By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
HeryArts NewsHeryArts NewsHeryArts News
  • Home
  • Tech News
    Tech NewsShow More
    Bitcoin Terjun Bebas ke $58.000: Pola Bear Flag Terkonfirmasi, Apakah Target Selanjutnya di Bawah $50.000?
    11 Min Read
    Review Eksklusif Asus NUC 16 Pro: Monster Mini PC 16-Core dengan Wi-Fi 7 dan Performa AI yang Menggila
    12 Min Read
    Nostalgia Gratis! RollerCoaster Tycoon 3 Complete Edition Kini Bisa Diklaim Cuma-Cuma di Epic Games Store, Buruan Sebelum 2 Juli!
    11 Min Read
    Lenovo ThinkPad E14 Gen 8 Resmi Meluncur: Bawa Kekuatan AMD Zen 5 dan Layar 120Hz untuk Standar Baru Laptop Bisnis
    12 Min Read
    Deltarune Chapter 5 Resmi Meluncur di Switch 1 & 2: Simak Detail Penting Mengenai Bug Crash dan Update Hotfix Terbaru!
    11 Min Read
  • AI News
    AI NewsShow More
    Intervensi Gedung Putih: OpenAI Resmi Tunda Peluncuran GPT-5.6 Atas Permintaan Pemerintahan Trump Demi Keamanan Nasional
    10 Min Read
    Terobosan Gila! Mantan Bos AI Databricks Klaim Teknologi Un-0 Mampu Pangkas Konsumsi Listrik AI Hingga 1.000 Kali Lipat
    11 Min Read
    Dominasi ChatGPT Terancam? Data Ungkap Pengguna Berbayar Mulai Migrasi Massal ke Claude Milik Anthropic
    10 Min Read
    OpenAI Resmi Luncurkan GPT-5.5 Versi Gratis: ChatGPT Kini Miliki Pemahaman Konteks Luar Biasa yang Mengubah Standar AI Dunia
    9 Min Read
    Tesla Bantah Tuduhan FSD Mematikan: Data Log Ungkap Kesalahan Fatal Pengemudi Salah Injak Pedal Gas
    11 Min Read
  • Mobile
    MobileShow More
    Lupakan iPhone 13 Mini! Enough Phone Hadir Sebagai Smartphone Super Kompak 5.2 Inci dengan Baterai Monster dan Desain Modular
    10 Min Read
    Commodore Callback 8020: Ponsel Flip Retro yang Picu Kontroversi Harga, Akhirnya Menyerah pada Tekanan Pasar?
    10 Min Read
    Vivo X Fold6 Resmi Meluncur: Baterai Monster 7.000 mAh dan Layar 5.000 Nits Siap Tumbangkan Dominasi Samsung Galaxy Z Fold7 di Pasar Global
    11 Min Read
    Rahasia di Balik Konkurensi Dart: Mengapa Banyak Developer Flutter Salah Paham Soal Event Loop, Streams, dan Isolates?
    8 Min Read
    Rahasia Setup Mobile Gaming Pro: Mengapa Aksesoris Tambahan Menjadi Kunci Utama dalam Menaklukkan The Division: Resurgence
    8 Min Read
  • Gadget
    GadgetShow More
    Rahasia Berhenti Menjelaskan Diri Secara Berulang ke Claude AI: Panduan Lengkap Membangun ‘Identity Layer’ yang Super Cerdas
    11 Min Read
    Nostalgia Ekstrem! GIMP 0.54 Versi 1996 Kembali Hadir Lewat Flatpak: Siapkah Anda Menghadapi Kerumitan Desain Klasik?
    12 Min Read
    Kendali Penuh Smart Home dalam Genggaman: Cara Cerdas Menggunakan Widget Home Assistant di Android untuk Efisiensi Maksimal
    12 Min Read
    Microsoft Office 2021 Tamat: Jebakan Migrasi Paksa ke Cloud dan Hilangnya Kedaulatan Digital Anda
    8 Min Read
    Misteri Harga iPhone Musim Panas Ini: Akankah Apple Mengikuti Jejak Kenaikan Harga Mac dan Aksesori?
    13 Min Read
  • Software
    SoftwareShow More
    Rahasia Berhenti Menjelaskan Diri Secara Berulang ke Claude AI: Panduan Lengkap Membangun ‘Identity Layer’ yang Super Cerdas
    11 Min Read
    Nostalgia Ekstrem! GIMP 0.54 Versi 1996 Kembali Hadir Lewat Flatpak: Siapkah Anda Menghadapi Kerumitan Desain Klasik?
    12 Min Read
    Microsoft Office 2021 Tamat: Jebakan Migrasi Paksa ke Cloud dan Hilangnya Kedaulatan Digital Anda
    8 Min Read
    Notion Mail Resmi Dihentikan 22 September 2026: Panduan Lengkap Penyelamatan Data dan Strategi Migrasi Bagi Pengguna
    10 Min Read
    Lepas dari Dominasi Microsoft 365: Panduan Strategis Memilih Alternatif Office Suite Berbasis Kedaulatan Digital
    13 Min Read
  • Gaming
    GamingShow More
    Krisis Besar di Bungie: Sony Lakukan PHK Massal, Masa Depan Destiny 2 dan Marathon Berada di Ujung Tanduk
    10 Min Read
    Ancaman Kelangkaan Konsol Menjelang Rilis GTA 6: Retailer dan Petinggi Xbox Beri Peringatan Serius bagi Para Gamer
    10 Min Read
    Nostalgia Gratis! RollerCoaster Tycoon 3 Complete Edition Kini Bisa Diklaim Cuma-Cuma di Epic Games Store, Buruan Sebelum 2 Juli!
    11 Min Read
    30 Tahun Quake: Merayakan Tiga Dekade Revolusi 3D Sejati dan Sejarah Besar Dunia Multiplayer Melalui Tantangan Kuis #TGIQF
    11 Min Read
    Steam Summer Sale 2026 Resmi Dimulai: Ribuan Game PC Original Banting Harga Hingga Titik Terendah!
    10 Min Read
  • Education
    EducationShow More
    Mosyle@Home Hadir Sebagai Solusi Revolusioner Manajemen Screen Time iPad dan Mac Sekolah untuk Orang Tua
    9 Min Read
    Avmira Raih Skor Proof of Usefulness 21.71: Revolusi Platform Edukasi Digital Berbasis AI untuk Developer Masa Depan
    14 Min Read
    Revolusi Pendidikan Prabowo: Dari Sekolah Rakyat ke Era Digital, Strategi Besar Cetak SDM Unggul Indonesia
    11 Min Read
    Siasat Licik Siswa Kelabui Detektor AI: Mengenal Aplikasi ‘Humanizer’ dan ‘Autotyper’ yang Mengancam Integritas Akademik
    12 Min Read
    Gen Z Skeptis Terhadap AI: Mengapa Universitas Harus Berhenti Memaksakan Teknologi dan Mulai Mendengarkan Mahasiswa
    10 Min Read
Search
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 HeryArts News Network. Company. All Rights Reserved.
Reading: Gawat! Separuh Penasihat Kekayaan Inggris Mengaku Aset Kripto Klien ‘Tak Kasat Mata’: Laporan CoinShares Ungkap Krisis Transparansi Finansial
Share
Sign In
Notification Show More
Font ResizerAa
HeryArts NewsHeryArts News
Font ResizerAa
  • Home
  • Tech News
  • AI News
  • Mobile
  • Gadget
  • Software
  • Gaming
  • Education
Search
  • Home
  • Tech News
  • AI News
  • Mobile
  • Gadget
  • Software
  • Gaming
  • Education
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 HeryArts News Network. Company. All Rights Reserved.
HeryArts News > Blog > Bisnis > Gawat! Separuh Penasihat Kekayaan Inggris Mengaku Aset Kripto Klien ‘Tak Kasat Mata’: Laporan CoinShares Ungkap Krisis Transparansi Finansial
BisnisEkonomi DigitalFinansialInvestasiTeknologi

Gawat! Separuh Penasihat Kekayaan Inggris Mengaku Aset Kripto Klien ‘Tak Kasat Mata’: Laporan CoinShares Ungkap Krisis Transparansi Finansial

Last updated: June 26, 2026 6:47 pm
heryarts
Share
SHARE

Fenomena ‘kekayaan tak kasat mata’ kini menjadi momok baru yang sangat nyata bagi industri manajemen kekayaan di Inggris Raya, di mana sebuah laporan investigasi terbaru mengungkapkan kesenjangan informasi yang sangat mengkhawatirkan. Berdasarkan survei mendalam yang dilakukan oleh CoinShares, ditemukan fakta mengejutkan bahwa sekitar 50 persen atau separuh dari penasihat kekayaan di Inggris merasa aset kripto yang dimiliki oleh klien mereka benar-benar berada di luar jangkauan pengamatan profesional mereka. Ketidakmampuan untuk melacak atau melihat kepemilikan aset digital ini menciptakan titik buta finansial yang besar, yang pada gilirannya dapat mengancam integritas strategi investasi jangka panjang yang disusun oleh para profesional tersebut bagi nasabah mereka.

Contents
Aset Kripto yang Tersembunyi: Mengapa Menjadi Masalah Besar bagi Penasihat Kekayaan?Dampak Terhadap Strategi Diversifikasi PortofolioKebijakan Restriktif di Uni Eropa: Hambatan Bagi Adopsi InstitusionalKetiadaan Panduan Resmi: Kebingungan di Tingkat OperasionalKurangnya Transparansi dan Implikasinya Terhadap Industri KeuanganPerbandingan: Keuangan Tradisional vs. Ekosistem Aset DigitalPandangan ke Depan: Menuju Regulasi Kripto yang Setara dengan Keuangan Tradisional

Kondisi ini mencerminkan paradoks besar dalam ekosistem keuangan modern, di mana adopsi aset digital terus melesat namun infrastruktur pelaporannya masih tertinggal jauh di belakang sistem keuangan tradisional. Para penasihat kekayaan, yang seharusnya memiliki pandangan holistik terhadap seluruh portofolio klien, kini terpaksa beroperasi dengan informasi yang tidak lengkap karena aset digital sering kali disimpan dalam dompet pribadi atau platform yang tidak terintegrasi dengan sistem pemantauan standar. Laporan dari CoinShares ini menjadi alarm keras bagi industri yang sedang berjuang untuk beradaptasi dengan kecepatan perubahan teknologi finansial yang tidak pernah terjadi sebelumnya.

Aset Kripto yang Tersembunyi: Mengapa Menjadi Masalah Besar bagi Penasihat Kekayaan?

Masalah utama yang disoroti dalam survei ini adalah status aset kripto yang dianggap ‘invisible’ atau tidak terlihat oleh para penasihat profesional. Ketika klien menginvestasikan sebagian kekayaan mereka ke dalam aset digital tanpa melaporkannya secara resmi kepada penasihat mereka, hal ini menciptakan risiko sistemik dalam pengelolaan risiko dan alokasi aset. Penasihat kekayaan tidak dapat memberikan saran yang akurat mengenai diversifikasi jika mereka tidak mengetahui bahwa klien tersebut mungkin sudah memiliki eksposur yang signifikan terhadap volatilitas pasar kripto melalui kanal-kanal pribadi.

Selain itu, ketidaktampakan ini juga menghambat kemampuan penasihat untuk melakukan perencanaan pajak yang efektif dan kepatuhan terhadap regulasi anti-pencucian uang yang semakin ketat. Tanpa transparansi penuh, strategi Wealth Management yang disusun bisa menjadi tidak relevan atau bahkan berbahaya, karena profil risiko klien yang sebenarnya mungkin jauh lebih tinggi daripada yang terlihat di atas kertas. Penasihat di Inggris kini menghadapi tantangan besar untuk meyakinkan klien agar lebih terbuka mengenai portofolio digital mereka demi keamanan finansial bersama.

Dampak Terhadap Strategi Diversifikasi Portofolio

Dalam dunia investasi profesional, diversifikasi adalah kunci utama untuk memitigasi risiko, namun hal ini mustahil dilakukan secara optimal jika ada bagian besar dari kekayaan yang tidak terdaftar dalam sistem. Jika seorang penasihat menyarankan investasi di sektor teknologi tradisional sementara klien sudah memiliki kepemilikan besar di Bitcoin atau Ethereum, maka konsentrasi risiko pada sektor teknologi menjadi terlalu tinggi tanpa disadari. Ketidaktampakan ini merusak fundamental dari teori portofolio modern yang diandalkan oleh para pakar keuangan selama berdekade-dekade.

Kebijakan Restriktif di Uni Eropa: Hambatan Bagi Adopsi Institusional

Laporan survei dari CoinShares tidak hanya menyoroti masalah di Inggris, tetapi juga mencakup kondisi di perusahaan manajemen kekayaan yang berbasis di Uni Eropa (EU). Ditemukan bahwa banyak perusahaan di wilayah tersebut masih menerapkan kebijakan yang sangat membatasi investasi dalam aset digital. Kebijakan restriktif ini sering kali berakar dari ketakutan akan volatilitas ekstrim, ketidakpastian regulasi, serta kurangnya pemahaman mendalam mengenai teknologi blockchain di tingkat manajemen puncak perusahaan-perusahaan finansial konvensional.

Banyak perusahaan manajemen kekayaan di Uni Eropa memilih untuk mengambil jalan aman dengan melarang secara total atau membatasi secara ketat keterlibatan klien mereka dalam instrumen digital. Namun, langkah ini justru dianggap kontraproduktif oleh beberapa analis, karena tidak menghentikan minat klien terhadap kripto, melainkan hanya mendorong mereka untuk berinvestasi secara mandiri di luar pengawasan profesional. Akibatnya, terciptalah ‘ekosistem bayangan’ di mana modal mengalir ke aset digital tanpa ada panduan ahli yang menyertainya, meningkatkan risiko kerugian bagi investor ritel maupun kelas atas.

Ketiadaan Panduan Resmi: Kebingungan di Tingkat Operasional

Selain kebijakan yang membatasi, survei ini juga mengungkap bahwa banyak perusahaan manajemen kekayaan di Eropa sama sekali tidak memberikan panduan atau pedoman resmi mengenai aset digital kepada staf mereka. Tanpa adanya kerangka kerja yang jelas dari perusahaan, para penasihat individu sering kali merasa bingung dan ragu-ragu saat klien bertanya mengenai peluang investasi di pasar kripto. Ketiadaan panduan ini menciptakan ketidakkonsistenan layanan, di mana satu penasihat mungkin bersikap terbuka sementara yang lain sangat menentang, tergantung pada opini pribadi masing-masing.

Kurangnya Transparansi dan Implikasinya Terhadap Industri Keuangan

Ketidakmampuan industri untuk mengintegrasikan aset digital ke dalam sistem pelaporan standar memiliki implikasi luas bagi masa depan Ekonomi Digital. Ketika aset kripto tetap ‘invisible’, data yang digunakan untuk analisis pasar secara keseluruhan menjadi cacat dan tidak akurat. Hal ini menciptakan distorsi dalam pemahaman tentang bagaimana kekayaan berpindah antar generasi dan bagaimana pola konsumsi serta investasi berubah seiring dengan digitalisasi ekonomi yang semakin masif di seluruh dunia.

Bagi industri manajemen kekayaan, kegagalan dalam menangani masalah transparansi ini bisa berarti kehilangan relevansi di mata generasi investor baru yang lebih melek teknologi. Investor muda, yang cenderung melihat kripto sebagai kelas aset yang sah, mungkin akan meninggalkan penasihat tradisional yang dianggap tidak kompeten atau tidak mampu memahami portofolio digital mereka. Oleh karena itu, tantangan yang diungkap oleh CoinShares ini sebenarnya adalah panggilan untuk melakukan transformasi digital secara menyeluruh di sektor jasa keuangan.

  • Risiko Kepatuhan: Kesulitan dalam memverifikasi sumber dana dan kepatuhan terhadap aturan pajak internasional.
  • Keamanan Klien: Tanpa pengawasan profesional, klien lebih rentan terhadap penipuan atau kesalahan pengelolaan kunci pribadi (private keys).
  • Ketertinggalan Kompetitif: Perusahaan yang lambat beradaptasi akan kalah bersaing dengan platform fintech yang menawarkan integrasi aset digital.
  • Ketidakpastian Valuasi: Sulitnya menentukan nilai kekayaan bersih (net worth) klien secara akurat dalam waktu nyata.

Perbandingan: Keuangan Tradisional vs. Ekosistem Aset Digital

Jika kita membandingkan dengan instrumen keuangan tradisional seperti saham atau obligasi, sistem pelaporannya sudah sangat matang dan terintegrasi secara global melalui lembaga kliring dan bank kustodian. Setiap transaksi tercatat dan dapat diakses oleh penasihat kekayaan melalui terminal data profesional. Sebaliknya, Aset Digital beroperasi di atas infrastruktur terdesentralisasi yang secara desain memang memberikan privasi lebih kepada pemiliknya, namun hal ini justru menjadi tantangan besar bagi standar transparansi yang dituntut dalam industri manajemen kekayaan profesional.

Kesenjangan teknologi ini menuntut adanya solusi baru, seperti platform agregasi kekayaan yang mampu menarik data dari bursa kripto dan dompet on-chain untuk disatukan ke dalam dasbor penasihat. Namun, hingga solusi tersebut menjadi standar industri, penasihat kekayaan di Inggris dan Uni Eropa akan terus beroperasi dalam kegelapan. Upaya untuk menyeimbangkan antara privasi yang ditawarkan oleh teknologi blockchain dan kebutuhan akan transparansi dalam manajemen kekayaan profesional tetap menjadi salah satu tantangan intelektual dan teknis terbesar saat ini.

Pandangan ke Depan: Menuju Regulasi Kripto yang Setara dengan Keuangan Tradisional

Meskipun data saat ini menunjukkan adanya krisis visibilitas, terdapat harapan besar melalui rencana ambisius pemerintah Inggris untuk meregulasi industri kripto agar setara dengan standar keuangan tradisional. Langkah regulasi ini diharapkan dapat memberikan kepastian hukum yang diperlukan bagi perusahaan manajemen kekayaan untuk mulai mengintegrasikan aset digital ke dalam layanan resmi mereka. Dengan adanya kerangka regulasi yang kuat, diharapkan aset-aset yang sebelumnya ‘invisible’ dapat mulai muncul ke permukaan dalam bentuk pelaporan yang sah dan terstandarisasi.

Transisi ini tidak akan terjadi dalam semalam, namun hasil survei CoinShares ini memberikan dasar yang kuat bagi para pembuat kebijakan untuk mempercepat proses integrasi. Di masa depan, penasihat kekayaan yang sukses adalah mereka yang mampu menjembatani kesenjangan antara dunia finansial lama dan baru, memberikan rasa aman bagi klien sekaligus memastikan bahwa setiap sen dari kekayaan digital mereka dikelola dengan standar profesionalisme yang sama tingginya dengan aset fisik. Masa depan manajemen kekayaan akan sangat bergantung pada seberapa cepat industri ini bisa mengubah aset ‘tak kasat mata’ menjadi bagian yang integral dari ekonomi global.

You Might Also Like

Masa Depan Figma di Ambang Kepunahan Kanvas? Strategi Berisiko Tinggi di Era Agentic AI dan Code-Native

Rahasia Gelap di Balik Layar: Mengapa Desain Aplikasi Sengaja Dibuat Sulit dan Menjebak Pengguna Demi Keuntungan Bisnis

Mengapa 21Shares Memangkas Prediksi Harga Kripto 2026? Inilah Realita di Balik Adopsi Institusi yang Kian Masif

XRP Terancam Jatuh di Bawah $1? Analisis Mendalam Mengenai Akumulasi Whale dan Sinyal Positif Data Onchain

Bitcoin Terjun Bebas ke $58.000: Pola Bear Flag Terkonfirmasi, Apakah Target Selanjutnya di Bawah $50.000?

TAGGED:#AsetDigital#BisnisDigital#CoinShares#Finansial#InvestasiKripto#KeuanganTerdesentralisasi#MasaDepanKripto#UniEropa#WealthManagementEkonomiDigitalInggrisInvestasiKriptoPasarKriptoRegulasiKripto

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Bitcoin Berpotensi Anjlok ke $58.000: Mengapa Model Power-Law Menyebutnya Sebagai Koreksi ‘Normal’ di Tengah Gejolak Pasar Berjangka?
Next Article Bitcoin Terjun Bebas ke $58.000: Pola Bear Flag Terkonfirmasi, Apakah Target Selanjutnya di Bawah $50.000?
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Stay Connected

248.1kLike
54.3kFollow
10.3kSubscribe
39.5kFollow
banner banner
Create an Amazing Newspaper
Discover thousands of options, easy to customize layouts, one-click to import demo and much more.
Learn More

Latest News

Rahasia Berhenti Menjelaskan Diri Secara Berulang ke Claude AI: Panduan Lengkap Membangun ‘Identity Layer’ yang Super Cerdas
Artificial Intelligence Berita Teknologi Inovasi Teknologi Produktivitas Digital Software
Nostalgia Ekstrem! GIMP 0.54 Versi 1996 Kembali Hadir Lewat Flatpak: Siapkah Anda Menghadapi Kerumitan Desain Klasik?
Computer Linux Open Source Sejarah Teknologi Software
Bitcoin Berpotensi Anjlok ke $58.000: Mengapa Model Power-Law Menyebutnya Sebagai Koreksi ‘Normal’ di Tengah Gejolak Pasar Berjangka?
Bisnis Digital Ekonomi Digital Finansial Investasi Tren Teknologi
Sinyal Waspada Pasar Kripto: Mengapa Trader Opsi Bitcoin Ramai-Ramai Pasang ‘Sabuk Pengaman’ Saat Ini?
Berita Teknologi Bisnis Digital Ekonomi Digital Finansial Investasi
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Quick Link

  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise

Support

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

HeryArts NewsHeryArts News
Follow US
© 2022 HeryArts News Network. Company. All Rights Reserved.
Join Us!

Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..

[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?