibuat rumit agar pengguna tidak memahami konsekuensi dari sebuah fitur.
  • Notifikasi yang dirancang untuk menciptakan rasa urgensi palsu agar pengguna segera melakukan pengeluaran.

Praktik-praktik semacam ini menciptakan krisis kepercayaan dalam ekonomi digital. Sebagai pengguna yang cerdas, kita perlu menyadari bahwa setiap elemen dalam aplikasi perbankan telah dipikirkan secara matang untuk memengaruhi perilaku kita. Desain produk yang etis seharusnya mengedepankan transparansi dan membantu pengguna membuat keputusan finansial yang lebih baik, bukan malah menjebak mereka dalam labirin antarmuka yang membingungkan.

Sistem Desain dan Penilaian Manusia: Apakah AI Akan Mengambil Alih?

Selama ini kita percaya bahwa Design System yang kuat adalah kunci untuk konsistensi dan efisiensi dalam skala besar. Namun, Dolphia mengungkapkan sebuah fakta yang cukup mengejutkan: sistem desain yang paling canggih sekalipun sebenarnya berjalan di atas penilaian satu atau segelintir orang saja. AI akan segera membuktikan hal ini dengan menunjukkan inkonsistensi yang muncul ketika aturan-aturan kaku dalam sistem desain bertemu dengan konteks penggunaan yang dinamis. Kecerdasan buatan memiliki kemampuan untuk menganalisis jutaan data poin dan menemukan celah di mana penilaian manusia selama ini bersifat subjektif dan tidak konsisten.

Meskipun demikian, konsistensi dalam keunggulan (excellence) jauh lebih penting daripada sekadar konsistensi dalam penampilan. Jim Nielsen berpendapat bahwa sistem seringkali hanya meresepkan aturan yang mudah didokumentasikan, seperti ukuran ikon atau jenis huruf, tetapi gagal menangkap esensi dari kualitas yang sebenarnya. Keunggulan membutuhkan penilaian, selera, pengalaman, dan sensitivitas terhadap konteks—hal-hal yang hingga saat ini masih sangat sulit untuk disistematisasi atau didelegasikan sepenuhnya kepada AI. Di masa depan, desainer yang sukses adalah mereka yang mampu menggunakan AI untuk menjaga konsistensi teknis, sambil tetap mempertahankan kendali atas kualitas artistik dan fungsionalitas produk.

Navigasi Desainer di Era Generative AI: Kualitas vs Kuantitas

Munculnya Generative AI telah mengubah model interaksi yang selama ini menjadi jangkar dalam dunia desain digital. Emily Campbell menjelaskan bahwa produk AI yang hebat bersifat multidimensi, di mana perubahan kecil pada satu lapisan pengalaman dapat memberikan dampak yang sangat besar pada keseluruhan sistem. Kita kini dihadapkan pada dilema antara kuantitas dan kualitas. Di satu sisi, AI memungkinkan siapa saja untuk menciptakan sesuatu dengan cepat dan dalam jumlah banyak. Namun di sisi lain, lebih banyak hal yang dibuat tidak berarti hal-hal tersebut menjadi lebih baik.

Mengapa Prototipe AI Seringkali Menipu?

Nicola Piedimonte memberikan peringatan keras bagi para desainer: prototipe yang dihasilkan oleh AI seringkali bukanlah prototipe yang sebenarnya. Hasil tersebut mungkin terlihat memukau secara visual, tetapi belum tentu merupakan bukti bahwa pengalaman pengguna tersebut benar-benar berfungsi dengan baik di dunia nyata. Sebuah prototipe seharusnya menjadi alat untuk menguji hipotesis dan memvalidasi alur kerja, bukan sekadar gambar indah yang dihasilkan oleh algoritma. Tanpa pemahaman mendalam tentang psikologi pengguna dan batasan teknis, hasil dari alat AI seperti UX Pilot AI hanya akan menjadi sekadar hiasan tanpa nilai guna yang nyata.

Kesimpulan dan Pandangan ke Depan bagi Industri Kreatif

Menutup analisis mendalam ini, jelas bahwa industri desain sedang bertransformasi menjadi sesuatu yang jauh lebih kompleks dan terintegrasi dengan teknologi. Figma, sebagai pemimpin pasar, sedang berupaya keras untuk mendefinisikan ulang dirinya agar tetap relevan di era AI. Namun, teknologi hanyalah satu sisi dari mata uang. Sisi lainnya adalah manusia—kemampuan kita untuk mempertahankan selera yang tinggi, etika dalam mendesain produk sensitif seperti perbankan, dan keberanian untuk tetap kritis terhadap hasil yang diberikan oleh mesin. Transformasi Digital yang sesungguhnya bukan tentang mengganti manusia dengan AI, melainkan tentang bagaimana manusia menggunakan AI untuk mencapai tingkat keunggulan yang sebelumnya tidak mungkin dicapai.

Ke depan, kita bisa mengharapkan munculnya alat-alat baru yang lebih intuitif, seperti tips penggunaan Claude AI dari Sean Filiatrault yang membantu desainer berhenti menjelaskan hal yang sama berulang kali kepada mesin. Kita juga akan melihat hubungan yang lebih erat antara berbagai disiplin ilmu, seperti yang dibahas oleh Kate Dowler mengenai kaitan antara ritme musik dan kreativitas desain. Pada akhirnya, di dunia yang semakin otomatis, sentuhan manusia yang penuh empati, selera yang terasah, dan penilaian yang jujur akan menjadi aset yang paling berharga dan tak tergantikan dalam industri kreatif global.

You Might Also Like

Kebocoran Terbesar Apple dalam Satu Dekade: iPhone 18 Pro Dilaporkan Lolos Uji Jatuh Ekstrem dengan Ketahanan Luar Biasa

Revolusi Wearable Dimulai: Samsung Konfirmasi Kehadiran Galaxy Ring 2 dengan Fitur yang Belum Pernah Ada Sebelumnya!

Motorola Siap Gebrak Pasar: Flagship Terbaru Bakal Masuk Klub Eksklusif Pengisian Daya Qi2 25W!

Walmart Diam-Diam Naikkan Harga Google TV Streaming Stick Termurahnya Hingga Dua Kali Lipat, Apa Dampaknya Bagi Konsumen?

WhatsApp Resmi Luncurkan Fitur Username Akhir Tahun Ini: Selamat Tinggal Bagikan Nomor Telepon, Simak Cara Amankan Nama Anda Sekarang!

TAGGED:#AplikasiMobile#ArtificialIntelligence#ClaudeAI#Config2026#DesainProduk#DesignSystem#DigitalTransformation#Figma#Finansial#InovasiTeknologi#ProductDesign#TechTrendsCreativeIndustryUIUXUXDesign

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Gebrakan NVIDIA 610: Driver Linux Terbaru Resmi Dirilis dengan Optimasi Vulkan dan Wayland yang Revolusioner
Next Article Ancaman Tersembunyi di Balik Layar: Bagaimana AI Chatbot Tanpa Sadar Bisa Memperparah Gejala OCD dan Gangguan Kecemasan
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Stay Connected

248.1kLike
54.3kFollow
10.3kSubscribe
39.5kFollow
banner banner
Create an Amazing Newspaper
Discover thousands of options, easy to customize layouts, one-click to import demo and much more.
Learn More

Latest News

Valve Blokir Aksesori Paling Ikonik Dbrand: Mengapa Skin Companion Cube Steam Machine Gagal Rilis?
Bisnis Gadget Gaming News Industri Game Tech News
Ambisi Besar Amazon di Balik VegaOS: Mengapa Fire TV Resmi Meninggalkan Android dan Apa Dampaknya Bagi Pengguna?
Berita Teknologi Digital Entertainment Perangkat Lunak Smart Home & IoT Tech News
Kemenangan Besar Privasi Digital: Mahkamah Agung AS Tegaskan Riwayat Lokasi Smartphone Dilindungi Amandemen Keempat
Internasional Keamanan Siber Kebijakan Publik Privasi Digital Teknologi
Bocoran Eksklusif Galaxy Watch 9: Inovasi Tali Jam Terbaru Justru Lebih Revolusioner Dibanding Desain Jamnya?
Gadget Inovasi Teknologi Samsung Smartwatch Tech News
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Quick Link

  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise

Support

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

HeryArts NewsHeryArts News
Follow US
© 2022 HeryArts News Network. Company. All Rights Reserved.
Join Us!

Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..

[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?