By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
HeryArts NewsHeryArts NewsHeryArts News
  • Home
  • Tech News
    Tech NewsShow More
    Skandal Manipulasi Polymarket Terbongkar: Investigasi WSJ Ungkap Influencer Dibayar untuk Rekayasa Taruhan Palsu Senilai $1,9 Juta
    12 Min Read
    Altura Resmi Tutup Stablecoin Vault Akibat Gelombang Penarikan Massal dan Dampak Depegging msUSD
    10 Min Read
    CME Group Gugat CFTC: Benarkah Perpetual Futures Kalshi Adalah Produk Ilegal yang Menyamar?
    10 Min Read
    Bocoran Harga GTA 6 Terkuak? Retailer Eropa Fnac Tak Sengaja Ungkap Detail Pre-Order dan Berbagai Versi SKU Rockstar Games yang Misterius
    10 Min Read
    Misteri Harga GTA 6: Benarkah Akan Menjadi Game Termahal dalam Sejarah? Simak Investigasi Lengkapnya!
    11 Min Read
  • AI News
    AI NewsShow More
    Bukan Sekadar Benchmark: 12 Alasan Kuat Mengapa Claude Kini Mengungguli ChatGPT dalam Workflow Profesional Harian
    9 Min Read
    Claude Fable 5 Resmi Rilis: Inilah Model AI Tercanggih Anthropic dari Lini Mythos yang Siap Mengubah Peta Persaingan Global
    10 Min Read
    Prediksi Piala Dunia 2026: ChatGPT dan Gemini Sepakat Spanyol Bakal Angkat Trofi, Prancis Jadi Ancaman Terbesar!
    11 Min Read
    Krisis Anthropic: Pemerintah AS Larang Claude Fable 5, 4 Model Open Source Langsung Ambil Alih Takhta
    10 Min Read
    Tragedi Hilangnya Fable: Mengapa Model AI Open-Weight Seperti GLM Kini Menjadi Keharusan Bagi Kedaulatan Digital Anda
    10 Min Read
  • Mobile
    MobileShow More
    Bocoran Eksklusif Android 17 ‘Cinnamon Bun’: Revolusi Antarmuka dan Keamanan Super Ketat yang Siap Meluncur Juni 2026
    12 Min Read
    Meta Gebrak Piala Dunia 2026: Intip Fitur Eksklusif Live Chats Threads, Football Mode Facebook, dan Inovasi Instagram!
    11 Min Read
    Mozilla Firefox Android Kini Adopsi Google Play Integrity: Pengguna Custom ROM Siap-Siap Kehilangan Fitur AI?
    12 Min Read
    Google Resmi Rilis Android 17: Simak 3 Fitur Revolusioner yang Siap Mengubah Cara Anda Menggunakan Smartphone!
    11 Min Read
    WhatsApp Web Akhirnya Dukung Video Call 32 Orang: Terobosan Besar Bagi Pengguna Desktop dan Komunitas Linux
    11 Min Read
  • Gadget
    GadgetShow More
    Lupakan Promo Nintendo Switch! GameSir G7 Pro 8K Hadir Sebagai Kontroler PC Sempurna dengan Diskon 20% yang Menggiurkan
    8 Min Read
    OpenMW 0.51.0 Resmi Meluncur: Revolusi Sistem Sihir dan Perbaikan Stabilitas Masif untuk Penggemar Setia Morrowind
    10 Min Read
    Daftar 100 Film Dolby Atmos Terbaik Terungkap: Panduan Wajib Koleksi 4K Blu-ray untuk Uji Nyali Home Theater Anda
    9 Min Read
    Bocoran Eksklusif: 65 Penawaran Gadget Prime Day Terbaik Pilihan Editor yang Wajib Anda Miliki Sekarang!
    10 Min Read
    Duel Flagship Headphone Premium: Sony WH-1000XM6 vs Sennheiser Momentum 5 – Mana yang Benar-Benar Layak Anda Miliki?
    12 Min Read
  • Software
    SoftwareShow More
    OpenMW 0.51.0 Resmi Meluncur: Revolusi Sistem Sihir dan Perbaikan Stabilitas Masif untuk Penggemar Setia Morrowind
    10 Min Read
    Panduan Lengkap Membangun Visualisasi Data Interaktif dengan JavaScript: Strategi Developer Modern untuk Dashboard yang Memukau
    10 Min Read
    Otomatisasi Konten Instagram dengan Python: Panduan Lengkap Meningkatkan Efisiensi Digital bagi Developer dan Marketer
    10 Min Read
    Panduan Lengkap Membangun Grafik SVG Kustom: Rahasia Visualisasi Data Modern untuk Pengembang Web Profesional
    10 Min Read
    Revolusi Desain Web 2026: Mengenal 7 Kategori Tool dan Sumber Daya Unggulan untuk Pembangunan Website Super Cepat
    11 Min Read
  • Gaming
    GamingShow More
    Bocoran Harga GTA 6 Terkuak? Retailer Eropa Fnac Tak Sengaja Ungkap Detail Pre-Order dan Berbagai Versi SKU Rockstar Games yang Misterius
    10 Min Read
    Panduan Lengkap FC 26 Piscinin Evolution: Mengapa Ini Menjadi Game-Changer di Ultimate Team dan Cara Memilih Pemain Terbaiknya
    12 Min Read
    Siap Kembali Menjadi Witcher? Simak Panduan Lengkap Modifikasi The Witcher 3 untuk Menyambut Songs of the Past!
    10 Min Read
    Strategi I Do Absolutes Evolution di EA Sports FC 26: Siapkan Pemain Terbaik untuk Dominasi Ultimate Team
    13 Min Read
    Bocoran Event Fortnite Gone Wild: Jadwal Rilis, Kehadiran Sprites Baru, dan Kembalinya Budaya Grind yang Intens
    11 Min Read
  • Education
    EducationShow More
    Revolusi Pendidikan Prabowo: Dari Sekolah Rakyat ke Era Digital, Strategi Besar Cetak SDM Unggul Indonesia
    11 Min Read
    Siasat Licik Siswa Kelabui Detektor AI: Mengenal Aplikasi ‘Humanizer’ dan ‘Autotyper’ yang Mengancam Integritas Akademik
    12 Min Read
    Gen Z Skeptis Terhadap AI: Mengapa Universitas Harus Berhenti Memaksakan Teknologi dan Mulai Mendengarkan Mahasiswa
    10 Min Read
    Misteri Adaptasi Gelap: Mengapa Mata Manusia Membutuhkan Waktu Lama untuk Melihat dalam Kegelapan?
    10 Min Read
    Kisah Luar Biasa Rohit Goeptar: Dari Kemiskinan di Suriname Menuju Puncak Karier di NASA
    11 Min Read
Search
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 HeryArts News Network. Company. All Rights Reserved.
Reading: Bitcoin Kini 81% Berkorelasi dengan Emas: Apakah Raja Kripto Hanya Menjadi ‘Ekor’ Ekonomi Makro?
Share
Sign In
Notification Show More
Font ResizerAa
HeryArts NewsHeryArts News
Font ResizerAa
  • Home
  • Tech News
  • AI News
  • Mobile
  • Gadget
  • Software
  • Gaming
  • Education
Search
  • Home
  • Tech News
  • AI News
  • Mobile
  • Gadget
  • Software
  • Gaming
  • Education
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 HeryArts News Network. Company. All Rights Reserved.
HeryArts News > Blog > Tech News > Investment > Bitcoin Kini 81% Berkorelasi dengan Emas: Apakah Raja Kripto Hanya Menjadi ‘Ekor’ Ekonomi Makro?
Inovasi TeknologiInvestmentMasa DepanTech NewsTrend

Bitcoin Kini 81% Berkorelasi dengan Emas: Apakah Raja Kripto Hanya Menjadi ‘Ekor’ Ekonomi Makro?

Last updated: June 21, 2026 4:47 pm
heryarts
Share
SHARE

Pasar mata uang kripto global baru saja melewati periode turbulensi yang cukup signifikan, di mana terjadi kontraksi nilai yang cukup tajam dalam waktu singkat. Dalam kurun waktu 24 jam terakhir, total kapitalisasi pasar kripto merosot sebesar 2,21 persen, yang membawa valuasi totalnya kini berada di angka US$2,17 triliun. Penurunan ini bukanlah sebuah kebetulan semata, melainkan hasil dari reaksi berantai terhadap dinamika ekonomi global yang semakin kompleks. Para pelaku pasar tampaknya mulai melakukan penyesuaian posisi secara besar-besaran setelah melihat sinyal-sinyal terbaru dari otoritas moneter tertinggi di Amerika Serikat. Ketidakpastian ini menciptakan gelombang jual yang menekan harga aset digital utama, termasuk Bitcoin, yang selama ini dianggap sebagai indikator kesehatan pasar kripto secara keseluruhan.

Contents
Dinamika Pasar Kripto: Penurunan 2,21% dan Realita Kapitalisasi US$2,17 TriliunMembongkar Kebijakan Federal Reserve: Mengapa Suku Bunga Tinggi Menekan Bitcoin?Aset Safe Haven atau Derivatif Makro? Menilik Korelasi 81% dengan EmasPergeseran Narasi Bitcoin sebagai Digital GoldResiliensi Wall Street dan Dominasi Saham Teknologi di Tengah GejolakDampak Jangka Panjang bagi Portofolio Digital dan Strategi InvestorOutlook Masa Depan: Akankah Bitcoin Kembali Menemukan Jalurnya Sendiri?

Pemicu utama dari kemerosotan ini adalah pembaruan kebijakan dari Federal Reserve yang cenderung bersifat hawkish, yang memberikan sinyal kuat mengenai lingkungan suku bunga tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama. Kebijakan “higher-for-longer” ini secara efektif mengurangi selera risiko investor terhadap aset-aset yang dianggap spekulatif atau memiliki volatilitas tinggi. Ketika biaya pinjaman tetap tinggi, likuiditas di pasar cenderung mengetat, dan aset seperti kripto seringkali menjadi yang pertama kali dilepaskan oleh para manajer dana global. Fenomena ini menunjukkan betapa kuatnya pengaruh kebijakan moneter tradisional terhadap ekosistem keuangan terdesentralisasi yang seharusnya berdiri mandiri. Belum ada konfirmasi resmi mengenai kapan tepatnya pivot kebijakan ini akan berakhir, namun dampaknya sudah terasa nyata di seluruh papan perdagangan digital.

Dinamika Pasar Kripto: Penurunan 2,21% dan Realita Kapitalisasi US$2,17 Triliun

Penurunan kapitalisasi pasar sebesar 2,21 persen dalam satu hari mungkin terlihat kecil bagi mereka yang terbiasa dengan volatilitas kripto, namun dalam skala triliunan dolar, ini merupakan penguapan nilai yang masif. Angka US$2,17 triliun kini menjadi level support psikologis baru yang sangat diperhatikan oleh para analis teknikal di seluruh dunia. Penurunan ini mencerminkan adanya tekanan jual yang terkoordinasi, kemungkinan besar didorong oleh algoritma perdagangan yang bereaksi terhadap data makroekonomi terbaru. Investor ritel yang sebelumnya optimis kini mulai bersikap defensif, menunggu momentum yang lebih stabil untuk kembali masuk ke pasar. Situasi ini diperparah dengan volume perdagangan yang fluktuatif, menunjukkan adanya keraguan kolektif di kalangan partisipan pasar.

Jika kita melihat lebih dalam, kontraksi ini tidak hanya mengenai angka di layar monitor, tetapi juga mengenai pergeseran sentimen dari akumulasi menuju distribusi. Banyak pemegang aset jangka panjang yang mulai mengambil keuntungan atau setidaknya mengamankan modal mereka di tengah ketidakpastian suku bunga. Hal ini menciptakan tekanan tambahan pada harga, yang kemudian memicu likuiditas paksa pada posisi leverage di bursa-bursa berjangka. Dinamika ini adalah pengingat keras bahwa meskipun teknologi blockchain terus berkembang, nilai pasarnya masih sangat bergantung pada arus modal global. Kejatuhan ke angka US$2,17 triliun ini menjadi titik evaluasi penting bagi banyak pihak mengenai arah pasar untuk sisa tahun ini.

Membongkar Kebijakan Federal Reserve: Mengapa Suku Bunga Tinggi Menekan Bitcoin?

Kebijakan Federal Reserve selalu menjadi kompas bagi pasar finansial, dan kali ini kompas tersebut menunjuk ke arah yang cukup menantang bagi aset berisiko. Dengan mempertahankan suku bunga pada level yang tinggi, The Fed bertujuan untuk menekan inflasi yang masih membandel, namun konsekuensinya adalah melambatnya pertumbuhan ekonomi dan pengetatan likuiditas. Bitcoin, yang sering dijuluki sebagai emas digital, ternyata tidak kebal terhadap daya tarik dolar Amerika Serikat yang menguat akibat suku bunga tinggi. Ketika investor bisa mendapatkan imbal hasil yang relatif aman dan tinggi dari obligasi pemerintah, insentif untuk memegang aset volatil seperti Bitcoin menjadi berkurang secara signifikan. Ini adalah hukum dasar ekonomi di mana modal akan selalu mengalir ke tempat yang menawarkan rasio risiko-imbal hasil terbaik.

Lebih lanjut, narasi Bitcoin sebagai lindung nilai terhadap inflasi kini sedang diuji dengan cara yang sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Di masa lalu, Bitcoin seringkali bergerak berlawanan arah dengan pasar tradisional, namun dalam rezim suku bunga tinggi saat ini, ia justru terlihat lebih sensitif terhadap pengumuman kebijakan moneter. Setiap pernyataan dari pejabat The Fed kini dipantau dengan tingkat ketelitian yang sama oleh trader kripto maupun trader obligasi. Hal ini menandakan bahwa Bitcoin telah masuk ke dalam arus utama sistem finansial, namun dengan konsekuensi kehilangan sifat uniknya sebagai aset yang tidak berkorelasi. Ketergantungan pada kebijakan makro ini menjadi pedang bermata dua bagi pertumbuhan jangka panjang industri kripto.

Aset Safe Haven atau Derivatif Makro? Menilik Korelasi 81% dengan Emas

Salah satu temuan paling menarik dari laporan pasar terbaru adalah tingkat korelasi Bitcoin dengan emas yang mencapai angka 81 persen. Angka ini sangat tinggi dan menimbulkan pertanyaan fundamental: apakah Bitcoin kini hanya menjadi varian lain dari aset makro tradisional? Selama bertahun-tahun, pendukung Bitcoin berargumen bahwa aset ini adalah bentuk baru dari Emas yang lebih efisien dan portabel. Namun, korelasi setinggi 81 persen menunjukkan bahwa Bitcoin kini bergerak hampir selaras dengan logam mulia dalam merespons fluktuasi ekonomi global. Jika emas naik karena ketidakpastian geopolitik, Bitcoin cenderung mengikuti, namun hal yang sama berlaku saat terjadi aksi jual besar-besaran di pasar komoditas.

Pergeseran Narasi Bitcoin sebagai Digital Gold

  • Korelasi Tinggi: Angka 81% menunjukkan Bitcoin tidak lagi bergerak secara acak, melainkan mengikuti pola aset safe haven tradisional.
  • Sentimen Institusi: Masuknya dana institusional melalui ETF (Exchange Traded Funds) kemungkinan besar mempererat hubungan ini karena manajer dana memperlakukan Bitcoin sebagai bagian dari alokasi aset komoditas.
  • Respon Terhadap Dolar: Baik Bitcoin maupun emas kini sangat sensitif terhadap kekuatan indeks dolar AS (DXY), yang seringkali bergerak berlawanan arah dengan keduanya.

Meskipun korelasi ini memberikan legitimasi bagi Bitcoin sebagai aset penyimpan nilai, hal ini juga mengurangi kegunaannya sebagai diversifikasi portofolio yang murni. Jika Bitcoin bergerak searah dengan emas dan saham teknologi, maka manfaat perlindungan terhadap risiko sistemik menjadi berkurang. Para analis kini mulai menyebut Bitcoin sebagai “makro derivatif”, sebuah instrumen yang nilainya ditentukan oleh kekuatan ekonomi makro yang lebih besar daripada fundamental teknologi blockchain itu sendiri. Ini adalah evolusi penting dalam siklus hidup Bitcoin, dari sebuah eksperimen kriptografi menjadi komponen integral dalam mesin finansial global yang digerakkan oleh likuiditas dan kebijakan bank sentral.

Resiliensi Wall Street dan Dominasi Saham Teknologi di Tengah Gejolak

Menariknya, sementara pasar kripto mengalami tekanan, Wall Street justru menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang cukup cepat setelah aksi jual awal yang dipicu oleh Federal Reserve. Pada perdagangan hari Kamis, pasar saham Amerika Serikat bangkit kembali, dipimpin oleh performa gemilang dari sektor teknologi. Perusahaan-perusahaan teknologi besar atau Big Tech terus menunjukkan resiliensi karena fundamental pendapatan yang kuat dan antusiasme terhadap inovasi kecerdasan buatan. Divergensi ini menunjukkan bahwa meskipun ada tekanan makro, modal masih mencari perlindungan pada perusahaan dengan arus kas yang nyata dan dominasi pasar yang mapan. Hal ini menciptakan kontras yang tajam dengan pasar kripto yang lebih bergantung pada sentimen murni dan likuiditas global.

Dominasi saham teknologi di bursa saham juga memberikan tekanan tidak langsung bagi Bitcoin. Banyak investor yang sebelumnya mengalokasikan dana ke kripto untuk mencari pertumbuhan eksponensial, kini mulai melirik kembali ke sektor teknologi tradisional yang menawarkan pertumbuhan serupa namun dengan risiko yang lebih terukur. Fenomena ini menjelaskan mengapa Bitcoin tidak ikut rebound secepat saham-saham di Nasdaq setelah guncangan The Fed. Pasar tampaknya sedang melakukan pemilahan antara aset yang memiliki utilitas ekonomi langsung dengan aset yang masih dalam tahap pembuktian nilai jangka panjang. Namun, sejarah menunjukkan bahwa korelasi antara Bitcoin dan saham teknologi seringkali kembali menguat dalam jangka menengah, sehingga pemulihan di Wall Street bisa menjadi sinyal positif bagi kripto di masa depan.

Dampak Jangka Panjang bagi Portofolio Digital dan Strategi Investor

Bagi investor ritel maupun institusi, data terbaru ini menuntut adanya penyesuaian strategi yang lebih canggih. Tidak bisa lagi kita melihat Bitcoin sebagai aset yang berdiri sendiri di luar sistem keuangan global. Dengan korelasi 81 persen terhadap emas, strategi investasi harus mempertimbangkan faktor-faktor seperti inflasi, yield obligasi, dan kebijakan moneter secara lebih mendalam. Diversifikasi dalam ekosistem digital itu sendiri menjadi sangat penting, di mana investor mungkin perlu mencari aset kripto lain yang memiliki korelasi lebih rendah terhadap Bitcoin untuk benar-benar mengamankan portofolio mereka dari guncangan makro yang tiba-tiba.

“Bitcoin kini telah dewasa, namun kedewasaan itu datang dengan harga: ia kini harus tunduk pada hukum gravitasi ekonomi makro yang sama dengan emas dan saham global.”

Manajemen risiko menjadi kunci utama dalam menghadapi rezim suku bunga tinggi ini. Penggunaan leverage yang berlebihan di pasar kripto saat ini sangat berisiko, mengingat sensitivitas harga terhadap setiap kata yang keluar dari mulut pejabat bank sentral. Investor disarankan untuk lebih fokus pada akumulasi bertahap daripada mencoba melakukan market timing di tengah volatilitas yang dipicu oleh data makro. Selain itu, pemahaman mengenai aspek teknis dan fundamental dari proyek-proyek kripto tetap krusial, karena di masa depan, hanya aset dengan utilitas nyata yang kemungkinan besar akan mampu melepaskan diri dari belenggu korelasi makro yang terlalu ketat.

Outlook Masa Depan: Akankah Bitcoin Kembali Menemukan Jalurnya Sendiri?

Melihat ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Bitcoin akan tetap menjadi pengikut setia tren makro atau kembali menjadi aset yang benar-benar independen. Banyak ahli percaya bahwa fase korelasi tinggi ini adalah bagian dari proses maturasi aset. Seiring dengan semakin banyaknya adopsi institusional, Bitcoin akan terus diperlakukan sebagai komponen dari strategi makro global. Namun, potensi untuk “decoupling” tetap ada, terutama jika terjadi krisis kepercayaan terhadap mata uang fiat atau jika inovasi teknologi di jaringan Bitcoin (seperti Layer 2) menciptakan nilai ekonomi baru yang tidak bergantung pada arus modal tradisional. Belum ada konfirmasi resmi mengenai arah kebijakan moneter jangka panjang, namun volatilitas akan tetap menjadi teman setia bagi para pelaku pasar.

Secara keseluruhan, kondisi pasar saat ini mencerminkan fase transisi yang krusial. Bitcoin bukan lagi sekadar mainan para tech-enthusiast, melainkan barometer sentimen risiko global yang setara dengan emas. Meskipun penurunan kapitalisasi pasar ke US$2,17 triliun terasa menyakitkan, ini adalah bagian dari pembersihan pasar dari spekulasi berlebih. Di masa depan, kita mungkin akan melihat Bitcoin yang lebih stabil, namun dengan dinamika harga yang lebih terukur dan selaras dengan realitas ekonomi dunia. Bagi mereka yang memiliki pandangan jangka panjang, korelasi 81 persen dengan emas ini justru bisa dilihat sebagai bukti bahwa Bitcoin telah berhasil mencapai statusnya sebagai aset penyimpan nilai yang diakui secara global, terlepas dari fluktuasi jangka pendek yang terjadi.

You Might Also Like

Lupakan Promo Nintendo Switch! GameSir G7 Pro 8K Hadir Sebagai Kontroler PC Sempurna dengan Diskon 20% yang Menggiurkan

Revolusi Kreatif Gerard Bisbal: Membangun NUVAGAIA, Semesta Sci-Fi Transmedia Pertama yang Sepenuhnya Ditenagai Kecerdasan Buatan

Investigasi Nikkei: Jaringan Fentanyl China Dalangi Penipuan Kripto ‘Zksync.jp’, Kerugian Investor Tembus $1 Juta

Skandal Manipulasi Polymarket Terbongkar: Investigasi WSJ Ungkap Influencer Dibayar untuk Rekayasa Taruhan Palsu Senilai $1,9 Juta

Altura Resmi Tutup Stablecoin Vault Akibat Gelombang Penarikan Massal dan Dampak Depegging msUSD

TAGGED:#BigTech#DigitalTransformation#FinancialTechnology#GlobalResearch#StrategiBisnisBitcoinEkonomiDigitalEmasFederalReserveInovasi TeknologiInvestmentKriptoMasa DepanTech Newstrend

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Drama Geopolitik Teknologi: Investor China Siap Tebus Kembali Startup AI Manus dari Meta Senilai US$2 Miliar
Next Article Akselerasi Ekonomi AI vs Kelambanan Institusi: Mengapa Dunia Kerja Kita Berada di Titik Kritis dan Terancam Tertinggal?
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Stay Connected

248.1kLike
54.3kFollow
10.3kSubscribe
39.5kFollow
banner banner
Create an Amazing Newspaper
Discover thousands of options, easy to customize layouts, one-click to import demo and much more.
Learn More

Latest News

CME Group Gugat CFTC: Benarkah Perpetual Futures Kalshi Adalah Produk Ilegal yang Menyamar?
Financial Technology Finansial Investment Kebijakan Publik
Transformasi Besar Industri Teknologi: AtlasGo Ubah Strategi, DOKU Catatkan Langkah Exit, dan Grab Perkuat Ekosistem Kendaraan Hijau
Financial Technology Finansial Industri Teknologi Inovasi Teknologi Mobil Listrik
Bocoran Harga GTA 6 Terkuak? Retailer Eropa Fnac Tak Sengaja Ungkap Detail Pre-Order dan Berbagai Versi SKU Rockstar Games yang Misterius
Gaming Industri Game PlayStation 5 Tech News Tren Gaming
Panduan Lengkap FC 26 Piscinin Evolution: Mengapa Ini Menjadi Game-Changer di Ultimate Team dan Cara Memilih Pemain Terbaiknya
Gaming Gaya Hidup Digital Industri Game Tren Gaming Video Game
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Quick Link

  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise

Support

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

HeryArts NewsHeryArts News
Follow US
© 2022 HeryArts News Network. Company. All Rights Reserved.
Join Us!

Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..

[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?