By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
HeryArts NewsHeryArts NewsHeryArts News
  • Home
  • Tech News
    Tech NewsShow More
    Hitachi Energy Bangun Pabrik Transformator Terbesar di AS: Strategi Raksasa Demi Menopang Ledakan Kebutuhan Listrik AI
    11 Min Read
    Mengapa Desain Website Modern Justru Membunuh Penjualan Anda? Tren “Cantik” yang Menghancurkan Konversi dan Cara Memperbaikinya
    12 Min Read
    Figma Config 2026 Ungkap Borok Utang Desain: Mengapa Tim Produk Tak Bisa Lagi Menutup Mata?
    11 Min Read
    Update Besar Git 2.55.0 Resmi Dirilis: Bongkar Fitur Eksperimental ‘History’ dan Rahasia Performa Linux yang Lebih Agresif!
    11 Min Read
    Git 2.55 Resmi Meluncur: Era Baru Rust Dimulai dan Revolusi Perbaikan Riwayat Kode yang Lebih Cerdas
    10 Min Read
  • AI News
    AI NewsShow More
    Dilema Kecerdasan Buatan: Mengapa Model AI Kecil Kini Mulai Mengancam Dominasi Frontier Models yang Raksasa?
    12 Min Read
    Menguak Tabir Debat AI Safety: Mengapa Diskusi Sebenarnya Tentang Keamanan Kecerdasan Buatan Justru Tenggelam dalam Hiruk-Pikuk Industri?
    13 Min Read
    AS Perketat Kendali AI: Setelah Anthropic, Kini Giliran GPT-5.6 OpenAI yang Terkena Pembatasan Pemerintahan Trump
    9 Min Read
    Rahasia Skalabilitas Model AI Raksasa: Mengenal Micro-DDP, Teknik Distribusi Beban Kerja yang Mengubah Aturan Main
    11 Min Read
    ElevenLabs Adopsi Google SynthID: Solusi Mutakhir Deteksi Deepfake Audio yang Semakin Sulit Dibedakan dari Suara Manusia Asli
    9 Min Read
  • Mobile
    MobileShow More
    Revolusi Privasi WhatsApp: Kini Bisa Chat Tanpa Nomor HP Lewat Fitur Username Terbaru, Begini Cara Kerjanya!
    10 Min Read
    Aplikasi Resmi OpenClaw Akhirnya Meluncur di Mobile: Terobosan AI Self-Hosted atau Justru Mengecewakan Pengguna?
    12 Min Read
    WhatsApp Resmi Luncurkan Fitur Username Akhir Tahun Ini: Selamat Tinggal Bagikan Nomor Telepon, Simak Cara Amankan Nama Anda Sekarang!
    11 Min Read
    Revolusi Agen AI di Saku Anda: OpenClaw Resmi Meluncur di Android dan iOS dengan Desain Antarmuka yang Sangat Unik
    10 Min Read
    Update Besar Android Juni 2026: Google System Updates Bawa Perubahan Signifikan untuk Play Store dan Play Services
    8 Min Read
  • Gadget
    GadgetShow More
    Rahasia Maestro Digital Terungkap! Bedah Tuntas ImagineFX Edisi 268: Panduan Praktis Mempercepat Teknik Melukis Anda
    9 Min Read
    Rahasia di Balik ‘Batu yang Tidak Menghalangi Apapun’: Mengapa Desain Modern Justru Terasa Mengusir Manusia?
    9 Min Read
    Figma Config 2026 Ungkap Borok Utang Desain: Mengapa Tim Produk Tak Bisa Lagi Menutup Mata?
    11 Min Read
    Terobosan Besar Linux: Bcachefs Mulai Integrasikan Kode Rust ke Modul Kernel pada Rilis v1.38.7 Mendatang
    13 Min Read
    Wine 11.12 Resmi Dirilis: Bawa Dukungan Wayland Fractional Scaling yang Revolusioner untuk Pengguna Linux
    13 Min Read
  • Software
    SoftwareShow More
    Terobosan Besar Linux: Bcachefs Mulai Integrasikan Kode Rust ke Modul Kernel pada Rilis v1.38.7 Mendatang
    13 Min Read
    Wine 11.12 Resmi Dirilis: Bawa Dukungan Wayland Fractional Scaling yang Revolusioner untuk Pengguna Linux
    13 Min Read
    Membongkar Kekuatan NLP Klasik: Sejauh Mana Teknik ‘Jadul’ Bisa Menandingi AI Modern dalam Identifikasi Penulis?
    10 Min Read
    Beralih dari Tailscale ke Pangolin: Mengapa Solusi Akses Jarak Jauh Ini Jauh Lebih Mudah dari yang Anda Bayangkan?
    9 Min Read
    Revolusi Manajemen Home Lab: Bagaimana Fitur Dynamic Load Balancer Proxmox 9.2 Mengakhiri Masalah Distribusi Sumber Daya yang Tak Terduga
    11 Min Read
  • Gaming
    GamingShow More
    Kekacauan Prasejarah: Mengapa Very Safe Dino Park Menjadi Game Multiplayer Paling ‘Berbahaya’ untuk Persahabatan Anda!
    10 Min Read
    Hanya Ada 2.000 di Dunia! Kartu Pokémon Mega Gallade Akira Egawa Jadi Buruan Paling Mustahil di Tahun 2026
    12 Min Read
    Steam Controller: Mengapa Perangkat ‘Gagal’ Valve Ini Justru Jadi Raja Tak Terbantahkan dalam Setup Couch Gaming Modern?
    10 Min Read
    Bocoran dan Kunci Jawaban Hurdle 30 Juni 2026: Strategi Master untuk Menaklukkan Puzzle Kata Terakhir Bulan Ini
    8 Min Read
    Rahasia Menaklukkan NYT Connections Sports Edition 30 Juni 2026: Panduan Strategi, Tips, dan Analisis Teka-Teki Hari Ini
    10 Min Read
  • Education
    EducationShow More
    Inovasi Generasi Muda: Proyek NESSP NASA Berhasil Cetak Ratusan Calon Ilmuwan Lewat Tantangan Eksplorasi Venus ROADS
    13 Min Read
    China Guncang Dunia Pendidikan: 12.000 Jurusan Kuliah Dihapus Massal Demi Dominasi Mutlak Kecerdasan Buatan
    9 Min Read
    Pelajaran Berharga dari Toy Story 5: Mengapa Anda Harus Memberi Anak Kindle Kids Edition dan Bukan Tablet ‘Brainrot’ di Prime Day Kali Ini
    10 Min Read
    PaperTok: Inovasi AI Peneliti University of Washington yang Ubah Jurnal Ilmiah Menjadi Video ala TikTok
    11 Min Read
    Mosyle@Home Hadir Sebagai Solusi Revolusioner Manajemen Screen Time iPad dan Mac Sekolah untuk Orang Tua
    9 Min Read
Search
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 HeryArts News Network. Company. All Rights Reserved.
Reading: Revolusi Otonom XPENG: Teknologi VLA 2.0 dan MONA L03 Siap Taklukkan Pasar Global pada 2027
Share
Sign In
Notification Show More
Font ResizerAa
HeryArts NewsHeryArts News
Font ResizerAa
  • Home
  • Tech News
  • AI News
  • Mobile
  • Gadget
  • Software
  • Gaming
  • Education
Search
  • Home
  • Tech News
  • AI News
  • Mobile
  • Gadget
  • Software
  • Gaming
  • Education
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 HeryArts News Network. Company. All Rights Reserved.
HeryArts News > Blog > Bisnis Internasional > Revolusi Otonom XPENG: Teknologi VLA 2.0 dan MONA L03 Siap Taklukkan Pasar Global pada 2027
Bisnis InternasionalIndustri OtomotifInovasi TeknologiMobil ListrikTeknologi

Revolusi Otonom XPENG: Teknologi VLA 2.0 dan MONA L03 Siap Taklukkan Pasar Global pada 2027

Last updated: June 29, 2026 4:46 pm
heryarts
Share
SHARE

Industri otomotif global kini tengah bersiap menyambut gelombang inovasi besar yang dipelopori oleh produsen kendaraan listrik asal Tiongkok, XPENG. Melalui pengumuman terbaru yang disampaikan langsung oleh Chairman dan CEO XPENG, He Xiaopeng, perusahaan ini secara resmi mengonfirmasi bahwa teknologi VLA 2.0 telah “dikunci” untuk ekspansi ke pasar internasional pada tahun 2027 mendatang. Langkah strategis ini diambil menyusul tercapainya kesepakatan dan persetujuan regulasi dari PBB serta Uni Eropa yang menjadi landasan hukum bagi operasional sistem kemudi otonom tingkat lanjut. Dengan visi yang sangat ambisius, XPENG tidak hanya ingin menjadi pemain lokal di Tiongkok, tetapi juga pemimpin dalam revolusi mobilitas global yang berbasis pada kecerdasan buatan tingkat tinggi. Hal ini menandai babak baru di mana teknologi berkendara tanpa tangan akan segera menjadi kenyataan bagi konsumen di berbagai belahan dunia secara legal dan aman.

Contents
Regulasi UN/EU: Kunci Pembuka Gerbang Pasar InternasionalMengenal VLA 2.0: Arsitektur Kecerdasan Buatan Masa DepanTeknologi Otonom dari Level 3 hingga Level 5Integrasi Deep Learning dan Pengolahan Data Real-TimeMONA L03: Model Strategis untuk Dominasi GlobalDampak dan Implikasi bagi Industri Otomotif DuniaTantangan Menuju Implementasi Penuh di Tahun 2027Masa Depan Mobilitas: Outlook XPENG di Kancah Global

Persetujuan regulasi ini merupakan tonggak sejarah yang sangat krusial bagi XPENG dalam menembus pasar Barat yang dikenal memiliki standar keselamatan sangat ketat. Dengan lampu hijau dari badan regulasi internasional, XPENG kini memiliki kepastian hukum untuk mengimplementasikan fitur-fitur canggih mereka di jalanan Eropa dan wilayah lainnya. Fokus utama dari pengumuman ini adalah kesiapan sistem VLA 2.0 untuk mendukung operasional ADAS (Advanced Driver Assistance Systems) mulai dari Level 3 hingga Level 5. Tingkatan ini mencakup kemampuan berkendara tanpa tangan (hands-free) hingga otonom penuh di mana interaksi manusia hampir tidak diperlukan lagi dalam skenario tertentu. Keberhasilan menembus birokrasi regulasi ini membuktikan bahwa teknologi yang dikembangkan oleh XPENG telah memenuhi kriteria keamanan dan keandalan yang ditetapkan oleh otoritas global.

Regulasi UN/EU: Kunci Pembuka Gerbang Pasar Internasional

Persetujuan regulasi dari PBB dan Uni Eropa bukan sekadar formalitas administratif, melainkan sebuah pengakuan atas standar keamanan teknologi XPENG. Tanpa adanya kerangka hukum yang jelas, teknologi otonom tingkat tinggi seperti Level 4 dan Level 5 mustahil dapat dipasarkan secara massal di negara-negara maju. Regulasi ini menetapkan parameter ketat mengenai bagaimana kendaraan harus bereaksi dalam situasi darurat, perlindungan data sensor, serta tanggung jawab hukum jika terjadi insiden. Dengan telah disetujuinya aturan ini, XPENG dapat melangkah dengan penuh percaya diri untuk melakukan uji coba dan peluncuran komersial di berbagai negara anggota Uni Eropa. Ini adalah langkah besar yang akan mempercepat adopsi kendaraan otonom di seluruh benua tersebut, sekaligus memberikan tekanan kompetitif bagi produsen otomotif tradisional di Eropa.

CEO He Xiaopeng menekankan bahwa kepatuhan terhadap regulasi internasional adalah prioritas utama perusahaan dalam strategi ekspansi global mereka. XPENG telah bekerja sama secara intensif dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan bahwa arsitektur VLA 2.0 bersifat adaptif terhadap perbedaan aturan lalu lintas di setiap negara. Fleksibilitas ini sangat penting mengingat setiap wilayah memiliki karakteristik infrastruktur jalan dan perilaku pengemudi yang unik. Dengan mengunci target peluncuran pada tahun 2027, XPENG memberikan waktu yang cukup bagi ekosistem pendukung, seperti penyedia peta digital presisi tinggi dan infrastruktur komunikasi kendaraan, untuk bersiap. Strategi jangka panjang ini menunjukkan kematangan XPENG dalam merencanakan penetrasi pasar yang tidak hanya cepat, tetapi juga berkelanjutan dan patuh hukum.

Mengenal VLA 2.0: Arsitektur Kecerdasan Buatan Masa Depan

Teknologi Otonom dari Level 3 hingga Level 5

Sistem VLA 2.0 merupakan inti dari kecerdasan buatan yang dikembangkan oleh XPENG untuk menggerakkan kendaraan mereka secara mandiri. Teknologi ini dirancang untuk menangani berbagai tingkat otomatisasi, mulai dari Level 3 yang memungkinkan pengemudi melepaskan kemudi dalam kondisi tertentu, hingga Level 5 yang merupakan puncak dari teknologi kemudi otonom. Pada Level 5, kendaraan diharapkan mampu beroperasi secara penuh di semua kondisi jalan dan cuaca tanpa perlu intervensi manusia sedikit pun. XPENG mengintegrasikan sensor canggih, termasuk LiDAR, radar, dan kamera beresolusi tinggi, yang semuanya diproses oleh unit komputasi berperforma tinggi di dalam mobil. Arsitektur ini memungkinkan kendaraan untuk “melihat” dan “memahami” lingkungan sekitarnya dengan tingkat akurasi yang jauh melampaui kemampuan manusia.

Integrasi Deep Learning dan Pengolahan Data Real-Time

Keunggulan utama dari VLA 2.0 terletak pada kemampuannya untuk terus belajar melalui mekanisme Deep Learning. Setiap data yang dikumpulkan dari jutaan kilometer perjalanan yang dilakukan oleh armada XPENG digunakan untuk melatih algoritma agar semakin cerdas dalam memprediksi perilaku pengguna jalan lain. Sistem ini mampu mengolah data secara real-time untuk mengambil keputusan sepersekian detik, seperti melakukan pengereman mendadak atau menghindari rintangan yang muncul tiba-tiba. Dengan kemampuan pemrosesan data yang sangat masif, VLA 2.0 mampu menciptakan model lingkungan 3D yang dinamis di sekitar kendaraan. Hal ini memberikan rasa aman yang lebih tinggi bagi penumpang karena sistem memiliki visibilitas 360 derajat tanpa adanya titik buta yang sering menjadi penyebab kecelakaan pada pengemudi manusia.

MONA L03: Model Strategis untuk Dominasi Global

Selain pengembangan perangkat lunak, XPENG juga memperkenalkan model kendaraan terbaru yang akan menjadi ujung tombak di pasar global, yaitu MONA L03. Kendaraan ini dirancang khusus untuk mengintegrasikan seluruh kemampuan VLA 2.0 sejak dari lini produksi. Sebagai model yang dipersiapkan untuk pasar internasional, MONA L03 mengusung desain yang futuristik namun tetap fungsional, memenuhi selera konsumen global yang menginginkan kendaraan listrik cerdas dengan estetika premium. XPENG memposisikan model ini sebagai kendaraan yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga menawarkan pengalaman mobilitas yang sepenuhnya baru melalui fitur otonomnya. Kehadiran MONA L03 diharapkan dapat mengubah persepsi masyarakat dunia terhadap mobil buatan Tiongkok, dari sekadar kendaraan ekonomis menjadi kendaraan berteknologi tinggi.

Model MONA L03 juga dibekali dengan efisiensi baterai yang luar biasa dan sistem pengisian daya cepat yang menjadi standar baru di industri. Dengan integrasi perangkat keras dan lunak yang sempurna, kendaraan ini mampu mengoptimalkan penggunaan energi selama mode otonom diaktifkan. XPENG menyadari bahwa untuk bersaing di pasar global, mereka harus menawarkan paket lengkap yang mencakup performa berkendara, kenyamanan kabin, dan kecerdasan sistem bantuan pengemudi. Oleh karena itu, MONA L03 dilengkapi dengan antarmuka pengguna yang intuitif, memungkinkan penumpang untuk berinteraksi dengan sistem otonom dengan sangat mudah. Fokus pada pengalaman pengguna inilah yang diyakini akan membuat MONA L03 mampu bersaing ketat dengan merek-merek mapan seperti Tesla dan produsen EV dari Jerman.

Dampak dan Implikasi bagi Industri Otomotif Dunia

Langkah XPENG untuk membawa VLA 2.0 ke pasar global pada tahun 2027 akan memberikan dampak yang signifikan terhadap peta persaingan industri otomotif. Produsen mobil tradisional kini dipaksa untuk mempercepat pengembangan teknologi otonom mereka jika tidak ingin tertinggal oleh inovasi pesat dari Tiongkok. Persaingan ini pada akhirnya akan menguntungkan konsumen karena percepatan inovasi akan membawa fitur-fitur keselamatan canggih ke segmen pasar yang lebih luas dengan harga yang lebih kompetitif. Selain itu, langkah XPENG ini juga akan mendorong pemerintah di berbagai negara untuk segera memodernisasi infrastruktur jalan mereka agar kompatibel dengan kendaraan cerdas. Standarisasi teknologi otonom antarnegara juga kemungkinan besar akan menjadi topik utama dalam diplomasi ekonomi internasional di tahun-tahun mendatang.

“Dengan persetujuan regulasi UN/EU, VLA 2.0 kini siap menjadi standar baru dalam mobilitas global yang cerdas dan aman bagi semua orang.”

Secara lebih luas, kehadiran kendaraan otonom Level 5 seperti yang dijanjikan oleh teknologi XPENG memiliki potensi untuk merevolusi konsep transportasi perkotaan. Bayangkan sebuah masa depan di mana kemacetan berkurang drastis karena kendaraan dapat berkomunikasi satu sama lain untuk mengoptimalkan aliran lalu lintas. Selain itu, tingkat kecelakaan lalu lintas yang sebagian besar disebabkan oleh kesalahan manusia (human error) dapat ditekan hingga ke titik minimum. Implikasi sosialnya juga sangat besar, di mana kelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan mobilitas, seperti lansia atau penyandang disabilitas, akan mendapatkan kemandirian baru dalam bepergian. XPENG melalui VLA 2.0 dan MONA L03 sedang membangun fondasi bagi ekosistem transportasi yang lebih inklusif, efisien, dan tentu saja, sepenuhnya otonom.

Tantangan Menuju Implementasi Penuh di Tahun 2027

Meskipun optimisme sangat tinggi, perjalanan menuju tahun 2027 tetap diwarnai dengan berbagai tantangan teknis dan etika. Salah satu tantangan terbesar bagi XPENG adalah memastikan keandalan sistem VLA 2.0 dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem dan lingkungan jalan yang tidak terduga di berbagai belahan dunia. Salju lebat di Eropa Utara atau hujan tropis yang sangat deras di Asia Tenggara memerlukan kalibrasi sensor yang sangat presisi agar sistem tetap berfungsi dengan aman. Selain itu, masalah keamanan siber juga menjadi perhatian utama, mengingat kendaraan otonom sangat bergantung pada koneksi internet dan pengolahan data. XPENG harus menjamin bahwa sistem mereka kebal terhadap peretasan yang dapat membahayakan nyawa penumpang dan pengguna jalan lainnya.

Dari sisi etika, perdebatan mengenai pengambilan keputusan oleh kecerdasan buatan dalam situasi hidup-mati masih terus berlanjut di kalangan akademisi dan pembuat kebijakan. Meskipun VLA 2.0 dirancang untuk meminimalkan risiko, skenario di mana kecelakaan tidak dapat dihindari tetap memerlukan algoritma moral yang dapat diterima secara sosial. XPENG harus transparan mengenai bagaimana sistem mereka bekerja dan bagaimana tanggung jawab didistribusikan antara produsen dan pengguna. Belum ada konfirmasi resmi mengenai bagaimana detail pertanggungan asuransi untuk kendaraan Level 5 ini akan diberlakukan di pasar global. Namun, dengan waktu tiga tahun menuju peluncuran resmi, XPENG memiliki kesempatan untuk terus menyempurnakan aspek-aspek non-teknis ini bersama dengan otoritas internasional.

Masa Depan Mobilitas: Outlook XPENG di Kancah Global

Menatap tahun 2027, XPENG berada di posisi yang sangat kuat untuk mendisrupsi pasar otomotif konvensional dengan teknologi VLA 2.0 dan MONA L03. Keberhasilan mereka dalam mengamankan persetujuan regulasi internasional adalah bukti bahwa inovasi Tiongkok kini telah mencapai standar kualitas global. Perusahaan ini tidak hanya menjual mobil, tetapi menjual masa depan di mana mengemudi menjadi pilihan, bukan lagi keharusan yang melelahkan. Dengan fokus yang konsisten pada riset dan pengembangan kecerdasan buatan, XPENG berpotensi menjadi pemimpin pasar dalam kategori kendaraan cerdas (Smart EV) yang akan mendominasi jalanan di masa depan. Investasi besar-besaran dalam infrastruktur pendukung dan layanan purna jual di luar negeri akan menjadi kunci keberhasilan ekspansi ini.

Kesimpulannya, pengumuman dari CEO He Xiaopeng ini adalah pesan yang sangat jelas bagi dunia bahwa era kendaraan otonom penuh sudah di depan mata. XPENG telah menunjukkan peta jalan yang konkret, didukung oleh teknologi yang mumpuni dan kerangka regulasi yang sah. Bagi para pesaing, ini adalah alarm untuk segera berinovasi, sementara bagi konsumen, ini adalah janji akan pengalaman berkendara yang lebih aman, nyaman, dan futuristik. Tahun 2027 akan menjadi saksi apakah VLA 2.0 mampu memenuhi ekspektasi besar yang telah dibangun. Namun, satu hal yang pasti, langkah XPENG ini telah mempercepat transformasi digital di industri otomotif global secara permanen, membawa kita satu langkah lebih dekat menuju dunia tanpa kecelakaan lalu lintas dan mobilitas yang tanpa batas.

You Might Also Like

Misteri Terpecahkan! Pikap Listrik Murah Ford $30.000 Terpantau Uji Coba di Arizona, Siap Guncang Dominasi Pasar EV!

Hitachi Energy Bangun Pabrik Transformator Terbesar di AS: Strategi Raksasa Demi Menopang Ledakan Kebutuhan Listrik AI

Penjualan Toyota Merosot 4 Bulan Beruntun: Harga Bensin Jadi Kambing Hitam, Tapi Penjualan Mobil Listrik Justru Meledak 170%!

Rahasia Earthrise Energy: Bagaimana Pembangkit Gas Menjadi ‘Jalan Pintas’ Percepat Proyek Tenaga Surya 270 MW ke Jaringan Listrik

Bukan Amazon! Inilah Rahasia Tempat Belanja Filamen Printer 3D Termurah di Inggris dengan Harga Black Friday

TAGGED:ADASAutonomous VehiclesEkspansi BisnisHe XiaopengInovasi OtomotifKecerdasan buatanMasa Depan TransportasiMobil ListrikMONA L03Pasar GlobalRegulasi OtomotifSelf Driving CarTeknologi OtomotifVLA 2.0XPENG

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Revolusi Industri Konstruksi: Mengapa Masa Depan Semen Bukan Tentang ‘Semen Ajaib’, Melainkan Pengurangan Portland Secara Masif?
Next Article Masa Depan Tanpa Colokan: Aptera Atlas Berhasil Buktikan Kemampuan Isi Daya Mandiri, Namun Efisiensi Tetap Menjadi Ujian Pamungkas
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Stay Connected

248.1kLike
54.3kFollow
10.3kSubscribe
39.5kFollow
banner banner
Create an Amazing Newspaper
Discover thousands of options, easy to customize layouts, one-click to import demo and much more.
Learn More

Latest News

Rahasia Maestro Digital Terungkap! Bedah Tuntas ImagineFX Edisi 268: Panduan Praktis Mempercepat Teknik Melukis Anda
Design Digital Entertainment Industri Kreatif Inovasi Kreativitas
Rahasia di Balik ‘Batu yang Tidak Menghalangi Apapun’: Mengapa Desain Modern Justru Terasa Mengusir Manusia?
Desain Produk Design Gaya Hidup Digital Inovasi Psikologi Pengguna
Mengapa Desain Website Modern Justru Membunuh Penjualan Anda? Tren “Cantik” yang Menghancurkan Konversi dan Cara Memperbaikinya
Bisnis Digital Desain Produk Digital Transformation Marketing Psikologi Pengguna
Revolusi Desain Era AI: Mengapa Desainer Masa Depan Tidak Lagi Mendesain Antarmuka, Melainkan Mendesain Keputusan
Artificial Intelligence Desain Produk Digital Transformation Inovasi Teknologi User Interface
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Quick Link

  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise

Support

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

HeryArts NewsHeryArts News
Follow US
© 2022 HeryArts News Network. Company. All Rights Reserved.
Join Us!

Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..

[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?