By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
HeryArts NewsHeryArts NewsHeryArts News
  • Home
  • Tech News
    Tech NewsShow More
    Jangan Sampai Terlewat! Amankan Tiket TechCrunch Founder Summit 2026 dan Hemat Hingga $190 Sebelum Tengah Malam Ini
    10 Min Read
    Sangat Mengejutkan! Notion Mail Resmi Ditutup: Strategi Gagal atau Sekadar Pivot Menuju Sesuatu yang Lebih Besar?
    11 Min Read
    Strategi Rahasia OpenAI Terungkap: ChatGPT 5.6 Hanya Akan Dirilis Secara Eksklusif untuk Pelanggan yang Disetujui Pemerintah
    10 Min Read
    HYPE Anjlok 22% dari Rekor Tertinggi: Apakah Ini Sinyal Rebound Kuat Menuju Level $60?
    8 Min Read
    Bitcoin Menemukan ‘Garis Pertahanan’ Baru: Akankah Data Inflasi PCE Amerika Serikat Pekan Ini Menjadi Ujian Berat?
    9 Min Read
  • AI News
    AI NewsShow More
    Intervensi Gedung Putih: OpenAI Resmi Tunda Peluncuran GPT-5.6 Atas Permintaan Pemerintahan Trump Demi Keamanan Nasional
    10 Min Read
    Terobosan Gila! Mantan Bos AI Databricks Klaim Teknologi Un-0 Mampu Pangkas Konsumsi Listrik AI Hingga 1.000 Kali Lipat
    11 Min Read
    Dominasi ChatGPT Terancam? Data Ungkap Pengguna Berbayar Mulai Migrasi Massal ke Claude Milik Anthropic
    10 Min Read
    OpenAI Resmi Luncurkan GPT-5.5 Versi Gratis: ChatGPT Kini Miliki Pemahaman Konteks Luar Biasa yang Mengubah Standar AI Dunia
    9 Min Read
    Tesla Bantah Tuduhan FSD Mematikan: Data Log Ungkap Kesalahan Fatal Pengemudi Salah Injak Pedal Gas
    11 Min Read
  • Mobile
    MobileShow More
    Rahasia Setup Mobile Gaming Pro: Mengapa Aksesoris Tambahan Menjadi Kunci Utama dalam Menaklukkan The Division: Resurgence
    8 Min Read
    Revolusi Mobile Coding: Mengapa Mengetik Kode di HP Sudah Kuno dan Peran AI Agents yang Mengubah Segalanya
    9 Min Read
    Google Resmi Rilis Android 17 QPR1 Beta 5 untuk Pixel: Solusi Masalah Besar yang Dinantikan Pengguna Akhirnya Tiba!
    11 Min Read
    Gebrakan Google Play: Kampanye ‘Mega Game Sale’ Pangkas Harga Game Android Populer Menjadi Hanya $0.10
    12 Min Read
    AIB Guncang Sektor Perbankan: Rombak Total Aplikasi Mobile Setelah Satu Dekade Demi Pengalaman Finansial Paripurna
    12 Min Read
  • Gadget
    GadgetShow More
    Guncangan Pasar Teknologi: Harga Xbox, MacBook, dan iPad Meroket Tajam, Apa yang Terjadi?
    13 Min Read
    Apakah Anda Harus Membelikan Printer 3D untuk Anak? Panduan Lengkap dan Pertimbangan Penting di Tahun 2026
    12 Min Read
    Perang Diskon Raksasa: Mengapa 23 Promo Gadget Walmart Ini Lebih Layak Dilirik Daripada Amazon Prime Day
    12 Min Read
    Trump Mobile T1 Resmi Meluncur Seharga $499: Misteri Pengiriman Pre-order dan Dampaknya Bagi Pasar Smartphone Global
    9 Min Read
    Kesempatan Terakhir! Amazon Prime Day Masuki Hari Final dengan 130+ Diskon Gadget Gila-Gilaan yang Wajib Anda Pantau
    10 Min Read
  • Software
    SoftwareShow More
    Kiamat Inbox Tradisional? Notion Resmi Suntik Mati Notion Mail demi Fokus pada Masa Depan AI Agent
    12 Min Read
    Strategi Radikal Notion: Matikan Aplikasi Email Berbasis Skiff Demi Fokus Total pada AI Agent untuk Revolusi Kotak Masuk
    9 Min Read
    Revolusi Produktivitas Digital: Mengapa Notion Mail Resmi Ditutup Demi Dominasi AI Agent?
    7 Min Read
    Adobe Resmi Akuisisi Topaz Labs: Revolusi Besar AI untuk Photoshop dan Premiere Pro Segera Tiba!
    12 Min Read
    Hanya Ubah Satu Baris Kode di GCC Compiler, Performa Chip Intel dan AMD Melejit Hingga 12 Persen!
    10 Min Read
  • Gaming
    GamingShow More
    NUBWO HG04L dan G06: Gebrakan Baru Headset Gaming yang Mengutamakan Fungsi di Atas Estetika RGB
    12 Min Read
    Xbox Naik Harga Lagi! Microsoft Terpaksa Kerek Harga Konsol Akibat Kelangkaan Memori Global yang Kian Mencekik
    9 Min Read
    Retroid Pocket Nova Resmi Meluncur: Konsol Genggam 4:3 Paling Bertenaga untuk Emulasi GameCube dan PS2 di Harga $229
    11 Min Read
    Harga Xbox Bakal Melambung Agustus Ini: Inilah Kesempatan Terakhir Anda Mendapatkan Konsol Microsoft dengan Harga Diskon Sebelum Kenaikan Resmi!
    9 Min Read
    Revolusi Gaming di Smartphone Lipat: Android 17 Hadirkan Mode Game Khusus dengan Kontroler Virtual Canggih
    8 Min Read
  • Education
    EducationShow More
    Mosyle@Home Hadir Sebagai Solusi Revolusioner Manajemen Screen Time iPad dan Mac Sekolah untuk Orang Tua
    9 Min Read
    Avmira Raih Skor Proof of Usefulness 21.71: Revolusi Platform Edukasi Digital Berbasis AI untuk Developer Masa Depan
    14 Min Read
    Revolusi Pendidikan Prabowo: Dari Sekolah Rakyat ke Era Digital, Strategi Besar Cetak SDM Unggul Indonesia
    11 Min Read
    Siasat Licik Siswa Kelabui Detektor AI: Mengenal Aplikasi ‘Humanizer’ dan ‘Autotyper’ yang Mengancam Integritas Akademik
    12 Min Read
    Gen Z Skeptis Terhadap AI: Mengapa Universitas Harus Berhenti Memaksakan Teknologi dan Mulai Mendengarkan Mahasiswa
    10 Min Read
Search
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 HeryArts News Network. Company. All Rights Reserved.
Reading: Kejutan Besar! Commodore Pangkas Harga Ponsel Retro Hingga $100 Sebelum Masa Pre-Order Resmi Dimulai
Share
Sign In
Notification Show More
Font ResizerAa
HeryArts NewsHeryArts News
Font ResizerAa
  • Home
  • Tech News
  • AI News
  • Mobile
  • Gadget
  • Software
  • Gaming
  • Education
Search
  • Home
  • Tech News
  • AI News
  • Mobile
  • Gadget
  • Software
  • Gaming
  • Education
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 HeryArts News Network. Company. All Rights Reserved.
HeryArts News > Blog > Technology > Smartphone > Kejutan Besar! Commodore Pangkas Harga Ponsel Retro Hingga $100 Sebelum Masa Pre-Order Resmi Dimulai
BisnisGadgetNostalgia GamingSmartphoneTeknologi

Kejutan Besar! Commodore Pangkas Harga Ponsel Retro Hingga $100 Sebelum Masa Pre-Order Resmi Dimulai

Last updated: June 26, 2026 5:57 am
heryarts
Share
SHARE

Dalam industri teknologi yang sering kali didominasi oleh tren kenaikan harga akibat inflasi dan biaya produksi yang membengkak, langkah terbaru dari brand legendaris Commodore terasa seperti angin segar yang mengejutkan banyak pihak. Perusahaan yang pernah merajai era komputer personal ini secara resmi mengumumkan pemotongan harga yang signifikan untuk produk ponsel retro terbaru mereka, bahkan sebelum masa pemesanan atau pre-order dimulai. Keputusan untuk menurunkan harga sebesar $100 ini bukanlah hal yang lazim dilakukan oleh produsen perangkat keras di tengah persaingan pasar yang sangat ketat saat ini. Banyak pengamat industri melihat ini sebagai langkah strategis untuk menarik minat konsumen yang merindukan nuansa nostalgia namun tetap menginginkan nilai ekonomis yang kompetitif. Fenomena ini segera menjadi perbincangan hangat di berbagai komunitas teknologi dunia karena dianggap sebagai anomali yang positif bagi kantong calon pembeli.

Contents
Latar Belakang: Mengapa Nama Commodore Kembali Menjadi Sorotan?Kebangkitan Brand IkonikDetail Pemotongan Harga: Strategi Agresif di Ambang Pre-OrderMenelusuri Aspek Teknis: Apa yang Membuat Ponsel Ini Disebut “Retro”?Integrasi Software dan NostalgiaAnalisis Strategi Bisnis: Langkah Langka di Industri SmartphoneDampak Bagi Kompetitor dan Pasar Gadget GlobalPandangan ke Depan: Masa Depan Commodore di Era Digital

Langkah Commodore ini diambil tepat sebelum pintu pemesanan dibuka bagi publik, sebuah momentum yang biasanya digunakan perusahaan lain untuk justru menaikkan harga atau memberikan penawaran terbatas yang kaku. Dengan memangkas harga sebesar $100, Commodore seolah ingin mengirimkan pesan kuat bahwa mereka serius ingin kembali merebut hati para penggemarnya di seluruh dunia. Penurunan harga ini bukan sekadar diskon biasa, melainkan sebuah penyesuaian harga dasar yang akan berlaku sejak hari pertama pre-order dilaksanakan. Hal ini tentu saja memberikan keuntungan psikologis bagi calon pembeli yang sebelumnya mungkin masih ragu dengan label harga awal yang ditetapkan oleh perusahaan. Strategi ini diharapkan mampu menciptakan gelombang permintaan yang masif saat produk ini akhirnya resmi dilepas ke pasaran global nanti.

Latar Belakang: Mengapa Nama Commodore Kembali Menjadi Sorotan?

Nama Commodore memiliki sejarah panjang dan emosional bagi para pecinta teknologi, terutama mereka yang tumbuh di era 1980-an dengan kehadiran Commodore 64 yang ikonik. Kembalinya brand ini ke pasar perangkat seluler dengan konsep ponsel retro merupakan upaya untuk mengkapitalisasi tren nostalgia yang sedang melanda industri global. Perusahaan mencoba menggabungkan estetika desain masa lalu dengan fungsionalitas modern yang dibutuhkan oleh pengguna smartphone masa kini. Namun, menghidupkan kembali brand legendaris di tengah dominasi raksasa seperti Apple dan Samsung bukanlah perkara mudah, sehingga strategi harga menjadi instrumen yang sangat vital. Kemunculan ponsel ini sudah lama dinantikan, dan pengumuman penurunan harga ini menambah lapisan antusiasme baru di kalangan kolektor dan pengguna gadget unik.

Kebangkitan Brand Ikonik

Upaya menghidupkan kembali Commodore dalam bentuk perangkat mobile sebenarnya telah melalui berbagai fase pengembangan yang cukup panjang dan penuh tantangan. Banyak pihak yang awalnya skeptis apakah brand ini mampu menawarkan sesuatu yang lebih dari sekadar nama besar di masa lalu tanpa inovasi yang berarti. Namun, dengan fokus pada segmen ponsel retro, perusahaan mencoba mengisi ceruk pasar yang belum banyak dieksplorasi oleh pemain besar lainnya. Kehadiran ponsel ini bukan hanya soal spesifikasi di atas kertas, melainkan tentang pengalaman pengguna yang membawa kembali memori masa kejayaan komputasi awal. Strategi ini menargetkan audiens spesifik yang menghargai nilai sejarah dan desain yang berbeda dari desain smartphone mainstream yang cenderung seragam.

  • Upaya pemulihan brand legendaris melalui produk niche.
  • Target pasar yang berfokus pada kolektor dan pecinta nostalgia.
  • Pemanfaatan desain klasik dengan sentuhan teknologi modern.
  • Pentingnya loyalitas komunitas dalam mendukung peluncuran produk baru.

Detail Pemotongan Harga: Strategi Agresif di Ambang Pre-Order

Pemotongan harga sebesar $100 sebelum masa pre-order adalah langkah yang sangat berani dan jarang ditemukan dalam siklus rilis produk teknologi modern. Biasanya, produsen akan menunggu hingga angka penjualan terlihat menurun sebelum memutuskan untuk memberikan diskon besar-besaran. Dengan melakukan ini di awal, Commodore menunjukkan fleksibilitas yang luar biasa dalam merespons dinamika pasar dan ekspektasi konsumen. Langkah ini juga bisa diartikan sebagai upaya untuk membangun kepercayaan (trust) dengan memberikan nilai lebih kepada mereka yang bersedia menjadi pengadopsi awal atau early adopters. Efek domino dari pengumuman ini diprediksi akan meningkatkan volume pencarian dan minat publik terhadap spesifikasi lengkap dari perangkat tersebut.

Meskipun alasan mendetail di balik pemotongan harga ini tidak dijelaskan secara eksplisit, banyak yang berspekulasi bahwa Commodore ingin memastikan produk mereka tidak dianggap sebagai barang mewah yang tidak terjangkau. Dengan harga yang kini lebih murah $100, ponsel ini menjadi jauh lebih kompetitif jika disandingkan dengan perangkat kelas menengah atau mid-range lainnya yang ada di pasar.

“Langkah ini adalah arah yang menyegarkan untuk sebuah perubahan harga,”

tulis beberapa laporan singkat mengenai update ini, mencerminkan sentimen positif dari para pengamat. Keputusan ini secara efektif menurunkan hambatan masuk bagi konsumen yang ingin mencoba ekosistem baru yang ditawarkan oleh Commodore tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam di awal peluncurannya.

Menelusuri Aspek Teknis: Apa yang Membuat Ponsel Ini Disebut “Retro”?

Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi mengenai detail teknis mendalam seperti jenis prosesor yang digunakan atau kapasitas RAM yang disematkan pada ponsel retro ini. Namun, istilah “retro” yang disematkan biasanya merujuk pada desain fisik yang mengambil inspirasi dari skema warna atau bentuk perangkat klasik Commodore di masa lalu. Selain itu, aspek perangkat lunak juga diperkirakan akan menyertakan emulator atau aplikasi khusus yang memungkinkan pengguna menjalankan program-program lama langsung dari ponsel mereka. Hal ini menciptakan nilai tambah yang unik dibandingkan dengan ponsel pintar standar yang hanya berfokus pada performa kecepatan dan kualitas kamera saja. Fokus pada pengalaman pengguna yang spesifik ini menjadi kunci utama daya tarik produk Commodore.

Integrasi Software dan Nostalgia

Diharapkan bahwa ponsel ini akan menjalankan sistem operasi Android yang telah dimodifikasi dengan antarmuka pengguna (UI) yang kental dengan nuansa retro. Penggunaan ikon-ikon bergaya pixel art atau skema warna abu-abu klasik khas Commodore bisa menjadi daya tarik visual yang sangat kuat bagi pengguna. Selain itu, integrasi dengan layanan game klasik atau perpustakaan perangkat lunak lama bisa menjadi fitur unggulan yang membedakan ponsel ini dari kompetitornya. Belum ada konfirmasi resmi mengenai hal ini, namun spekulasi di kalangan penggemar menunjukkan ekspektasi yang tinggi terhadap ketersediaan konten-konten eksklusif dari era keemasan Commodore. Kemampuan untuk menggabungkan produktivitas modern dengan hiburan klasik adalah visi yang ingin dicapai melalui perangkat ini.

Analisis Strategi Bisnis: Langkah Langka di Industri Smartphone

Dari perspektif Bisnis Digital, langkah Commodore memangkas harga sebelum peluncuran bisa dilihat sebagai taktik penetrasi pasar yang agresif. Dalam teori pemasaran, menetapkan harga yang lebih rendah di awal bertujuan untuk mendapatkan pangsa pasar (market share) secepat mungkin dan menciptakan efek viralitas. Dengan adanya diskon $100 ini, berita mengenai ponsel Commodore menyebar lebih luas dibandingkan jika mereka hanya meluncurkan produk dengan harga standar. Ini adalah bentuk investasi dalam pemasaran melalui penyesuaian margin keuntungan, di mana perusahaan lebih memilih volume penjualan yang tinggi daripada margin per unit yang besar di tahap awal. Strategi ini sangat krusial bagi brand yang sedang mencoba membangun kembali basis pengguna mereka dari nol.

Selain itu, langkah ini juga bisa menjadi respons terhadap masukan dari komunitas atau hasil riset pasar awal yang menunjukkan bahwa harga sebelumnya mungkin dianggap terlalu tinggi. Perusahaan teknologi yang mendengarkan audiensnya cenderung memiliki umur panjang karena mampu beradaptasi dengan realitas ekonomi para penggunanya. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, konsumen menjadi lebih sensitif terhadap harga, dan potongan $100 adalah angka yang cukup signifikan untuk mengubah keputusan pembelian. Strategi Bisnis semacam ini menunjukkan bahwa manajemen Commodore memiliki sensitivitas yang baik terhadap kondisi pasar saat ini, yang pada akhirnya dapat memperkuat citra brand sebagai perusahaan yang berorientasi pada konsumen.

Dampak Bagi Kompetitor dan Pasar Gadget Global

Kehadiran ponsel retro Commodore dengan harga yang lebih terjangkau tentu akan memberikan tekanan tambahan bagi produsen smartphone lain, terutama mereka yang bermain di segmen perangkat unik atau niche. Meskipun tidak secara langsung mengancam posisi pemimpin pasar, langkah ini memaksa kompetitor untuk mengevaluasi kembali strategi harga mereka untuk produk-produk serupa. Pasar gadget saat ini sedang mengalami kejenuhan dengan desain yang itu-itu saja, sehingga produk yang menawarkan perbedaan visual dan emosional seperti ponsel Commodore memiliki peluang besar untuk mencuri perhatian. Dampaknya mungkin tidak akan terlihat secara instan dalam angka penjualan global, namun akan memberikan warna baru dalam keragaman pilihan perangkat bagi konsumen.

Implikasi lebih luasnya adalah kemungkinan munculnya tren baru di mana brand-brand lama lainnya mencoba melakukan hal serupa, yaitu melakukan “rebranding” dan merilis produk modern dengan sentuhan klasik. Jika Commodore sukses dengan ponsel ini, kita mungkin akan melihat kebangkitan brand legendaris lainnya yang mencoba peruntungan di pasar mobile. Hal ini akan menciptakan ekosistem yang lebih kompetitif dan inovatif, di mana nilai sebuah produk tidak lagi hanya diukur dari kecanggihan hardware, tetapi juga dari nilai cerita dan identitas yang dibawanya. Konsumen adalah pihak yang paling diuntungkan dari persaingan ini, karena mereka memiliki lebih banyak pilihan yang sesuai dengan kepribadian dan minat khusus mereka terhadap sejarah teknologi.

Pandangan ke Depan: Masa Depan Commodore di Era Digital

Melihat langkah awal yang diambil oleh Commodore, masa depan brand ini di industri smartphone tampak cukup menjanjikan namun tetap penuh dengan tantangan besar. Keberhasilan ponsel retro ini akan sangat bergantung pada kualitas build-quality dan stabilitas perangkat lunak saat produk ini sampai ke tangan konsumen. Pemotongan harga sebesar $100 adalah awal yang baik untuk menarik perhatian, tetapi kepuasan pengguna jangka panjanglah yang akan menentukan apakah Commodore bisa bertahan atau hanya menjadi tren sesaat. Perusahaan perlu memastikan bahwa dukungan purna jual dan pembaruan sistem operasi tetap terjaga agar pengguna tidak merasa ditinggalkan setelah melakukan pembelian. Konsistensi dalam menghadirkan inovasi yang relevan tanpa meninggalkan akar nostalgianya adalah kunci utama keberlanjutan brand ini.

Ke depan, kita bisa mengharapkan Commodore untuk memperluas lini produk mereka jika ponsel ini mendapatkan sambutan yang positif. Mungkin saja akan ada tablet retro atau aksesori gadget lainnya yang mengusung tema serupa untuk melengkapi ekosistem mereka. Dunia Teknologi selalu berputar, dan apa yang lama sering kali menjadi baru kembali dengan kemasan yang lebih cerdas. Dengan strategi harga yang tepat dan pemahaman mendalam tentang audiensnya, Commodore memiliki peluang untuk tidak hanya menjadi sekadar kenangan, tetapi menjadi pemain aktif yang diperhitungkan dalam gaya hidup digital modern. Para penggemar kini tinggal menunggu waktu hingga masa pre-order dibuka untuk membuktikan apakah perangkat ini benar-benar sesuai dengan ekspektasi besar yang telah dibangun.

You Might Also Like

Guncangan Pasar Teknologi: Harga Xbox, MacBook, dan iPad Meroket Tajam, Apa yang Terjadi?

Larangan Media Sosial Australia Gagal Total? Studi Ungkap Celah Fatal dalam Sistem Verifikasi Usia yang Mudah Dimanipulasi

Promo Amazon Prime Day 2026: Panduan Lengkap Berburu Cooler Premium Yeti, Igloo, hingga Ninja dengan Harga Terbaik

Revolusi Teknologi Sepak Bola: Bagaimana Qatar Menjelma Menjadi Laboratorium Masa Depan FIFA yang Mengubah Wajah Piala Dunia Selamanya

Apakah Anda Harus Membelikan Printer 3D untuk Anak? Panduan Lengkap dan Pertimbangan Penting di Tahun 2026

TAGGED:#EvolusiTeknologi#GayaHidupDigital#HargaGadget#InfoTeknologi#InovasiTeknologi#NostalgiaGaming#RetroGaming#TechNews#UpdateTeknologiBisnisCommodoreGadgetPasarGadgetPre-OrderSmartphone

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Skandal Grok AI: Terungkap Konten NSFW Mendominasi Lebih dari Setengah Trafik Chatbot Milik Elon Musk
Next Article Sangat Mengejutkan! Notion Mail Resmi Ditutup: Strategi Gagal atau Sekadar Pivot Menuju Sesuatu yang Lebih Besar?
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Stay Connected

248.1kLike
54.3kFollow
10.3kSubscribe
39.5kFollow
banner banner
Create an Amazing Newspaper
Discover thousands of options, easy to customize layouts, one-click to import demo and much more.
Learn More

Latest News

Fenomena Ledakan ‘Gooner Music Video’ di Platform X: Investigasi Mendalam Tren ‘Bate Fuel’ dan Evolusi Konten Dewasa Digital
Digital Entertainment Etika Digital Gaya Hidup Digital Internet Media Sosial
Detik-Detik Terakhir Amazon Prime Day: Strategi Berburu Diskon Gila-Gilaan di Hari Keempat yang Semakin Liar
Belanja Online Bisnis Digital Ekonomi Digital Gaya Hidup Digital Teknologi
Skandal Resort Mewah Ivanka Trump di Albania: Akankah ‘Revolusi Flamingo’ Menumbangkan Perdana Menteri?
Bisnis Gaya Hidup Internasional Investasi Kebijakan Publik
Panduan Lengkap Memilih MacBook 2026: Neo, Air, atau Pro? Mana yang Paling Worth It untuk Anda?
Apple Inovasi Laptop Perangkat Keras Teknologi
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Quick Link

  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise

Support

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

HeryArts NewsHeryArts News
Follow US
© 2022 HeryArts News Network. Company. All Rights Reserved.
Join Us!

Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..

[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?