By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
HeryArts NewsHeryArts NewsHeryArts News
  • Home
  • Tech News
    Tech NewsShow More
    Jangan Sampai Menyesal! Samsung Galaxy S26 Plus Turun Harga Drastis di Prime Day 2026, Penawaran Terendah Sepanjang Masa
    12 Min Read
    Akhirnya Diperbaiki! Google Luncurkan Patch Resmi untuk Atasi Gangguan SiriusXM di Berbagai Smart Speaker Nest
    9 Min Read
    Jam-Jam Terakhir Amazon Prime Day 2026: Apple Naikkan Harga Resmi, Tapi Amazon Masih Obral AirPods dan MacBook di Harga Terendah!
    12 Min Read
    Netflix Makin Merepotkan! Kebijakan Baru Wajibkan Setiap Profil Punya Email Unik: Akhir dari Era Berbagi Akun yang Nyaman?
    12 Min Read
    3 Serial HBO Max Paling Underrated dengan Skor Rotten Tomatoes 100% yang Wajib Anda Tonton Akhir Pekan Ini
    10 Min Read
  • AI News
    AI NewsShow More
    Menguak Tabir Debat AI Safety: Mengapa Diskusi Sebenarnya Tentang Keamanan Kecerdasan Buatan Justru Tenggelam dalam Hiruk-Pikuk Industri?
    13 Min Read
    AS Perketat Kendali AI: Setelah Anthropic, Kini Giliran GPT-5.6 OpenAI yang Terkena Pembatasan Pemerintahan Trump
    9 Min Read
    Rahasia Skalabilitas Model AI Raksasa: Mengenal Micro-DDP, Teknik Distribusi Beban Kerja yang Mengubah Aturan Main
    11 Min Read
    ElevenLabs Adopsi Google SynthID: Solusi Mutakhir Deteksi Deepfake Audio yang Semakin Sulit Dibedakan dari Suara Manusia Asli
    9 Min Read
    Terobosan MRAgent: Framework Memori AI Baru yang Mampu Memangkas Konsumsi Token Hingga 96 Persen
    12 Min Read
  • Mobile
    MobileShow More
    Revolusi Digital Detox: Aplikasi UltraPod Ubah iPhone Canggih Menjadi ‘Dumbphone’ Musik Bergaya iPod Retro
    10 Min Read
    Lupakan iPhone 13 Mini! Enough Phone Hadir Sebagai Smartphone Super Kompak 5.2 Inci dengan Baterai Monster dan Desain Modular
    10 Min Read
    Commodore Callback 8020: Ponsel Flip Retro yang Picu Kontroversi Harga, Akhirnya Menyerah pada Tekanan Pasar?
    10 Min Read
    Vivo X Fold6 Resmi Meluncur: Baterai Monster 7.000 mAh dan Layar 5.000 Nits Siap Tumbangkan Dominasi Samsung Galaxy Z Fold7 di Pasar Global
    11 Min Read
    Rahasia di Balik Konkurensi Dart: Mengapa Banyak Developer Flutter Salah Paham Soal Event Loop, Streams, dan Isolates?
    8 Min Read
  • Gadget
    GadgetShow More
    Diskon Gila 46%! Samsung Galaxy Tab A11 Plus Jadi Primadona Prime Day: Teman Perjalanan Digital Paling Sempurna?
    10 Min Read
    Lupakan Google Home! Amazon Echo Studio Banting Harga $45, Tawarkan Kualitas Audio Premium dan Fitur Alexa Tercanggih Saat Ini
    11 Min Read
    Update Perdana Fitbit Air Resmi Meluncur: Google Siapkan Perbaikan Besar untuk Masalah Awal yang Dikeluhkan Pengguna
    9 Min Read
    Apple Naikkan Harga iPad Air Secara Signifikan, Tablet Samsung Ini Muncul Sebagai Solusi Hemat dengan Potongan Harga Gila-gilaan!
    11 Min Read
    Bosan dengan Layar Raksasa? Inilah Deretan Smartphone Kecil Terbaik yang Sedang Diskon Besar Minggu Ini!
    11 Min Read
  • Software
    SoftwareShow More
    Rindu Sensasi Kertas? Aplikasi Paperman Ubah Layar Mac dan Windows Jadi Bertekstur Analog yang Nyaman di Mata
    8 Min Read
    Transformasi Sempurna: Cara Mengubah Tampilan Linux Menjadi Windows 11 Secara Gratis Hanya dengan Zorin OS
    13 Min Read
    Akrites: Koalisi Raksasa Teknologi Dunia Bersatu Lindungi Open-Source dari Ancaman Eksploitasi Berbasis AI
    10 Min Read
    Intel ISPC 1.31 Resmi Meluncur: Siapkan Karpet Merah untuk Nova Lake dan Kejutan Dukungan PowerPC 64-bit
    10 Min Read
    Revolusi Performa Grafis Linux: Intel Resmi Aktifkan Descriptor Heaps Secara Default pada Driver Vulkan ANV
    11 Min Read
  • Gaming
    GamingShow More
    Gebrakan Gigabyte Aero X16: Laptop Gaming Monster dengan RTX 5060 dan Ryzen AI 7 350 Kini Diskon 21%!
    10 Min Read
    PC Gaming 4K Impian Jadi Nyata! iBuyPower Y40 dengan Ryzen 7 9800X3D dan RX 9070 XT Diskon Drastis $750
    13 Min Read
    Halo Campaign Evolved Siap Gebrak Industri: Remake Ambisius yang Mempertahankan Seluruh Konten Orisinal dengan Sentuhan Modern Shooter
    10 Min Read
    Revolusi Gaming di Linux: DXVK 3.0 Resmi Rilis dengan Pembaruan Shader DXBC-SPIRV dan Performa Lebih Stabil!
    16 Min Read
    Panduan Lengkap Membuka Easter Egg Song ‘Evencry’ di Map Kowakujo Black Ops 7 Zombies: Lokasi Rahasia Headset Mister Peeks Terungkap!
    11 Min Read
  • Education
    EducationShow More
    Pelajaran Berharga dari Toy Story 5: Mengapa Anda Harus Memberi Anak Kindle Kids Edition dan Bukan Tablet ‘Brainrot’ di Prime Day Kali Ini
    10 Min Read
    PaperTok: Inovasi AI Peneliti University of Washington yang Ubah Jurnal Ilmiah Menjadi Video ala TikTok
    11 Min Read
    Mosyle@Home Hadir Sebagai Solusi Revolusioner Manajemen Screen Time iPad dan Mac Sekolah untuk Orang Tua
    9 Min Read
    Avmira Raih Skor Proof of Usefulness 21.71: Revolusi Platform Edukasi Digital Berbasis AI untuk Developer Masa Depan
    14 Min Read
    Revolusi Pendidikan Prabowo: Dari Sekolah Rakyat ke Era Digital, Strategi Besar Cetak SDM Unggul Indonesia
    11 Min Read
Search
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 HeryArts News Network. Company. All Rights Reserved.
Reading: Skandal Transparansi FCC: Brendan Carr Diduga Sembunyikan Pesan Rahasia dengan Elon Musk dan DOGE
Share
Sign In
Notification Show More
Font ResizerAa
HeryArts NewsHeryArts News
Font ResizerAa
  • Home
  • Tech News
  • AI News
  • Mobile
  • Gadget
  • Software
  • Gaming
  • Education
Search
  • Home
  • Tech News
  • AI News
  • Mobile
  • Gadget
  • Software
  • Gaming
  • Education
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 HeryArts News Network. Company. All Rights Reserved.
HeryArts News > Blog > Berita Teknologi > Skandal Transparansi FCC: Brendan Carr Diduga Sembunyikan Pesan Rahasia dengan Elon Musk dan DOGE
Berita TeknologiBisnis InternasionalIndustri TeknologiInternasionalKebijakan Publik

Skandal Transparansi FCC: Brendan Carr Diduga Sembunyikan Pesan Rahasia dengan Elon Musk dan DOGE

Last updated: June 27, 2026 3:41 am
heryarts
Share
SHARE

Dunia regulasi telekomunikasi Amerika Serikat kini tengah diguncang oleh isu transparansi yang sangat serius, di mana Komisi Komunikasi Federal (FCC) dituduh sengaja menyembunyikan komunikasi krusial. Tuduhan ini bukan sembarang klaim, melainkan muncul dalam sebuah dokumen pengadilan yang menyatakan bahwa FCC menolak untuk membuka pesan-pesan antara Ketua FCC, Brendan Carr, dengan tokoh teknologi kontroversial Elon Musk serta Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE). Masalah ini menjadi semakin panas karena menyangkut integritas lembaga publik dalam menjaga jarak yang sehat dengan pengaruh eksternal yang masif. Publik kini mempertanyakan apakah ada agenda tersembunyi di balik penolakan tersebut, mengingat posisi Carr yang sangat strategis dalam menentukan arah kebijakan digital di negeri Paman Sam. Kasus ini mencerminkan pertarungan sengit antara hak publik untuk tahu dan upaya birokrasi untuk melindungi komunikasi internalnya dari pengawasan eksternal.

Contents
Gugatan Hukum yang Mengguncang Kredibilitas FCCKronologi Penolakan Selama Satu TahunPeran Elon Musk dan DOGE dalam Pusaran KonflikImplikasi Bagi Industri dan Kebijakan PublikBrendan Carr: Antara Regulasi dan Pengaruh PolitikAnalisis Perbandingan: Standar Transparansi Lembaga FederalPandangan ke Depan: Apa yang Harus Diharapkan Publik?

Berdasarkan laporan terbaru dari persidangan, FCC dituding telah melakukan taktik mengulur waktu yang sangat merugikan proses hukum selama setahun terakhir. Dalam dokumen pengadilan yang diajukan, pihak penggugat menyatakan dengan tegas bahwa lembaga tersebut telah “menyia-nyiakan waktu pengadilan selama satu tahun” hanya untuk menghindari kewajiban memberikan transparansi. Hal ini memicu kecurigaan mendalam bahwa isi pesan tersebut mungkin mengandung informasi yang sangat sensitif terkait kebijakan publik atau koordinasi yang tidak semestinya antara regulator dan pihak swasta. Ketertutupan ini dianggap sebagai preseden buruk bagi akuntabilitas pemerintah, terutama ketika melibatkan individu sekuat Elon Musk yang memiliki kepentingan bisnis besar di sektor yang diregulasi langsung oleh FCC. Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi mengenai alasan spesifik di balik penolakan pemberian akses terhadap pesan-pesan tersebut oleh pihak otoritas terkait.

Secara teknis, permintaan akses informasi ini biasanya diajukan melalui mekanisme Freedom of Information Act (FOIA) atau melalui proses penemuan hukum dalam sebuah gugatan resmi. Namun, dalam kasus ini, FCC tampaknya menggunakan berbagai alasan prosedural yang rumit untuk memblokir akses terhadap catatan komunikasi digital Chairman Brendan Carr. Pesan-pesan yang diminta mencakup interaksi melalui platform pesan instan, email, maupun media komunikasi lainnya yang mungkin digunakan untuk mendiskusikan kebijakan resmi negara. Para pakar hukum mencatat bahwa kegagalan lembaga pemerintah untuk mematuhi permintaan catatan publik dapat berujung pada sanksi pengadilan yang sangat berat dan merusak citra institusi. Ketidakjelasan ini menciptakan kekosongan informasi yang justru diisi oleh spekulasi liar mengenai isi pembicaraan antara sang regulator dan miliarder teknologi tersebut.

Gugatan Hukum yang Mengguncang Kredibilitas FCC

Proses hukum ini telah berlangsung cukup lama tanpa ada kemajuan yang berarti dari sisi keterbukaan informasi yang diharapkan oleh publik. Pihak penggugat merasa sangat frustrasi karena setiap upaya untuk mendapatkan data selalu dimentahkan oleh argumen-argumen birokratis yang dianggap tidak relevan dengan inti permasalahan. Klaim bahwa FCC telah “membuang-buang waktu” selama setahun menunjukkan adanya pola resistensi yang sistematis dari dalam lembaga tersebut untuk menjaga kerahasiaan komunikasi pimpinannya. Pengadilan kini didesak untuk mengambil tindakan lebih tegas guna memaksa FCC mematuhi standar transparansi yang berlaku bagi seluruh lembaga federal tanpa terkecuali. Jika terbukti ada kesengajaan untuk menyembunyikan bukti, hal ini bisa merusak reputasi FCC sebagai wasit yang adil di tengah persaingan industri teknologi yang sangat kompetitif.

Kronologi Penolakan Selama Satu Tahun

Selama dua belas bulan terakhir, pihak penggugat telah mencoba berbagai jalur hukum untuk memaksa FCC merilis catatan komunikasi Brendan Carr. Namun, setiap langkah hukum tersebut selalu dihadapi dengan penundaan demi penundaan yang dilakukan oleh tim hukum FCC dengan berbagai alasan teknis. Situasi ini menciptakan persepsi bahwa lembaga tersebut sedang melakukan ‘stonewalling’ atau upaya penghambatan informasi secara sengaja. Hakim yang menangani kasus ini dilaporkan mulai kehilangan kesabaran terhadap alasan-alasan yang diajukan oleh FCC yang dianggap tidak lagi masuk akal. Belum ada konfirmasi resmi mengenai kapan tepatnya pesan-pesan ini akan dibuka jika pengadilan akhirnya mengeluarkan perintah paksa.

Situasi ini semakin rumit karena Brendan Carr dikenal sebagai sosok yang sangat vokal dan sering kali memiliki pandangan yang selaras dengan visi teknologi tertentu di media sosial. Hubungannya dengan Elon Musk bukan lagi rahasia umum, namun sejauh mana hubungan tersebut memengaruhi kebijakan resmi adalah inti dari sengketa hukum yang sedang berjalan ini. Dengan adanya keterlibatan DOGE, yang merupakan inisiatif efisiensi pemerintah yang didukung Musk, kekhawatiran akan adanya konflik kepentingan semakin nyata di mata publik dan para pengamat politik. Transparansi pesan-pesan tersebut menjadi kunci utama untuk membuktikan apakah komunikasi tersebut bersifat profesional atau justru telah melampaui batas etika regulasi yang seharusnya dijunjung tinggi.

Peran Elon Musk dan DOGE dalam Pusaran Konflik

Elon Musk, melalui berbagai perusahaannya seperti Starlink dan X (dahulu Twitter), memiliki ketergantungan yang sangat besar terhadap kebijakan yang dikeluarkan oleh FCC setiap harinya. Oleh karena itu, setiap komunikasi antara dirinya dengan ketua lembaga regulator tersebut akan selalu diawasi dengan sangat ketat oleh pengamat industri dan aktivis transparansi pemerintah. Munculnya nama DOGE (Department of Government Efficiency) dalam daftar komunikasi yang diminta menambah lapisan kompleksitas baru yang cukup mengejutkan pada kasus ini. DOGE sering kali diasosiasikan dengan upaya perampingan birokrasi yang agresif, yang bisa saja bersinggungan langsung dengan operasional internal dan anggaran FCC di masa depan. Pertanyaannya kemudian adalah apakah Carr menggunakan masukan dari Musk dan DOGE untuk merombak kebijakan secara sepihak tanpa melalui proses konsultasi publik yang semestinya.

Keterlibatan pihak swasta dalam perumusan kebijakan pemerintah sebenarnya bukan hal baru dalam politik Amerika, namun tingkat kedekatan dalam kasus ini dianggap sangat tidak biasa dan mengkhawatirkan. Jika pesan-pesan tersebut benar-benar disembunyikan secara sengaja, maka persepsi publik terhadap independensi FCC akan jatuh ke titik terendah dalam sejarahnya. Masyarakat membutuhkan jaminan yang kuat bahwa keputusan yang diambil oleh regulator telekomunikasi murni demi kepentingan nasional, bukan atas arahan dari tokoh-tokoh kuat di Silicon Valley. Kegagalan FCC dalam memberikan akses terhadap pesan-pesan ini hanya akan memperkuat narasi negatif bahwa ada sesuatu yang sangat besar yang sedang ditutupi dari mata publik dan media massa.

Implikasi Bagi Industri dan Kebijakan Publik

Dampak dari skandal ini bisa meluas hingga ke tingkat kepercayaan investor global dan stabilitas pasar telekomunikasi yang sangat dinamis. Jika sebuah lembaga regulator dianggap tidak transparan dan mudah dipengaruhi, maka kepastian hukum dalam industri tersebut akan sangat terganggu dan merugikan banyak pihak. Perusahaan-perusahaan pesaing mungkin akan merasa dirugikan jika mereka menduga ada perlakuan istimewa yang diberikan kepada Musk melalui jalur komunikasi rahasia dengan Brendan Carr. Hal ini dapat memicu gelombang gugatan baru dari berbagai pihak yang merasa persaingan usaha yang sehat telah dikompromikan oleh kepentingan elit tertentu. Oleh karena itu, penyelesaian kasus pesan rahasia ini menjadi sangat krusial bagi masa depan ekosistem digital yang adil.

Selain itu, kasus ini juga menyoroti kelemahan mendasar dalam sistem pengawasan komunikasi pejabat publik di era digital yang serba cepat dan sulit dilacak. Banyak pejabat yang mungkin tergoda untuk menggunakan platform pesan pribadi yang terenkripsi demi menghindari pencatatan resmi yang diwajibkan oleh undang-undang. FCC sebagai lembaga yang menguasai teknologi komunikasi seharusnya menjadi contoh terdepan dalam penerapan standar kearsipan digital yang ketat dan transparan. Namun, kenyataan bahwa mereka kesulitan atau mungkin enggan untuk menyediakan pesan-pesan tersebut menunjukkan adanya celah besar dalam akuntabilitas internal mereka. Hal ini menjadi catatan penting bagi perbaikan tata kelola pemerintahan di masa depan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Brendan Carr: Antara Regulasi dan Pengaruh Politik

Brendan Carr adalah figur yang sering menjadi sorotan media karena keberaniannya dalam mengambil posisi politik yang tegas di dalam komisi yang seharusnya bersifat independen. Langkah-langkahnya sering kali memicu perdebatan sengit, baik di tingkat kongres maupun di kalangan akademisi hukum telekomunikasi. Dalam konteks pesan dengan Musk dan DOGE, Carr berada dalam posisi yang sangat sulit untuk membela diri tanpa membuka bukti-bukti komunikasi tersebut secara transparan ke publik. Semakin lama FCC menunda pemberian informasi, semakin besar tekanan politik yang akan dihadapi oleh Carr secara pribadi dari pihak oposisi maupun aktivis. Kritikus berpendapat bahwa seorang regulator harus benar-benar bebas dari segala bentuk pengaruh yang tidak semestinya agar dapat menjalankan fungsinya secara objektif dan adil.

Di sisi lain, para pendukung Carr mungkin melihat permintaan akses pesan ini sebagai upaya politis yang sengaja dirancang untuk menjatuhkan kredibilitasnya di mata publik. Namun, dalam sistem demokrasi yang sehat, transparansi adalah harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar lagi, terlepas dari apa pun motif di balik permintaan tersebut. Dokumen pengadilan yang menyebutkan adanya pemborosan waktu selama setahun menjadi pukulan telak bagi argumen pembelaan yang diajukan oleh tim hukum FCC. Jika pengadilan akhirnya memerintahkan pembukaan pesan tersebut secara paksa, kita mungkin akan melihat babak baru dalam sejarah regulasi telekomunikasi yang lebih terbuka atau justru penuh dengan kejutan skandal yang tidak terduga.

Analisis Perbandingan: Standar Transparansi Lembaga Federal

Jika dibandingkan dengan lembaga federal lainnya seperti FTC (Federal Trade Commission) atau SEC (Securities and Exchange Commission), hambatan yang ditunjukkan oleh FCC dalam kasus ini tampak cukup mencolok dan tidak lazim. Lembaga-lembaga lain biasanya memiliki prosedur yang lebih mapan dan cepat dalam menangani permintaan FOIA terkait komunikasi pejabat tinggi mereka. Kasus ini menunjukkan adanya anomali dalam budaya organisasi FCC yang tampaknya lebih protektif terhadap kepentingan pimpinannya daripada kepentingan hak informasi publik. Perbandingan ini penting untuk menunjukkan bahwa tuntutan transparansi terhadap Brendan Carr bukanlah hal yang berlebihan, melainkan standar minimum yang harus dipenuhi oleh setiap pejabat publik di negara demokrasi.

Tren global saat ini sebenarnya sedang mengarah pada keterbukaan data pemerintah yang lebih luas guna membangun kembali kepercayaan masyarakat yang mulai luntur. Banyak negara maju telah menerapkan sistem di mana komunikasi resmi pejabat publik secara otomatis diarsipkan dalam server negara dan dapat diakses dengan prosedur yang relatif mudah. Apa yang terjadi di FCC saat ini justru terlihat seperti langkah mundur yang bertentangan dengan semangat modernisasi birokrasi dan keterbukaan informasi publik. Kegigihan FCC dalam menolak perintah pengadilan selama setahun penuh memberikan kesan kuat bahwa ada risiko hukum atau reputasi yang jauh lebih besar jika pesan-pesan tersebut akhirnya terungkap ke publik luas.

Pandangan ke Depan: Apa yang Harus Diharapkan Publik?

Langkah selanjutnya dalam drama hukum yang menegangkan ini sangat bergantung pada keputusan akhir dari hakim yang menangani kasus tersebut di pengadilan federal. Jika hakim mengeluarkan perintah yang sangat tegas dengan ancaman sanksi penghinaan terhadap pengadilan (contempt of court), FCC mungkin tidak akan punya pilihan lain selain menyerahkan pesan-pesan tersebut. Publik juga sedang menunggu apakah akan ada intervensi lebih lanjut dari Kongres untuk menyelidiki secara mendalam mengenai koordinasi antara regulator dan pihak swasta ini. Hasil dari kasus ini akan menjadi tolok ukur yang sangat penting bagi efektivitas undang-undang transparansi di Amerika Serikat dalam menghadapi kekuatan korporasi besar di era teknologi modern.

Sebagai kesimpulan, tuduhan terhadap FCC mengenai penyembunyian pesan Brendan Carr dengan Elon Musk dan DOGE adalah pengingat penting akan perlunya pengawasan publik yang ketat terhadap lembaga regulator. Transparansi bukan sekadar formalitas hukum yang membosankan, melainkan fondasi utama dari kepercayaan publik terhadap jalannya pemerintahan. Dengan setahun waktu yang dianggap terbuang sia-sia oleh pengadilan, kini saatnya bagi sistem peradilan untuk memastikan bahwa kebenaran terungkap tanpa ada sekat yang ditutup-tutupi. Masa depan kebijakan teknologi yang adil dan kompetitif sangat bergantung pada bagaimana kasus ini diselesaikan, karena di balik deretan pesan digital tersebut, mungkin tersimpan jawaban atas integritas demokrasi kita di era digital yang semakin kompleks ini.

You Might Also Like

Revolusi AI 2026: 10 Paper Hugging Face Paling Fenomenal yang Mengubah Robotika, Video 4D, dan Memori Pintar!

Lupakan Google Home! Amazon Echo Studio Banting Harga $45, Tawarkan Kualitas Audio Premium dan Fitur Alexa Tercanggih Saat Ini

Apple Naikkan Harga iPad Air Secara Signifikan, Tablet Samsung Ini Muncul Sebagai Solusi Hemat dengan Potongan Harga Gila-gilaan!

Bosan dengan Layar Raksasa? Inilah Deretan Smartphone Kecil Terbaik yang Sedang Diskon Besar Minggu Ini!

Strategi Baru Netflix: Uji Coba Login Email Per Profil Picu Kekhawatiran Kiamat Berbagi Akun Makin Nyata

TAGGED:Amerika SerikatBerita TeknologiBig TechBrendan CarrDOGEElon MuskElon Musk NewsFCCGugatan HukumIndustri TeknologiKeamanan SiberKebijakan PublikKecerdasan buatanRegulasi AITransparansi

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Guncang Dunia AI! New York Times Tuding Supercomputer Microsoft Sebagai Mesin Pencuri Hak Cipta Masif untuk OpenAI
Next Article Netflix Resmi Larang Berbagi Akun: Kini Setiap Profil Wajib Punya Email Unik Sendiri!
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Stay Connected

248.1kLike
54.3kFollow
10.3kSubscribe
39.5kFollow
banner banner
Create an Amazing Newspaper
Discover thousands of options, easy to customize layouts, one-click to import demo and much more.
Learn More

Latest News

Diskon Gila 46%! Samsung Galaxy Tab A11 Plus Jadi Primadona Prime Day: Teman Perjalanan Digital Paling Sempurna?
Belanja Online Gadget Lifestyle Samsung Teknologi
Update Perdana Fitbit Air Resmi Meluncur: Google Siapkan Perbaikan Besar untuk Masalah Awal yang Dikeluhkan Pengguna
Android Gadget Google Teknologi Wearable Update Teknologi
Kesempatan Terakhir! Sembilan Produk Android Paling Populer Ini Segera Habis dalam Hitungan Jam dengan Penawaran Harga Fantastis
Android Belanja Online Bisnis Digital Gadget Teknologi
Pelajaran Berharga dari Toy Story 5: Mengapa Anda Harus Memberi Anak Kindle Kids Edition dan Bukan Tablet ‘Brainrot’ di Prime Day Kali Ini
Belanja Online Education Technology Edukasi Masyarakat Gadget Gaya Hidup Digital
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Quick Link

  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise

Support

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

HeryArts NewsHeryArts News
Follow US
© 2022 HeryArts News Network. Company. All Rights Reserved.
Join Us!

Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..

[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?