By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
HeryArts NewsHeryArts NewsHeryArts News
  • Home
  • Tech News
    Tech NewsShow More
    Skandal Manipulasi Polymarket Terbongkar: Investigasi WSJ Ungkap Influencer Dibayar untuk Rekayasa Taruhan Palsu Senilai $1,9 Juta
    12 Min Read
    Altura Resmi Tutup Stablecoin Vault Akibat Gelombang Penarikan Massal dan Dampak Depegging msUSD
    10 Min Read
    CME Group Gugat CFTC: Benarkah Perpetual Futures Kalshi Adalah Produk Ilegal yang Menyamar?
    10 Min Read
    Bocoran Harga GTA 6 Terkuak? Retailer Eropa Fnac Tak Sengaja Ungkap Detail Pre-Order dan Berbagai Versi SKU Rockstar Games yang Misterius
    10 Min Read
    Misteri Harga GTA 6: Benarkah Akan Menjadi Game Termahal dalam Sejarah? Simak Investigasi Lengkapnya!
    11 Min Read
  • AI News
    AI NewsShow More
    Bukan Sekadar Benchmark: 12 Alasan Kuat Mengapa Claude Kini Mengungguli ChatGPT dalam Workflow Profesional Harian
    9 Min Read
    Claude Fable 5 Resmi Rilis: Inilah Model AI Tercanggih Anthropic dari Lini Mythos yang Siap Mengubah Peta Persaingan Global
    10 Min Read
    Prediksi Piala Dunia 2026: ChatGPT dan Gemini Sepakat Spanyol Bakal Angkat Trofi, Prancis Jadi Ancaman Terbesar!
    11 Min Read
    Krisis Anthropic: Pemerintah AS Larang Claude Fable 5, 4 Model Open Source Langsung Ambil Alih Takhta
    10 Min Read
    Tragedi Hilangnya Fable: Mengapa Model AI Open-Weight Seperti GLM Kini Menjadi Keharusan Bagi Kedaulatan Digital Anda
    10 Min Read
  • Mobile
    MobileShow More
    Bocoran Eksklusif Android 17 ‘Cinnamon Bun’: Revolusi Antarmuka dan Keamanan Super Ketat yang Siap Meluncur Juni 2026
    12 Min Read
    Meta Gebrak Piala Dunia 2026: Intip Fitur Eksklusif Live Chats Threads, Football Mode Facebook, dan Inovasi Instagram!
    11 Min Read
    Mozilla Firefox Android Kini Adopsi Google Play Integrity: Pengguna Custom ROM Siap-Siap Kehilangan Fitur AI?
    12 Min Read
    Google Resmi Rilis Android 17: Simak 3 Fitur Revolusioner yang Siap Mengubah Cara Anda Menggunakan Smartphone!
    11 Min Read
    WhatsApp Web Akhirnya Dukung Video Call 32 Orang: Terobosan Besar Bagi Pengguna Desktop dan Komunitas Linux
    11 Min Read
  • Gadget
    GadgetShow More
    Lupakan Promo Nintendo Switch! GameSir G7 Pro 8K Hadir Sebagai Kontroler PC Sempurna dengan Diskon 20% yang Menggiurkan
    8 Min Read
    OpenMW 0.51.0 Resmi Meluncur: Revolusi Sistem Sihir dan Perbaikan Stabilitas Masif untuk Penggemar Setia Morrowind
    10 Min Read
    Daftar 100 Film Dolby Atmos Terbaik Terungkap: Panduan Wajib Koleksi 4K Blu-ray untuk Uji Nyali Home Theater Anda
    9 Min Read
    Bocoran Eksklusif: 65 Penawaran Gadget Prime Day Terbaik Pilihan Editor yang Wajib Anda Miliki Sekarang!
    10 Min Read
    Duel Flagship Headphone Premium: Sony WH-1000XM6 vs Sennheiser Momentum 5 – Mana yang Benar-Benar Layak Anda Miliki?
    12 Min Read
  • Software
    SoftwareShow More
    OpenMW 0.51.0 Resmi Meluncur: Revolusi Sistem Sihir dan Perbaikan Stabilitas Masif untuk Penggemar Setia Morrowind
    10 Min Read
    Panduan Lengkap Membangun Visualisasi Data Interaktif dengan JavaScript: Strategi Developer Modern untuk Dashboard yang Memukau
    10 Min Read
    Otomatisasi Konten Instagram dengan Python: Panduan Lengkap Meningkatkan Efisiensi Digital bagi Developer dan Marketer
    10 Min Read
    Panduan Lengkap Membangun Grafik SVG Kustom: Rahasia Visualisasi Data Modern untuk Pengembang Web Profesional
    10 Min Read
    Revolusi Desain Web 2026: Mengenal 7 Kategori Tool dan Sumber Daya Unggulan untuk Pembangunan Website Super Cepat
    11 Min Read
  • Gaming
    GamingShow More
    Bocoran Harga GTA 6 Terkuak? Retailer Eropa Fnac Tak Sengaja Ungkap Detail Pre-Order dan Berbagai Versi SKU Rockstar Games yang Misterius
    10 Min Read
    Panduan Lengkap FC 26 Piscinin Evolution: Mengapa Ini Menjadi Game-Changer di Ultimate Team dan Cara Memilih Pemain Terbaiknya
    12 Min Read
    Siap Kembali Menjadi Witcher? Simak Panduan Lengkap Modifikasi The Witcher 3 untuk Menyambut Songs of the Past!
    10 Min Read
    Strategi I Do Absolutes Evolution di EA Sports FC 26: Siapkan Pemain Terbaik untuk Dominasi Ultimate Team
    13 Min Read
    Bocoran Event Fortnite Gone Wild: Jadwal Rilis, Kehadiran Sprites Baru, dan Kembalinya Budaya Grind yang Intens
    11 Min Read
  • Education
    EducationShow More
    Revolusi Pendidikan Prabowo: Dari Sekolah Rakyat ke Era Digital, Strategi Besar Cetak SDM Unggul Indonesia
    11 Min Read
    Siasat Licik Siswa Kelabui Detektor AI: Mengenal Aplikasi ‘Humanizer’ dan ‘Autotyper’ yang Mengancam Integritas Akademik
    12 Min Read
    Gen Z Skeptis Terhadap AI: Mengapa Universitas Harus Berhenti Memaksakan Teknologi dan Mulai Mendengarkan Mahasiswa
    10 Min Read
    Misteri Adaptasi Gelap: Mengapa Mata Manusia Membutuhkan Waktu Lama untuk Melihat dalam Kegelapan?
    10 Min Read
    Kisah Luar Biasa Rohit Goeptar: Dari Kemiskinan di Suriname Menuju Puncak Karier di NASA
    11 Min Read
Search
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 HeryArts News Network. Company. All Rights Reserved.
Reading: Skandal Investigasi Polymarket: Strategi Bayar Kreator Demi Video Kemenangan Palsu untuk Gaet Pengguna Amerika Serikat
Share
Sign In
Notification Show More
Font ResizerAa
HeryArts NewsHeryArts News
Font ResizerAa
  • Home
  • Tech News
  • AI News
  • Mobile
  • Gadget
  • Software
  • Gaming
  • Education
Search
  • Home
  • Tech News
  • AI News
  • Mobile
  • Gadget
  • Software
  • Gaming
  • Education
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 HeryArts News Network. Company. All Rights Reserved.
HeryArts News > Blog > Tech News > Investment > Skandal Investigasi Polymarket: Strategi Bayar Kreator Demi Video Kemenangan Palsu untuk Gaet Pengguna Amerika Serikat
InvestmentMarketingTech NewsTechnologyTrend

Skandal Investigasi Polymarket: Strategi Bayar Kreator Demi Video Kemenangan Palsu untuk Gaet Pengguna Amerika Serikat

Last updated: June 21, 2026 5:01 pm
heryarts
Share
SHARE

Industri pasar prediksi berbasis kripto kini tengah berada di bawah mikroskop tajam setelah munculnya temuan mengejutkan yang melibatkan salah satu pemain terbesarnya, Polymarket. Sebuah investigasi mendalam yang dirilis oleh Wall Street Journal baru-baru ini mengungkap adanya praktik pemasaran yang sangat meragukan di balik popularitas platform tersebut di media sosial. Polymarket diduga kuat telah menggelontorkan dana dalam jumlah besar kepada para kreator konten untuk memproduksi video yang menyesatkan mengenai keuntungan fantastis dari taruhan mereka. Langkah ini dinilai sebagai upaya agresif untuk menarik minat pengguna baru, terutama mereka yang berada di Amerika Serikat, meskipun platform utama mereka secara resmi dilarang beroperasi di negara tersebut. Fenomena ini memicu perdebatan sengit mengenai etika pemasaran di dunia kripto dan bagaimana platform teknologi seringkali mengabaikan batasan hukum demi mengejar pertumbuhan yang eksponensial.

Contents
Investigasi Mendalam Wall Street Journal: Menguak Tabir Manipulasi KontenModus Operandi: Mengapa Video Kemenangan Palsu Begitu Efektif?Menembus Larangan: Target Pengguna Amerika Serikat yang TerlarangDetail Teknis: Bagaimana Larangan Tersebut Dilanggar Secara Digital?Dampak dan Implikasi Bagi Industri Teknologi Finansial GlobalPerbandingan: Polymarket vs Kompetitor di Pasar PrediksiOpini Ahli: Etika Digital dan Tanggung Jawab PlatformPandangan ke Depan: Apa yang Menanti Polymarket Selanjutnya?

Keberadaan video-video promosi ini di berbagai platform media sosial seperti TikTok, Instagram, dan X telah menciptakan narasi bahwa memenangkan taruhan di Polymarket adalah hal yang mudah, instan, dan sangat menguntungkan bagi siapa saja. Para kreator yang dibayar ini seringkali menampilkan gaya hidup mewah atau saldo akun yang melonjak drastis dalam hitungan detik, yang menurut hasil investigasi, tidak selalu mencerminkan realitas transaksi yang sebenarnya. Praktik ini dikenal sebagai deceptive marketing atau pemasaran yang menipu, di mana garis antara testimoni jujur dan iklan berbayar menjadi sangat kabur hingga hampir tidak terlihat oleh mata awam. Bagi para regulator, tindakan ini bukan sekadar masalah etika bisnis biasa, melainkan potensi pelanggaran serius terhadap aturan perlindungan konsumen yang berlaku secara internasional. Hal ini menjadi semakin krusial mengingat volatilitas tinggi yang melekat pada aset digital dan risiko finansial besar yang dihadapi oleh pengguna yang terjebak dalam euforia palsu tersebut.

Investigasi Mendalam Wall Street Journal: Menguak Tabir Manipulasi Konten

Laporan investigasi dari Wall Street Journal menyoroti bagaimana Polymarket secara sistematis merekrut influencer untuk menyebarkan konten yang sudah dipoles sedemikian rupa agar terlihat seperti kemenangan organik. Investigasi ini menemukan bukti bahwa banyak dari video tersebut tidak memberikan disklaimer yang jelas bahwa konten tersebut adalah iklan berbayar, yang merupakan syarat mutlak dalam regulasi periklanan modern. Lebih jauh lagi, beberapa video bahkan menggunakan teknik penyuntingan yang manipulatif untuk menunjukkan angka kemenangan yang tidak pernah terjadi di blockchain atau catatan transaksi resmi platform. Hal ini dilakukan demi membangun kepercayaan semu di kalangan audiens muda yang cenderung lebih mudah terpengaruh oleh visualisasi kesuksesan finansial di media sosial. Belum ada konfirmasi resmi mengenai jumlah total biaya yang dikeluarkan Polymarket untuk kampanye ini, namun skala penyebarannya menunjukkan anggaran yang sangat signifikan.

Metode yang digunakan oleh para kreator ini seringkali melibatkan skrip yang seragam, menekankan pada kemudahan penggunaan platform dan kecepatan dalam mencairkan dana. Mereka seringkali menghindari pembahasan mengenai risiko kerugian, yang sebenarnya merupakan bagian tak terpisahkan dari pasar prediksi mana pun. Dengan menyembunyikan risiko dan melebih-lebihkan potensi keuntungan, Polymarket telah menciptakan ekosistem informasi yang tidak sehat bagi calon investor. Investigasi ini juga mengungkap adanya koordinasi di balik layar yang mengatur kapan video-video ini harus diunggah untuk memaksimalkan algoritma media sosial. Strategi ini berhasil membuat konten Polymarket muncul secara terus-menerus di beranda pengguna, menciptakan ilusi bahwa platform ini adalah tren global yang tidak boleh dilewatkan.

Modus Operandi: Mengapa Video Kemenangan Palsu Begitu Efektif?

Dalam dunia psikologi pemasaran, video yang menunjukkan keberhasilan seseorang secara visual memiliki dampak yang jauh lebih kuat dibandingkan teks atau gambar statis. Pengguna cenderung melakukan identifikasi diri dengan kreator konten favorit mereka, sehingga ketika sang kreator mengaku menang besar di Polymarket, pengikutnya akan merasa bahwa mereka pun bisa mencapai hal yang sama. Manipulasi ini memanfaatkan bias kognitif yang disebut sebagai social proof, di mana orang cenderung mengikuti tindakan orang lain karena menganggapnya sebagai perilaku yang benar atau menguntungkan. Sayangnya, dalam konteks investigasi WSJ ini, bukti sosial tersebut adalah hasil rekayasa finansial yang bertujuan untuk mengeksploitasi antusiasme publik terhadap teknologi baru.

Menembus Larangan: Target Pengguna Amerika Serikat yang Terlarang

Salah satu poin paling krusial dan kontroversial dalam investigasi ini adalah fakta bahwa kampanye pemasaran tersebut secara spesifik menargetkan pengguna di Amerika Serikat. Padahal, Polymarket secara resmi telah dilarang untuk menawarkan layanannya kepada warga AS setelah mencapai kesepakatan hukum dengan Commodity Futures Trading Commission (CFTC) pada tahun 2022. Larangan ini muncul karena platform tersebut dianggap mengoperasikan pasar kontrak opsi yang tidak terdaftar, yang melanggar hukum federal Amerika Serikat. Dengan tetap menargetkan audiens AS melalui influencer, Polymarket seolah-olah mencoba mencari celah untuk tetap mempertahankan basis pengguna dari salah satu pasar finansial terbesar di dunia tersebut tanpa harus mematuhi aturan domestik yang ketat.

Para ahli hukum berpendapat bahwa strategi ini adalah bentuk pembangkangan terhadap otoritas regulasi yang bisa berujung pada sanksi yang lebih berat di masa depan. Meskipun Polymarket secara teknis memblokir alamat IP dari Amerika Serikat, penggunaan VPN (Virtual Private Network) seringkali dipromosikan secara tersirat atau bahkan terang-terangan oleh para kreator konten sebagai cara untuk mengakses platform. Hal ini menunjukkan adanya upaya terorganisir untuk memfasilitasi pelanggaran aturan oleh pengguna, yang dipicu oleh konten pemasaran yang menyesatkan tersebut. Belum ada konfirmasi resmi mengenai apakah CFTC akan membuka kembali penyelidikan terhadap Polymarket berdasarkan temuan terbaru dari Wall Street Journal ini, namun tekanan publik kini semakin meningkat.

Detail Teknis: Bagaimana Larangan Tersebut Dilanggar Secara Digital?

Secara teknis, Polymarket menggunakan sistem geofencing untuk mendeteksi lokasi pengguna berdasarkan alamat IP mereka guna mematuhi larangan di Amerika Serikat. Namun, investigasi WSJ menunjukkan bahwa kampanye influencer mereka justru menggunakan tagar dan kata kunci yang sangat spesifik untuk audiens Amerika, memastikan video tersebut masuk ke algoritma pengguna di wilayah yang dilarang. Selain itu, beberapa kreator bahkan memberikan tutorial singkat atau petunjuk halus mengenai cara melewati sistem keamanan platform. Praktik ini menciptakan paradoks di mana perusahaan secara publik menyatakan kepatuhan, namun secara privat mendorong pertumbuhan melalui jalur belakang yang tidak teregulasi.

Dampak dan Implikasi Bagi Industri Teknologi Finansial Global

Skandal ini membawa dampak yang cukup luas bagi kredibilitas industri Financial Technology dan pasar prediksi secara keseluruhan. Ketika sebuah platform besar seperti Polymarket tertangkap basah menggunakan taktik yang tidak jujur, hal itu merusak kepercayaan publik terhadap inovasi blockchain lainnya yang sebenarnya beroperasi dengan integritas tinggi. Investor dan pengguna menjadi lebih skeptis terhadap klaim-klaim keuntungan yang beredar di media sosial, yang pada akhirnya bisa menghambat adopsi teknologi finansial yang sah. Industri ini sekarang dihadapkan pada tantangan besar untuk membersihkan citranya dari stigma manipulasi dan penipuan yang seringkali melekat pada proyek-proyek berbasis kripto.

Selain itu, langkah Polymarket ini juga memicu kekhawatiran akan adanya pengetatan regulasi yang jauh lebih drastis dari pemerintah berbagai negara. Jika platform teknologi terbukti tidak mampu melakukan swalayan atau self-regulation dalam hal pemasaran, maka pemerintah akan merasa terdorong untuk mengintervensi dengan aturan yang mungkin akan membatasi inovasi. Implikasi jangka panjangnya adalah biaya kepatuhan yang lebih tinggi bagi semua pemain di industri ini, serta pengawasan yang lebih ketat terhadap setiap kampanye media sosial yang melibatkan aset digital. Hal ini menjadi pengingat keras bagi para pemimpin perusahaan teknologi bahwa pertumbuhan yang cepat tidak boleh mengorbankan kepatuhan terhadap hukum dan etika bisnis.

  • Kerusakan Reputasi: Kehilangan kepercayaan dari investor institusi dan pengguna ritel jangka panjang.
  • Risiko Hukum: Potensi denda jutaan dolar dan tuntutan pidana bagi jajaran eksekutif jika terbukti melanggar kesepakatan CFTC.
  • Ketidakstabilan Pasar: Manipulasi informasi dapat menyebabkan anomali harga pada kontrak prediksi tertentu.
  • Tekanan Regulator: Memicu pengawasan lebih ketat terhadap penggunaan influencer dalam promosi produk keuangan.

Perbandingan: Polymarket vs Kompetitor di Pasar Prediksi

Jika dibandingkan dengan kompetitornya yang lebih patuh pada regulasi seperti PredictIt atau Kalshi, strategi Polymarket terlihat jauh lebih agresif dan berisiko. PredictIt, misalnya, beroperasi di bawah batasan ketat dari CFTC dengan jumlah taruhan yang dibatasi, sementara Kalshi telah berjuang secara legal selama bertahun-tahun untuk mendapatkan izin resmi di Amerika Serikat. Pendekatan Polymarket yang menggunakan jalur kripto dan influencer media sosial memberikan mereka keunggulan dalam hal volume transaksi dan kecepatan pertumbuhan, namun dengan mengorbankan stabilitas hukum dan etika periklanan. Perbedaan fundamental ini menunjukkan adanya dua filosofi bisnis yang saling bertentangan di dalam satu industri yang sama.

Banyak platform lain memilih untuk fokus pada edukasi pengguna dan transparansi data daripada menggunakan video kemenangan yang direkayasa. Mereka memahami bahwa dalam bisnis keuangan, kepercayaan adalah komoditas yang paling berharga dan sulit untuk dibangun kembali jika sekali saja hancur. Kasus Polymarket ini menjadi studi kasus penting bagi perusahaan rintisan atau startup lainnya tentang bahaya dari mentalitas “tumbuh dengan segala cara”. Di masa depan, kemungkinan besar akan ada standar industri baru yang mengharuskan adanya audit independen terhadap klaim pemasaran yang dilakukan oleh platform pasar prediksi untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.

Opini Ahli: Etika Digital dan Tanggung Jawab Platform

Para pakar Etika Digital menekankan bahwa tanggung jawab atas konten yang menyesatkan tidak hanya terletak pada kreator, tetapi juga pada platform yang mendanai mereka. Menurut beberapa pengamat industri, Polymarket seharusnya memiliki sistem kontrol kualitas untuk memastikan bahwa setiap konten yang mereka sponsori tetap akurat dan faktual. Dengan membiarkan atau bahkan mendorong pembuatan video kemenangan palsu, perusahaan secara sadar telah mengabaikan prinsip transparansi. Hal ini dianggap sebagai langkah mundur bagi upaya membangun ekosistem digital yang sehat dan dapat dipercaya bagi masyarakat luas.

“Pemasaran di era digital menuntut transparansi yang lebih tinggi, bukan justru manipulasi yang lebih canggih. Ketika sebuah platform pasar prediksi menggunakan rekayasa untuk menarik minat pengguna, mereka sebenarnya sedang mempertaruhkan masa depan industri tersebut demi keuntungan jangka pendek yang semu.”

Ahli hukum teknologi juga mencatat bahwa penggunaan influencer sebagai perpanjangan tangan pemasaran perusahaan seringkali digunakan untuk menghindari tanggung jawab langsung. Namun, dengan adanya bukti pembayaran dan koordinasi, Polymarket secara hukum tetap bisa dimintai pertanggungjawaban atas setiap klaim yang dibuat oleh para kreator tersebut. Ini adalah area hukum yang sedang berkembang pesat, dan kasus ini kemungkinan besar akan menjadi referensi penting bagi hakim dan regulator di masa depan dalam menangani kasus serupa di dunia maya.

Pandangan ke Depan: Apa yang Menanti Polymarket Selanjutnya?

Masa depan Polymarket kini berada di persimpangan jalan yang sangat menentukan. Di satu sisi, mereka memiliki teknologi yang inovatif dan basis pengguna yang besar, namun di sisi lain, beban reputasi dan ancaman hukum akibat investigasi ini bisa menjadi batu sandungan yang fatal. Langkah pertama yang harus diambil oleh perusahaan adalah melakukan audit internal yang transparan dan memberikan klarifikasi publik mengenai praktik pemasaran mereka. Tanpa adanya tindakan korektif yang nyata, Polymarket berisiko kehilangan akses ke pasar modal dan kemitraan strategis yang sangat dibutuhkan untuk ekspansi global mereka di masa depan.

Kita kemungkinan besar akan melihat perubahan besar dalam cara platform kripto melakukan pemasaran di media sosial. Standar yang lebih ketat mengenai penggunaan influencer dan keharusan untuk menampilkan risiko secara jelas akan menjadi norma baru. Bagi pengguna, kasus ini adalah pengingat penting untuk selalu melakukan riset mandiri dan tidak mudah tergiur oleh tampilan kemewahan yang dipamerkan di layar ponsel. Dunia pasar prediksi tetaplah sebuah area yang penuh risiko, dan tidak ada teknologi—seberapa canggih pun itu—yang bisa menjamin kemenangan instan tanpa adanya kemungkinan kerugian yang nyata.

You Might Also Like

Lupakan Promo Nintendo Switch! GameSir G7 Pro 8K Hadir Sebagai Kontroler PC Sempurna dengan Diskon 20% yang Menggiurkan

Revolusi Kreatif Gerard Bisbal: Membangun NUVAGAIA, Semesta Sci-Fi Transmedia Pertama yang Sepenuhnya Ditenagai Kecerdasan Buatan

Skandal Manipulasi Polymarket Terbongkar: Investigasi WSJ Ungkap Influencer Dibayar untuk Rekayasa Taruhan Palsu Senilai $1,9 Juta

Altura Resmi Tutup Stablecoin Vault Akibat Gelombang Penarikan Massal dan Dampak Depegging msUSD

CME Group Gugat CFTC: Benarkah Perpetual Futures Kalshi Adalah Produk Ilegal yang Menyamar?

TAGGED:#EkosistemDigital#EtikaDigital#FinancialTechnology#GugatanHukum#InovasiTeknologi#MasaDepan#StrategiBisnis#TechNewsInvestmentMarketingPasarPrediksiPolymarketTechnologytrendWallStreetJournal

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article SoftBank Hentikan Gelombang ‘Uang Murah’ di Amerika Latin: Hanya 2 Kesepakatan dalam 2 Tahun, Apa yang Terjadi?
Next Article Masa Depan Data Kesehatan Inggris di Ujung Tanduk: Palantir Berjuang Amankan Kontrak NHS Jangka Panjang Senilai £330 Juta
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Stay Connected

248.1kLike
54.3kFollow
10.3kSubscribe
39.5kFollow
banner banner
Create an Amazing Newspaper
Discover thousands of options, easy to customize layouts, one-click to import demo and much more.
Learn More

Latest News

Investigasi Nikkei: Jaringan Fentanyl China Dalangi Penipuan Kripto ‘Zksync.jp’, Kerugian Investor Tembus $1 Juta
Finansial Internasional Keamanan Siber Kejahatan Siber Teknologi
Transformasi Besar Industri Teknologi: AtlasGo Ubah Strategi, DOKU Catatkan Langkah Exit, dan Grab Perkuat Ekosistem Kendaraan Hijau
Financial Technology Finansial Industri Teknologi Inovasi Teknologi Mobil Listrik
Bocoran Harga GTA 6 Terkuak? Retailer Eropa Fnac Tak Sengaja Ungkap Detail Pre-Order dan Berbagai Versi SKU Rockstar Games yang Misterius
Gaming Industri Game PlayStation 5 Tech News Tren Gaming
Panduan Lengkap FC 26 Piscinin Evolution: Mengapa Ini Menjadi Game-Changer di Ultimate Team dan Cara Memilih Pemain Terbaiknya
Gaming Gaya Hidup Digital Industri Game Tren Gaming Video Game
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Quick Link

  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise

Support

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

HeryArts NewsHeryArts News
Follow US
© 2022 HeryArts News Network. Company. All Rights Reserved.
Join Us!

Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..

[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?