By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
HeryArts NewsHeryArts NewsHeryArts News
  • Home
  • Tech News
    Tech NewsShow More
    Hitachi Energy Bangun Pabrik Transformator Terbesar di AS: Strategi Raksasa Demi Menopang Ledakan Kebutuhan Listrik AI
    11 Min Read
    Mengapa Desain Website Modern Justru Membunuh Penjualan Anda? Tren “Cantik” yang Menghancurkan Konversi dan Cara Memperbaikinya
    12 Min Read
    Figma Config 2026 Ungkap Borok Utang Desain: Mengapa Tim Produk Tak Bisa Lagi Menutup Mata?
    11 Min Read
    Update Besar Git 2.55.0 Resmi Dirilis: Bongkar Fitur Eksperimental ‘History’ dan Rahasia Performa Linux yang Lebih Agresif!
    11 Min Read
    Git 2.55 Resmi Meluncur: Era Baru Rust Dimulai dan Revolusi Perbaikan Riwayat Kode yang Lebih Cerdas
    10 Min Read
  • AI News
    AI NewsShow More
    Dilema Kecerdasan Buatan: Mengapa Model AI Kecil Kini Mulai Mengancam Dominasi Frontier Models yang Raksasa?
    12 Min Read
    Menguak Tabir Debat AI Safety: Mengapa Diskusi Sebenarnya Tentang Keamanan Kecerdasan Buatan Justru Tenggelam dalam Hiruk-Pikuk Industri?
    13 Min Read
    AS Perketat Kendali AI: Setelah Anthropic, Kini Giliran GPT-5.6 OpenAI yang Terkena Pembatasan Pemerintahan Trump
    9 Min Read
    Rahasia Skalabilitas Model AI Raksasa: Mengenal Micro-DDP, Teknik Distribusi Beban Kerja yang Mengubah Aturan Main
    11 Min Read
    ElevenLabs Adopsi Google SynthID: Solusi Mutakhir Deteksi Deepfake Audio yang Semakin Sulit Dibedakan dari Suara Manusia Asli
    9 Min Read
  • Mobile
    MobileShow More
    Revolusi Privasi WhatsApp: Kini Bisa Chat Tanpa Nomor HP Lewat Fitur Username Terbaru, Begini Cara Kerjanya!
    10 Min Read
    Aplikasi Resmi OpenClaw Akhirnya Meluncur di Mobile: Terobosan AI Self-Hosted atau Justru Mengecewakan Pengguna?
    12 Min Read
    WhatsApp Resmi Luncurkan Fitur Username Akhir Tahun Ini: Selamat Tinggal Bagikan Nomor Telepon, Simak Cara Amankan Nama Anda Sekarang!
    11 Min Read
    Revolusi Agen AI di Saku Anda: OpenClaw Resmi Meluncur di Android dan iOS dengan Desain Antarmuka yang Sangat Unik
    10 Min Read
    Update Besar Android Juni 2026: Google System Updates Bawa Perubahan Signifikan untuk Play Store dan Play Services
    8 Min Read
  • Gadget
    GadgetShow More
    Rahasia Maestro Digital Terungkap! Bedah Tuntas ImagineFX Edisi 268: Panduan Praktis Mempercepat Teknik Melukis Anda
    9 Min Read
    Rahasia di Balik ‘Batu yang Tidak Menghalangi Apapun’: Mengapa Desain Modern Justru Terasa Mengusir Manusia?
    9 Min Read
    Figma Config 2026 Ungkap Borok Utang Desain: Mengapa Tim Produk Tak Bisa Lagi Menutup Mata?
    11 Min Read
    Terobosan Besar Linux: Bcachefs Mulai Integrasikan Kode Rust ke Modul Kernel pada Rilis v1.38.7 Mendatang
    13 Min Read
    Wine 11.12 Resmi Dirilis: Bawa Dukungan Wayland Fractional Scaling yang Revolusioner untuk Pengguna Linux
    13 Min Read
  • Software
    SoftwareShow More
    Terobosan Besar Linux: Bcachefs Mulai Integrasikan Kode Rust ke Modul Kernel pada Rilis v1.38.7 Mendatang
    13 Min Read
    Wine 11.12 Resmi Dirilis: Bawa Dukungan Wayland Fractional Scaling yang Revolusioner untuk Pengguna Linux
    13 Min Read
    Membongkar Kekuatan NLP Klasik: Sejauh Mana Teknik ‘Jadul’ Bisa Menandingi AI Modern dalam Identifikasi Penulis?
    10 Min Read
    Beralih dari Tailscale ke Pangolin: Mengapa Solusi Akses Jarak Jauh Ini Jauh Lebih Mudah dari yang Anda Bayangkan?
    9 Min Read
    Revolusi Manajemen Home Lab: Bagaimana Fitur Dynamic Load Balancer Proxmox 9.2 Mengakhiri Masalah Distribusi Sumber Daya yang Tak Terduga
    11 Min Read
  • Gaming
    GamingShow More
    Kekacauan Prasejarah: Mengapa Very Safe Dino Park Menjadi Game Multiplayer Paling ‘Berbahaya’ untuk Persahabatan Anda!
    10 Min Read
    Hanya Ada 2.000 di Dunia! Kartu Pokémon Mega Gallade Akira Egawa Jadi Buruan Paling Mustahil di Tahun 2026
    12 Min Read
    Steam Controller: Mengapa Perangkat ‘Gagal’ Valve Ini Justru Jadi Raja Tak Terbantahkan dalam Setup Couch Gaming Modern?
    10 Min Read
    Bocoran dan Kunci Jawaban Hurdle 30 Juni 2026: Strategi Master untuk Menaklukkan Puzzle Kata Terakhir Bulan Ini
    8 Min Read
    Rahasia Menaklukkan NYT Connections Sports Edition 30 Juni 2026: Panduan Strategi, Tips, dan Analisis Teka-Teki Hari Ini
    10 Min Read
  • Education
    EducationShow More
    Inovasi Generasi Muda: Proyek NESSP NASA Berhasil Cetak Ratusan Calon Ilmuwan Lewat Tantangan Eksplorasi Venus ROADS
    13 Min Read
    China Guncang Dunia Pendidikan: 12.000 Jurusan Kuliah Dihapus Massal Demi Dominasi Mutlak Kecerdasan Buatan
    9 Min Read
    Pelajaran Berharga dari Toy Story 5: Mengapa Anda Harus Memberi Anak Kindle Kids Edition dan Bukan Tablet ‘Brainrot’ di Prime Day Kali Ini
    10 Min Read
    PaperTok: Inovasi AI Peneliti University of Washington yang Ubah Jurnal Ilmiah Menjadi Video ala TikTok
    11 Min Read
    Mosyle@Home Hadir Sebagai Solusi Revolusioner Manajemen Screen Time iPad dan Mac Sekolah untuk Orang Tua
    9 Min Read
Search
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 HeryArts News Network. Company. All Rights Reserved.
Reading: Terobosan Baru Google Cloud: Hadirkan AI Khusus Sains dari SandboxAQ untuk Atasi Kelemahan Angka pada LLM
Share
Sign In
Notification Show More
Font ResizerAa
HeryArts NewsHeryArts News
Font ResizerAa
  • Home
  • Tech News
  • AI News
  • Mobile
  • Gadget
  • Software
  • Gaming
  • Education
Search
  • Home
  • Tech News
  • AI News
  • Mobile
  • Gadget
  • Software
  • Gaming
  • Education
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 HeryArts News Network. Company. All Rights Reserved.
HeryArts News > Blog > Artificial Intelligence > Terobosan Baru Google Cloud: Hadirkan AI Khusus Sains dari SandboxAQ untuk Atasi Kelemahan Angka pada LLM
Artificial IntelligenceBisnis DigitalCloud ComputingInovasi TeknologiTeknologi

Terobosan Baru Google Cloud: Hadirkan AI Khusus Sains dari SandboxAQ untuk Atasi Kelemahan Angka pada LLM

Last updated: June 29, 2026 6:45 pm
heryarts
Share
SHARE

Dalam beberapa tahun terakhir, industri kecerdasan buatan telah didominasi oleh Model Bahasa Besar atau Large Language Models (LLM) yang sangat mahir dalam merangkai kata dan berkomunikasi layaknya manusia. Namun, ada satu celah besar yang selama ini menjadi momok bagi para peneliti dan ilmuwan: AI sering kali gagal secara spektakuler saat dihadapkan pada perhitungan angka yang kompleks dan presisi ilmiah. Menyadari keterbatasan tersebut, Google Cloud baru saja mengumumkan langkah strategis dengan menghadirkan model AI spesialis sains yang dikembangkan oleh SandboxAQ ke dalam marketplace mereka. Langkah ini bukan sekadar pembaruan rutin, melainkan sebuah pengakuan fundamental bahwa dunia sains membutuhkan pendekatan yang berbeda dari sekadar pemrosesan bahasa alami.

Contents
Mengapa LLM Saja Tidak Cukup untuk Revolusi Sains?Kelemahan Model Berbasis Teks dalam Data LaboratoriumMengenal SandboxAQ dan Large Quantitative Models (LQM)Dampak Masif pada Industri Farmasi dan Ilmu MaterialPerbandingan: AI Generatif Umum vs AI Kuantitatif SpesialisMasa Depan AI dalam Riset Ilmiah dan Outlook Industri

Kemitraan ini akan membawa apa yang disebut sebagai Large Quantitative Models (LQM) ke ekosistem Google Cloud, yang dirancang khusus untuk bekerja berdampingan dengan Gemini. Jika Gemini adalah otak yang mengolah logika bahasa, maka LQM milik SandboxAQ adalah mesin kalkulasi yang dilatih menggunakan persamaan fisika, rumus kimia, dan data laboratorium mentah. Selama ini, banyak model AI generatif mengalami ‘halusinasi’ saat mencoba memecahkan masalah matematika tingkat lanjut karena mereka hanya memprediksi kata berikutnya, bukan memahami hukum fisika di baliknya. Dengan hadirnya LQM, para peneliti kini memiliki alat yang mampu memberikan hasil yang jauh lebih akurat dan dapat diverifikasi secara ilmiah.

Mengapa LLM Saja Tidak Cukup untuk Revolusi Sains?

Masalah utama dari model AI populer seperti GPT atau Gemini dalam konteks ilmiah adalah ketergantungan mereka pada probabilitas statistik kata-kata. Mereka sangat handal dalam menulis laporan riset atau merangkum jurnal medis, namun ketika diminta untuk mensimulasikan interaksi molekuler, mereka sering kali memberikan jawaban yang terlihat benar secara tata bahasa tetapi salah secara matematis. Hal ini terjadi karena data pelatihan mereka sebagian besar terdiri dari teks internet, bukan hukum-hukum fundamental alam semesta yang diatur oleh angka. Belum ada konfirmasi resmi mengenai seberapa besar persentase kegagalan angka pada model standar, namun komunitas ilmiah sudah lama mengeluhkan ketidakkonsistenan ini.

Dalam dunia riset dan pengembangan (R&D), kesalahan sekecil apa pun dalam perhitungan kuantitatif bisa berarti kegagalan total dalam eksperimen laboratorium yang mahal. Oleh karena itu, kebutuhan akan AI yang ‘melek angka’ menjadi sangat mendesak demi mempercepat inovasi di berbagai sektor krusial. Google Cloud melihat celah ini sebagai peluang untuk memposisikan diri sebagai penyedia infrastruktur AI paling komprehensif bagi industri berat dan sains. Dengan mengintegrasikan model spesialis dari SandboxAQ, mereka menawarkan solusi yang menggabungkan kemampuan naratif AI modern dengan ketajaman komputasi kuantitatif yang presisi.

Kelemahan Model Berbasis Teks dalam Data Laboratorium

  • Kecenderungan melakukan pembulatan angka yang tidak akurat dalam simulasi kimia.
  • Ketidakmampuan memahami hubungan non-linear dalam persamaan fisika yang kompleks.
  • Risiko tinggi menghasilkan data sintetis yang tidak sesuai dengan hukum termodinamika.
  • Keterbatasan dalam memproses dataset numerik berskala besar yang dihasilkan oleh sensor laboratorium.

Mengenal SandboxAQ dan Large Quantitative Models (LQM)

SandboxAQ bukanlah pemain baru di industri ini; perusahaan ini merupakan hasil spin-off dari Alphabet, induk perusahaan Google, yang berfokus pada pertemuan antara teknologi kuantum dan AI. Fokus utama mereka adalah menciptakan teknologi yang mampu memecahkan masalah dunia nyata yang tidak bisa diselesaikan oleh komputer klasik maupun AI standar. Model LQM yang mereka kembangkan dilatih dengan cara yang sangat berbeda dari LLM tradisional, di mana fokus utamanya adalah pada data kuantitatif yang sangat terstruktur. Model ini memahami bagaimana variabel fisik berinteraksi satu sama lain dalam lingkungan simulasi yang ketat.

Pelatihan LQM melibatkan penggunaan dataset masif yang mencakup persamaan diferensial, data spektroskopi, hingga hasil eksperimen material yang telah divalidasi. Hal ini memungkinkan model untuk melakukan prediksi terhadap perilaku material baru atau efektivitas obat dengan tingkat kepercayaan yang jauh lebih tinggi. SandboxAQ mengklaim bahwa dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, AI dapat membantu memperpendek waktu penemuan material baru dari hitungan dekade menjadi hanya beberapa tahun saja. Integrasi dengan Google Cloud memastikan bahwa kekuatan komputasi ini dapat diakses oleh perusahaan farmasi dan manufaktur di seluruh dunia melalui marketplace yang sudah ada.

Dampak Masif pada Industri Farmasi dan Ilmu Material

Salah satu sektor yang paling diuntungkan dari kehadiran model AI spesialis sains ini adalah industri kesehatan dan penemuan obat (drug discovery). Proses menemukan kandidat obat baru biasanya memakan biaya miliaran dolar dan waktu bertahun-tahun karena banyaknya simulasi kimia yang harus dilakukan secara manual atau dengan komputer tradisional yang lambat. Dengan LQM, perusahaan farmasi dapat melakukan simulasi interaksi protein dan molekul secara digital dengan akurasi yang mendekati hasil laboratorium fisik. Hal ini tidak hanya menghemat biaya, tetapi juga mempercepat ketersediaan pengobatan bagi penyakit-penyakit yang selama ini sulit disembuhkan.

Selain farmasi, industri ilmu material juga akan mengalami transformasi besar, terutama dalam pengembangan baterai generasi mendatang dan teknologi energi terbarukan. Para ilmuwan dapat menggunakan AI ini untuk mencari kombinasi elemen kimia yang mampu menghasilkan baterai dengan kepadatan energi lebih tinggi namun tetap stabil. Google Cloud kini menjadi platform di mana inovasi semacam ini bisa terjadi lebih cepat karena tersedianya alat yang tepat untuk pekerjaan yang spesifik. Penggunaan AI untuk simulasi material ini diprediksi akan menjadi standar baru dalam industri manufaktur global dalam lima tahun ke depan.

“Langkah Google untuk memisahkan kemampuan bahasa dan kemampuan kuantitatif dalam AI adalah pengakuan bahwa sains tidak bisa hanya mengandalkan prediksi teks, melainkan harus berpijak pada data laboratorium yang akurat.”

Perbandingan: AI Generatif Umum vs AI Kuantitatif Spesialis

Jika kita membandingkan kedua jenis teknologi ini, perbedaannya sangat mencolok dalam hal tujuan dan hasil akhir. AI generatif umum seperti Gemini dirancang untuk menjadi asisten serba bisa yang mampu menulis email, membuat kode pemrograman sederhana, hingga merencanakan perjalanan. Fokusnya adalah pada kreativitas dan kelancaran komunikasi. Sebaliknya, LQM dari SandboxAQ adalah alat bedah yang sangat presisi, yang mungkin tidak bisa menulis puisi yang indah, tetapi mampu menghitung tegangan mekanis pada sayap pesawat atau stabilitas termal dari polimer baru dengan akurasi tinggi.

Strategi Google Cloud yang menggabungkan keduanya dalam satu ekosistem adalah langkah yang cerdas secara bisnis dan teknis. Pengguna dapat menggunakan Gemini untuk membuat antarmuka pengguna atau laporan akhir, sementara mesin di bawahnya yang melakukan perhitungan berat adalah LQM. Kolaborasi ini menciptakan sistem AI yang lebih tangguh dan minim risiko kesalahan fatal. Belum ada konfirmasi resmi mengenai skema harga spesifik untuk model ini, namun diperkirakan akan menyasar segmen enterprise dengan kebutuhan riset tinggi yang selama ini harus membangun model mereka sendiri dari nol.

Masa Depan AI dalam Riset Ilmiah dan Outlook Industri

Ke depan, kita akan melihat pergeseran dari AI yang hanya bisa ‘berbicara’ menjadi AI yang bisa ‘melakukan’ eksperimen secara mandiri di dunia digital. Konsep Agentic AI dalam sains akan semakin nyata, di mana model AI tidak hanya memberikan jawaban, tetapi juga menyarankan langkah eksperimen berikutnya berdasarkan data kuantitatif yang mereka olah. Integrasi SandboxAQ di Google Cloud hanyalah awal dari gelombang baru AI spesialis yang akan menyasar bidang-bidang teknis lainnya seperti teknik sipil, eksplorasi ruang angkasa, hingga pemodelan iklim yang lebih presisi.

Sebagai kesimpulan, langkah Google Cloud menjual model AI khusus sains ini menandai berakhirnya era di mana satu model AI diharapkan bisa melakukan segalanya. Spesialisasi adalah kunci untuk kemajuan teknologi di masa depan. Bagi para pelaku industri, ini adalah sinyal bahwa investasi dalam Artificial Intelligence harus mulai diarahkan pada model-model yang memang memahami domain spesifik mereka. Dengan dukungan infrastruktur cloud yang kuat dan model kuantitatif yang akurat, revolusi sains berikutnya mungkin tidak akan lahir dari tabung reaksi, melainkan dari barisan kode dan persamaan fisika yang diproses oleh kecerdasan buatan.

You Might Also Like

Misteri Terpecahkan! Pikap Listrik Murah Ford $30.000 Terpantau Uji Coba di Arizona, Siap Guncang Dominasi Pasar EV!

Hitachi Energy Bangun Pabrik Transformator Terbesar di AS: Strategi Raksasa Demi Menopang Ledakan Kebutuhan Listrik AI

Rahasia Earthrise Energy: Bagaimana Pembangkit Gas Menjadi ‘Jalan Pintas’ Percepat Proyek Tenaga Surya 270 MW ke Jaringan Listrik

Bukan Amazon! Inilah Rahasia Tempat Belanja Filamen Printer 3D Termurah di Inggris dengan Harga Black Friday

Rahasia di Balik ‘Batu yang Tidak Menghalangi Apapun’: Mengapa Desain Modern Justru Terasa Mengusir Manusia?

TAGGED:#GeminiArtificial IntelligenceBig TechCloud ComputingData ScienceDigital TransformationFuture TechGoogle CloudInovasi TeknologiKecerdasan buatanLarge Quantitative ModelsRiset SainsSainsSandboxAQTeknologi Terbaru

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Rahasia Kelam di Balik Ledakan AI: Omen AI Raih Pendanaan $31 Juta untuk Atasi Ancaman Bakteri dalam Sistem Pendingin Pusat Data
Next Article Strategi Metronom RELX: Kucurkan Dana Buyback £100 Juta di Tengah Dominasi Bisnis Data dan Analitik Global
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Stay Connected

248.1kLike
54.3kFollow
10.3kSubscribe
39.5kFollow
banner banner
Create an Amazing Newspaper
Discover thousands of options, easy to customize layouts, one-click to import demo and much more.
Learn More

Latest News

Penjualan Toyota Merosot 4 Bulan Beruntun: Harga Bensin Jadi Kambing Hitam, Tapi Penjualan Mobil Listrik Justru Meledak 170%!
Berita Teknologi Bisnis Internasional Industri Otomotif Mobil Listrik Teknologi Hijau
Rahasia Maestro Digital Terungkap! Bedah Tuntas ImagineFX Edisi 268: Panduan Praktis Mempercepat Teknik Melukis Anda
Design Digital Entertainment Industri Kreatif Inovasi Kreativitas
Mengapa Desain Website Modern Justru Membunuh Penjualan Anda? Tren “Cantik” yang Menghancurkan Konversi dan Cara Memperbaikinya
Bisnis Digital Desain Produk Digital Transformation Marketing Psikologi Pengguna
Revolusi Desain Era AI: Mengapa Desainer Masa Depan Tidak Lagi Mendesain Antarmuka, Melainkan Mendesain Keputusan
Artificial Intelligence Desain Produk Digital Transformation Inovasi Teknologi User Interface
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Quick Link

  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise

Support

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

HeryArts NewsHeryArts News
Follow US
© 2022 HeryArts News Network. Company. All Rights Reserved.
Join Us!

Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..

[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?