By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
HeryArts NewsHeryArts NewsHeryArts News
  • Home
  • Tech News
    Tech NewsShow More
    Skandal Manipulasi Polymarket Terbongkar: Investigasi WSJ Ungkap Influencer Dibayar untuk Rekayasa Taruhan Palsu Senilai $1,9 Juta
    12 Min Read
    Altura Resmi Tutup Stablecoin Vault Akibat Gelombang Penarikan Massal dan Dampak Depegging msUSD
    10 Min Read
    CME Group Gugat CFTC: Benarkah Perpetual Futures Kalshi Adalah Produk Ilegal yang Menyamar?
    10 Min Read
    Bocoran Harga GTA 6 Terkuak? Retailer Eropa Fnac Tak Sengaja Ungkap Detail Pre-Order dan Berbagai Versi SKU Rockstar Games yang Misterius
    10 Min Read
    Misteri Harga GTA 6: Benarkah Akan Menjadi Game Termahal dalam Sejarah? Simak Investigasi Lengkapnya!
    11 Min Read
  • AI News
    AI NewsShow More
    Bukan Sekadar Benchmark: 12 Alasan Kuat Mengapa Claude Kini Mengungguli ChatGPT dalam Workflow Profesional Harian
    9 Min Read
    Claude Fable 5 Resmi Rilis: Inilah Model AI Tercanggih Anthropic dari Lini Mythos yang Siap Mengubah Peta Persaingan Global
    10 Min Read
    Prediksi Piala Dunia 2026: ChatGPT dan Gemini Sepakat Spanyol Bakal Angkat Trofi, Prancis Jadi Ancaman Terbesar!
    11 Min Read
    Krisis Anthropic: Pemerintah AS Larang Claude Fable 5, 4 Model Open Source Langsung Ambil Alih Takhta
    10 Min Read
    Tragedi Hilangnya Fable: Mengapa Model AI Open-Weight Seperti GLM Kini Menjadi Keharusan Bagi Kedaulatan Digital Anda
    10 Min Read
  • Mobile
    MobileShow More
    Bocoran Eksklusif Android 17 ‘Cinnamon Bun’: Revolusi Antarmuka dan Keamanan Super Ketat yang Siap Meluncur Juni 2026
    12 Min Read
    Meta Gebrak Piala Dunia 2026: Intip Fitur Eksklusif Live Chats Threads, Football Mode Facebook, dan Inovasi Instagram!
    11 Min Read
    Mozilla Firefox Android Kini Adopsi Google Play Integrity: Pengguna Custom ROM Siap-Siap Kehilangan Fitur AI?
    12 Min Read
    Google Resmi Rilis Android 17: Simak 3 Fitur Revolusioner yang Siap Mengubah Cara Anda Menggunakan Smartphone!
    11 Min Read
    WhatsApp Web Akhirnya Dukung Video Call 32 Orang: Terobosan Besar Bagi Pengguna Desktop dan Komunitas Linux
    11 Min Read
  • Gadget
    GadgetShow More
    Lupakan Promo Nintendo Switch! GameSir G7 Pro 8K Hadir Sebagai Kontroler PC Sempurna dengan Diskon 20% yang Menggiurkan
    8 Min Read
    OpenMW 0.51.0 Resmi Meluncur: Revolusi Sistem Sihir dan Perbaikan Stabilitas Masif untuk Penggemar Setia Morrowind
    10 Min Read
    Daftar 100 Film Dolby Atmos Terbaik Terungkap: Panduan Wajib Koleksi 4K Blu-ray untuk Uji Nyali Home Theater Anda
    9 Min Read
    Bocoran Eksklusif: 65 Penawaran Gadget Prime Day Terbaik Pilihan Editor yang Wajib Anda Miliki Sekarang!
    10 Min Read
    Duel Flagship Headphone Premium: Sony WH-1000XM6 vs Sennheiser Momentum 5 – Mana yang Benar-Benar Layak Anda Miliki?
    12 Min Read
  • Software
    SoftwareShow More
    OpenMW 0.51.0 Resmi Meluncur: Revolusi Sistem Sihir dan Perbaikan Stabilitas Masif untuk Penggemar Setia Morrowind
    10 Min Read
    Panduan Lengkap Membangun Visualisasi Data Interaktif dengan JavaScript: Strategi Developer Modern untuk Dashboard yang Memukau
    10 Min Read
    Otomatisasi Konten Instagram dengan Python: Panduan Lengkap Meningkatkan Efisiensi Digital bagi Developer dan Marketer
    10 Min Read
    Panduan Lengkap Membangun Grafik SVG Kustom: Rahasia Visualisasi Data Modern untuk Pengembang Web Profesional
    10 Min Read
    Revolusi Desain Web 2026: Mengenal 7 Kategori Tool dan Sumber Daya Unggulan untuk Pembangunan Website Super Cepat
    11 Min Read
  • Gaming
    GamingShow More
    Bocoran Harga GTA 6 Terkuak? Retailer Eropa Fnac Tak Sengaja Ungkap Detail Pre-Order dan Berbagai Versi SKU Rockstar Games yang Misterius
    10 Min Read
    Panduan Lengkap FC 26 Piscinin Evolution: Mengapa Ini Menjadi Game-Changer di Ultimate Team dan Cara Memilih Pemain Terbaiknya
    12 Min Read
    Siap Kembali Menjadi Witcher? Simak Panduan Lengkap Modifikasi The Witcher 3 untuk Menyambut Songs of the Past!
    10 Min Read
    Strategi I Do Absolutes Evolution di EA Sports FC 26: Siapkan Pemain Terbaik untuk Dominasi Ultimate Team
    13 Min Read
    Bocoran Event Fortnite Gone Wild: Jadwal Rilis, Kehadiran Sprites Baru, dan Kembalinya Budaya Grind yang Intens
    11 Min Read
  • Education
    EducationShow More
    Revolusi Pendidikan Prabowo: Dari Sekolah Rakyat ke Era Digital, Strategi Besar Cetak SDM Unggul Indonesia
    11 Min Read
    Siasat Licik Siswa Kelabui Detektor AI: Mengenal Aplikasi ‘Humanizer’ dan ‘Autotyper’ yang Mengancam Integritas Akademik
    12 Min Read
    Gen Z Skeptis Terhadap AI: Mengapa Universitas Harus Berhenti Memaksakan Teknologi dan Mulai Mendengarkan Mahasiswa
    10 Min Read
    Misteri Adaptasi Gelap: Mengapa Mata Manusia Membutuhkan Waktu Lama untuk Melihat dalam Kegelapan?
    10 Min Read
    Kisah Luar Biasa Rohit Goeptar: Dari Kemiskinan di Suriname Menuju Puncak Karier di NASA
    11 Min Read
Search
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 HeryArts News Network. Company. All Rights Reserved.
Reading: Skandal Peretasan Massal Fortinet: 30.000 Perangkat di 200 Negara Kebobolan, Data Sensitif Global Dalam Bahaya Besar
Share
Sign In
Notification Show More
Font ResizerAa
HeryArts NewsHeryArts News
Font ResizerAa
  • Home
  • Tech News
  • AI News
  • Mobile
  • Gadget
  • Software
  • Gaming
  • Education
Search
  • Home
  • Tech News
  • AI News
  • Mobile
  • Gadget
  • Software
  • Gaming
  • Education
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 HeryArts News Network. Company. All Rights Reserved.
HeryArts News > Blog > Gadget > Software > Skandal Peretasan Massal Fortinet: 30.000 Perangkat di 200 Negara Kebobolan, Data Sensitif Global Dalam Bahaya Besar
Latest AI NewsSoftwareTech NewsTechnologyTeknologi

Skandal Peretasan Massal Fortinet: 30.000 Perangkat di 200 Negara Kebobolan, Data Sensitif Global Dalam Bahaya Besar

Last updated: June 21, 2026 7:16 am
heryarts
Share
SHARE

Dunia keamanan siber internasional saat ini tengah berada dalam kondisi siaga satu setelah terungkapnya sebuah operasi pencurian kredensial berskala masif yang menargetkan infrastruktur penting di seluruh dunia. Bayangkan sebuah kunci master yang dapat membuka puluhan ribu pintu gedung perkantoran, bank, hingga instansi pemerintah di hampir setiap sudut planet ini; itulah perumpamaan yang tepat untuk menggambarkan situasi yang menimpa lebih dari 30.000 perangkat Fortinet yang telah berhasil dikompromi. Para aktor ancaman siber dilaporkan telah melancarkan kampanye agresif yang sangat terorganisir, mengumpulkan daftar panjang kredensial yang valid dari perangkat-perangkat keamanan yang seharusnya menjadi benteng terdepan bagi jaringan perusahaan. Investigasi terbaru menunjukkan bahwa serangan ini bukanlah insiden lokal yang terisolasi, melainkan sebuah ‘heist’ digital global yang dampaknya bisa meruntuhkan kepercayaan pada sistem keamanan jaringan yang ada saat ini.

Contents
Skala Serangan Global yang Menjangkau Hampir Seluruh Penjuru DuniaTarget Sektoral yang Sangat BeragamMengupas Teknik Credential-Harvesting dalam Operasi Heist DigitalBahaya Laten dari Kredensial yang TerkompromiMengapa Perangkat Fortinet Menjadi Incaran Utama Para Peretas?Dampak Signifikan Bagi Keamanan Data dan Privasi PenggunaLangkah Mitigasi dan Rekomendasi Keamanan MendesakPandangan ke Depan: Masa Depan Keamanan Jaringan di Tengah Ancaman Global

Kekhawatiran utama para pakar keamanan terletak pada fakta bahwa para penyerang tidak hanya sekadar mencoba masuk, tetapi mereka telah memiliki daftar kredensial yang sudah terverifikasi dan siap digunakan kapan saja. Dengan lebih dari 30.000 perangkat yang sudah berada dalam genggaman peretas, risiko kebocoran data sensitif, spionase korporat, hingga serangan ransomware lanjutan kini menjadi ancaman nyata yang menghantui ribuan organisasi. Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi mengenai identitas pasti dari kelompok di balik serangan ini, namun pola serangannya menunjukkan tingkat kecanggihan yang sangat tinggi dan sumber daya yang besar. Fenomena ini menjadi pengingat pahit bahwa di era digital yang semakin kompleks, bahkan perangkat yang dirancang untuk melindungi kita pun bisa menjadi titik lemah yang mematikan jika tidak dikelola dengan kewaspadaan tingkat tinggi.

Skala Serangan Global yang Menjangkau Hampir Seluruh Penjuru Dunia

Salah satu aspek yang paling mencengangkan dari insiden ini adalah cakupan geografisnya yang sangat luas, di mana serangan ini dilaporkan telah menjangkau hampir 200 negara di berbagai benua. Dari pusat bisnis di Amerika Utara dan Eropa hingga pasar berkembang di Asia dan Afrika, tidak ada wilayah yang benar-benar luput dari radar para penyerang. Hal ini menunjukkan bahwa para peretas menggunakan teknik pemindaian otomatis yang sangat masif untuk mencari celah pada perangkat Fortinet di seluruh dunia tanpa mempedulikan batas-batas negara. Skala sebesar ini mengindikasikan bahwa operasi ini telah dipersiapkan dalam waktu yang cukup lama dengan infrastruktur server yang kuat untuk menampung dan mengolah data hasil curian tersebut.

Dampak dari serangan lintas batas ini sangatlah kompleks karena melibatkan berbagai yurisdiksi hukum dan standar keamanan yang berbeda-beda di setiap negara. Di banyak wilayah, organisasi yang menjadi korban mungkin belum menyadari bahwa kredensial perangkat mereka telah berpindah tangan ke pihak yang tidak bertanggung jawab. Kecepatan penyebaran serangan ini membuktikan bahwa para aktor ancaman telah memanfaatkan otomatisasi tingkat lanjut untuk mengidentifikasi dan mengeksploitasi target secara real-time. Dengan jangkauan yang mencakup hampir seluruh dunia, insiden ini secara otomatis menjadi salah satu kasus cybersecurity terbesar di tahun ini yang menuntut kolaborasi internasional antar lembaga keamanan siber untuk memitigasi risiko yang lebih luas.

Target Sektoral yang Sangat Beragam

  • Sektor Pemerintahan: Instansi negara yang menggunakan solusi Fortinet untuk mengamankan data warga dan komunikasi internal menjadi target prioritas karena nilai strategis informasinya.
  • Sektor Keuangan dan Perbankan: Institusi finansial yang mengelola transaksi besar setiap harinya berada dalam risiko tinggi terhadap pencurian data nasabah dan manipulasi sistem.
  • Infrastruktur Kritis: Perusahaan penyedia energi, air, dan transportasi yang mengandalkan perangkat ini untuk kontrol akses jaringan jarak jauh.
  • Sektor Kesehatan: Rumah sakit dan lembaga riset medis yang menyimpan data pasien sensitif juga tidak luput dari incaran para peretas.

Mengupas Teknik Credential-Harvesting dalam Operasi Heist Digital

Teknik credential-harvesting yang digunakan dalam serangan ini merupakan metode yang sangat efektif sekaligus berbahaya karena ia menyasar identitas pengguna sebagai pintu masuk utama. Alih-alih merusak sistem secara kasar, para penyerang lebih memilih untuk ‘mencuri kunci’ agar mereka bisa masuk ke dalam jaringan dengan cara yang terlihat sah dan tidak memicu alarm keamanan. Dalam konteks perangkat Fortinet, hal ini biasanya melibatkan pencurian nama pengguna dan kata sandi yang digunakan untuk mengakses VPN (Virtual Private Network) atau panel manajemen perangkat. Begitu kredensial ini didapatkan, penyerang memiliki akses tingkat tinggi yang memungkinkan mereka untuk memantau lalu lintas data, menyusup ke server internal, atau bahkan menanamkan malware secara diam-diam.

Proses pengumpulan kredensial ini seringkali dilakukan melalui berbagai metode, mulai dari pemanfaatan celah keamanan pada perangkat lunak yang belum diperbarui hingga teknik phishing yang sangat meyakinkan. Yang membuat kasus ini sangat mengkhawatirkan adalah laporan bahwa para penyerang telah berhasil menyusun daftar kredensial yang ‘bekerja’ atau valid untuk puluhan ribu perangkat tersebut. Ini berarti tahap awal peretasan telah berhasil dilewati, dan para aktor ancaman kini berada pada posisi di mana mereka hanya perlu memilih target mana yang akan dieksploitasi lebih lanjut. Keberadaan daftar kredensial yang sudah terverifikasi ini di pasar gelap siber atau forum peretas dapat memicu gelombang serangan lanjutan yang jauh lebih merusak jika tidak segera ditangani.

Bahaya Laten dari Kredensial yang Terkompromi

Ketika sebuah kredensial jatuh ke tangan yang salah, dampaknya seringkali tidak langsung terlihat seketika, namun bersifat jangka panjang dan destruktif. Penyerang dapat melakukan apa yang disebut sebagai ‘living off the land’, di mana mereka menggunakan alat administrasi yang sah di dalam jaringan untuk bergerak secara lateral tanpa terdeteksi oleh perangkat lunak antivirus tradisional. Dengan akses yang valid, mereka bisa menciptakan akun pengguna baru, mengubah konfigurasi keamanan, atau menghapus jejak aktivitas mereka (log) sehingga tim IT perusahaan akan kesulitan untuk mendeteksi adanya penyusupan. Inilah yang membuat pencurian kredensial menjadi salah satu ancaman paling mematikan dalam lanskap keamanan digital modern.

Mengapa Perangkat Fortinet Menjadi Incaran Utama Para Peretas?

Sebagai salah satu pemimpin pasar dalam industri keamanan jaringan global, perangkat buatan Fortinet seperti FortiGate firewall sangat populer digunakan oleh perusahaan dari berbagai skala. Popularitas yang masif ini, secara ironis, menjadikannya target yang sangat menarik bagi para penyerang karena satu celah yang ditemukan dapat diaplikasikan ke jutaan perangkat di seluruh dunia. Para peretas selalu mencari ‘return on investment’ yang tinggi, dan menargetkan ekosistem Fortinet memberikan mereka potensi akses ke jaringan korporat yang sangat luas. Selain itu, perangkat ini seringkali ditempatkan di garis depan jaringan (edge), yang berarti jika perangkat ini dikuasai, penyerang mendapatkan kontrol penuh atas siapa dan apa yang boleh masuk atau keluar dari jaringan tersebut.

Penting untuk dipahami bahwa serangan ini tidak selalu berarti ada kelemahan mendasar pada produk Fortinet itu sendiri, melainkan seringkali mengeksploitasi kelalaian dalam manajemen perangkat, seperti penggunaan kata sandi yang lemah atau kegagalan dalam menerapkan patch keamanan terbaru. Namun, dalam kasus heist besar-besaran ini, terlihat adanya upaya yang sangat fokus untuk mengumpulkan kredensial secara sistematis. Hal ini menunjukkan bahwa para penyerang memahami betul arsitektur sistem Fortinet dan tahu persis di mana harus mencari informasi sensitif tersebut. Tingginya ketergantungan industri pada solusi Fortinet menjadikan setiap kerentanan atau insiden keamanan yang melibatkannya sebagai masalah nasional bagi banyak negara.

“Keamanan sebuah rantai hanya sekuat mata rantai terlemahnya. Dalam kasus ini, kredensial pengguna yang bocor menjadi mata rantai yang patah, meruntuhkan seluruh pertahanan canggih yang telah dibangun.”

Dampak Signifikan Bagi Keamanan Data dan Privasi Pengguna

Dampak dari bocornya kredensial 30.000 lebih perangkat ini jauh melampaui sekadar masalah teknis di departemen IT. Bagi individu yang bekerja di organisasi yang terdampak, ini berarti privasi data pribadi dan profesional mereka berada dalam risiko besar. Penyerang yang memiliki akses ke VPN perusahaan dapat dengan mudah mengintip komunikasi email, mengakses dokumen rahasia, dan mencuri identitas karyawan. Dalam skala yang lebih luas, jika data pelanggan dari perusahaan-perusahaan ini bocor, hal itu dapat menyebabkan kerugian finansial yang masif, tuntutan hukum, dan kerusakan reputasi yang mungkin membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dipulihkan. Kepercayaan publik terhadap keamanan digital secara keseluruhan juga turut dipertaruhkan dalam insiden sebesar ini.

Bagi industri yang sangat teregulasi seperti perbankan dan layanan kesehatan, insiden ini dapat memicu investigasi kepatuhan yang ketat dan denda yang sangat besar dari regulator. Kegagalan dalam melindungi kredensial akses seringkali dianggap sebagai bentuk kelalaian dalam menjaga keamanan data sensitif. Selain itu, risiko spionase industri juga meningkat tajam, di mana kompetitor atau aktor negara asing dapat menggunakan akses ini untuk mencuri rahasia dagang, rencana bisnis, atau kekayaan intelektual. Oleh karena itu, dampak dari heist kredensial ini harus dilihat sebagai ancaman eksistensial bagi kelangsungan bisnis organisasi yang menjadi korban.

Langkah Mitigasi dan Rekomendasi Keamanan Mendesak

Menghadapi ancaman yang sudah di depan mata ini, para administrator jaringan dan tim keamanan siber didesak untuk segera mengambil langkah-langkah preventif yang agresif. Langkah pertama dan yang paling krusial adalah melakukan reset kata sandi secara menyeluruh untuk semua akun yang memiliki akses ke perangkat Fortinet, terutama akun administratif dan pengguna VPN. Penggunaan Multi-Factor Authentication (MFA) bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan mutlak; MFA dapat memberikan lapisan perlindungan tambahan yang sangat efektif bahkan jika kata sandi pengguna telah berhasil dicuri oleh peretas. Tanpa faktor autentikasi kedua, kredensial yang dicuri tersebut tetap menjadi kunci yang sangat berbahaya.

Selain reset kredensial, organisasi juga harus segera melakukan audit pada log akses perangkat untuk mencari tanda-tanda aktivitas mencurigakan dari alamat IP yang tidak dikenal atau pada jam-jam yang tidak wajar. Memperbarui firmware perangkat ke versi terbaru yang telah menambal berbagai kerentanan keamanan juga merupakan langkah yang tidak boleh ditunda. Berikut adalah beberapa langkah teknis yang sangat disarankan:

  • Aktifkan MFA: Terapkan autentikasi dua faktor untuk semua akses VPN dan manajemen.
  • Audit Akun Pengguna: Hapus akun yang sudah tidak aktif atau tidak diperlukan lagi.
  • Pembaruan Patch: Pastikan semua perangkat menjalankan versi perangkat lunak terbaru dengan patch keamanan terkini.
  • Monitoring Jaringan: Gunakan sistem deteksi intrusi untuk memantau lalu lintas data yang keluar-masuk secara real-time.
  • Edukasi Karyawan: Berikan pelatihan mengenai bahaya phishing dan pentingnya menjaga kerahasiaan kredensial.

Pandangan ke Depan: Masa Depan Keamanan Jaringan di Tengah Ancaman Global

Insiden pencurian kredensial massal yang menargetkan perangkat Fortinet ini hanyalah puncak dari gunung es dalam perang siber yang terus berevolusi. Di masa depan, kita dapat mengekspektasikan serangan yang lebih otomatis, lebih cepat, dan lebih sulit dideteksi berkat bantuan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang mulai diadopsi oleh para penyerang. Hal ini menuntut pergeseran paradigma dalam strategi keamanan siber, dari yang semula bersifat reaktif menjadi proaktif dan berbasis pada prinsip ‘Zero Trust’. Dalam model Zero Trust, tidak ada pengguna atau perangkat yang dipercaya secara default, baik mereka berada di dalam maupun di luar jaringan perusahaan, dan setiap permintaan akses harus diverifikasi secara ketat.

Ke depannya, kolaborasi antara produsen perangkat keamanan seperti Fortinet, komunitas peneliti siber, dan pemerintah akan menjadi kunci utama dalam memitigasi serangan berskala global seperti ini. Kecepatan dalam berbagi informasi mengenai ancaman (threat intelligence) sangat krusial agar organisasi lain dapat membentengi diri sebelum menjadi korban berikutnya. Meskipun tantangan di masa depan terlihat sangat berat, kemajuan dalam teknologi keamanan siber juga terus berkembang pesat. Dengan kesadaran yang lebih tinggi dan penerapan praktik keamanan yang disiplin, kita masih memiliki peluang besar untuk melindungi integritas dunia digital kita dari ancaman para heist digital global ini.

You Might Also Like

Lupakan Promo Nintendo Switch! GameSir G7 Pro 8K Hadir Sebagai Kontroler PC Sempurna dengan Diskon 20% yang Menggiurkan

Investigasi Nikkei: Jaringan Fentanyl China Dalangi Penipuan Kripto ‘Zksync.jp’, Kerugian Investor Tembus $1 Juta

Skandal Manipulasi Polymarket Terbongkar: Investigasi WSJ Ungkap Influencer Dibayar untuk Rekayasa Taruhan Palsu Senilai $1,9 Juta

Altura Resmi Tutup Stablecoin Vault Akibat Gelombang Penarikan Massal dan Dampak Depegging msUSD

CME Group Gugat CFTC: Benarkah Perpetual Futures Kalshi Adalah Produk Ilegal yang Menyamar?

TAGGED:Ancaman SiberData SensitifFortinetGlobal ResearchInfrastruktur JaringanInsiden KeamananKeamanan DataKeamanan SiberKebocoran DataKerentanan KeamananKredensialPeretasan MassalSektor PentingSerangan SiberTeknologi Keamanan

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Membongkar Strategi INC Ransomware: Mengapa Taktik ‘Back to Basics’ Justru Menjadi Ancaman Paling Mematikan bagi Sektor Kesehatan?
Next Article Inggris Resmi Larang Media Sosial untuk Remaja di Bawah 16 Tahun: Langkah Revolusioner atau Mimpi Buruk Privasi Digital?
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Stay Connected

248.1kLike
54.3kFollow
10.3kSubscribe
39.5kFollow
banner banner
Create an Amazing Newspaper
Discover thousands of options, easy to customize layouts, one-click to import demo and much more.
Learn More

Latest News

Revolusi Kreatif Gerard Bisbal: Membangun NUVAGAIA, Semesta Sci-Fi Transmedia Pertama yang Sepenuhnya Ditenagai Kecerdasan Buatan
Artificial Intelligence Generative AI Industri Game Inovasi Teknologi Masa Depan
Transformasi Besar Industri Teknologi: AtlasGo Ubah Strategi, DOKU Catatkan Langkah Exit, dan Grab Perkuat Ekosistem Kendaraan Hijau
Financial Technology Finansial Industri Teknologi Inovasi Teknologi Mobil Listrik
Bocoran Harga GTA 6 Terkuak? Retailer Eropa Fnac Tak Sengaja Ungkap Detail Pre-Order dan Berbagai Versi SKU Rockstar Games yang Misterius
Gaming Industri Game PlayStation 5 Tech News Tren Gaming
Panduan Lengkap FC 26 Piscinin Evolution: Mengapa Ini Menjadi Game-Changer di Ultimate Team dan Cara Memilih Pemain Terbaiknya
Gaming Gaya Hidup Digital Industri Game Tren Gaming Video Game
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Quick Link

  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise

Support

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

HeryArts NewsHeryArts News
Follow US
© 2022 HeryArts News Network. Company. All Rights Reserved.
Join Us!

Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..

[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?